
Suasana kamar Daffa pada saat itu terlihat tenang dan hening, ketika Ridho dan Farrel tengah bermain catur dengan sangat fokus. Sedangkan Syifa, Vira, dan Bella sedang duduk bersampingan di depan kipas angin yang menyala seraya bermain handphone, sementara Miko tampak sangat nyaman bersender di pahanya Syifa.
Walaupun suasananya yang begitu tenang, kondisi kamar tersebut tampak terlihat seperti kapal pecah sekarang ini.
Beberapa menit kemudian, Farrel tampak kesal dan frustasi setelah dirinya beberapa kali dikalahkan oleh Ridho. Dan itu membuatnya ingin pergi membuang air kecil dan besar.
"Dho, anterin gue ke toilet yuk," Ajak Farrel seraya menaruh pion-pion nya kembali.
"Gak ah, aku mau lanjutin mainnya bareng yang lain," balas Ridho yang menolak ajakan Farrel.
"Ayolah, udah gak tahan nih..." Farrel mencoba membujuk Ridho kembali.
"Itu... Sama Bella aja sana," balas Ridho seraya menunjuk ke arah Bella. "Bella! Tuh si Farrel minta dianterin ke toilet," sambungnya.
Farrel pun memandang ke arah Bella dengan mukanya yang penuh harapan. Sedangkan Bella sedikit terkejut saat Ridho memanggilnya yang kemudian ia tampak menoleh ke arah Farrel dan Ridho.
"Dasar mesum," ucap Bella lirih dengan memasang muka datar. "Tinggal ke toilet sendiri juga bisa kan?" Lanjutnya.
"Tapi gue gak tau toiletnya dimana anjir..." Jawab Farrel yang terus-terusan memegangi perutnya.
Syifa dan Vira tampak melihati teman-temannya itu yang sedang ribut soal toilet.
"Yah kasihan..." Ejek Syifa lirih.
"Mana masih muda lagi." Ejek Vira sembari menutupi mulutnya.
"Kalian bukannya bantuin malah ketawain," ucap Farrel yang mukanya memerah. "Ayolah Dho..." Lanjutnya.
"Iya deh iya." Balas Ridho tidak niat.
Karena Farrel sudah tidak tahan, ia pun menarik lengan Ridho dengan kuat lalu membawanya keluar dari kamarnya Daffa. Sementara itu, Miko tampak beranjak dari lantai dan kemudian kucing tersebut ikut-ikutan keluar dari kamarnya Daffa bersama Ridho dan Farrel.
"Ada-ada aja mereka berdua," ucap Bella sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Kemudian mereka bertiga tampak mengeluh kepada diri sendiri karena terus-terusan menatap ke layar handphone seraya dihembuskan angin kencang oleh kipas angin.
"Bosen banget asli," ucap Vira mengeluh sambil menaruh handphonenya ke dalam saku bajunya.
"Sama, Daffa nya juga belum bangun-bangun dari tadi," ucap Bella.
"Yah begitulah," ucap Syifa.
Syifa dan Bella tengah melihati Vira yang tiba-tiba berdiri lalu berjalan pelan ke arah kasurnya Daffa.
"Kamu mau kemana Vir?" Tanya Syifa.
Vira berhenti tepat di sampingnya Daffa yang tengah tidur di kasurnya lalu berkata, "Kalian berdua, coba ke sini." Pintanya.
Syifa dan Bella menuruti perkataan Vira dan berjalan menghampirinya.
"Emangnya kenapa?" Tanya Syifa yang sudah berada di sampingnya Vira.
Tanpa menjawab pertanyaannya Syifa, tiba-tiba saja Vira mencolek-colek pipinya Daffa dengan lembut.
Syifa dan Bella tampak terkejut melihatnya. "Eh? Apa yang kau lakukan Vira?!..."
Vira membalas perkataan mereka seraya mencolek-colek pipinya Daffa dan mukanya yang tersenyum manis, "Kalian mau melakukannya? Mumpung Daffa nya masih tertidur."
"Nanti Daffa nya bisa terbangun loh Vir," ucap Bella.
__ADS_1
"Hentikan... Apa kamu ingin membangunkannya?" Pinta Syifa yang kemudian ia menarik tangannya Vira dengan cepat.
"Aduh duh, sakit tau..." Ucap Vira yang merintih kesakitan.
"Makanya jangan berbuat yang aneh-aneh," ucap Syifa.
"Syifa cemburu nih ya..." Ucap Vira seraya memegangi tangannya yang tadi ditarik oleh Syifa.
"Ehem-ehem," Bella meramaikan suasana.
"Eh? Eh?" Syifa kebingungan dan pipinya tampak berubah merah muda.
"Ih... Tambah imut deh, Kalau kamu malu-malu begitu." Ucap teman-temannya Syifa seraya memegang-megang pipinya Syifa yang tengah memerah itu.
Syifa yang terlihat semakin malu, kemudian ia menjewer telinganya Vira dan Bella sambil berteriak, "Mana mungkin aku cemburu!..."
"Aduh, aduh, ampun Syif."
"Udah Syif, sakit banget."
Mereka berdua meminta ampun kepada Syifa karena kesakitan telinganya ditarik oleh Syifa. Tak butuh waktu lama, Syifa kemudian berhenti menjewer telinga mereka berdua.
"Hem! Lain kali jangan diulangi lagi," ucap Syifa yang ekspresinya berubah menjadi kesal.
Sementara Vira dan Bella masih merintih kesakitan seraya memegangi telinganya yang telah ditarik oleh Syifa.
"Iya deh maaf. Tapi kalau kamu teriak terus Daffa nya bisa terbangun loh," ucap Vira.
"Tapi kan, aku gak sengaja," balas Syifa lirih.
Sesaat setelah itu, Vira mengambil handphone miliknya dari saku bajunya.
"Ide apa?" Tanya Syifa dan Bella bersamaan.
"Yuk, kita foto bareng Daffa yang lagi tidur, nanti hasilnya pasti lucu banget," ucap Vira yang sedang mencari tombol kamera di handphonenya.
"Oh... Betul juga kata Vira. lebih seru lagi jika nanti lihat reaksinya Daffa pas lihat fotonya," ucap balas Bella.
Vira dan Bella tampak tertawa kecil bersamaan, "Hihihi..."
Karena menurut Syifa rencana tersebut adalah rencana yang aneh, maka ia mencoba untuk menghentikannya.
"Jangan lakukan hal yang aneh-aneh lagi," ucap Syifa.
"Syifa, kamu juga harus ikut," ajak Vira sembari menarik tangannya Syifa.
"Nggak, aku nggak mau ikut," balas Syifa sembari menahan tangannya yang ditarik oleh Vira.
"Eh... Gak mau ya? Apa jangan-jangan..." Ucap Bella yang menahan omongan sesuatu.
Syifa menghela nafas lalu berkata, "Yaudah deh iya, tapi aku yang fotoin aja." Ucapnya terpaksa.
"Okeh nih handphonenya, tenang aja nanti gantian kok," ucap Vira.
"Gak! Aku yang fotoin aja," balas Syifa dengan tegas.
"Eh..." Vira merasa kecewa.
Syifa pun mengambil handphone milik Vira dari genggaman tangannya Vira lalu ia berdiri di depan kasurnya Daffa.
__ADS_1
Sementara itu, Vira tampak berada di samping kiri kasurnya Daffa sedangkan Bella berada di samping kanan kasurnya Daffa.
"Udah siap?" Tanya Syifa seraya memegangi handphone milik Vira.
"Sebentar," jawab mereka berdua yang sedang berpose. "Okeh, sudah siap."
Syifa melihat teman-temannya itu berpose sangat dekat dengan Daffa yang tengah tertidur.
"Eh? Jangan terlalu dekat juga dengannya!" Ucap Syifa yang tampak kaget.
"Masa sih? Nggak juga lah," balas Vira.
"Kenapa mereka berdua yang melakukannya, tapi aku yang malu sendiri melihatnya," gumam Syifa dengan mukanya yang malu-malu itu.
"Ayo cepat Syif, keburu bangun Daffa nya," pinta Bella.
"Eh, iya maaf-maaf." Ucap Syifa yang tadi sedang melamun.
Syifa pun bersiap memfoto mereka berdua bersama Daffa.
Kemudian jarinya beberapa kali menekan tombol di layar handphone tersebut.
Cekrek!.... Cekrek!.... Cekrek!....
Suara handphone tersebut mengambil gambar Vira dan Bella bersama Daffa yang tengah tertidur itu.
Sesaat setelah bunyi itu tak lagi muncul, Vira dan Bella tampak berjalan cepat menghampiri Syifa yang tengah melihat ke layar handphonenya Vira itu.
"Perfect," ucap Bella sambil melihat foto yang barusan diambil.
"Bagus sih tapi lucu hihi..." Ucap Vira dengan sedikit tertawa.
"Ya... Lumayan sih." Ucap Syifa seraya memegangi handphonenya Vira.
Vira tampak mengambil handphonenya dengan gesit dari genggaman tangannya Syifa.
Setelah itu, Vira tiba-tiba mendorong paksa tubuhnya Syifa dari belakang sambil berkata. "Sekarang giliran kamu."
"Eh?... Aku kan gak mau..." Syifa mencoba menahan dorongannya.
Bella yang melihatnya, kemudian ia ikut-ikutan mendorongnya dari belakang.
"Bella pun sama?" Ucap Syifa yang sedikit kaget.
"Vira, kita dorong sama-sama dengan kuat yuk," ajak Bella dengan tersenyum jahat.
"Ayuk," balas Vira.
"Eh?! Apa yang ingin kalian lakukan?" Tanya Syifa.
Vira dan Bella kemudian bersamaan menghitung mundur. "Tiga... Dua... Satu! Dorong!"
"Apa?!..." Teriak Syifa saat dirinya didorong.
Vira dan Bella tampak terkejut setelah mendorong Syifa.
"Ups..." Ucap Bella seraya menutupi mulutnya.
Karena dorongan mereka berdua yang terlalu kuat, itu membuat Syifa terjatuh tepat di atas tubuhnya Daffa yang tengah tertidur.
__ADS_1
Bersambung....