Kisah Romantis Anak SMA Penyendiri

Kisah Romantis Anak SMA Penyendiri
Bab 13 : Pergi Ke Rumah Vira


__ADS_3

Saat di perjalanan, Daffa meminta kepada Farrel dan Ridho agar melepaskan ikatan yang mereka buat di tangannya.


"Ini lepasin ikatannya lah," ucap Daffa dengan muka kesal.


"Nanti kamu malah kabur Daf," ucap Ridho tidak percaya dengan Daffa.


"Lah mana bisa kabur dari mobil yang terkunci," ucap Daffa.


"Yaudah gue ambil handphone lo dulu biar gak nelpon orang, baru gue ama Ridho lepas ikatannya," ucap Farrel.


"Iyaa-iyaa." Ucap Daffa tidak niat.


Farrel mengambil handphone milik Daffa di saku celananya Daffa lalu ia menyimpan handphone tersebut di saku celananya, setelah itu ia dan Ridho melepaskan ikatan ditangannya Daffa dengan hati-hati.


"Udah tuh, seneng oh," ledek Farrel setelah melepaskan ikatannya.


"Biasa aja," ucap Daffa dengan muka datar, sedangkan yang lainnya tertawa kecil ketika melihat Daffa berekspresi datar.


Daffa masih saja kesal terhadap mereka yang memaksa dirinya harus ikut pergi bersama mereka, padahal dirinya tidak mau ikut.


Tak lama kemudian, karena Daffa masih bingung, ia menanyai banyak hal kepada mereka.


"Kenapa kita malah pergi ke rumah Vira? Bukannya pergi berjalan-jalan?" Tanya Daffa dengan nada kesal.


"Oh iya lo belum tau ya?" Farrel bertanya balik.


"Udah tau malah nanya," ucap Daffa.


"Kita dinner dulu di rumah Vira, baru pergi berjalan-jalan," jawab Ridho


"Terus jalan-jalan kemana?" Tanya Daffa sambil melihat ke arah Ridho.


"Tentu saja ke monument nasional," ucap Daffa bersemangat.


"Aghh, Monas kah? Palingan mereka duduk berduaan doang sambil foto-foto disertai makan camilan." Gumam Daffa menebak dengan wajah lesu.


Daffa mulai cemas ketika sadar bahwa hanya dirinya yang berpakaian biasa, sedangkan yang lainnya pada berpakaian rapih.


"Dho, Rel, boleh balik ke rumahku lagi gak? Aku belum berganti pakaian," ucap Daffa cemas.


"Gapapa itu aja Daf," ucap Ridho.


"Udah terlanjur, jadi biarin aja." Ucap Farrel.


Syifa yang mendengarkan pembicaraan mereka bertiga, ia menoleh ke belakang lalu berkata.


"Palingan nanti ditertawai semua orang disana," ledek Syifa sambil tertawa.


"Apa benar begitu?" Tanya Daffa ketakutan seakan ia memercayai perkataan Syifa.


"Kamu percaya?! Hihihi..." Tertawa Syifa dengan sedikit menutup mulutnya.


"Beraninya kau menipuku!" Ucap Daffa dengan nada kesal.


"Mungkin benar apa perkataan Syifa," ucap Vira.

__ADS_1


"Seriusan? Jangan boong lagi lah," tanya Daffa dengan muka penasaran.


"Vira punya puluhan pelayan loh, jadi bisa saja," ucap Bella.


"Tapi gapapa, gak usah malu kok Daf," ucap Vira mencoba menenangkan Daffa.


"Eh... Yang benar aja." Cemas Daffa.


Firasatnya Daffa semakin tidak enak dan ia hanya bisa berdoa agar dirinya tidak ditertawakan karena penampilannya yang biasa saja.


Tak lama kemudian, saat mereka hampir sampai di rumahnya Vira, tiba-tiba perut Daffa tidak enak.


"Pak sopir, bisa lebih cepat tidak?" Tanya Daffa sambil menutupi mulutnya dengan erat.


"Baik," jawab Pak Sopir, lalu ia menambahkan kecepatan mobilnya.


"Kamu kenapa Daf?" Tanya Ridho dengan melihat ke arah Daffa.


"Aku udah mual banget," ucap Daffa dengan nada pelan.


"Sabar Daf, tahan-tahan." Ucap Farrel sembari menenangkan Daffa.


Setelah beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di rumahnya Vira, atau lebih tepatnya di tempat parkiran mobil rumahnya Vira.


"Udah sampai, nona, tuan," ucap Pak sopir.


"Minggir-minggir," ucap Daffa.


"Eheh tunggu Daf, jangan lama-lama." Ucap Ridho.


Setelah berkeliling ke sana kemari, Daffa melihat pohon yang ada di pojok sana, ia pun berlari menuju pohon tersebut.


Di sisi lain, Syifa dan yang lainnya sudah turun dari mobil tersebut dan hanya tinggal menunggu Daffa seorang saja.


"Lama bet dah Daffa, gak sabar liat Daffa ditertawain haha..." ucap Syifa dengan sedikit tertawa.


"Kami juga gak sabar melihat ekspresi wajahmu nanti," ucap Vira sambil tersenyum licik.


"Hah? Kami? Maksudnya?" Tanya Syifa tidak maksud dengan perkataan Vira.


"Kamu belum sadar juga ya Syif? Padahal... Aku udah sadar dari tadi loh, alasan kenapa Ridho dan Farrel memaksa Daffa untuk ikut bersama kita," ucap Bella.


"Memang alasan nya apa?!" Syifa semakin penasaran.


Syifa melototi temannya satu persatu agar ia diberi tahu tentang alasan tersebut, kemudian dengan senang hati, Farrel menjawab pertanyaannya Syifa dengan jelas.


"Ya tentu saja, gue dan Ridho mengajak Daffa buat nemenin kamu yang kesepian," ucap Farrel dengan sanyuman jahatnya


"Apaaa!?" Kaget Syifa dengan nada tinggi.


Pipinya berubah memerah, jantungnya berdebar sangat kencang karena terkejut, tubuhnya grogi dan tidak bisa bergerak. Sedangkan teman-temannya Syifa tertawa melihatnya yang seperti itu.


Tak lama setelah itu, tiba-tiba mereka berlima mendengar suara teriakan Daffa yang sangat keras.


"Aaaa...!? Ada kain putih terbang...!?" Teriak Daffa ketakutan.

__ADS_1


Daffa berteriak sambil berlari dengan sangat cepat menuju ke arah kerumunan teman kelasnya tanpa melihat.


"Eh, itu bukannya Daffa yang berlari?" Tanya Vira yang melihat Daffa sedang berlari.


"Iya itu Daffa, tapi kok..." Ucap Bella.


"kenapa dia berlari tanpa melihat?!" Kaget Ridho.


Ridho dan yang lainnya segera menghindari Daffa yang sedang berlari ketakutan, namun Syifa tidak mengetahuinya.


"Syifa! Awas!" Teriak teman-temannya.


"Eh?" Ucap Syifa yang melihat teman-temannya sudah berada jauh dari dirinya.


Lalu,


"Brukkk!!!" Suara Daffa menabrak Syifa, kemudian mereka berdua terjatuh.


"Awww...." Ucap Syifa merintih kesakitan setelah terjatuh.


"Aduh duh duh." Ucap Daffa menahan rasa sakit.


Setelah berdiri kembali lalu membuka matanya, sungguh terkejutnya Daffa ketika melihat dirinya telah menabrak Syifa. kemudian Ridho dan yang lainnya menghampiri mereka.


"Kamu tidak apa-apa Syifa?" Ucap teman kelasnya Daffa sembari berlari menuju ke arah Syifa lalu duduk disampingnya.


"Gawat! Aku menabraknya lagi," gumam Daffa yang kaget.


"Oh benar juga, kali ini kan aku tidak kabur." Gumam Daffa.


Dengan sangat percaya diri, Daffa menghampiri Syifa dan menanyai keadaannya.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Daffa berlagak sok keren sambil mengulurkan tangannya kepada Syifa.


Syifa mengangguk lalu menggapai tangannya Daffa dengan tersipu malu.


"Mission succes," gumam Daffa dengan tersenyum licik sambil menarik tangannya Syifa.


Tangannya Syifa pun ditarik oleh Daffa sampai ia dapat berdiri.


Kemudian beberapa saat setelah Syifa berdiri, tiba-tiba Syifa menampar mukanya Daffa dengan sangat keras.


Plaakk!....


"Eh?" Ucap Daffa.


"Udah dua kali kamu ya! Awas saja kalau keulang lagi!" Bentak Syifa dengan raut wajah yang marah.


"Eh? Perasaan tadi dia gak marah." Gumam Daffa kebingungan sambil memegangi pipinya yang ditampar oleh Syifa.


Syifa menghela nafas dalam-dalam, kemudian ia berjalan pelan meninggalkan teman-temannya.


"Aku melakukannya..." Gumam Syifa dengan wajahnya yang berubah merah muda.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2