KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 94


__ADS_3

Hari ini Adiittya sengaja melonggarkan waktunya untuk menemani Ayuna pergi ke dokter kandungan. Meski pagi tadi Ayuna sudah mengeceknya dengan test pack, dan hasilnya memang positif. Tapi untuk lebih memastikannya lagi, Adiittya mengajak untuk memeriksakan ke dokter Manda.


"Will.. tolong keruanganku sebentar"


Beberapa detik kemudian William, kepala manager hotel yang baru saja dipanggil lewat intercom itu masuk keruangan Adiittya


"Ada yang bisa saya bantu, Tuan."


"Begini Will, siang ini aku akan pulang cepat. Dan kemungkinan nggak balek lagi. Tolong kau awasi operasionalnya ya ?? segera kirimkan email padaku jika ada yang urgent."


"Baik, Tuan."


"Kau boleh pergi.... Sekalian bilang sama Toni jemput istriku sekarang. Dia sudah menunggunya."


"Baik, Tuan. Permisi...." pamit William menunduk hormat


Adiittya segera menyelesaikan pekerjaannya agar cepat pulang. Ia sudah tidak sabar ingin melihat cabang bayi dalam perut istrinya.


Sibuk dengan kertas kertas ditangan kirinya sedangkan matanya fokus pada layar laptop hingga tak menyadari kedatangan wanita kesayangannya.


"Ekhem !!" Serius amat mas.." sindir Ayuna, menopang dagunya dengan kedua tangannya diatas meja


"Sayang.... kapan sampainya" berjongkok kedepan mencium kening istrinya, lalu mengangkat dagu Ayuna dan ******* bibirnya sebentar


"Sibuk banget mas..."


"Tidak terlalu. Tapi tetap harus mas selesaikan, supaya besok nggak menumpuk bertambah banyak.." tuturnya tanpa mengalihkan pandangannya di layar laptopnya


"Itu sama saja mas sibuk. Tau gini mending aku pergi sendiri tadi." protes Ayuna memonyongkan bibirnya


Merasa istrinya sedang kesal, Adiittya kemudian mengsave datanya dilaptop lalu berdiri dan menuntun Ayuna untuk duduk disofa


cup


Adiittya mendaratkan satu kecupan kebibir Ayuna


"Sayang...mas tidak sibuk, hanya mengeceknya ulang. Ini juga sudah selesai." menyelipkan anak rambut yang menutupi muka cantik Ayuna kebelakang telinga "Mas beresin dulu ya, setelah itu kita pergi..." ujarnya kembali mendaratkan satu ciuman dibibir Ayuna


"Mas.. ih kebiasaan deh !! nggak pernah bisa diam lihat bibir ini nganggur..."


Adiittya tergelak mendengar gerutu Ayuna "Sayang jika dianggurin, salah sendiri bibir sayang manis..."


"Emang gulali...??!!" dengusnya


Adiittya terkekeh, sambil merapikan meja kerjanya. Sesekali bibirnya bersenandung ria, sontak mencuri perhatian dari Ayuna


"Seneng banget mas..."


Menoleh sekilas dengan mengulas senyum, mulutnya masih komat kamit menyanyikan sebuah lagu.


"Sayang.... mau pergi sekarang ???" tanya Adiittya disela sela nyanyiannya


Ayuna mengangguk


"Re masih lama lo pulangnya ??? bagaimana kita bermain dulu, mumpung Re nggak ada...." rayu Adiittya, menaikkan turunkan alisnya


"Nggak aneh aneh deh.... !!!" ancam Ayuna mengerti apa yang diinginkan suaminya


"Sayaangg..... mas lagi pengen......" rengek manja Adiittya


"Udah ah... jika mas nggak mau pergi. Aku periksanya sama Toni saja..!!" Ayuna meraih tas kecilnya kemudian berdiri


"Kok sama Toni sih sayang.... itu kan anakku ???"


"Makanya buruan... "


Dengan menahan yang sudah terlanjur bangun, Adiittya berjalan mengikuti istrinya. Tak lupa lengan kekarnya dilingkarkan kepinggang ramping Ayuna. Tentu saja memancing rasa iri setiap pendatang hotel maupun karyawan yang melihatnya.

__ADS_1


####


Karena kepadatan kendaraan yang menumpuk dijalanan, mobil yang membawa Adiittya dan Ayuna baru saja tiba disekolah Re setengah jam dari jam pulang putra sulungnya itu.


Jangan ditanya lagi, balita itu sudah mendongkol dan memasang muka sinis pada sopir pribadinya


"Pak Toni !! Are you forget me, hah !!! Lama sekali jemputnya....!!!" sentak Re dari tempat Ayunannya


"I'm so sorry, bos kecil...." teriak Toni sambil membukakan pintu Ayuna


Mata Re seketika memicing melihat sosok yang sangat ia rindukan kehadirannya saat ia keluar dari kelasnya.


"Mommyyyy....." teriaknya berlari kencang kegirangan memanggil Ayuna


"Re, jangan lari... nanti jatuh, sayang.."


Balita itu terus saja berlari sekencang kencangnya, tak menghiraukan teriakan dari ibunya, meskipun Adam pengawalnya


"Mommy.... i'm happy...." kata Re memeluk erat kaki Ayuna


"Really !! Apa yang membuat anak mommy happy...???" tanya Ayuna penasaran


Balita itu mendongak memperlihatkan binar dimatanya, bibirnya mengembang lebar


"Karena mommy jemput Re..."


Seketika Ayuna mencium keningnya, ada rasa bersalah pada anaknya. Karena hormon kehamilannya menjadikannya malas beraktivitas. Tak jarang putranya itu protes padanya karena tak pernah lagi menjemputnya


Ayuna mendudukkan terlebih dahulu Re dijok mobil, belum sempat ia masuk kedalam mobil. Putra dan suaminya itu sudah adu mulut. Ayuna hanya menggelengkan kepala.


"Daddy !!! are you doing ??!!" sarkas Re menelisik Adiittya dari atas ke bawah penuh kecurigaan


"Menurut kamu ??!!" jawabnya dingin, menumpuk kakinya menyilang


"Daddy bolos ??"


Diam, namun mulutnya mencebik lalu membisikkan ketelinga Ayuna "Mommy, daddy sombong. Biar dimarahi Allah besok..."


Ayuna tersenyum simpul, melihat putranya yang cerdas meski usia Re masih tergolong lebih muda diantara teman sekelasnya.


"Kenapa Allah marah sama Daddy. It's real.." pancing Adiittya ingin mengetahui jawaban apa yang keluar dari mulut putranya


"Miss bilang... Tuhan kita sangat membenci makhluknya yang sombong. Karena kesempurnaan itu hanya milik Allah, dan kekurangan milik kita, benar kan mom....."


"Benar sayang"


"Emang apa kekurangan daddy !!"


"Kurang ganteng.....hahahahha..." ledek Re, sambil tertawa terpingkal pingkal hingga gigi gigi kecilnya terlihat


Susana didalam mobil serasa lebih hidup dengan celoteh Re yang sesekali adu mulut dengan Adiittya


Adiittya memang sengaja memancing anaknya untuk mengetahui sejauh mana sang anak menerima pendidikan yang diberikan para guru disekolahnya.


Setelah Re dengan lantang menjawab pertanyaan yang dilontarkannya, ada rasa kebanggaan tersendiri untuk pasangan orangtua muda ini.


"Kita akan kemana mom....??" celetuk Re ketika jalan yang dilewati tidak mengarah ke rumahnya


"Kita akan lihat ade kamu, Re " jawab Adiittya


"Dimana ??"


"Di dokter Manda..."timpal Ayuna


Balita itu hanya mengangguk, meski ia masih penasaran


Satu setengah jam akhirnya mobil mewah Adiittya, memasuki area parkir rumah sakit.

__ADS_1


Ayuna dan Adiittya segera menuju ruangan dokter Manda karena sebelumnya mereka sudah mendaftarkan diri lewat online. Meski demikian Ayuna tetap mengikuti peraturan, ia tetap antri sesuai nomor urutan


"Katanya lihat ade Re, mana ??"


"Nanti sayang. Kita antri dulu...."


Adiittya duduk disebelah Ayuna dengan tangannya merangkul pundak Ayuna. Nampak Re, sedang asyik berlari kesana kemari bersama salah satu anak dari pasien disana.


"Om Allan..." teriak Re, mendapati Allan dikoridor Rumah sakit


"Itu siapa ???!!" tanya gadis kecil yang bermain dengannya


"Om aku lah...!!" jawabnya sambil melipat kedua tangannya didada "Apa kamu punya om seorang dokter...!!!??"


Gadis berkuncir dua itu menggeleng


"Huuh... payah...!!!" ledek Re


"Hallo my ksatria... bersama siapa kau disini, hem ??" tanya Allan ketika sudah berada didekat dua anak kecil itu


"Mommy and daddy"


"Dimana mereka ??!!"


Jari telunjuknya menunjuk kearah kedua orangtuanya yang sedang asyik mengobrol "Mommy dan Daddy mau lihat adenya Re...!!"


"Oh ya.... sebentar lagi Re bakal jadi kakak dong !!"


"Kemungkinan seperti itu" ucapnya dengan lagak sok cuek, sontak membuat Allan tersenyum gemas


"Okey, om Allan lanjut kerja lagi ya... salam buat mommy dan daddy..."


Re mengangguk dan mengacungkan ibu jarinya.


"Re....!!!"panggil Ayuna melambaikan tangan "Bermain disini saja sayang, jangan jauh jauh..." lanjutnya sambil mengusap keringat diwajah Re dan balita itu menceritakan pertemuan singkatnya dengan Allan


"Mom.... besok Re mau jadi dokter."


"Aku juga..., iya kan ma ??" sahut gadis kecil didepannya, dan diangguki oleh mamanya


"Jangan meniruku !!" sentak Re, membuat gadis kecil itu menciut


"Sstt, nggak boleh gitu Re" sergah Ayuna, lalu pandangannya jatuh pada gadis kecil didepannyaa "Hai cantik, siapa namamu..??!!"


"Namaku...."


"Nggak cantik !!" timpal Re, memotong kalimat gadis itu


"Aku cantik !! mama bilang aku cantik !! kamu yang jelek....!!!" sungut bocah itu berteriak pada Re


Tersenyum tipis "Kamu cantik jika mau jadi pacarku....!!!" cicit Re santai, sontak mengundang tawa beberapa orang yang sejak tadi memperhatikan mereka


"Re !! siapa yang ajari ngomong seperti itu...!!!??" marah Ayuna


Mendongak ke Ayuna lalu berganti menatap ke Adiittya


"Daddy "


"Astaghfiruallah... mas Adiittya !!!" pekik Ayuna menatap tajam Adiittya





🌹 Kakak lophers kasih vote doong, biar semakin semangat lagi authornya....😢😢🌹

__ADS_1


__ADS_2