Ku Tunggu Janda Mu

Ku Tunggu Janda Mu
Kebaya milik Mama Yeni


__ADS_3

Malam ini Dimas dan Lala akan menikah, mereka menikah hanya secara agama saja. Sementara surat-surat akan di susul setelah mereka menikah, alasan Dimas masih sama. Saat Lala menolak menikah, sebenarnya Lala tidak sepenuhnya menolak. Tapi di tunda sampai sang Ayah sembuh dan kembali ke Indonesia, sebab Lala hanya memiliki Ayah orang yang kini paling berharga dalam hidup nya.


Saat ini anggota keluarga Dimas sudah berada di kediaman Adithama, tidak tertinggal di sana juga ada Arka dan Mentari. Dan juga Zea. Dimas sudah menceritakan kejadian sebenarnya pada kedua orang tuanya, bahkan sampai Zea adalah orang suruhan Dimitri.


Kedua orang tua Dimas cukup terkejut saat mendengar itu, tapi Zea juga sudah mengatakan jika malam itu yang terjadi adalah karena ulahnya. Dan yang menjadi korban adalah Lala, hingga suasana haru pun terjadi. Yeni tidak menyangka jika anaknya membuat luka lama semakin dalam, tapi Yeni juga merestui Lala menjadi menantunya. Bagaimana pun Lala hanya korban dan ia berhak mendapatkan keadilan.


"Lala, Tante minta maaf ya," sebelah tangan Mama Yeni memegang tangan Lala yang saling remas, sementara sebelah lagi mengangkat dagu Lala yang menunduk sambil terus menitihkan air mata.


Dari tadi Lala memang terus menangis, hatinya masih terlalu sakit dan ia pun ingin ada Atmaja di sana.


"Lala," Mama Yeni menatap manik mata Lala, begitu juga sebaliknya, "Jangan menangis lagi, kalau kamu menikah dengan Dimas. Artinya kamu sekarang punya keluarga di sini, Mama, Papa, adik, suami. Kamu tidak lagi sendiri dan kamu bukan lagi orang luar di rumah ini," Mama Yeni tersenyum lembut, "Dan Tante mau kamu menikah dengan Dimas, Tante mau kamu jadi bagian keluarga Tante," tambah Mama Yeni lagi.


"Lala cuma mau ada Ayah Tante, Lala mau Ayah yang jadi wali nikah nya. Lala juga belum dapat restu dari Ayah...." jelas Lala dengan suara bergetar.


Mama Yeni menarik nafas dan mengerti dengan perasaan Lala, tapi Mama Yeni tahu Dimas sudah cukup tertarik pada Lala. Ia tidak mau jika hal ini terjadi lagi, sebab sudah seringkali ia memergoki secara tidak sengaja saat Dimas menatap Lala dengan pandangan yang berbeda. Bagaimana pun Lala adalah seorang wanita seusia putri nya Rika, ia tidak akan mau menyakiti hati Lala sebab ia takut kepada itu Rika yang mengalami nya.


"Setelah Ayah kembali, kalian akan menikah lagi. Menikah ulang, Tante mohon ya....." pinta Mama Yeni penuh harap.


Lala menatap Dimas yang juga tengah menatap dirinya, ia tidak tahu apakah Dimas setuju atau menolak. Namun saat Dimas mengangguk, Lala kembali menatap Mama Yeni dan mengangguk setuju menikah dengan Dimas.


"Alhamdulillah......" Mama Yeni tersenyum dan memeluk Lala.


Pernikahan ini tidak di umumkan pada siapapun, bahkan ini hanya diam-diam karena masih banyak rencana yang akan di jalankan untuk memancing Dimitri agar keluar dari persembunyian nya. Walaupun demikian alasan utamanya ada Dimas tidak ingin kehilangan Lala untuk yang kedua kalinya, dengan menikah ia sudah berhak sepenuhnya atas Lala.


"Kita ganti baju yuk, kamu pakai kebaya Tante ya," kata Yeni dengan tersenyum.


"Kok Tante sih, Mama dong," seloroh Rika.


Lala hanya diam saat mendengar gurauan Rika, tapi mungkin apa yang di katakan oleh Rika itu mungkin tidak sepenuhnya salah.

__ADS_1


"O....iya, Mama lupa," tambah Mama Yeni lagi dengan senyuman, "Yuk," Mama Yeni membawa Lala ke kamarnya dan mengambil satu kebaya berwarna putih, ia meletakan nya di atas ranjang.


Lala menatap kebaya putih itu, kebaya yang mungkin sudah puluhan tahun usianya. Namun masih terlihat bagus.


"Ini kebaya waktu Mama sama Papa nikah, dan Mama mau kamu pakai ini ya," kata Mama Yeni tersenyum lembut pada Lala, "Nanti setelah Ayah sembuh dan ada acara resepsi, kita boleh rancang gaun sesuai kemauan kamu," tambah Mama Yeni lagi.


Semua wanita punya impian saat mereka akan di nikahkan, tentu begitu juga dengan Lala. Namun karena keadaan Mama Yeni terpaksa harus memakaikan kebaya berkasnya pada Lala, sebenarnya Mana Yeni juga sedih akan hal ini. Tapi nanti saat resepsi Mama Yeni berjanji akan membuat pesta yang sesuai dengan impian Lala.


"Iya Tante," Lala mengangguk lemah, bukan ia tidak mau menikah dengan Dimas. Siapa yang tidak ingin di nikahin orang yang di cintai, hanya saja semua tidak lengkap tanpa keberadaan sang Ayah di sana.


"Sekarang kamu mandi di kamar mandi Tante aja," Mama Yeni menunjukan kamar mandi miliknya.


Lala mengangguk dan menurut saja, karena apa yang di perintahkan Mama Yeni hanya untuk kebaikan dirinya. Sementara itu Mama Yeni mengeluarkan semua koleksi perhiasan nya, dan meletakkannya di atas ranjang.


"Kamu sudah siap mandi nya?" tanya Mama Yeni saat melihat Lala yang sudah keluar dari kamar mandi, hanya dengan gulungan handuk di badan saja. Di tambah lagi handuk yang melilit di kepala nya, tapi ada hal yang cukup menjadi pertanyaan saat ini terlihat jelas banyak tanda kepemilikan pada tengkuk Lala. Dari tadi itu tidak terlihat, mungkin karena Lala menutupinya dengan krim.


"Tante, saya boleh pakai kebaya nya?" tanya Lala, karena ia tidak nyaman dengan tatapan Mama Yeni.


Lala memakai kebaya milik Mama Yeni, tanpaknya kebaya itu pas di tubuh Lala. Seba dulu Mama Yeni memang cukup kurus namun sedikit lebih tinggi. Tapi kebaya itu sedikit agak panjang untuk Lala, tapi ia tetap terlihat cantik.


"Wah....Mama seperti melihat diri Mama waktu sebelum menikah dengan Papa," ujar Mama Yeni tersenyum.


Lala tersenyum saat melihat wajah Mama Yeni yang terlihat bahagia.


"Kamu pilih perhiasan yang mana yang mau kamu mau?" Mama Yeni menunjukan beberapa perhiasan miliknya.


Lala menatap perhiasan itu, dan kemudian beralih menatap Mama Yeni, "Tidak perlu repot-repot Tante," tolak Mama Yeni.


"Ini tidak repot-repot, ini mahar. Dan kamu harus memilih sendiri, Mama akan sedih kalau kamu menolak," jelas Mama Yeni lagi.

__ADS_1


Lala sejenak diam dan menatap perhiasan itu, sampai matanya menatap satu kaling berdesain cukup menarik.


"Yang itu boleh enggak Tante?"


"Boleh," Mama Yeni langsung mengambil satu buah kalung miliknya pada kotak perhiasan, "Ini pilihan yang tepat sekali, ini perhiasan waktu Papa nikah sama Mama. Dan ini mas kawin Mama, tapi Mama mau kasih buat kamu aja," ujar Mama Yeni.


"Tante, maaf Lala enggak jadi yang itu," kata Lala dengan tidak enak hati.


Mama Yeni tersenyum, sepertinya Lala merasa tidak enak hati, "Jangan begitu dong, Mama bisa nangis kalau kamu begini," kata Mama Yeni dengan melas.


Lala tampil anggun dengan kebaya milik Mama Yeni, rambut di sanggul asal. Mama Yeni menjelma menjadi MUA dadakan, tapi hasilnya cukup memuaskan.


"Ehem....Ehem....." ejek Arka berdehem saat menyadari tatapan Dimas yang tidak bisa berpindah dari Lala.


"Hayo!!!!" seloroh Rika, "Bocil sih Bocil, tapi ini bukan sembarang Bocil," kata Rika lagi yang membuat yang lainnya tertawa.


Plak!


Dimas memukul kepala Rika.


"Sakit Kak!" geram Rika.


"Cuman lu yang duduk di sini dek!" kata Dimas.


Rika menatap sekitarnya, di hadapan Dimas ada seorang penghulu. Dan di sebelah penghulu ada Arka. Sementara Lala duduk di samping Radit, dan ia duduk di samping Dimas. Adik kesayangan Dimas itu memang sedikit usil, tapi ia ingin selalu di dekat Kakaknya. Sementara yang lainnya duduk mengelilingi mereka.


"Hehehe....." Rika tertawa kecil saat menyadari kata-kata Dimas.


*

__ADS_1


Buat yang pengen dapat giveaway di akhir novel please Vote end like. terima kasih.


__ADS_2