Kisah Romantis Anak SMA Penyendiri

Kisah Romantis Anak SMA Penyendiri
Bab 12 : Diculik


__ADS_3

Ternyata mereka adalah Vira dan Bella yang sudah berdandan rapi.


"Maaf membuat kalian menunggu," ucap Vira sembari turun dari mobil tersebut, lalu ia melangkah kehadapan Ridho dan Farrel dan diikuti Bella di belakangnya.


"Gak kok, kami juga baru sampai," ucap Ridho.


"Syifa nya mana? Kok kalian berdua doang," tanya Farrel.


"Oh itu di depan," jawab Bella sambil menunjuknya dengan tangannya.


Kemudian pintu mobil bagian depan terbuka dengan pelan-pelan, lalu Syifa turun dari mobil tersebut.


Ridho dan Farrel hanya bisa melongo dan terkagum-kagum melihatnya. Kemudian Ridho menelan ludah dan mengajak teman-temannya untuk pergi.


"Ehem, kalau begitu, ayok kita langsung pergi ke sana," ucap Ridho sambil menunjukkan arah jalan dengan tangannya.


"Ayok lah," ucap Farrel.


Mereka berlima pun berjalan dan dipandu oleh Ridho dan Farrel.


Di sisi Daffa, ia sekarang berada di ruang tamu dan sedang asyik bermain game di handphonenya sambil duduk di sofa, sedangkan Ibunya masih saja menonton televisi.


"Victory!" Suara handphone milik Daffa.


Kemudian Daffa keluar dari game tersebut, lalu berkata.


"Dah lah, bosen menang mulu, gak ada tantangan," ucap Daffa, kemudian ia melihat ke atap rumahnya.


Daffa yang terus-menerus melihat ke arah atap rumahnya, ia menjadi kepikiran tentang mimpinya yang tadi siang.


"Agh Siapa sebenarnya dia," gumam Daffa.


"Kenapa aku tak bisa mengingat wajahnya," gumam Daffa.


Daffa yang tak bisa mengingat wajah gadis tersebut, walaupun ia sudah mencoba mengingatnya kembali tetapi tetap tidak bisa, ia mulai kesal lalu berguling-guling di sofanya.


"Arghh...." Ucap Daffa sambil berguling-guling.


Tak lama setelah itu, Daffa terjatuh dari sofa tersebut, namun Daffa tidak kesakitan dan hanya menghela nafas saja.


Kemudian Daffa duduk di lantai depan sofa dengan wajah kesal karena dibuat rindu oleh gadis dalam mimpinya.


Di sisi lain, Syifa bersama teman-temannya masih berjalan menuju suatu tempat.


"Emangnya kita mau kemana dah? Bukannya kita dinner dulu di rumahnya Vira?" Tanya Syifa sambil berjalan.


"Kita ajak satu orang lagi, habis itu baru dinner," jawab Ridho.


"Memangnya siapa?" Tanya Syifa.


"Nanti juga tau, udah ayo jalannya lebih cepat lagi." Farrel menyela perkataan mereka berdua.


Berselang beberapa menit, mereka berhenti di jalan, lalu Farrel melihat handphonenya dan berkata.


"Nah, itu dia rumahnya," ucap Farrel sambil menunjuk dengan tangannya.


"Ternyata itu ya," ucap Ridho.

__ADS_1


"Oh... Jadi itu rumahnya Da- eh, maksudnya orang yang akan kita ajak," ucap Vira.


"Rumah yang bertingkat dua itu? Emangnya siapa sih yang mau kalian ajak," tanya Syifa dengan muka penasaran.


"Ya udah, kalau begitu cepat jangan buang-buang waktu lah." Ucap Bella sambil menarik tangan Farrel.


Mereka pun terus lanjut berjalan, dan sesampainya di depan rumah itu, Farrel membisiki teman-temannya.


"Kertasnya udah dibawa Vir?" Tanya Farrel dengan lirih.


"Udah ini, emang di dalam isinya apaan?" Vira ikut-ikutan mengucapkannya dengan lirih.


"Cuma tulisan kok, nanti taruh di depan pintu ya Vir," ucap Farrel


"Okee," ucap Vira.


"Kalian kenapa sih, bisik-bisik di depan rumah orang," ucap Syifa.


"Gapapa, nanti kalau gue bilang lari, lari semua ya," ucap Farrel.


"Okee hehe," ucap Ridho dengan tertawa kecil.


"Hah?" Ucap Syifa, Vira, Bella, bersamaan.


"Udah, ayo cepat." ucap Farrel.


Mereka berlima pun melangkah ke pintu rumah tersebut.


Di sisi Daffa, ia yanv sedang melihat-lihat sesuatu di handphonenya tiba-tiba ada suara ketukan pintu.


Tok


Tok


Tok


Daffa yang mendengarkan suara tersebut, kemudian ia berjalan menuju pintu tersebut.


"Siapa dah, malam-malam begini," ucap Daffa dengan muka lesu.


Sungguh kaget dan terkejutnya Daffa saat ia membuka pintunya, lalu melihat mereka berlima ada di depan rumahnya.


"Eh!? Ini bohong kan?!" Kaget Daffa.


"Daffa?!" Syifa dan Bella juga sama terkejutnya.


"Kenapa kalian ke-" belum sempat menyelesaikan perkataannya, Daffa langsung di tarik keluar oleh Farrel dan Ridho, kemudian tangannya diikat.


"Tunggu! apa yang kalian lakukan!," ucap Daffa kaget karena dirinya sedang diikat.


"Cepat Vir, taruh kertasnya di depan pintu," perintah Farrel sambil mengikat tangan Daffa.


"Ehhh, oke," Vira melakukan apa yang disuruh oleh Farrel dengan muka bengong.


Syifa, Bella, dan Vira hanya bisa bengong melihat mereka, sedangkan Ridho dan Farrel bersikeras mengikatkan tangan Daffa.


"Ibu! Ibu! Ada maling!" Daffa berteriak sangat keras.

__ADS_1


Farrel dan teman-temannya mulai panik dan cemas ketika mendengar Daffa berteriak.


"Eh, eh, bukan gitu Daf," Ucap Ridho sambil mengikat tangan Daffa.


"Tadi kan udah gua bilang, kalau lo gak datang, gua yang datang haha..." Ucap Farrel merasa dirinya sangat puas.


"Eh! Kalau ada yang mendengarnya gimana ini?!" Ucap Syifa yang sangat cemas sembari menggigit jarinya.


Daffa terus saja berteriak, tapi Ibunya tak kunjung datang.


"Oke udah erat, ayo lari!" Perintah Farrel.


Kemudian Ridho dan Farrel membopong Daffa lalu berlari secepatnya menuju keluar halaman rumahnya Daffa, dan dibelakangnya diikuti oleh Syifa, Vira, dan Bella.


Disisi lain, Ibunya Daffa yang sedang menonton televisi mendengar suaranya Daffa yang samar-samar, karena ibu penasaran, ibu pun mengeceknya.


Setelah sampai di depan pintu, Ibu hanya mendapati kertas yang terlipat, kemudian ibu mengambilnya.


Saat ibu membuka kertas yang terlipat tersebut, Ibu kaget setelah membaca tulisan yang ada di dalam kertas tersebut.


"Daffa pergi bermain sama teman-teman Daffa dulu ya, Bu," tulisan dalam kertas tersebut.


"Daffa punya teman?! Syukurlah kalau begitu." Ucap Ibu dengan perasaan yang campur aduk.


Kemudian Ibu membawa kertas tersebut, lalu menutup pintu rumah.


Di sisi Daffa dan teman sekelasnya, mereka masih berlari menuju tempat pertemuan mereka yang tadi.


Daffa yang dari tadi mencoba melepas genggaman dari Ridho dan Farrel, tetapi tetap tidak bisa sama sekali, ia pun mulai pasrah.


"Dah lah, parah banget," ucap Daffa yang pasrah.


"Ngomong-ngomong, kamu berat juga ya Daf," ucap Ridho.


"Bentar-bentar, tadi siang kan katanya perginya bertiga doang, kok mereka juga ikut?" Tanya Daffa.


"Gapapa biar rame," jawab Farrel dengan santai.


"Ohh aku mengerti, ini pasti ulah kamu kan, noonaa aktris." Ucap Daffa dengan pandangannya tertuju pada Syifa.


Syifa yang menyadari dirinya sedang disindir oleh Daffa, ia seakan marah lalu mendekati Daffa yang sedang dibopong kemudian ia menjambak rambutnya.


"Hahh? Mana mungkin aku melakukannya!" Ucap Syifa dengan wajah marah sambil menjambak rambutnya Daffa.


"Aduh, aduh, iya maaf, cuma bercanda doang," ucap Daffa dengan merintih kesakitan.


"Haha..." Teman-teman lainnya tertawa.


"Lo bisa bercanda juga ya ternyata," ucap Farrel.


Dengan muka kesal, Syifa melepaskan jambakannya dari Daffa.


Tak lama kemudian, mereka sampai di depan mobil yang Syifa dan teman-temannya tumpaki tadi.


Ridho meyuuh Daffa untuk segera masuk ke mobil tersebut dan duduk di kursi belakang bersamanya dan Farrel, sedangkan Syifa, Vira, dan Bella duduk di bagian tengah mobil tersebut.


"Pak sopir! Ayok berangkat menuju rumahnya Vira!" Ucap Ridho, Farrel, Vira, dan Bella bersamaan dengan sangat bersemangat, sedangkan Daffa dan Syifa terheran melihat mereka berempat.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2