Ku Tunggu Janda Mu

Ku Tunggu Janda Mu
Bab 107


__ADS_3

"Sampai detik ini pun nyatanya tidak ada! Lalu kenapa kau sekarang masih mencari ku? Bukankah aku sudah pernah mencoba untuk menjadi sepenuhnya istri mu!! Tapi kenapa setelah aku pergi kau memanggil ku istri?!! Terlambat!" Tandas Lala.


"Lala aku mohon," Dimitri mencoba memegang lengannya tetapi Dimas menepis tangan Dimitri.


"Jangan kau sentuh milik ku walau seujung kuku!!!" Kata Dimas dengan penuh penekanan.


"Dia ini istri ku!!!"


"Dulu! Sekarang bukan!" Sahut Dimas.


"Pergi dari sini, dan jangan ganggu aku lagi!!!" Teriak Lala.


"Aku mohon, kita kembali bersatu. Aku ternyata mencintai mu," lirih Lala.


"Kembali?" Lala tersenyum getir, "Kalau pun hanya kau laki-laki yang tersisa di dunia ini aku lebih memilih sendiri dari pada kembali pada pria yang tidak punya pendirian seperti mu!"


"Kau sudah menguji ku! Kalau aku tidak bisa memiliki mu maka siapapun tidak ada yang bisa!!!"


Dimitri mengeluarkan senjata api dari dalam saku jas bagian dalam, dan mengangkat serta mengarahkan pada Lala.


"Kau gila!" Kata Lala.


Dimas menarik Lala, menyembunyikan Lala di belakang tubuh nya.


"Kalian ingin menunju surga bersama seperti nya," Dimitri tertawa penuh kemenangan, mungkin malam ini ia akan mengakhiri dua orang sekaligus.


Buk!


Sandy tiba-tiba menendang tangan Dimitri.


"Sialan!" Umpat Dimitri.


Para bodyguard Dimitri tidak terima saat bos besar mereka tersakiti.


Baku hantaman tidak bisa terhindar lagi, suasana semakin menegangkan dengan saling melindungi diri masing-masing.


Dimas pun bertarung melawan Dimitri, sedangkan Lala dan Rika saling berpelukan karena takut.


Tidak berselang lama Arka bersama para bodyguard nya sampai dan melihat baku hantam yang tidak terhindar.


Dimas menendang Dimitri hingga terpental ke hadapan Arka.


Semua mendadak diam saat Dimitri terjatuh, tatapan mengarah pada Dimitri.


"Bedebah!" Dimitri berdiri dengan tegak menatap Arka lalu Dimas, setelah itu barulah menatap Lala.


"Apa kau tidak menyayangi nyawa mu?" Tanya Arka santai sambil mengambil senjata api dari saku jasnya.


"Cukup!!!"


Seru seorang wanita yang tiba-tiba muncul, semua mata mengarah pada wanita tersebut.


"Ibu Sarika," kata Lala.

__ADS_1


"Kenapa kau masih saja terjebak pada bayang-bayang masa lalu?! Sinara sudah tidak ada! Tidak bisakah kau menerima kenyataan itu?!" Tanya Sarika.


"Tidak, Atmaja sudah merebut nya dari ku. Dan dia harus menggantinya!" Dimitri menatap Lala dengan mata yang tajam.


"Jangan gila Dimitri, dia tidak salah!!!" Seru Sarika berjalan ke arah Dimitri.


"Kau penghianat! Kau menipu ku habis-habisan! Nyatanya kau mencuri semua berkas-berkas penting perusahan Atmaja dan memberikannya kepada nya!" Dimitri menunjuk Dimas.


Itu memang kenyataannya yang terjadi, Sarika mencuri dan memberikan nya pada Dimas.


"Kau mengelabui aku dengan tubuh mu, sehingga aku tidak menyentuh dia sepenuhnya padahal aku ini suaminya, kau penghianat Sarika!" Dimitri mengadakan senjata apinya pada Sarika.


"Iya, aku Sarika adik kandung mendiang Sinara!!" Papar Sarika.


Degh!


Semua terkejut mendengar pengakuan Sarika termasuk Lala.


"Adik kandung?" Dimitri sangat shock.


"Aku pun tahu kau yang sudah menghabisi Kakak ku!" Lanjut Sarika lagi.


Mata Lala berembun dan langsung meneteskan air mata, menatap Sarika dan Dimitri secara bergantian.


"Kau melempar Kakak ku kedalam jurang!" Seru Sarika lagi.


Degh!


Flashback on.


Beberapa tahun lalu ada tiga orang bersahabat, kemana pun salah satunya pergi maka yang lainnya juga ikut.


Karena sudah biasa bersama rasa nyaman pun terasa, sampai pada akhirnya ketiganya terlibat cinta segitiga.


"Sinara aku mencintaimu," ungkap Dimitri pada Sinara tepat berada di taman kota.


"Maaf, Dimitri kita sahabat dan selamanya akan begitu. Aku tidak ingin persahabatan kita hancur," tolak Sinara.


Dimitri mengerti dan menerima, apa yang dikatakan oleh Sinara memang terdengar benar. Sampai akhirnya Atmaja menyatakan cinta juga pada Sinara.


Di sanalah letak permasalahannya, Sinara menerima cinta Atmaja dan mereka memutuskan untuk menikah.


Persahabatan hancur berganti dengan dendam yang membara, Atmaja hanyalah pemuda biasa terlahir dari keluarga sederhana tetapi di terima begitu saja.


Banyak cara yang di lakukan Dimitri demi bisa memisahkan Sinara dan juga Atmaja sampai pada akhirnya, Dimitri merasa jalan terbaik adalah melenyapkan salah satunya.


"Sarika kita belanja yuk," kata Sinara.


Usia Sarika saat itu masih terbilang cukup muda, berhijab serta memakai cadar.


"Yuk, sekalian aku juga mau beli kebutuhan," kata Sarika dengan senyuman.


Keduanya langsung pergi menuju pusat perbelanjaan, tepat di sore hari. Selesai berbelanja Dimitri menghubungi Sinara setelah sekian lama memutuskan tali persahabatan mereka.

__ADS_1


Tidak ada yang janggal saat itu, Sinara bahagia karena mendengar kata maaf dari Dimitri dan memintanya datang pada alamat yang dia katakan.


Sinara di temani Sarika langsung menuju sebuah vila, sesampai di sana Sarika hanya menunggu di mobil dan Sinara saja yang turun.


"Dimitri," Sinara langsung memeluk Dimitri.


Pelukan sahabat yang sudah lama di rindukan.


"Kau datang juga!"


Wajah Dimitri terlihat dingin, menatap Sinara dengan penuh kebencian.


"Dimitri?!" Tubuh Sinara menegang saat Dimitri mendorong nya semakin mendekati jurang.


"Mereka kenapa?" Tanya Sarika yang hanya melihat dari dalam mobil, tanpa berpikiran negatif.


"Aku tidak bisa memiliki mu, dan artinya tidak juga Atmaja!"


Dengan tangannya sendiri Dimitri mencengkram erat leher Sinara, dan melemparnya ke dasar jurang.


Sarika masih terlalu kecil, ia tidak berani untuk menolong ataupun bersuara.


"Sekaligus lempar mobil itu ke jurang!"


Sarika turun dari mobil dengan hati-hati dan bersembunyi di balik pohon, seketika itu mobil juga di dorong ke dasar jurang.


Sarika hanya bisa berusaha menahan tangisan, ia berusaha pergi tanpa ada yang melihatnya.


Sarika melaporkan padanya pihak kepolisian, tetapi entah apa yang terjadi kasusnya mendadak ditutup bahkan ia sendiri menjadi bulan-bulanan polisi.


Sejak saat itu Lala berstatus yatim, Atmaja berstatus duda dan Sarika memutuskan untuk berhenti bersekolah dari pesantren.


Melepaskan hijab serta cadarnya, mengoperasi wajahnya dengan total dan mencari tahu siapa sebenarnya Dimitri.


Beberapa bulan kemudian, Sarika bekerja sebagai cleaning service di perusahaan Dimitri.


Lalu memohon agar Presdir Alexander company mau menolong dirinya.


"Kau akan mendapatkan uang, kalau kau bisa bekerja untuk ku!" Ujar Dimitri.


Sarika merasa masuk kedalam kehidupan Dimitri, tetapi menghabisi Dimitri tidak semudah yang di bayangkan oleh Sarika. Beberapa kali hampir saja ia ketahuan, hingga ia harus diam dan membuat suasana kembali tenang


"Kau ingin menghabisi ku!"


"Tidak!" Sarika berusaha mengelak.


"Jangan berbohong, kau yang menaruh racun pada minuman itu!" Kata Dimitri dengan yakin.


"Aku tidak pernah meracuni mu!" Bohong Sarika.


"Kau harus aku lenyap kan!" Dimitri mencekik leher Sarika.


"Aku tidak berbohong!!!"

__ADS_1


__ADS_2