Kisah Romantis Anak SMA Penyendiri

Kisah Romantis Anak SMA Penyendiri
Bab 22 : Kamar Menjadi Berantakan


__ADS_3

Syifa dan teman-temannya itu tampak silih bergantian meminum air gelas dengan cepat setelah diceritakan dengan panjang lebar oleh Ibu Ayu.


"Jadi begitu ya, pasti Daffa mengalaminya lebih dari itu," ucap Vira mewakili keprihatinan teman-temannya yang lain sembari menaruh kembali gelasnya.


"Kalo gue di situ, pasti udah gue hajar habis-habisan semuanya," ucap Farrel yang sok keren.


Kemudian keadaan kembali tenang setelah Miko yang tiba-tiba melompat ke pangkuan Syifa.


"Ih, imutnya..." Ucap Syifa seraya mengelus-elus bulunya Miko, yang kemudian Vira dan Bella ikut-ikutan mengelusnya. "Ini kucing peliharaannya Tante?" Lanjutnya.


"Iya, cantik kan? Namanya Miko," jawab Ibu Ayu.


"Oh, Miko yah..." Ucap Syifa, Vira, dan Bella bersamaan.


Tak lama kemudian, Ibu Ayu tampak mengingat sesuatu yang ingin ia ucapkan dari tadi. "Oh iya kalian tak gak? waktu hari Senin apa Daffa habis diperlakukan tidak baik oleh murid lain? Soalnya tante lihat, dia pulang-pulang pakaiannya basah kuyup semua." Tanya Ibu Ayu.


Syifa dan yang lainnya tampak kaget dan terkejut ketika mendengarkan pertanyaan dari Ibu Ayu, kecuali Ridho yang tidak mengetahui apa-apa mengenai hal tersebut.


Teman-temannya Syifa pada menuduhnya kalau dia yang melakukannya seraya melihat ke arahnya dengan ekspresi muka tertawa.


"Syifa,"


"Oh itu karena Syifa,"


"Itu pasti Syifa, tan,"


"Perbuatannya Syifa itu, Tante."


"Eh? Apa yang kalian katakan?!" Syifa yang tampak sedikit panik


Ibu Ayu tampak sedikit bingung, lalu ia memandang ke arah Syifa dan menanyakannya, "Maksudnya gimana?"


Syifa mulai sedikit panik sesaat setelah teman-temannya menuduh dirinya, kemudian ia mencoba tenang lalu menjawab pertanyaannya Ibu Ayu dengan lembut. "Tante tau kan? Waktu siang hari itu, suasana tengah hujan deras. Nah, terus Daffa basah kuyup itu karna dia terjatuh di genangan air, Tan."


"Oh... Ternyata seperti itu yah ceritanya,"


Farrel tampak seperti tidak terima dengan penjelasannya Syifa yang terlihat sedikit berbeda dengan kejadiannya.


"Eleh... Ngarang dia," ucap Farrel dengan memasang wajah lesu.


Syifa memotong perkataan Farrel seraya menatap tajam ke arahnya, "Hah?..."


"Eh? Nggak jadi kok." Ucap Farrel yang ketakutan dengan gugup.


Beberapa saat kemudian, di kamar Daffa itu terlihat hening tanpa suara, karena Syifa, Vira, dan Bella tampak bermain-main dengan Miko, sedangkan Farrel dan Ridho tengah memegang handphonenya secara miring.

__ADS_1


Sementara itu, Ibu Ayu tampak mencoba membuka buah tangan yang diberikan oleh Syifa dan teman-temannya itu. Kemudian ia menaruh buah-buahan tersebut di meja dekat kasurnya Daffa.


Ibu Ayu kembali duduk di tempatnya lalu ia mencoba mengecek kembali isi plastik tersebut. Dan ternyata ia melihat sebuah kantong kertas tebal yang terselipkan oleh buah-buahan tadi.


Ibu Ayu pun mengambil kertas tersebut sambil berkata, "Jadi kalian benar-benar menaruh uang di dalam plastik itu?"


"Iya," jawab mereka semua bersamaan.


"Buka aja Tante." Pinta Vira.


Ibu Ayu kemudian membuka kertas tersebut secara perlahan-lahan. Dan boom, Ibu Ayu tampak sangat terkejut ketika melihat beberapa uang yang berwarna merah di dalam kertas tersebut. "Eh?!..."


"Banyak sekali!..." Matanya melebar dan tangannya bergetar ketika puluhan uang ratusan ribu itu berada di telapak tangannya.


"Ini seriusan?" Ibu Ayu tidak enak menerimanya. "Apa kalian semua anak orang kaya?" Lanjutnya.


Syifa dan teman-temannya tertawa kecil terhadap ucapannya Ibu Ayu.


"Hehe... Begitulah Tante, jadi nanti tolong belikan Daffa pakaian dan lain-lain yang menurut ibu cocok ya." Pinta Vira mewakili teman-temannya.


Ibu Ayu tiba-tiba saja berdiri dari lantai tersebut lalu berkata, "Tenang saja, serahkan semuanya pada Tante."


"Eh?" Syifa dan teman-temannya tampak bingung.


"Tante pergi keluar dulu, kalian tunggu di sini sampai Daffa terbangun dari tidurnya ya," ucap Ibu Ayu.


"Oh iya, nanti kalau Daffa sudah bangun pastinya dia sudah lebih enakan badannya. Nah, terus suruh dia buat makan bubur yang ada di meja situ yang baru dibuat sama tante, setelah itu suruh dia minum obatnya ya." Pinta Ibu Ayu.


"Okeh siap Tante, hati-hati dijalan." Ucap Syifa dan teman-temannya bersamaan.


Ibu Ayu pun segera turun ke bawah menuju kamarnya lalu berganti pakaian yang lebih rapi, kemudian ia keluar rumah dengan membawa tas berwarna coklat yang di dalamnya ada dompet miliknya.


Sesaat setelah ditinggal oleh Ibu Ayu, tiba-tiba Syifa dan yang lainnya tampak meributkan sesuatu.


"Panas banget di kamar ini anjir...." keluh Syifa seraya menarik-narik bajunya.


"Iya nih gila. Di sekolahan aja ada beberapa AC di setiap ruangan, masa di kamar ini ga ada." Keluh Bella.


"Itu di depan ada kipas angin, cepat diambil udah gerah banget ini woy." Pinta Vira.


Mereka bertiga pun menarik kipas angin itu ke tengah ruangan kamarnya Daffa, kemudian mereka mencolokkan kabelnya ke dalam kontak, lalu dengan cepat mereka menyalakan kipas angin tersebut.


"Kalian bertiga lebay amat dah," ucap Farrel sembari membuka-buka lemari.


"Iya bener tuh." Ucap Ridho yang sedang mencari sesuatu.

__ADS_1


Syifa, Vira, dan Bella yang sedang menikmati angin yang sejuk dari kipas angin tersebut tampak tidak terima dengan ucapannya Ridho dan Farrel. Sedangkan Miko tengah duduk di pinggir Syifa seraya melihati mereka semua yang sedang ribut.


Kemudian mereka bertiga silih bergantian membalasnya dengan memasang muka datar.


"Ya ampun, Kalian berdua tuh gak sadar diri ya?" Tanya Bella.


"Kalian malah yang lebih parah, Kenapa kalian berantakin seluruh kamarnya Daffa sampai?" Tanya Vira.


"Kalian lagi nyari apa sih, sampai ke pojok-pojok?" Tanya Syifa.


Farrel tampak menutup rapat pintu lemari tersebut lalu membalikkan badannya, kemudian ia menjawabnya dengan wajah yang tersenyum licik, "Tentu saja kami berdua sedang mencari sesuatu yang sudah pasti dimiliki oleh seorang cowok."


"Hahaha...." Ridho dan Farrel tampak tertawa jahat bersamaan.


Mereka bertiga memasang muka datar dan sudah tidak peduli lagi dengan Ridho dan Farrel yang tengah tertawa tidak jelas.


Mereka bertiga pun mengucapkan suatu kata secara bergantian seraya memasang muka datar.


"Aneh,"


"Gila,"


"Stress,"


Tak lama kemudian, Ridho tampak teriak karena menemukan sesuatu dari kolong kamarnya Daffa. "Wah, ini dia! Aku menemukannya!"


"Ssstt..." Isyarat Syifa, Vira, dan Bella.


Pacarnya itu tampak memarahinya dengan lirih karena telah berteriak di dekat Daffa yang tengah tidur. "Apa yang kau lakukan, Ridho!..." Bentaknya lirih.


"Huh..." Ridho tampak lega dan menghela nafas karena Daffa tidak terbangun.


Sementara itu, Farrel berjalan menghampiri Ridho dengan berkata. "Lo menemukannya, Dho?"


"Eh bukan itu, tapi aku menemukan permainan catur ini." Jawabnya yang kemudian menunjukkannya kepada Farrel.


Farrel merasa sangat kecewa dan kesal lalu ia menepuk bahunya Ridho. "Halah... Gue kira itu, ternyata catur."


Ridho mendekatkan mukanya ke telinganya Farrel lalu ia membisikinya, "Aku jamin, pasti itu ada di kamar ini, serius dah."


"Hah? Dimana?" Farrel membalas bisikannya Ridho.


"Nanti kita cari lagi sesudah bermain catur, oke?" Ridho membujuk Farrel.


"Hm, okeh." Bisik Farrel tidak niat.

__ADS_1


Mereka berdua pun duduk kembali di tempatnya tadi dan kemudian mereka bermain catur berdua.


Bersambung....


__ADS_2