
"Kau...!!!"
Adiittya memicing memastikan wanita yang disebut calon istri rekan bisnisnya itu hanya mirip saja dengan Rosi, wanita yang menyukainya dulu.
"Halo sahabat kecilku. Bagaimana kabarmu... Adiittya !!!" sapa Rosi dibuat semanis dan seksi mungkin "Upss.." menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya "Tuan Adiittya !!" membenarkan panggilannya " Maaf bibir manisku ini suka sekali keblablasan..." memukul bibirnya sendiri, dia sengaja membuat Adiittya geram
"Sayang kalian saling kenal..?? Kenapa kau tak pernah cerita padaku sayang...??" ujar Abdi sambil merangkul pinggang ramping Rosi "Sedekat apa kalian... ??"
"Sayang nggak enak doong...?? Masa aku menceritakan kisah cinta kami didepan istrinya. Nanti jika dia cemburu bagaimana ??" bisik Rosi namun keras hingga masih bisa didengar Ayuna dan Adiittya yang sedang menatapnya kesal. "Hey Ayuna berapa usia kandunganmu.. uda besar ya???"
"Iya. Sudah sembilan bu." jawab Ayuna gugup
"Wow.. sebentar lagi udah lahir dong Ayuna ??"
"Iya bu"
"Tunggu.. tunggu sayang. Kenapa istri Tuan Adiittya memanggilmu ibu. Apa hubungan kalian sebenarnya...??" sahut Abdi, yang pura pura tidak tahu
"Jadi begini sayang..." memandang Adiittya dan Ayuna meminta ijin "Adiittya boleh ya aku cerita sedikit tentang kita. Supaya calon suamiku tidak salah paham dengan kedekatan kita."
"Terserah !!" jawab singkat Adiiittya
"Awalnya... " Rosi mulai menceritakan awal mula ia dekat dengan Adiittya sampai ia bisa sama sama bekerja diperusahaan Adiittya
".... dan saking dekatnya kita, sampai mama Mirna mengangkatku sebagai kepala marketing diperusahaan Sebastian. Dan mama Mirna juga menginginkanku menjadi istri Adiittya. Waktu itu kita sangat bahagia sayang... mama Mirna sudah menganggapku seperti anaknya sendiri, benar kan Adiittya ???"
Meski Adiittya tak menjawab, manik matanya memperlihatkan ada kekesalan yang dalam pada Rosi yang mudah sekali mengarang cerita cinta dengannya.
"Waw... ternyata dunia ini sempit ya. Sayang... kau tahu ?? aku dan istri tuan Adiittya ini juga berteman dekat lo...!!! ya saking dekatnya aku hampir tidak bisa melupakan kenangan kenangan indah bersamanya. Bagaimana denganmu Yuna ??" cicit Abdi
"Hahahaha.. ternyata jodoh kita tertukar sayang..." ledek Rosi yang sengaja memancing emosi Adiittya
"Sayang lebih baik kita pergi. Mas nggak mau, sayang termakan mulut ular busuk ini. Nanti bisa mempengaruhi kehamilan kamu, sayang... Ayo..!!" ajak Adiittya merangkul bahu Ayuna
"Adiittya !! kenapa kau tak membiarkan istri tercintamu itu mendengarkan kisah cinta kita, hah !!"
Dan teriakan Rosi mampu membuat Adiittya dan Ayuna menghentikan langkahnya
"Kamu takut Ayuna akan pergi meninggalkanmu lagi..??" ledek Rosi disambut bibir Abdi yang tersungging miring
"Hei... Ayuna apa kau tidak ingin tahu ?? apa alasan sebenarnya aku dan Adiittya putus, hah !! itu karena kamu !!! ya karena kamu !! kamu itu pelakor !! merebut calon suamiku !! kamu itu ****** Ayuna !!!"amaraha Rosi semakin menjadi karena ucapannya diabaikan oleh Adiittya dan Ayuna
"Tutup mulutmu B***h !!" bentak Adiitttya, Ayuna jangan ditanya lagi. Air matanya sudah menganak sungai. Dia tak menyangka pesta sahabatnya ini akan mempermalukan dirinya "Jangan pernah kau memaki istriku. Dia lebih baik dari padamu...!!!"
__ADS_1
"Tuan Adiittya !! sopanlah sedikit terhadap pasangan saya !!!" Abdi tak mau kalah, ia meninggikan nada suaranya
"Kenapa aku harus sopan pada ****** seperti dia !! Seharusnya jalangmu yang harus sopan kepada kami, terutama istriku. Dia wanita terhormat, dia punya pendidikan dan akhlak yang tinggi, sangat berbeda dengan dirimu B***h !!!"
"Mas... sudah.. ayo kita pergi.." Ayuna menarik lengan Adiittya sambil terisak
"Hahaha Adiittya... jangan kau tutup matamu dengan kebusukan istrimu itu. Semua orang sudah mengenalnya. Dia rela menjual dirinya demi bisa sekolah kedokteran !! dan sekarang lihatlah bahkan dia saja tidak menjadi dokter, dia tidak diterima dirumah sakit manapun. Karena apa ?? karena dia itu bodoh !!! Dia kuliah kedokteran itu hanya untuk tameng saja. Dia itu wanita rendahan....!!!"
Plakkk...
Sebuah tamparan mendarat dipipi Rosi, tapi bukan dari tangan kekar Adiittya melainkan pria yang akan menjadi sepupunya.
"Allan..." suara lirih Rosi, Adiittya dan Ayuna kompak
"Jadi Rosi.. kamu orangnya yang dulu menampar sahabatku ??? Jadi kau orangnya yang membuat sahabatku dihujat dan dihina teman teman kerjanya. Hingga dia memutuskan keluar karena dia malu, hah !!!"
"Allan !!! ada apa denganmu ???" sahut Rara menengahi Allan dan Rosi
"Sahabat ?? apa benar kau sahabat wanita murahan ini. Dibayar berapa kau hingga kau berani menampar saudara calon istrimu !!!Jangan jangan kau pernah tidur dengannya ??"
Plakkkk...
"Allan !!!" sentak Rara karena tunangannya itu kembali menampar sepupunya
"Pantas saja Adiittya mengabaikan dirimu, lihat penampilanmu sangat menjijikkan."
"Cukup Allan !!" sentak Rara, ia sudah jengah mendengar tunangannya yang melecehkan saudaranya "Sudah jangan diteruskan... !! aku tidak suka kau melecehkan kakak perempuanku seperti itu !! Kak Rosi wanita baik, tidak seburuk yang kalian tuduhkan."
"Kau itu tidak tahu Rara... kakakmu itu perempuan muraaah....."
Plaakkk
Rara mendaratkan telapak tangannya dipipi kanan Allan
"Rara... Allan.. sudah sudah... kalian jangan bertengkar seperti ini." Ayuna menarik Allan yang menatap tajam Rara "Sudah hentikan !! jangan membuat keributan hanya karena aku..." kata Ayuna terisak "Allan terimakasih atas semuanya.. terimakasih atas undangannya juga. Maaf sekarang aku harus pergi... Assalamu'alaikum.." pamit Ayuna sambil sesenggukkan
"Wa'alaikumsalam" balas lirih Allan, matanya masih menatap tajam wanitanya yang sudah menamparnya
"Ayo mas Adiittya kita pulang sekarang.."
Adiittya merangkul bahu Ayuna pergi meninggalkan gedung yang terasa panas itu namun sebelumnya Adiittya menepuk bahu Allan "Thanks Allan, kami pamit dulu.."
Allan menoleh Adiittya sekilas "Tolong jaga sahabatku Adiittya.. !!"
__ADS_1
Adiittya dan Ayuna sudah berada didalam mobil mereka. Hari ini Adiittya sengaja menyopiri sendiri mobil mewahnya. Satu tangan Adiittya masih setia mengenggam tangan Ayuna untuk memberi ketenangan dan satunya lagi memegang setir mobilny.
"Sayang... sudah dong menangisnya ??? kasihan baby, dia pasti ikut merasakan kesedihan mommynya."
"Aku malu mas... " jawab Ayuna terisak
"Kenapa malu ?? sayang nggak salah ??"
"Aku juga nggak enak sama Allan dan Rara, acaranya berantakan karena aku. Karena aku juga mereka jadi bertengkar mas...???"
"Bukan karena kamu sayang... merekalah yang memulai. Sepertinya mereka sengaja memancing emosiku."
"Apa mas percaya apa yang dikatakan Abdi tadi ?? mas marah ??"
Adiittya menarik kepala Ayuna untuk disandarkan kebahunya
"Percayalah mas hanya percaya sama yang dikatakan oleh istriku. Mas juga sudah berjanji tidak akan marah selama sayang mau terbuka sama mas, seburuk apapun itu jangan ada rahasia diantara kita."
"Terimakasih mas..."
Adiittya menoleh sekilas melihat wajah istrinya yang sudah nampak berbinar. Hingga ia tidak menyadari ada sebuah truk bermuatan tabung gas melaju dengan kecepatan penuh didepannya. Tentu saja Adiittya terkejut dan membanting stirnya hingga menabrak pohon besar dipinggir jalan
"Maass Adiittyyyaaaa......"
"Aaarggghhhhh......."
Bbbrrrraaakkkkkkk........
"Sayanngggg....." panggil lemah Adiittya
•
•
Bagaimana sudah ingat dengan Rosi si wanita ular belum ??? ingat dong masak enggak ???
Btw ma'acih buwanyak buat kakak kakak lop lop kuuhh uda repot repot meluangkan waktunya membaca novel pertamaku. I LOP U PUL
•
•
🌹Terimakasih buat readers lovers yang sudah membaca karyaku. Author berharap readers lovers bisa tinggalkan Like, Komen, Tip dan Vote yang banyak ya..... karena itu sangat berarti bagi Author. Semoga readers lovers selalu sehat dan bahagia 🌹
__ADS_1