KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 85


__ADS_3

"Sayang... " menarik lengan Ayuna "Please, dengarkan dulu.. ini semua tidak seperti yang kau lihat. Tiba tiba p*****r itu mencium mas. Sayang, mas juga tak membalas ciumannya."


"Sayang... tunggu mas doong...??!!"


Ayuna tak mengindahkan panggilan Adiitttya, ia terus melanjutkan langkah kakinya.


"Adam !!! seret sampah busuk itu keluar dari gedung ini !!!" geram Adiittya double karena diabaikan istrinya dan geram dengan kehadiran Rosi yang tiba tiba datang


"Rico !!! pastikan gedung ini bersih dari antek antek Rosi. Saya curiga Abdi ada disekitar sini.."


Rico mengangguk


"Sayang... dengerin mas dulu.. baru kau boleh marah... kau salah paham, sayang...." Adiittya kembali menarik tangan Ayuna, namun segera dihempas kasar oleh Ayuna "Hentikan mas... aku tidak mau merusak acara anakku."


Bibir Rosi sumringah lebar, melihat Adiittya dan Ayuna bertengkar.


Tersenyum licik "Ku tunggu kabar baik dari kalian, pasangan laknat !!!" bathin Rosi, tiba tiba diseret keluar dengan paksa.


"He.. apa yang kau lakukan padaku ???"


Tiba tiba Adam menarik paksa lengan Rosi, hingga wanita yang gemar berpakaian sexy itu marah


"Lepaskan !!!" Rosi mendorong kuat Adam, "Kau !!! berani sekali kau kurang ajar padaku !!! kau belum tahu siapa diriku, hah !!!"


Adam tersenyum devil, ia langsung membekam Rosi, satu tangannya membengkuk kedua tangan Rosi kebelakang punggung


"Mmmmppp" Rosi mencoba melawan, tapi apalah daya ia tetap kalah dengan otot kekar Adam


Bbrrkkkk


"Enyah kau dari sini, j****g !!" ucap Adam dingin, matanya menatap tajam manik Rosi


Kali ini Rosi tak melawan lagi, malah menampilkan bibirnya yang tersungging miring


#####


"Sayang, please... mas sungguh tidak tahu. Tiba tiba saja Rosi menci...." kalimat Adiittya terpotong, karena satu jari telunjuk menempel dibibirnya


"Aku tahu...."


"Maksud sayang...???!!" tanya Adiittya kebingungan


Tersenyum tipis "Aku tahu, tadi itu hanya akal akalan bu Rosi saja, agar kita bertengkar. Tapi dia salah, aku tidak bisa terpengaruh akal busuknya."


"Lantas ??? yang sayang tadi...??!!"


Ayuna mengangguk "Aku hanya akting. Berhasil kan ???" menaikkan turunkan kedua alisnya


Adiittya mengusap kasar wajahnya bukan frustasi melainkan ada kelegaan didadanya yang sejak tadi terasa sesak


"Astaghfiruallah sayang..." Adiittya memeluk Ayuna "Aktingmu bagus sekali... sampai mas ketakutan..." melepas pelukannya "Pinter sekali aktingnya.." mencubit hidung mungil Ayuna


Terkekeh "Multitalent nih mas...!!" ucap Ayuna sambil memberi air susunya pada Rain.


"Hhuuuu... sombong" mengacak rambut Ayuna "Sayang, setelah ini temani mas menjamu tamu tamu lagi ya.... ???"


"Iya mas... "


"La.. kamu disini saja... temani Arion tidur. Sepertinya ngantuk sekali dia...." ujar Adiittya

__ADS_1


"Iya Tuan"


Adiittya bergegas mengambil air wudhu, lalu menunaikan sholat 4 rakaat.


Setelah sholat, Adiittya bersama Ayuna menggendong Rain bergegas turun untuk menjamu undangannya yang baru saja datang. Sebenarnya acara sudah dimulai sejak pagi. Namun hanya acara pengajian ibu ibu sekitar komplek rumahnya. Dan anak anak Panti asuhannya.


Sedangkan tamu undangan untuk rekan bisnis dan yang lainnya, Adiittya sengaja mengundangnya dijam setelah maghrib.


"Broowww..."


"Darimana saja loe !!! jam segini baru nongol."


"Having fun" jawab santai Andrew


"Tuh !!" dagu Adiittya menunjuk kearah pria beruban, tangannya mengibas ibas akibat bau alkohol dari mulut Andrew "Dicari sejak kemarin sore... loe nya baru muncul sekarang..???"


"Hehehe... sengaja gue !!!"


"Buruan temui sekarang !!!" Adiittya mendorong tubuh Andrew "Jangan membangunkan macan tidur !!"


Andrew bergegas menghampiri opanya yang nampak garang melihat ke arahnya.


"Darimana saja loe !!" selidik Opa menatap cucunya


"Hehehe.... biasa.. namanya anak muda.." cengir Andrew


"Kapan kau nikah. Lihat sepupumu, sudah jadi bapak sekarang. Kebahagiaan keluarganya menjadikannya dewasa. Nggak main main terus seperti dirimu...."


"Itulah Opa. Saat ini aku masih ingin menikmati kesendirianku. Aku masih ingin menjajaki para wanita.." bohong Andrew, karena sebenarnya dia sudah sangat ingin meresmikan hubungannya dengan kekasihnya. Namun wanitanya masih ingin mengembangkan bisnis yang ia rintis sendiri


"Jangan kau teruskan kegialaanmu itu Andrew. Bagaimana jika wanita yang kau sewa itu hamil, dan minta pertanggungjawabanmu dan lebih parahnya lagi jika b***h itu hamil bukan dari cairan yang kau keluarkan."


Opa menghela nafas dalam, entah ngomong sama cucu satunya ini memang tak pernah menemukan titik terangnya. Semenjak lamarannya di tolak Aloena, perilaku Andrew semakin liar.


Dipesta yang hingar bingar dengan banyaknya para tamu undangan Adiittya, tanpa sengaja mata tajam Andrew menangkap seseorang dengan gelagat yang mencurigakan.


Belum sempat Andrew mengikuti pria jangkung itu, tiba tiba terdengar suara tembakan dari lantai atas gedung tempat acara Adiitttya


Andrew segera berlari menuju tempat suara tembakan. Disana Andrew sudah mendapati Rico dan Adiittya dengan mata nampak memerah karena amarahnya.


"Lacak keberadaan mereka !!! cepat !!!" teriak Adiittya memenuhi koridor hotel


Sedangkan Adam yang menjaga kamar hotel Arion sedang tak sadarkan diri dengan darah yang memenuhi dadanya


"Kenapa ambulannya lama sekali Rico !!" teriak Adiittya "Aarrhhhggg... keparat kau Rosi !!!"


"Adiittya apa yang terjadi !!!" tanya Andrew kebingungan


"Anak buah Rosi menculik Arion dan Lala, dia juga menembak Adam."


"Shhhiitttt" Andrew menghantam dinding hotel


"Mas.. apa yang terjadi mas... dimana Arion, dan Lala dimana mereka mas ???" kepanikan Ayuna, baru datang bersama ibu, opa dan mertuanya


Mencium kening Ayuna "Tenang sayang... mas janji akan bawa anak kita pulang."


"Siapa yang melakukan ini mas..." air mata Ayuna tak terbendung lagi


"Sebaiknya sayang pulang kerumah saja. Disini berbahaya..." memberi isyarat pada Toni, yang bertugas menjadi sopir dan pengawal pribadi Ayuna "Ton, antar istri dan mama kerumah. Pastikan mereka aman.." menatap opanya "Opa kau pulanglah..."

__ADS_1


"Nggak !!! aku harus tau apa yang hendak kau lakukan saat ini."


"Nggak !!! aku ikut cari Arion." sergah Ayuna


"Sayang..."


"Nggak mas !!!" bentak Ayuna "Aku ingin memastikan anakku baik baik saja."


Adiittya segera memeluk erat Ayuna, dadanya terasa sesak melihat Ayuna terisak


"Ayo kita cari Arion mas, aku khawatir bagaimana tidurnya.. makannya... trus susunya... dia pasti takut, dia pasti menangis saat ini mas... ayo kita susul mereka mas.."


Adiittya hanya diam masih memeluk istrinya yang masih sesenggukan. Ekor matanya melirik mamanya memberi syarat agar membawa istrinya pulang.


Akhirnya Ayuna pulang menuruti suami dan kedua ibunya, meski disertai perdebatan ringan.


"Bos !! aku sudah menemukan dimana mereka. Beruntung ponsel Lala ada disakunya." Rico menunjukkan lokasi diponselnya


"Kerahkan anak buah kita segera. Hubungi pihak kepolisian untuk berjaga jaga."


Rombongan Adiittya mulai meninggalkan hotel. Beruntung acara syukuran anaknya telah selesai.


Tak butih waktu lama, beberapa rombongan mobil telah tiba di sebuah gedung tua yang tak terawat tak jauh dari hotel Adiittya


"Rosi... keluarlah !!! aku datang untukmu !!!"


Braaakkkkk


Mata Adiittya membulat sempurna melihat pengasuh anaknya tersungkur dilantai dengan beberapa luka dimukanya


"Hahaha... Adiittyaku kau datang juga."


"Kemarikan bayi itu, dia tak bersalah. Kau boleh membunuhku, tapi jangan anakku... Ayo kemarikan dia"


"No !!! apa jaminannya jika bocah ini kukembalikan padamu.."


"Apapun... apapun yang kau inginkan, Sayang..."


"Sayang...??!! kau memanggilku sayang... Oh.. Adiittya i like it."


"Jika itu membuatmu happy, aku akan terus melakukannya.."


"Tapi sayang... aku tidak bodoh dengan bujuk rayumu... Sekarang buktikan ucapanmu itu"


Adiittya melangkah maju ke arah Rosi, tangannya sambil melepas kancing kemejanya perlahan


Melihat dada berbulu Adiittya, nafsu Rosi mulai terangsang. Dia mulai melemah, dan ini kesempatan baik untuk Adiittya merebut Arion dari tangan Rosi.


Tiba tiba nampak laki laki gagah membidik pistolnya kearah kepala Adiittya dari lantai dua


"Boosss !!! Awwwaaaasssss......!!!!"


Ddduuoooorrrrrrrr........




__ADS_1


🌹 Kakak lophers kasih vote doong, biar semakin semangat lagi authornya....😢😢🌹


__ADS_2