
Daffa membuka matanya lalu ia berdiri kembali kemudian matanya berkeliling ke kanan-kiri.
"Bukankah ini taman bermain?" Daffa bertanya pada diri sendiri sambil mengusap pakaiannya yang kotor.
Tak lama kemudian setelah Daffa berdiri, ada seorang gadis berlari menujunya dari gang sebelah kanan.
"Maaf sudah menunggu lama," ucap gadis tersebut yang sudah berada di depan Daffa.
"Hm? Enggak kok," Daffa bingung lalu ia tak sengaja menjawabnya.
"Kenapa bajumu kotor?" Tanya cewek tersebut.
"Oh ini, aku tadi berlari terus karena capek aku terjatuh di sini," ucap Daffa dengan terus terang.
"Hihihi..." Gadis tersebut tertawa sambil menutup sedikit mulutnya.
"Dari dulu kamu gak pernah berubah ya, selalu ceroboh hihi," ucap Gadis tersebut dengan masih sedikit tertawa.
"Eh..." Ucap Daffa dengan malu dan menundukkan kepalanya.
Kemudian gadis tersebut melangkah ke arah Daffa, lalu ia merapikan baju milik Daffa.
"Jangan bergerak dulu ya," ucap Gadis tersebut yang sedang merapikan baju milik Daffa.
Deg
Deg
Deg
Jantungnya Daffa berdetak lebih kencang dari biasanya.
"A a apa yang kau lakukan," ucap Daffa yang gugup ketika melihat baju miliknya sedang dirapikan oleh gadis tersebut.
"Ini sih terlalu dekat anjir." ucap Daffa dalam hatinya.
Dengan wajahnya yang sangat gugup, Daffa menelan ludah kemudian ia melihat ke bawah.
"Kamu lihat ke arah mana!" Ucap gadis tersebut dengan muka cemberut.
"Eh, nggak kok," ucap Daffa dengan wajahnya yang memerah.
Dengan cepat Daffa mengalihkan pandangannya dari gadis tersebut.
"Nah gini kan udah rapi," ucap Gadis tersebut lalu melepaskan tangannya dari baju milik Daffa.
"Ehm anu, makasih ya," ucap Daffa dengan nada pelan.
"Iya sayang, kalau gitu ayok kita pergi." Ucap Gadis tersebut dengan senyuman manis.
Daffa yang mendengarkan perkataannya dan melihat wajahnya, seakan tidak bisa berkata apa-apa dan hanya berdiam diri di tempat dengan wajah yang tersipu malu.
Kemudian gadis tersebut menarik tangan Daffa lalu pergi berjalan bersama-sama.
"Tadi dia bilang sayang kan, benar kan, aku nggak salah dengar kan," ucap Daffa dalam hatinya.
Baru berjalan beberapa langkah, Daffa menghentikan langkahnya lalu menahan tarikan gadis tersebut.
"Tunggu sebentar," ucap Daffa sambil menahan tarikan gadis tersebut.
"Kenapa?" Tanya gadis tersebut lalu berhenti berjalan.
"Aku belum menanyakan ini, namamu siapa?" Daffa bertanya balik.
__ADS_1
"Apa yang kau katakan?" Gadis tersebut bingung.
Lalu gadis tersebut berlari ke depan, tak lama kemudian ia berhenti berlari dan menoleh ke belakang ke arah Daffa
"Tentu saja namaku Syifa," ucap Gadis tersebut dengan tersenyum dan mengedipkan matanya yang genit.
"Eh?!" Ucap Daffa kaget tak karuan.
******
"Apaaaaa?!" Daffa kaget sampai-sampai ia terbangun dari tempat tidurnya.
Ridho dan Farrel yang sedang duduk di pinggir tempat tidurnya Daffa merasa kaget karena Daffa tiba-tiba berteriak.
"Kenapa-kenapa?!" Ucap Ridho.
"Jangan teriak-teriak napa dah," ucap Farrel.
"Huh, huh, huh, huh," nafas Daffa terengah-engah.
"Mimpi kah?"
"benar juga, aku kan ketiduran di lapangan." Ucap Daffa sambil menutupi mukanya.
Daffa melihat ke arah Ridho dan Farrel, lalu bertanya kepada mereka.
"Ini di mana?" Tanya Daffa.
"Lo digotong sama Pak Toni ke ruang UKS," jawab Farrel.
"Oh begitu ya," ucap Daffa.
"Kamu kenapa berteriak Daf? Apa bermimpi bertemu hantu? Haha..." Tanya Ridho sambil tertawa.
"Pokoknya endingnya buruk," ucap Daffa sambil menepuk jidatnya.
"Emangnya lu mimpi apaan?" Tanya Farrel.
"Iya coba ceritain Daf," ucap Ridho.
"Oke-oke aku ceritain, tapi ada beberapa yang aku lupa." Ucap Daffa
Daffa pun menceritakan mimpinya barusan kepada mereka berdua.
Setelah beberapa menit kemudian, Daffa selesai menceritakan semuanya kepada mereka.
"Oh jadi begitu ya," ucap Ridho dan Farrel bersamaan setalah mendengarkan ceritanya Daffa.
Sedangkan Daffa beranjak dari tempat tidurnya, lalu mengambil minum di meja dekat tempat tidurnya, karena ia haus setelah menceritakan tentang mimpinya.
Gluk
Gluk
Gluk
"Kalian gak tertawa?" Tanya Daffa sambil menaruh gelas di meja.
Daffa kembali ke tempat tidurnya, lalu duduk di situ.
"Gak lah, siapapun pasti mau mimpi seperti itu," ucap Farrel iri kepada Daffa.
"Tapi endingnya buruk, apa mungkin aku salah dengar ya?" Tanya Daffa.
__ADS_1
"Katamu kan dia cantik dan peduli, itu sih emang mirip sama Syifa," ucap Ridho.
"Hah? Kamu belum tau sifat aslinya dia sih," ucap Daffa.
"Oh, yang waktu di depan gerbang itu ya? Itu sih khusus bagi lo aja mungkin haha..." Ucap Farrel.
"Emangnya di depan gerbang kenapa Daf?" Tanya Ridho.
"Entahlah," jawab Daffa tidak niat.
"Omong-omong ini jam berapa? Kok kalian ke sini udah bawa tas," tanya Daffa
"Dari tadi bel pulang sekolah udah berbunyi, lo nya aja yang tidurnya lama," jawab Farrel.
"Terus kenapa kalian masih di sini?" Tanya Daffa.
"Katanya Pak Toni mau beli obat untukmu, jadi kami berdua disuruh nungguin kamu di sini." jawab Ridho.
"Hah beli obat? Padahal aku kan cuma ketiduran," ucap Daffa.
Disela-sela mereka bertiga mengobrol, tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu ruang UKS.
Kreeek....
"Pak Toni?" Ucap Daffa.
"Kamu sudah bangun ya Daffa?" Tanya Pak Toni sambil menutup kembali pintunya.
"Sudah Pak." Jawab Daffa.
Kemudian Pak Toni menghampiri mereka bertiga dengan membawa obat dan makanan yang ia beli.
"Tadi bapak habis pergi ke apotek buat beli obat," ucap Pak Toni
"Ini obatnya, diminumnya dua kali satu hari sesudah makan ya Daffa," ucap Pak Toni sambil memberikan obat dan makanan yang ia beli kepada Daffa.
"Gak enak juga kalau enggak di terima, padahal udah dibeliin," ucap Daffa dalam hatinya.
"Terimakasih Pak, lain kali nggak usah repot-repot, padahal tadi cuma ketiduran Pak," Ucap Daffa sambil menerima obat dan makanan tersebut.
"Yaudah cepat dimakan lalu minum obatnya, bapak mau pergi dulu karena ada urusan," ucap Pak Toni.
"Baik, Pak." Ucap Daffa.
Kemudian Pak Toni keluar dari ruang UKS, sedangkan Daffa segera memakan makanannya yang dibelikan oleh Pak Toni, lalu meminum obatnya.
Seusai meminum obatnya, Daffa beranjak dari tempat tidurnya, lalu pergi bersama Ridho dan Farrel menuju kelas mereka.
"Kalian berdua tinggal pulang duluan aja, aku mau ambil tas dulu," ucap Daffa sambil berjalan bersama Ridho dan Farrel.
"Nanggung Daf, pulang bareng aja," ucap Ridho.
"Kan beda jalan," ucap Daffa menolak pulang bersama.
"Oh iya Daf, Lo mau ikut nggak? nanti malam pergi jalan-jalan kita bertiga? selagi gak ada tugas," Tanya Farrel.
"Eh... Kayaknya ntar malam aku sibuk, emangnya kalian nggak belajar?" Jawab Daffa.
"Gue kalau belajar pagi-pagi sekali," jawab Farrel.
"Eh... Benarkah?" Tanya Daffa.
"Iya." Ucap Farrel sambil mengangguk.
__ADS_1
Bersambung....