Kisah Romantis Anak SMA Penyendiri

Kisah Romantis Anak SMA Penyendiri
Bab 27 : Telat Masuk Sekolah


__ADS_3

Selepas kejadian tadi sore, Ibu Ayu tampak masih terlihat marah kepada Daffa. Dia hanya membantu Daffa meminum obatnya lalu pergi keluar kamarnya Daffa begitu saja membawa barang belanjaannya.


Waktu yang normalnya anak sekolahan sudah tidur untuk bersiap pergi ke sekolah besok pagi.


Namun Daffa berbeda, ia kini tengah rebahan di kasurnya sembari memegang sekaligus melihat ke arah layar handphonenya.


Diramaikan oleh banyaknya buku-buku mata pelajarannya yang sudah terbuka di sampingnya. Daffa sudah belajar dari matahari yang telah terbenam.


Terlihat di handphonenya, Daffa tampak sedang menyimak grup chat kelasnya yang tengah ramai kata membahas bahwa besok ada pembagian kelompok 2 orang dari Bu Fitri. "Semoga aja cowok, kalau cewek males dah." Batin Daffa.


Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu.


Tok


Tok


Tok


Ternyata itu adalah Ibu Ayu yang berada di depan pintu sembari membawa barang belanjaan yang tadi sore ia beli.


"Daffa... Ibu masuk yah..." Ucap Ibu Ayu selagi mengetuk pintu kamarnya Daffa.


"Iya Bu, masuk aja." Balas Daffa.


Ibu Ayu pun masuk melewati pintu tersebut lalu melangkah menghampiri Daffa yang tengah rebahan itu.


Ibu Ayu menempelkan telapak tangannya di dahinya Daffa setelah dirinya duduk di sampingnya. "Besok kamu mau berangkat?"


"Iya Bu, udah terasa lebih enak badannya." Jawab Daffa yang kemudian ia berubah posisinya menjadi duduk di kasurnya.


Sesaat setelah itu, tiba-tiba saja Ibu Ayu tampak memeluk anaknya itu dengan erat. Seketika saat itu segelintir air matanya keluar dari sudut matanya. "Maafin Ibu karena udah membentak dan memarahi kamu yah..." Ucapnya sendu.


Daffa tersenyum dipelukan Ibunya lalu berkata, "Itu bukan salah Ibu kok. Itu karena aku terlalu bodoh malah membeli barang yang tidak penting."


"Hm? Apa maksudmu?" Balas Ibu Ayu yang kemudian melepaskan pelukannya dengan Daffa dan mengusap air matanya. "Ibu mah tidak mempermasalahkan komik itu, tinggal dibuang selesai sudah."


"Terus apa?" Tanya Daffa.


"Itu loh... Siapa yah..." Ibu Ayu tampak mencoba mengingat sesuatu.


"Hm?" Daffa kebingungan.


"Syifa! Iya namanya Syifa!" Ucap Ibu Ayu sedikit keras.


"Syifa?" Daffa tidak paham.

__ADS_1


"Ibu sangat kaget saat kamu sedang menindihnya loh... Karena itu Ibu langsung memarahimu."


"Ehh?... Aku kira karena komik itu." Gumam Daffa dalam hatinya.


Ibu Ayu kemudian tampak mencubit tepat di pipinya Daffa sambil berkata dengan nada meledek, "Jadi apa kamu menyukainya?"


Daffa menggeleng-gelengkan kepalanya dan mencoba mengucapkan sesuatu, "Tidak."


"Eh... Masa sih..." Ucap Ibu Ayu yang mukanya berubah menjadi cemberut. Sedangkan Daffa tengah mengelus-elus pipinya yang tadi telah dicubit Ibunya.


"Oh iya, ini dicoba pakaian yang Ibu beli tadi sore." Pinta Ibu Ayu sembari mengambil kemeja, kaos, jas, celana pendek dan panjang, dan lainnya yang tadi ia bawa.


Daffa pun mengambil salah satunya lalu berkata, "Ini banyak sekali. Apa jangan-jangan yang beli ini semua itu teman-temannya Daffa ya?" Tanya Daffa dengan menatap tajam Ibunya.


"Iyah, tapi Ibu pilihin kok. Coba dipakai semuanya Daffa." Jawab Ibu Ayu.


"Iya deh iya." Ucap Daffa tidak niat.


Daffa pun menuruti perkataan Ibunya walaupun sebenarnya ia terpaksa. Dan kemudian ia mencoba memakai dan melepaskan pakaian itu secara bergantian.


***


Ibu Ayu terlihat tengah memasukkan pakaian ke dalam lemari kamarnya Daffa. Sementara Daffa kini sedang membereskan dan menyiapkan buku-bukunya yang akan ia bawa esok hari ke sekolah.


Tak lama setelah itu, Ibu Ayu menutup lemari tersebut dan kemudian ia melangkah pelan ke depan ke arah pintu di sebelah sana.


"Daffa enggak ikut, Ibu sama Ayah aja yang pergi ke sana." Balas Daffa.


"Tapi Nenek akan marah lho... kalau Daffa gak ikut." Ucap Ibu Ayu.


"Daffa nggak mau ikut Bu..." Balas Daffa selagi membereskan buku-bukunya.


"Ya udah deh Iya," ucap Ibu Ayu yang kemudian ia menutup rapat pintu kamarnya Daffa lalu pergi ke lantai bawah.


***


Keesokan harinya Daffa berangkat sekolah menggunakan rute yang jaraknya jauh dari sekolahannya atau lebih tepatnya rute ke dua sama seperti yang kemarin hari ia lewati. Seperti biasa, Daffa berlari menuju sekolahnya.


Daffa kini masih berada di gang yang sempit itu dekat sekolahnya. "Tumben sepi banget di jalan ini." Ucapnya.


Sesaat setelah ia selesai berbicara, Daffa tampak melihat dari kejauhan ada dua orang dengan berbadan tinggi tengah berjalan dengan pelan menuju padanya.


"Firasat ku gak enak." Gumam Daffa yang kemudian ia membalikkan arah jalannya dan seketika ia langsung berlari.


Setelah Daffa berlari terus-menerus akhirnya ia sampai di depan gerbang sekolahnya bersamaan dengan terlihatnya wajah pak satpam.

__ADS_1


"Stop! Udah jam berapa ini? Kenapa baru berangkat?" Tanya Pak Satpam dengan tegas.


"Huh, huh, huh... Ben-tar Pak." Daffa mencoba mengatur kembali nafasnya yang ngos-ngosan itu.


"Itu di mukanya kamu kenapa ada banyak sekali plester?" Tanya Pak Satpam sembari melihat-lihat mukanya Daffa.


Daffa menghela nafas dalam-dalam setelah itu ia menjawabnya, "Ini ya? Tadi saya terjatuh saat berlari, setelah itu aku coba cari warung terdekat yang menjual plester. Makanya aku terlambat berangkat sekolahnya." Terangnya.


"Oh... Begitu ya," balas Pak Satpam.


"Iya Pak seperti itu. Jadi, boleh kan aku masuk?" Tanya Daffa.


"Yaudah sana, ini baru pertama kalinya kamu telat jadi saya maafin. Tapi! Lain kali jangan telat lagi," jawab Pak Satpam yang membolehkan Daffa untuk masuk melewati gerbang. Pak Satpam kemudian membuka gerbang sekolah.


Daffa pun melangkah melewati gerbang dan kembali berlari secepatnya menuju kelasnya yang mungkin sudah dimulainya pelajaran.


Sesaat setelah tiba di depan kelasnya, Daffa lalu mengetuk pintu dan mengucapkan salam. "Assalamualaikum."


Tok


Tok


Tok


"Waalaikumussalam," jawab seluruh kelas.


Daffa berjalan pelan ke bangkunya yang ada di belakang dengan sedikit membungkuk. Baru saja ia duduk di bangkunya, tiba-tiba Bu Fitri tampak seperti memanggilnya.


"Daffa, coba ulangi dari awal." Perintah Bu Fitri.


Daffa terlihat kebingungan, sedangkan semua murid kelas tampak memperhatikannya.


Daffa pun mengulanginya dari awal ia mengetuk pintu dibarengi ucapan salam selagi membawa tas nya, tapi kali ini nadanya lebih keras dari sebelumnya.


Dan saat ia baru duduk kembali, Bu Fitri tampak mengomelinya. "Daffa, kamu menyelonong begitu saja walau di sini ada gurunya?"


Teman satu kelasnya seketika menertawai Daffa sembari memandang ke arahnya.


Dengan perasannya yang sangat malu, kemudian Daffa mengulanginya lagi dari awal lalu ia berjalan ke arah Bu Fitri dan mencium tangannya.


"Doa dulu mas Daffa," pinta Bu Fitri.


"Baik, Bu." Daffa pun tampak berdoa seraya berdiri di depan kelas tepat di depan papan tulis.


Setelah itu baru ia melangkah ke arah bangkunya lalu duduk di situ.

__ADS_1


Bu Fitri berdiri di depan papan tulis lalu berkata, "Okeh anak-anak, karna sudah masuk semuanya. Jadi, langsung saja saya bagi kelompoknya."


Bersambung....


__ADS_2