KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 19


__ADS_3

Pasangan suami istri beserta asistennya akan kembali ke jakarta sore ini. Rico sibuk berkemas barang bawaannya, juga milik bosnya. Sedangkan Adiittya sibuk memainkan jari jarinya diatas keyboard laptopnya.


"Rico, kenapa cabang kita di malang pembangunannya terhenti. Apa kau menghentikan aliran dananya ???"


"Bos, apa maksudmu ??? setiap mereka bilang perlu dana, aku segera menstranfernya."


"Lalu kenapa pembangunannya terbengkelai, bahkan dibilang 50% aja masih jauh, Kemana aliran dananya???"


"Sepertinya ada yang tidak beres bos"


"Aku juga berpikir seperti itu." kata Adiitya melipatkan kedua tangan didadanya


"Rico, kau harus memeriksanya, kalau perlu pergilah ke Malang."


"Baik bos."


tok tok tok


"Mas Adiittya...." Panggil Ayuna lembut setelah mengetuk pintu


"Iya sayang..." jawab Adiitya sambil mengakhiri pekerjaannya


"Mas adiittya sudah siap ???"


" Apa ??? sayang panggil aku apa ???coba ulangi !!!"


"Mulai saat ini dan seterusnya aku akan memanggilmu 'Mas Adiitya' itu panggilan sayangku sebagai istri." membenarkan kerah baju Adiitya


"Mas Adiittya ??? Hhhmm perfect." kata Adiittya sambil mencubit hidung Ayuna menggoyangkan kekanan kekiri


"Aaawwww... sakit tau." memonyongkan bibirnya


"Hehehe maafkan mas sayang." kata Adiitya mencium pucuk kening Ayuna lalu memeluknya


"Ekhemm, oalah Nak Riko kita hanya dianggap patung oleh mereka." canda Pak Hendrawan melihat kemesraan anak dan mantunya itu.


Kemudian mereka berpamitan saling berpelukan dan mencium tangan


kedua orang tua Ayuna.


"Semoga keluarga kalian selalu dilindungi Allah swt, menjadi keluarga sakina mawadah warohmah, dikarunia.i anak yang sholeh dan sholehah. Harapan bapak, Nak Adiitya bisa istiqomah menjalankan keyakinan barumu dan untuk kamu putriku, arahkan suamimu kejalannya, kamu wajib mengingatkan saat dia lalai dan bantu dia menjadi islam sejati sesuai aqidah islam."


Suami istri itu menganggukkan kepala.


Tiga bulan berlalu, sekarang Ayuna sudah resmi menjadi dokter umum di rumah sakit tempat koasnya dulu. Saat sedang menerima panggilan dari suaminya, tiba tiba ada yang menabraknya dari belakang. Ponsel yang dipegangnya otomatis jatuh berserakan.


Bruuuuaaaakkkk


"Awww..." jerit Ayuna


"Maaf... maafkan saya no..." kalimat Alan terhenti saat tahu yang ditabrak adalah sahabat kampusnya


"Ayuuna !"


"Allaaannnn !!! Hey...sedang apa kau disini."

__ADS_1


"Bekerjalah ??? mulai hari ini aku resmi jadi dokter rumah sakit ini."


"Oh ya !!! Waahhh.... itu artinya aku harus siap direpotkan olehmu."


Mengingat masa kuliah dulu, Alan sering minta bantuan Yuna untuk mengerjakan tugas yang tidak dia pahami.


"hahahaha.... untuk itu aku ada sini, Nyonya Sebastian."


Mereka berjalan, menyusuri lorong rumah sakit dan berhenti tepat didepan ruang kerja Ayuna.


"Heyy, kenapa kau mengikutiku ??? sebegitukah rindu sama sahabat cantikmu ini." tanya Ayuna sambil menarik kursi


"Hahahaha.... kau tak lihat itu ???" kata Alan menunjuk papan namanya diatas meja yang berhadapan dengan meja Ayuna.


Ayuna membelalakkan matanya "Hah !! kita seruangan ???"


Sahabatnya mengedikkan bahunya dengan senyum mengejek


Dua sahabat ini saling bercerita setelah sekian lama tak bertemu sebelum jam prakteknya dimulai. Obrolan mereka berhenti, mendengar suara ketokan pintu.


Tok tok tok


Keduanya menoleh, seorang perawat berjalan ke meja Ayuna.


"Dok, ada Tuan Adiitya."


Sontak Ayuna terkejut dalam pikirnya kenapa suaminya itu mencarinya, padahal baru setengah jam yang lalu dia mengantarnya kerumah sakit. Belum sempat menjawab si perawat, suaminya sudah nyelonong masuk.


"Sayang, sayang baik baik saja kan ??? mas mendengar saat ditelpon sayang menjerit kesakitan, dan setelahnya hp sayang tidak aktif sama sekali. Apa sayang jatuh, hem ??? mana yang luka, sini biar mas lihat." Adiitya panik


"Sayang kenapa senyum senyum, ada yang lucu ??? buruan sini seberapa parah lukanya!!"


"Sayang dengarkan aku. Lihatlah !!! istrimu baik baik saja, tak ada satu incipun tubuhku yang terluka, hanya saja...." kalimat Ayuna menggantung


"Hanya saja apa sayang... buruan ngomong jangan buat mas bertambah panik !!! Adiitya meninggikan suaranya


Ayuna memperlihatkan remukan ponselnya


"Tadi saat mas menelponku ada yang tidak sengaja menabrakku dari belakang lalu ponselku jatuh, makanya tidak aktif"


"Maaf sudah membuat mas Adiittya khawatir." lanjut Ayuna tersenyum semanis mungkin untuk menyakinkan suaminya. Dia tau suaminya pasti akan marah dan mencari orang yang sudah menabraknya. Sifat posesif suaminya itu kadang membuat Ayuna merasa jengah.


"Sayang tidak perlu minta maaf, ini bukan salahnya sayang, kalau begitu mas kembali kekantor dulu, sayang hati hati kerjanya dan jangan terlalu capek. Ingat pesen suamimu ini !!!" mendaratkan satu ciuman di kening dan pipi Ayuna.


"I love you"


"Love you too" kemudian berlalu pergi setelah mendapat kata romantis istrinya


"Sial, masih pagi sudah menonton Iive drama korea, bahkan dihari pertamaku kerja. Kalau setiap hari seperti ini mataku bisa ternoda." gerutu Allan


Merasa tersindir Ayuna melempar alan dengan bolpoin yang dipegang.


"Makanya buruan nikah, agar jiwa jomblomu tidak merota." ejek balik Ayuna.


Dikantor Adiitya

__ADS_1


"Bos, darimana !! kulihat bos terlihat panik saat keluar dari ruangan." tanya Rico masuk ruangan Adiitya


"Menemui istriku."


"Hah.. bukannya pagi tadi sudah bertemu bahkan mengantarnya sampai depan loby."


"Saat menelponnya aku mendengar dia berteriak, sambungannya terputus dan hpnya tidak aktif. Aku takut dia kenapa napa, lalu aku memutuskan kerumah sakit."


"Dasar srigala bucin !!!"


" Aku mendengarmu, b******k !!" melempar Rico dengan buku


"Segera kirimkan ponsel keluaran terbaru untuk istriku sebelum jam makan siang agar aku bisa pastikan menu yang dia makan." kata Adiitya


Rumah sakit


Saat ini Ayuna bersama Allan dan dua perawat sedang makan siang dikantin rumah sakit. Panggilan vidio call suaminya terpaksa menghentikan makannya


Drrrttt drrttt


"Assalamu'alaikum mas"


"Wa'alaikumsalam, sayang lupa apa yang harus sayang lakukan sebelum makan, kenapa tidak telpon mas, coba mas lihat, apa yang sayang makan hari ini !!!"


"Duuhhh protektif banget. Makan saja dibuat ribet" celetuk Alan, yang kemudian mendapat kepalan tangan Ayuna


"Iya maaf.... janji besok tidak lupa lagi. Mas, terimakasih hpnya, Yuna sukak."


"Hmmm terimakasihnya nanti saja sayang kalau sudah dirumah." menaikkan kedua alisnya yang langsung mendapat pelototan tajam dari Ayuna


"Ya sudah teruskan makannya, mas mau bekerja lagi. I love you my princes."


"Love you too."


"Yuna, bagaimana kamu bisa menikah dengannya, bukannya dulu kamu sangat membencinya ????" kata Alan mengurungkan Yuna yang akan memasukkan nasi kemulutnya


"Takdir !!"


"Huuu dasar !!! tata apa kabar ya !! uda lama kita nggak kumpul bareng. Waktu dipesta pernikahanmu, aku juga tidak melihatnya sama sekali ?! Apa dia sudah tidak bekerja lagi diperusahaan suamimu ??"


"Entahlah."


"Kamu kan sahabatnya ??? masa tidak tau ???"


"Semenjak kejadian itu, aku sudah tidak pernah bertemu dia lagi, nomernya juga tidak aktif."


"Kejadian apa maksudmu ????"


"Ceritanya panjang, walaupun aku cerita, dua hari nggak akan kelar."


Ada kesedihan yang tersirat dimata sayup Ayuna mengingat apa yang sudah sahabatnya lakukan padanya.


🌹to be continue 🌹


Bosssquuuu jangan lupa sebelum beralih tekan LIKE, ketik KOMENTAR, kasih BINTANG LIMA pada halaman sampul dan VOTE untuk novel ini yacchhh...... terimakasih πŸ€—πŸ€— πŸ€—

__ADS_1


i_eyyun 😘😘


__ADS_2