Ku Tunggu Janda Mu

Ku Tunggu Janda Mu
Bab 150


__ADS_3

"Mas," Rika menahan tangan Sandy yang akan menarik lingerie nya, bukan menolak tapi merasa malu saat menunjukan tubuhnya pada Sandy.


Bayangkan saja tak pernah tampil polos di hadapan sesama wanita pun, kini malah ingin di buat polos di hadapan seorang pria. Sekalipun sudah halal tapi masih ada rasa malu terasa.


Wajah Sandy terlihat kecewa, sekalipun mengerti akan perasaan istrinya yang belum terbiasa memperlihatkan diri tanpa sehelai benang pun.


Tapi saat ini ia ingin di mengerti, memasrahkan diri hanya untuk dirinya yang sudah cukup lama menanti saat-saat seperti ini.


"Sayang, mengertilah dengan keinginan Mas."


"Mas, Rika malu."


Rika kembali menahan tangan Sandy saat akan memegang lingerie nya, bagaimana cara menjelaskan pada Sandy tentang perasaan nya.


"Enggak papa, kan. Kita udah nikah, ayolah sayang ya, kamu nggak kasihan sama Mas?"


Rika meneguk saliva, rasanya sangat malu sekali.


Tapi perlahan tangannya mulai melepas tangan Sandy, membiarkan tangan itu bergerak seperti keinginan pemiliknya sekalipun Rika masih merasa malu.


Sandy tak memaksa Rika, kembali melahap bibir manis Rika dengan perlahan agar tidak terlalu tegang. Saat merasa sudah mulai tenang, tangannya kembali menyusuri tubuh istrinya dengan penuh hasrat.


"Sssst....."


Merasakan tangan kekar itu memainkan dua benda kenyal miliknya, merintih tanpa sengaja, suara yang di tahan agar tak keluar terlepas begitu saja dari bibirnya.


Artinya mulai terbawa dengan permainan, mulai menikmati sentuhan tangan Sandy.


Tersadar keduanya tanpa sehelai benang pun, tapi sudah sampai di sini Rika tak mungkin menolak lagi takut Sandy tersinggung. Padahal sangat malu sekali.


Dengan memejamkan mata Rika mencoba tetap tenang menikmati sentuhan.


Bibir Sandy bermain hingga menyentuh lubang surga membuat suasana menjadi panas.


"Mas, Rika malu."


Rika kembali menutup kakinya, rasanya sangat malu sekali saat mata Sandy terus memandanginya tanpa jeda.


Sandy kembali membukanya dan memasukan wajahnya, memainkan dengan lidahnya penuh damba hingga sang empu me nggeliat sempurna mendapatkan sesuatu.


"Mas, itu apa yang keluar barusan?"


Sandy tersenyum, tanpa menjawab lebih memilih melanjutkan aktivitasnya hingga menelan semua ****** ***** istrinya.


"Sayang, maaf ya. Tapi Mas suka mainnya agak kasar."


Sandy mendorong tubuh Rika yang sebelumnya sudah setengah duduk, menindihnya dengan cepat. Memasukan dua jarinya pada lubang jahanm i?strinya dan menggerakkan dengan sesukanya.


"Ah....Mas!!!" Desah Rika menjerit, sakit bercampur nikmat berpadu menjadi satu.


Sandy tak perduli fantasinya selama ini harus tersalurkan, ini sudah menjadi mimpi sejak pertama kali bertemu.


"Duduk sayang," Sandy menarik Rika untuk duduk, sedangkan Rika hanya menurut saja, "buka mulut."

__ADS_1


Rika membuka mulut dan Sandy memasukkan milikinya hingga membuat Rika terkejut.


Ini sangat memalukan, apa Sandy tak merasa malu pikir Rika tapi, apa yang bisa di lakukan nya ia hanya menutup mata menerima tangkai lolypop itu memasuki mulutnya, bahkan hingga menyentuh tenggorokan nya.


Hukuk uhuk uhuk.


Sandy melepaskan sejenak karena, istrinya tersedak.


Sesaat kemudian memasukkannya kembali, dan bergerak secara perlahan namun, tetap saja semakin lama semakin cepat.


"Mas!" Rika menjauh karena, merasa kesulitan untuk bernapas.


"Hehehe," Sandy terkekeh wajar saja mengingat istrinya masih bocah ingusan tapi, sudah di ajak main dewasa.


"Pelan-pelan Mas, yang sabar gitu!" Omel Rika.


"Iya sayang, ya, Mas udah nggak tahan gimana dong?"


Baru saja Rika mengatakan pelan-pelan kini Sandy sudah melanjutkan kembali.


Menindih dan memasukan miliknya yang besar dan panjang, menyatu dalam cinta yang syahdunya. Bergerak dengan liar mencari kenikmatan dunia tiada tara.


"Ahhhhh......."


"Panggil Mas, Sayang."


"Ah....ah....ah...Mas, Mas Sandy, oh......"


Hampir satu jam akhirnya Sandy mendapatkan untuk pertama kalinya. Sedangkan Rika sudah berulangkali.


"Mas, haus," tenggorokan Rika rasanya kering, lelah sekali rasanya setelah melakukan kewajiban sebagai seorang istri.


"Minum dulu ya," Sandy mengambil botol minuman di atas nakas.


Rika meneguknya hingga tandas tanpa sisa.


"Haus banget ya?"


"He'um, capek Mas," keluh Rika.


"Iya sayang, ayo istirahat."


Sandy menarik Rika menjadikan tangannya sebagai bantal, menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya.


"Makasih ya," Sandy mencium kening Rika hingga berulangkali, merasa malam ini sangat bahagia.


"Mas, apa, sih. Jangan di ingat!" Rika merasa malu dan menyimpan wajahnya di balik selimut.


Otak Sandy kembali berputar dengan sendirinya.


"Kamu mau lihat kembaran Mas kah, dibawah selimut itu?"


Glek.

__ADS_1


Rika kembali tersadar mengingat keduanya masih polos di balik penutup.


"Udah, Mas juga ikut masuk."


Sandy juga ikut masuk ke dalam selimut, untuk menggoda istri bocahnya.


"Mas!!!" Teriak Rika dengan kencang.


"Ahahahhaha......" tawa Sandy pecah melihat wajah Rika yang memerah karena, malu.


"Ish! Apasih!" Rika mencubit lengan Sandy karena kesal, "Mas?" Rika bertanya merasa ada benda yang mengeras sengaja di tekan Sandy.


Sandy tersenyum dan kembali mengecup tengkuk Rika, puas dengan satunya ia beralih kembali memainkan gunung kembar itu.


Kesukaannya adalah memasukkan dua jarinya, dan jeritan Rika sangat membuatnya terpancing sempurna.


Rika menggigit bibir bawahnya, menahan jeritan yang keluar tangannya mencengkram pundak Sandy dengan kuat beruntung kukunya sudah tak ada jika ada sudah dipastikan punggung Sandy sudah terluka.


"Mas.....ah....." Rika membiarkan apa pun yang ingin di lakukan oleh Sandy, anggaplah sebagai hadiah untuk suaminya yang begitu setia pada dirinya selamat ini.


Masalah malu nanti Rika pikirkan, saat ini hanya ingin membahagiakan suaminya dengan sepenuh rasa cinta yang ada.


"Sayang kamu cantik sekali."


Tak ada bagian yang tak terkena gigitan cinta Sandy, stempel keunguan terlihat jelas hingga membuat pembuatnya bahagia merasa istrinya sangat cantik sempurna.


"Mas ih, jangan di liatin. Mesum banget sih."


"Namanya sama istri!"


"Ya tapi-"


Sandy kembali melahap bibir manis Rika, memakan istrinya dengan rasa cinta sempurna sudah setengah penyatuan terjadi untuk kedua kalinya.


Rasa nikmat benar-benar tidak tertandingi oleh apapun, suara hentakan menggema begitu kerasnya tak perduli pada apa saja tapi malam ini sangat membahagiakan sekali.


"Mas!!! Ahhhh....Mas, Sandy, pelan Mas."


"Sayang, kau cantik sekali," rambut kusut Rika membuat Sandy bahagia, rasanya tak ada yang lebih indah selain istrinya.


"Mas, ah......"


"Berdiri sayang!"


Rika turun dari ranjang dan memegang ranjang, mengerti keinginan suaminya dan menurut saja.


Puas dengan satu gaya, Sandy meminta istrinya dengan gaya yang lainnya tanpaknya psikiater gila itu jauh lebih gila dari pasien nya.


"Berbalik sayang," Sandy meletakan sebelah kaki Rika pada dasarnya, dan ia mulai berderak kembali dengan sesukanya.


Hingga akhirnya Rika terkapar dan Sandy pun mendapatkan puncaknya kejayaan Merdeka!!!!


Panaas, panas dah pembaca ya.

__ADS_1


__ADS_2