
Pagi yang cerah, secerah wajah Adiittya yang terlihat begitu segar setelah bangun tidur.
"Pagi sayang" sapa Adiittya memeluk Ayuna dari belakang yang sedang menjemur Rain bersama Arion yang sedang asyik belajar berjalan.
"Pagi... Nyenyak sekali mas tidurnya." sindir Ayuna pada Adiittya yang baru saja bisa menikmati tidurnya selepas sholat shubuh
Mencium pipi Ayuna "Salahkan Rain yang ngajak mas begadang."
"Itu baru daddy siaga. Ya kan Re sayang..." ucap Ayuna pada anaknya yang menguap
Sambil membawa mainan ditangan kirinya, Arion mengalihkan perhatiannya dari baby Re "Pap pap pap.." Arion memberikan mainannya pada Adiittya
"Daddy sayang.. No papa.. okey ??!!" ralat Adiittya tidak suka dipanggil papa, ia berjongkok menerima mainan dari Arion
Arionpun tertawa nyengir memperlihatkan gigi kecilnya, tangan mungilnya menarik narik tangan Adiittya
"Sepertinya Arion ingin bermain denganmu mas.."
"Sepertinya sayang.." mendudukan Arion dipangkuannya "Arion main sama daddy nanti saja ya sayang...???!! Daddy hari ini bekerja dulu cari uang yang banyak buat beli mainan baru untuk Arion juga susu buat adek Rain" jelas Adiittya yang disambut tepuk tangan bayi yang baru berusia 9 bulan itu.
"Mas mau mandi sekarang..????"
"Boleh !!"
Adiittya beranjak dari duduknya sambil menggendong Arion
"Tuan muda Arion biar sama saja, tuan." celetuk Lala menawarkan diri
"Nggak apa La. Kamu siapkan saja sarapan untuk Arion."
"Oy La. Kamu nggak keberatan kan ?? aku nggak memperkerjakan babysitter lagi buat bantu kamu ?? karena istriku maunya merawat anak kami dengan tangannya sendiri" imbuh Adiitttya
"Iya Tuan. Nggak apa."
Lala mengekor dibelakang majikannya dengan Adiittya menggendong Arion dan Ayuna dengan Rain
"Nanti gaji kamu, aku naikkan tiga kali lipat. Aku harap kamu bisa bekerjasama dengan istriku merawat anak anak saat aku tak ada diirumah."
"Siap Tuan."
Ayuna tersenyum melihat perubahan Adiittya. Sejak kecelakaan itu sikap dan sifat Adiittya banyak berubah. Adiittya menjadi lebih sederhana, bijaksana dan care sama siapa saja.
Adiittya juga tidak mempermasalahkan jika asistennya memanggilnya 'pak' namun para asistennya sudah nyaman dengan panggilan 'Tuan'
"Mas berangkat ya sayang.." pamit Adiittya mengecup kening istrinya setelah menyelesaikan sarapannya
Ayuna mengangguk "Be carefully, daddy" bisik manja Ayuna ditelinga Adiittya
"Jangan menggodaku sayang.." ucap lirih Adiittya lalu mencium bibir Ayuna sekilas
Ayuna terkekeh mendengar jawaban Adiittya
"Baby baby daddy.. daddy berangkat ya..?? pintar pintar ya sayang dirumah.. nggak boleh nakal."
Setelah menciumi anak anaknya, Adiittya pamit ke ibu mertuanya, mencium tangannya lalu berangkat.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum...."
"Wa'alaikumsalam..." jawab kompak penghuni Sebastian
####
Disepanjang lorong memasuki perusahaannya, Adiittya tak lepas dari senyum hangatnya.
"Iihhh.... senyumnya itu lohh... bikin klepek klepek dehh...." celoteh salah satu karyawan wanitanya
"Benar kata teman teman. Tuan Adiittya berubah ya ??!!"
"Iya !! sejak kecelakaan itu, Tuan banyak berubah. Senyumnya aduuhhh... bisa nggak fokus kerja nih..!!"
"Mesum aja otak loe !!!"
"Bakalan setiap pagi kita mendapat gulali dari si bos nih !!!"
"Gulali ???"
"Hu'um. Gulali kan manis ???!!! semanis senyum Tuan Adiittya..... wkwkwkakakakak.." ujar wanita itu sambil menggoyangkan pinggulnya.
Didalam ruang kantornya, seperti biasa Adiittya selalu disibukkan dengan lembaran lembaran kertas yang menghasilkan pundi pundi rupiahnya.
"Pagi bos"
"Hmm. Masuklah Rico. Ada berita apa hari ini."
"Kasus kecelakaanmu, bos."
Adiittya mengernyit "Bagaimana kelanjutannya... ??" pandangannya kembali pada tumpukan kertas
Adiittya tersentak "Disabotase maksudmu !!?"
Rico mengangguk "Aku sudah mengerahkan anak buahku untuk mengintai seseorang yang aku curigai, bos. Aku yakin kecurigaan kita sama pada satu orang."
Adiittya manggut manggut membenarkan ucapan Rico
"Bukannya su'udzon, tapi aku nggak munafik. Saat ini aku mencurigai Rosi."
"So do i" jawab lirih Rico "Maaf bos, aku bergerak lebih cepat dari perintahmu..."
"Nevermind Rico. Good job !!!"
Dengan muka kusut Andrew nyelonong masuk keruangan Adiittya dan membaringkan tubuhnya disofa.
Adiittya dan Rico saling bertatap, setelah melirik Andrew yang memejamkan matanya sekilas.
"Kenapa dia ???" tanya Adiittya, Rico hanya mengangkat kedua bahunya
Adiittya menghela dalam nafasnya lalu melanjutkan pekerjaannya, membahas buyer baru yang akan membeli produknya dimeeting siang nanti.
Tok tok tok
Kepala Adiittya mendongak
__ADS_1
"Masuk"
"Maaf Tuan. Lili resepsionist ingin bertemu dengan anda." ucap seketaris Adiittya
"Hm suruh masuk"
"Selamat pagi, Tuan Adiittya !! maaf menganggu kesibukan Tuan Adiittya dan semuanya." jawab wanita berambut pendek sambil membawa paperbag
"Ada apa Lili ???"
"Ehm.. ini Tuan saya membawa hadiah kecil dari saya dan ibu saya untuk Tuan muda." meletakkan paperbag dimeja Adiittya "Maaf.. hadiahnya nggak semahal hadiah hadiah Tuan muda. Dan selamat atas kelahiran putra pertama Tuan Adiittya..."
Adiittya berdiri dan menghampiri Lili menyuruhnya duduk dikursi single bad. Membuat Andrew membuka matanya dan memiringkan badannya melihat wanita polos didepannya
"Lili kau tak perlu repot seperti ini. Hadiah mahal bukan yang kami butuhkan. Cukup kau mendoakan kami, kamipun sudah sangat senang." Adiittya duduk dikursi single bad sebelah Lili
"Saya tidak merasa direpotkan kok Tuan. Justru saya senang melakukannya. Kami akan selalu mendoakan kebahagiaan keluarga Tuan dan Nyonya. Karena hanya itu balas budi kami. Berkat bantuan Tuan dan Nyonya, ibu saya bisa bekerja lagi sekarang."
"Siapa kamu !!!" celetuk Andrew, menatap tajam Lili
Melihat Lili tersentak akibat ulah Andrew, membuat Adiittya menatap tajam Andrew sekilas
"Lili kau boleh kembali bekerja. Terimakasih hadiahnya dan sampaikan salamku pada ibumu."
Lili berdiri dan membungkuk hormat
"Saya permisi Tuan, terimakasih waktunya."
"Lili tunggu !!! Hari minggu datanglah kerumah bersama ibumu. Istriku pasti senang dengan kedatangan kalian.."
"Baik Tuan. Insyaallah..."
Lili pergi meninggalkan ruangan Adiittya. Meski hadiah yang dibawanya bukan hadiah mahal, ia sangat senang karena Adiittya mau menerimanya tanpa merasa jijik.
"Apaan sih loe !!" geram Adiittya melempar bantal sofa kemuka Andrew
"Loe yang apaan !!! sejak kapan b******n sebijaksana ini !!" cibir Andrew
"Hikmah kecelakaan itu, brow.." timpal Rico mengundang tawa Andrew
"Ayuna memang luaarr biasa. Bisa merubah b******n tengik menjadi pria berTuhan." lanjut Rico
"Yes.. Ayuna memang wanita luar biasa. Seandainya aku dulu egois, Ayuna sudah jadi istriku sekarang." balas Andrew
"Enak saja kamu !!! emang Ayuna mau.. jadi istri loe ???"
"Sure" ucap Andrew yakin, membuat Adiittya mencebik
"Siapa dia ?? kok kenal kelinci kecilku ??!!" tanya Andrew mengalihkan pembicaraan
"Karyawan baruku yang berani dengan tegas melarang Ayuna masuk keruanganku. Dia belum tahu jika Ayuna istriku. Aku marah doongg.. kupecat dia saat itu juga. Namun dengan kebijaksaan Ayuna, aku nggak jadi memecatnya setelah mendengar alasannya juga penuturan Ayuna. Sebaliknya aku malah memberi bonus untuknya dan membantu pengobatan ibunya yang ternyata sakit keras saat itu, Lili sedang berjuang mencari biaya untuk operasi ibunya. Kasihan dia..." mata Adiittya berkaca kaca, kembali mengingat musibah yang menimpanya beberapa minggu lalu
•
•
__ADS_1
•
🌹Terimakasih buat readers lovers yang sudah membaca karyaku. Author berharap readers lovers bisa tinggalkan Like, Komen, Tip dan Vote yang banyak ya..... karena itu sangat berarti bagi Author. Semoga readers lovers selalu sehat dan bahagia 🌹