
Malam hari, Ayuna dan Adiittya sudah tiba di rumah mewahnya. Setelah mereka dari rumah sakit, mereka memutuskan untuk makan direstauran milik Adiittya yang dulu pernah didatangi waktu Adiittya mendekati Ayuna.
Sekarang Ayuna sudah membersihkan diri dan sudah berganti pakaiannya dengan daster tidurnya. Sementara Adiittya belum selesai mandi, Ayuna menyiapkan piyama tidur milik suaminya. Kemudian pergi ke kamar Arion, ia akan bermain main sebentar bersama anak laki laki angkatnya
"Arion" panggil Ayuna pada balitanya yang masih senang bermain bersama baby sitternya.
"Na...na...na..." celoteh Arion sembari memberikan mainannya ke Ayuna saat mendengar suara Ayuna
Cup cup cup Ayuna menghujani ciuman pada balita itu.
"Sayang, mas cari cari ternyata disini." Adiittya tiba tiba datang dan mencium pucuk kepala Ayuna
"Baby baby, daddy miss you." ganti Adiittya yang menghujani ciuman untuk Arion
Setelah berlama lama bermain dengan anaknya, Adiittya dan Ayuna kembali ke kamarnya.
"Sayang, daddy sama mommy tidur dulu ya??"
pamit Adiittya
"Mbak Lala segera ajak Arion tidur ya !!" timpal Ayuna
"Jangan malam malam lo La." sahut Adiittya
"Iya nyonya, tuan." jawab Lala
"Bye sayang" pamit Ayuna yang mendapat balasan tawa dari balita itu.
Balita itu kembali bermain bersama baby sitternya. Menurut Lala, Arion sengaja menunggu Adittya dan Ayuna pulang, ia tidak mau tidur sebelum melihat mommy dan daddynya. Dan memang benar tidak lama kemudian balita itu sudah menguap merengek minta tidur. Satu botol susu sudah berada di genggaman tangan Arion untuk menemaninya tidur.
Adiittya merangkul pinggang istrinya masuk ke dalam kamar. Lalu Adiittya melepas kimono piyamanya, ia hanya memakai celana panjangnya saja dan membiarkan dada bidangnya telanjang.
"Baby, give me a kiss." rengek Adiittya merajuk
Ayuna merangkup pipi Adiittya lalu memberi kecupan.
"Sayang, ini belum" Adiittya memoyongkan bibir, yang langsung di cium oleh Ayuna bahkan Ayuna juga menggigit bibir bawah Adiittya
"Sayang, apa kau ingin bermain diranjang dulu sebelum tidur, heemm ??" goda Adiittya menyeringai, tangannya mulai menerobos daster mini Ayuna.
Ayuna terkikik geli saat Adiittya sudah berhasil membuka daster istrinya sampai dada Ayuna. Kemudian ia menciumi perut Ayuna.
"Masss stop geli." rengek Ayuna menyerah
Adiittya tak juga berhenti, ia terus menciumi perut buncit istrinya yang sengaja dibuka olehnya
__ADS_1
"Mas merindukanmu sayang." bisik Adiittya ditelinga Ayuna, sedangkan tangannya sudah merajalela di gundukan gunung kembar Ayuna
"Mass, aku juga merindukanmu. Tapi aku lelah. Gimana dong ??"
Adiittya terkekeh kecil, ia senang melihat istrinya yang sangat manja.
"Aku mencintaimu sayang" Adiittya menatap lembut mata istrinya, tangannya merapikan anak rambut yang menutupi wajah Ayuna
"Aku juga mencintaimu mas." balas Ayuna
"I love you" Kata Adiittya lagi
"Love you too." balas Ayuna lagi
Adiittya menarik dagu Ayuna dan mengecup lembut bibir istrinya
"Ya sudah ayo kita tidur !!" perintah Adiittya, sambil memeluk erat istrinya dari belakang.
Tengah malam Ayuna terbangun karena perutnya merasa lapar. Dengan perlahan ia beranjak turun dari ranjangnya. Keluar dari dalam kamar dengan menggulung asal rambut panjangnya.
Dengan sigap ia mengeluarkan bahan makanan dari dalam lemari pendingin lalu memasaknya setelah dicuci dan dipotong potong.
Adiittya terbangun saat merasakan istrinya tidak ada dipelukannya. Ia keluar kamar dan menghampiri istrinya, ia berdiri dibelakang tubuh istrinya. Kedua tangan Adiitya berada disisi kanan kiri tubuh Ayuna. Ia mengurung tubuh Ayuna.
Helaan nafas Adiittya menerjang leher jenjang Ayuna. Kecupan kecupan kecil berkali kali mendarat dileher putih Ayuna.
"Kamu sangat seksi sayang, mas ingin memakanmu." kata Adiittya dengan suara berat
"Bilang saja aku gendut."
"Enggak sayang, kau benar benar seksi. Kehamilanmu semakin membuatku bergairah." Nafas Adiittya memburu, seputar rahangnya yang ditumbuhi jenggot tipis diusap usapkan ke pipi dan leher Ayuna.
"Mass... geliii... aku sudah lapar nih !!" rengek Ayuna setelah membalikkan badannya menghadap suaminya
Adiityya tersenyum. Ia suka jika istrinya merajuk
"Bukannya sayang suka...??" Adiittya semakin menggoda istrinya
"Masss.., ya sudah nggak jadi makan. Biar baby nya kelaparan." ancam Ayuna hendak pergi dan membiarkan kompor masih menyala
"Sayang sayang, ya sudah terusin masaknya. Gitu saja ngambek. Mas tunggu dimeja ya ??" Adiittya mencekal tangan istrinya, kemudian mencium kening istrinya
Setelah Adiittya benar benar duduk dimeja makan, Ayuna merasa lega. Pasalnya, suaminya itu tidak akan tinggal diam jika berada didekatnya.
Sepuluh menit kemudian masakan siap dihidangkan. Ayuna menuangnya dipiring, lalu membawanya dimeja makan. Melihat istrinya makan dengan lahap membuat Adiittya menelan silvananya kasar.
__ADS_1
"Apa itu enak ??"
"Ini sangat enak." Ayuna memberi senyuman smirk pada Adiittya "Mau ??"
Adiittya membuka mulutnya dan satu suapan melayang kedalam mulutnya
Seketika wajah, pipi, kuping dan bibirnya memerah. Ia langsung berlari, menjulurkan lidahnya dibawah kucuran kran wastafel di dapurnya "Shiitt !! Pedas !!"
"Sayang stop !! itu pedas !! kau mau bunuh anak kita hah !!" sungut Adiittya
"Sayang, ini tidak pedas. cobalah !! Let's, open your mouth."
"No, that's so spicy."
"No, it's not spicy. Sayang, maaf aku tadi mengerjaimu. Yang kau makan tadi memang pedas, tapi sekarang tidak. cobalah !!"
Akhirnya Adiittya mencobanya sekali lagi, dan memang benar kali ini yang ia makan rasanya lebih enak dari yang pertama kali masuk kedalam mulutnya
"Sayang !! awas kau ya ?? sudah berani mengerjai suamimu. Tunggu pembalasanku diranjang nanti, hemm ???" ujar Adiittya sambil memeluk bahu istrinya dari belakang
"Sayang mau gaya apa ?? ayo katakan pada suamimu yang tampan ini. Mas akan membuat sayang tidak bisa berjalan besok." imbuh Adiittya yang sudah membanjiri kecupan di pipi dan leher Ayuna
"Hahahahaha..." Ayuna tertawa keras "Ampun mas... sudah geli..." Ayuna menundukkan kepalanya dari bibir Adiittya hingga terpentok meja makan
Dug
"Aduh !!" Ayuna mengangkat kepalanya dan meraba raba keningnya
Adiittya melepas pelukannya, dan membungkukkan badannya membuat wajahnya sejajar dengan Ayuna.Ia panik, pasalnya Adiittya tidak suka jika melihat istrinya sakit ataupun terluka. Meskipun dirinya sendiri yang melukainya.
"Sini mas lihat keningnya." Adiittya mengulum senyum "Benjol, sayang."
"BENJOL !!!"
Dan mereka berdua tertawa bersama. Serasa dirumah ini hanya ada mereka berdua. Padahal dibelakang ada beberapa asisten rumah tangganya yang mendengar canda tawa mereka. Ini adalah moment yang jarang sekali mereka dengar setelah pertengkaran majikannya bulan lalu.
"Semoga rumah tangga kalian selalu di iringi kebahagian oleh Tuhan, nyonya tuan." doa bi ina dari dalam kamarnya
•
•
>Kakak kakak quuu kasih VOTE untuk novelkuh ya..., tinggalkan Jejak dengan menekan LiKE, KOMENT dan jangan lupa beri aku BINTANG LIMA.
> Mampir juga di novel baruku, ceritanya nggak kalah seru lo "KU PILIH HATIMU"
__ADS_1
>Terimakasih 😘😘