
Keesokan Harinya....
Dengan matanya yang masih mengantuk, Daffa mengulet lalu berjalan turun tangga dan masuk ke kamar mandi. Selesai mandi dia berpakaian, lalu mengambil roti dan bekal yang ada di meja kemudian berlari ke sekolah sambil menggigit roti yang ia bawa.
Kali ini Daffa menggunakan rute jalan yang berbeda dengan kemarin, karena ia takut bertemu kembali dengan Syifa di jalan. Namun rute jalan tersebut lebih jauh jaraknya daripada yang kemaren ia lewati dan karena itu Daffa harus berlari seperti biasanya.
Berselang beberapa menit, Daffa sampai di depan gerbang sekolah kemudian ia menyapa pak satpam yang berada di situ.
"Selamat pagi pak," ucap Daffa kepada pak Satpam.
"Pagi dek." Ucap pak Satpam.
Daffa terus melangkah ke depan melewati gerbang sekolah. Matanya berkeliling seakan tidak bosan melihat pemandangan yang menakjubkan ini.
"Setiap hari melihat pemandangan ini membuatku bersemangat." Ucap Daffa sambil tersenyum dan hati yang bahagia melihatnya.
Namun semua perasaan itu hancur ketika Syifa datang bersama teman-temannya.
"Eh.. kamu minggir, menghadang jalan saja," ucap Syifa.
"Hah? Tinggal lewat pinggir sana kan bisa," ucap Daffa dengan nada kesal.
"Masih belum kapok ya?" Tanya Syifa dengan memasang wajah marah.
"Iya-iya baik.. nona aktris," ucap Daffa tidak niat.
Daffa pun menuruti perkataan Syifa. Kemudian Syifa berjalan dengan Anggun seperti model melewati Daffa bersama Vira dan Bella.
"Untung... Vira cuman diam saja." Ucap Daffa dalam hatinya sambil mengelus dadanya.
Setelah beberapa melangkah ke depan melewati Daffa, Syifa menoleh kebelakang lalu berkata.
"Oh iya kamu, jangan lagi panggil aku nona aktris karena itu memalukan." Ucap Syifa dengan mata tajam tertuju pada Daffa.
Daffa hanya melihat dan mendengarkannya saja tanpa membalas sepatah kata pun kepada Syifa.
Syifa pun melanjutkan berjalan menuju kelas bersama teman-temannya.
Sejak kejadian kemarin di sekolah, Daffa lebih menjauhkan diri dari Syifa karena tidak mau hal buruk terjadi lagi kepadanya.
"Keliling dulu dah, sambil menunggu bel berbunyi," ucap Daffa dalam hatinya.
Daffa pun berkeliling sekolah, setelah bel berbunyi ia segera masuk ke kelasnya.
Pelajaran pertama di mulai, siswa-siswi mengeluarkan buku mereka dari tasnya lalu menaruhnya di meja.
Berselang beberapa jam....
Bel istirahat pertama berbunyi, banyak murid berbondong-bondong ke kantin salah satunya Ridho dan Farrel, ada juga murid yang membawa bekal mereka dari rumah dan memakannya di kelas seperti Daffa, dan ada juga murid yang sedang asyik mengobrol sambil makan camilan di kelas, salah satunya Syifa, Vira, dan Bella.
Saat ini Daffa sedang memakan bekal yang ia bawa, sedangkan Syifa,Vira, dan Bella duduk melingkari mejanya Syifa sembari mengobrol.
__ADS_1
Karena tempat duduknya yang tak begitu jauh dari tempat duduknya Syifa, Daffa pun mendengarkan obrolan mereka.
"Syif emangnya dari kita masih SMP, kamu masih belum juga menyukai seorang cowok?" Tanya Vira sambil memakan camilan.
"Nggak ah, jangan bahas itu lagi.." jawab Syifa dengan muka cemberut.
"Eh... Padahal dari kita bertiga, cuma kamu doang yang belum punya cowok," ucap Bella.
"Yah... Bisa saja nanti ada seorang pangeran tampan menjemputku," Ucap Syifa dengan senyuman bangga.
"Iya deh iya..." Ucap Vira.
"Habis ini pelajaran olahraga kan?" Tanya Bella.
"Iya." Jawab Syifa dan Vira.
"Oh iya, omong-omong kemarin malam ada orang yang kirim pesan ke aku lho," ucap Syifa
Daffa yang sedang makan seakan sebagian tubuhnya merinding mendengar perkataan Syifa. Kemudian ia melihat Vira meliriknya dengan menahan tertawa.
"Sstt...." isyarat Daffa kepada Vira agar tidak membicarakannya.
"Kamu kenapa Vir?" Tanya Syifa melihat Vira tertawa.
"Eh gapapa kok," jawab Vira lalu berhenti menahan tawa.
"Terus, itu siapa emangnya?" Tanya Bella.
"Kok nggak tau?" Tanya Bella.
"Ya iyalah gimana mau tau..., nomornya aja gak di kenal, terus cuma kirim pesan P doang lagi, aku balas gak dijawab." Ucap Syifa dengan panjang lebar.
Yang tadinya hanya sebagian tubuhnya Daffa yang merinding, sekarang Seluruh tubuhnya merinding ketakutan karena perkataan Syifa barusan.
"Oh..." Ucap Bella
Vira melirik ke arah Daffa lalu berkata.
"Mungkin saja... Yang kirim pesan suka sama kamu diam–" belum sempat menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba perkataannya Vira dipotong oleh Daffa karena tersedak.
"Uhuk-uhuk..." Daffa tersedak makanan yang sedang ia makan, karena perkataannya Vira.
"Air mana air..." Tangan kirinya memegang lehernya sedangkan tangan kanannya bergerak ke kanan-kiri mencari air botol di mejanya.
Setelah menemukan air botolnya, Daffa segera meminumnya dengan cepat.
Gluk, gluk, gluk....
"Akh... Akhirnya..." Ucap Daffa setelah meminum air dengan nafas terengah-engah.
Murid-murid lainnya melihat ke arah Daffa karena suara sedakannya yang terlalu keras.
__ADS_1
"Kalau makan yang benar dong, jangan ganggu orang lain lagi bicara," ucap Syifa.
"Maaf tadi tersedak," ucap Daffa.
"Kamu gapapa Daf?" Tanya Vira sambil tertawa kecil.
"Iya..." Jawab Daffa sambil menatap tajam ke arah Vira.
"Hmm? Kok kamu kayak udah kenal Daffa, Vir?" Tanya Syifa kebingungan dan menatap ke arah Vira.
"Mana mungkin lah," Jawab Vira.
"Eh... Itu kan wajar Syif, bukannya malah dimarahin." Ucap Bella dengan tertawa kecil.
"Eh... Gitu ya." ucap Syifa.
Karena tidak mau menambah masalah dengan mereka, Daffa pun memutuskan pergi ke toilet.
"Aduh... Perutku sakit," ucap Daffa berpura-pura sakit lalu dengan cepat ia berlari ke toilet.
"Pinter banget bohongnya," ucap Syifa.
Daffa terus berlari sampai-sampai ia masuk toilet tanpa melihat tanda gender di atas pintu toilet.
"Kyaaaa....! Dasar mesum...!" Ucap kaget seorang siswi yang sedang merapikan rambutnya di kaca toilet, lalu ia menendang Daffa sampai keluar pintu toilet siswi.
"Maafkan aku..." Ucap Daffa kaget karena salah masuk toilet.
Brakk...! Siswi tersebut menutup pintu toilet keras-keras.
"Aduh..." Ucap Daffa sambil merintih kesakitan dan mengelus pantatnya.
Daffa bangun, lalu masuk ke toilet siswa yang berada di samping toilet siswi. Kemudian Daffa masuk ke WC.
"Omong-omong udah berapa kali aku jatuh dah," ucap Daffa sembari duduk di WC.
"Satu, dua, tiga..., Ga tau dah pokoknya banyak." Ucap Daffa sambil menghitung di jarinya.
"Yang lebih penting, si Vira harus kuberikan pelajaran biar gak semena-mena lagi." Ucap Daffa sambil menghantam tangannya satu sama lain.
Bel masuk berbunyi, Daffa pun bangun dari WC lalu keluar dari toilet siswa.
Sesampainya di luar toilet dan hendak berjalan ke kelas, Daffa melihat siswi yang menendangnya baru saja keluar dari toilet siswi. Ia pun segera menuju kepada siswi tersebut dan memohon agar kejadian tadi tidak dilaporkan ke BK.
"Kumohon... Jangan dilaporin ke BK," ucap Daffa sambil bersujud.
"Yah... Kalau aku laporin kamu ke BK bisa gawat bagimu lho," ucap siswi tersebut.
"Eh?" Ucap Daffa kebingungan.
Bersambung....
__ADS_1