
Ruang meeting yang biasanya mencekam, kali ini sangat berbeda. Suasana hangat yang diciptakan Adiittya membuat staf yang mengikuti meeting menjadi lebih rileks, tapi tetap serius dan penuh tanggungjawab.
"Okey !!! itu tadi penjelasan mengenai buyer baru perusahaan kita. Saya minta kalian bisa bekerjasama baik dengan mereka" ujar Adiittya santai, namun tegas
"Baik Tuan." jawab staf kompak
"Satu lagi pengumuman dari kami..." Rico berdiri "Mulai minggu depan jam istirahat dihari jum'at, perusahaan memberi tambahan jam istirahat. Yang awalnya satu jam istirahat, sekarang menjadi satu setengah jam." ujar Rico, yang disambut tepuk tangan para staf meeting
"Harapan kami dengan tambahan jam istirahat ini, kalian bisa memanfaatkan waktu semaksimal mungkin. Contohnya bagi umat muslim sehabis menunaikan sholat jum'at bisa makan siang terlebih dulu. Bagi non muslim juga bisa beribadah di aula perusahaan" lanjut Rico
"Kami juga minta perwakilan dari staf keuangan dan pembelian untuk setiap hari jum'at menyediakan sembako atau nasi kotak yang akan dibagikan ke orang orang yang kebetulan lewat depan perusahaan, fakir miskin dan Panti Asuhan."
"Dan untuk rasa syukur Tuan Adiittya atas keselamatan putra dan istrinya, beliau bagi bagi bonus untuk seluruh karyawan baik karyawan produksi, OB maupun staf kantor. Tolong disampaikan kebawahan masing masing untuk mengecek Atmnya."
Tiba tiba ruang meeting mendadak riuh dengan tepuk tangan dan sorak gembira, ucapan terimakasih serta berbagai doa yang dipanjatkan untuk perusahaan, khususnya Adiittya keluar dari mulut staf yang mengikuti meeting siang itu.
"Terimakasih Tuan Adiittya, semoga perusahaan semakin jaya, dan Tuan Adiittya diberi kelancaran rejeki serta kebahagiaan dunia akhirat." ujar salah satu karyawan yang di amini semua orang, termasuk Adiittya
Adittya mengangguk dengan bibir tersenyum lebar
"Terimaksih....Okey !! ada yang ditanyakan ???" Adiitttya diam sejenak memberi kesempatan bertanya pada pegawainya "Baiklah, jika tidak ada yang ditanyakan lagi. Saya akhiri meeting siang hari ini. Assalamu'alaikum... dan salam sejahtera."
"Wa'alaikumsalam" jawab serempak, mereka gembira dengan perubahan bos besarnya apalagi bonus yang diberikan Adiittya ternyata nggak tanggung tanggung, satu kali gaji sebulan.
####
Sabtu sore dirumah Adiittya nampak ramai, baik keluarga Ayuna dari Surabaya maupun mama Adiittya beserta opa dan adiknya datang kerumah Adiittya.
Mereka datang untuk menghadiri syukuran aqiqah putra pertama keluarga Sebastian.
"Assalamu'alaikum...." salam Adiittya memasuki ruang tamunya
"Wa'alaikumsalam...." jawab Ayuna dari ruang tengah
"Capek ya mas ??" tebak Ayuna, melihat muka kusut Adiittya. Apalagi dengan lengan kemeja yang sudah digulung sampai siku
"Sedikit..." mencium kilas bibir Ayuna
"Mas mandi saja dulu... setelah itu aku ada kejutan untuk mas..." kata Ayuna bergelayut manja dilengan Adiittya dengan senyum penuh arti
"Jangan bilang sayang hamil lagi." goda Adiittya, mencubit hidung Ayuna
"Iihhh...." memukul lengan Adiittya "Jahitan masih basah, mana ada hamil lagi. Belum disentuh juga."
"Waahh... kode keras ya sayang... kapan mas bisa menyentuh sayang." bisik Adiittya saat melewati gerumbulan keluarga Ayuna, setelah menyapanya.
"Tiga minggu lagi. Tahan sebentar ya ???"
"Nggak janji." tersenyum jahil
__ADS_1
"Masss... ihhh... cubit nih..!!!"
Adiittya tertawa keras melihat istrinya merajuk
"Oh ya sayang... anak anak dimana. Kok nggak ikut menyambut kepulangan mas."
"Ada sama saudara saudara"
Setelah tiga puluh menit, Adiittya menyelesaikan mandinya. Sekarang dia sudah mengenakan baju santainya yang disiapkan oleh Ayuna. Dengan kaos polos dan celana pendek selutut, tidak mengurangi kewibawaan seorang Adiittya.
Ayuna menuntun suaminya, masuk ke kamar tamu sebelah kamar Arion dilantai dua.
"Kenapa kesini sih sayang...???" tanya Adiittya
"Ada kejutan buat kamu, mas.."
"Kok gelap sih, sayang... Nyalain dong sayang lampunya !!! mana mas bisa lihat kalau gelap seperti ini...!!!" ujar Adiitttya kesal
"Namanya juga surprise, mas..."
Ayuna meraba mencari saklar lampu
"Okey !!! mas Adiittya tutup mata dulu..." pinta Ayuna "Siap ya ??? satu.... dua.... ti...ga.... surprise...!!!!" teriak Ayuna semangat
"Mama !!! grandpa !!! Arin !!!" Adiittya langsung memeluk mamanya erat "I miss you, mom."
"I'm too, Sayang...!!" balas Mirna menepuk nepuk pelan punggung Adiittya
"No !!!" tolak Adiittya "Opa..!!! I'm a father now. I'm not a kid." kesal Adiittya
"Tingkahmu saja masih seperti anakmu...." Menjewer kuping Adiittya "Kau masih suka manja kan sama istrimu... Kau juga nggak mau kalah sama anak anakmu... Apa pantas kau dipanggil Daddy..?? Hah..!!!"
"Manja sama wanita halalku masak nggak boleh ??!!" gerutunya "Opa !! kalau Adiittya nggak manja, Rain nggak akan mungkin ada."
"Dasar cucu tengik..!!"
"What abaut me !!" prote Arin kesal, merasa dicuekin kakak angkatnya sejak tadi
"Oh, of course. I always miss you my beautiful sister." kata Adiittya melepaskan diri dari opa kemudian memeluk Arin seraya menciuminya "Please, don't kiss me, i'm not a baby anymore...." tolak Arin tidak mau dihujani ciuman brothernya "Apa ini sakit ???" memegang telinga yang memerah akibat jeweran opa
"No...!!! i'm Fine.."
"Really ???"
"Sure."
"Baiklah Opa.. Tarik lagi telinga kak Adiittya, biar panjang seperti gajah...!!Hahahahaha....!!!"
"Arin !!! awas kau ya ???" sungut Adiitya
__ADS_1
"Hahaha... ampun kak... ampun..." teriak Arin saat Adiittya menggelitiki pinggangnya "Kak Ayuna tolong Arin... keluarkan Arin dari kungkungan buaya..." rancau Arin sambil tertawa
Ayuna terkekeh geli melihat Arin yang membully Adiittya. Adiittya yang terkenal garang dan arogan ternyata lemah didepan adiknya. Itulah sisi positif Adiittya yang tak banyak orang ketahui, istrinya sekaligus.
oek oek oek
Suara tangis Rain, membuat Adiittya melepas Arin dari kungkungannya
"Hai anak gantengnya daddy...?? kenapa nangis, hem...??? dicubit oma ya..???" kata Adiittya pada sang mama yang sedang memangku Rain.
"Ngawur saja !!!" memukul bahu Adiittya
"Opa !!! kau kasih hadiah apa jagoanku ini ?? Jauh jauh dari Belanda, nggak bawa oleh oleh...!!" cicit Adiittya "Opa pelit ya sayang...!!" tuturnya pada bayi dipangkuan Ayuna saat ini
"Sembarangan !!!!" Opa melempar bantal sofa mengenai kepala Adiittya, hingga Adiittya terhuyung hampir mengenai Rain yang sudah berada digendongan Ayuna
"Ngomong saja kamu yang mau, Jangan kau dijadikan Rain kambing hitammu !!" Mirna menimpali ucapan opa
"Uangku sudah banyak, ku ingatkan lagi jika mama lupa. So mama ngasih hadiah apa buat Rain..???"
"Mass... jangan gitu ah...!!" sahut Ayuna, yang hanya dilihat sekilas oleh Adiittya
"Kamu sendiri kasih hadiah apa untuk putramu !! Jangan pelit loe !!!" teriak Opa
"Udah doongg... ku belikan kuda poni untuk Rainku..!!!" sombong Adiittya
"Nih !!!" opa ngasih beberapa lembar sertifikat kepemilikan "Rumah, mobil, Apartemen buat Rain...." lanjut opa
"Huuffttt" dengus kesal Adiittya "Opa fans vicky prasetyo nih....."Kikik Adiittya "Kalau itu sih Adiittya bisa beliin sendiri...!!!" gerutu Adiittya
"Lantas apa yang ada otak busukmu !!!" balas Opa
"Hotel terbesar Opa yang diBelanda" jawab santai Adiittya
"Maasss... !!!" sergah Ayuna, mengingatkan suaminya agar mensyukuri apa yang didapatnya
Mencium kening Ayuna "Maaf sayang... mas hanya becanda.." bisik Adiittya
"Sayang dimana Arion..??!!" tanya Adittya kemudian, ia sudah rindu dengan anak pertamanya itu
"Diruang tengah bersama ibu dan yang lain, lagi senang dia karena banyak teman.."
"Kau adopsi dari mana, Adiittya ??!!" tanya serius Opa. "Jangan sembarang adopsi, pastikan dulu latar belakangnya...??!! Lahir dari rahim wanita baik baik atau b***h..!! Opa nggak akan menganggapnya cicit jika anak itu lahir dari rahim p*****r " tutur opa yang tidak tahu jika Arion adalah anak dari Andrew, cucunya
•
•
•
__ADS_1
🌹 Kakak lophers kasih vote doong, biar semakin semangat lagi authornya....😢😢🌹