Ku Tunggu Janda Mu

Ku Tunggu Janda Mu
Senyuman mu


__ADS_3

"Apa kabar?"


Rika yang tengah duduk di pinggir pantai melihat Sandy yang kini ikut duduk di sampingnya, setelah itu Rika kembali melihat ke depan.


"Enggak tahu, Rika juga bingung ngapain," jawab Risa sambil terkekeh, sebab jika sudah malam begini tidak memiliki teman. Tentu saja begitu, mengingat kedua sahabatnya sudah memiliki suami, dan Rika mengerti akan hal itu.


Sandy tersenyum saat mendengar jawaban Rika, sudah pasti ia dapat menebak kini Rika tengah kesepian. Ia kemudian ikut menatap ombak di hadapannya, malam yang indah bertaburan bintang dan bulan yang bersinar dengan terangnya.


"Tidak ingin segera menyusul?"


Rika melirik ke arah Sandy, begitu juga dengan Sandy yang tau Rika tengah menatap dirinya. Sandy tampak mengagumi senyuman Rika yang terlihat begitu tulus, sedikit banyaknya Sandy tahu perasaan Rika yang kini sudah mau berdamai dengan dirinya.


"Menyusul ke mana? Ke puncak?" seloroh Rika sambil tertawa kecil.


Sandy kembali mengagumi Rika dengan senyum manisnya, entah mengapa senyum manis Rika seakan mampu mengalihkan dunianya.


"Sudah makan malam?"


"Belum."


"Makan malam bersama di restoran hotel bersama ku, lagi pula tidak baik malam-malam begini di sini. Apa kau tidak takut setelah kejadian siang tadi?"


Duduk manis di restoran hotel, dengan makan malam yang cukup banyak membuat Rika bingung bagaimana cara memakan makanan yang begitu banyak di atas meja.


"Mas?" Rika menatap meja dengan penuh tanya.


"Hehe...." Sandy juga tertawa kecil, dan sebenarnya juga bingung dengan dirinya sendiri mengapa memesan makanan yang begitu banyak, "Kita lomba makan."


"Ahahahhaha....."


Malam semakin larut, Rika dan Sandy masih terus bersama. Keduanya memutuskan untuk pergi jalan-jalan ke luar.


"Kamu suka sesuatu? Maksud aku mungkin kamu ingin ke suatu tempat?" tanya Sandy sambil mengemudi mobil.


Rika menatap Sandy, ia kemudian kembali menatap ke luar melihat dari jendela bertapa jalanan terlihat ramai dengan banyaknya pengunjung yang juga berlalu lalang.


"Rika ikut aja, ke mana Mas ajak."


"Em...." Sandy mengangguk, "Kalau Mas ajak ke penghulu?"


Rika terkejut mendengar kata-kata Sandy barusan, bahkan ia sampai langsung menatap Sandy.

__ADS_1


"Jangan kaget, aku serius!" celetuk Sandy lagi.


"Hehehe......dasar Mas-mas aneh," kata Rika sambil tertawa karena kelucuan Sandy, "Dari pertama ketemu ngomong ngajak nikah mulu, jangan-jangan tiap ketemu cewek begitu juga," tebak Rika.


"Iya dan kadang Mas juga ngajak Nenek-nenek buat nikah," seloroh Sandy lagi.


"Ahahahhaha...... Mas bisa saja," Rika semakin di buat tertawa karena ulah Sandy yang cukup menggelitik perut Rika.


Sandy mulai menepuk mobil, dan ia mengajak Rika untuk turun.


"Ini adalah spot terbaik bagi orang-orang untuk berfoto dengan sunset ataupun sunrise," jelas Sandy, "Yellow Bridge buka 24 jam, jadi bisa ke tempat ini saat malam hari untuk menikmati pemandangan indah di dekat jembatan, sembari menghirup udara yang segar dan menikmati angin sepoi-sepoi," tambah Sandy lagi.


Rika mengangguk dan ia berdiri di samping Sandy, "Tapi kita ke tempat ini tengah malam begini," kata Rika sambil terkekeh, "Mana ada sunset atau sunrise. Mas salah, Mas salah waktu mengajak Rika ke tempat ini."


"Tidak, ayo berfose akan Mas ambil gambar mu. Pasti cantik sekali."


Rika tersenyum dan langsung mulai bergaya, dengan Sandy yang memotret dirinya.


"Kenapa wanita ini cantik sekali," gumam Sandy saat menatap gambar Rika pada ponselnya.


"Mas!" panggil Rika dari jarak yang cukup jauh.


Sandy seketika tersadar, dan ia kembali mengambil gambar Rika. Bahkan Sandy mengambil gambar Rika dengan sangat banyak, tidak perduli dengan ponsel nya yang penuh dengan gambar Rika.


Rika mulai meminta ponsel Sandy untuk melihat gambar dirinya, "Bagus juga sih, ayo kita foto bersama," ajak Rika.


Sandy tersenyum, begitu juga dengan Rika, dan kemudian Rika mengambil gambar sampai beberapa kali dengan gaya yang berbeda-beda.


"Gambar nya bagus Mas."


"Itu karena Mas nya yang memang tampan," celetuk Sandy.


"Ish...." Rika mencubit lengan Sandy, karena dari tadi terus saja membanggakan diri.


"Adu sakit banget sih," Sandy berpura-pura kesakitan, dan menggosok-gosok bagian tangan nya.


"Rasain," kata Rika dengan bangga.


Dengan cepat Sandy memegang pinggang Rika dan memutarnya.


"Ahahahhaha....." tawa Rika pecah seketika, karena tubuhnya yang berputar, "Mas....Rika pening."

__ADS_1


"Rasain, makanya jangan nakal."


"Ahahahhaha....." Rika memegang kepalanya, bahkan ia sampai merasa dunia sedang berputar begitu cepat.


Sandy dengan cepat menahan tubuh Rika agar tidak terjatuh, "Ayo kembali ke mobil, atau kau seperti orang mabuk di sini!"


Rika duduk di jok mobil, dengan Sandy juga ikut naik ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi.


"Masih pusing?"


"Sedikit."


"Ada toko boneka di depan sana, gimana kalau kita singgahi?"


Rika turun dari mobil bersama dengan Sandy, keduanya berjalan dengan beriringan. Sampai tiba-tiba ada seseorang yang berjalan cepat dan hampir menabrak Rika, namun Sandy dengan cepat menarik Rika hingga memeluknya agar terhindar dari tabrakan pria tersebut.


"Maaf, saya buru-buru," pria itu meminta masf lalu pergi.


Sandy masih memeluk Rika, begitu juga dengan Rika yang masih terkejut. Setelah menyadari posisi keduanya Rika langsung menjauh.


"Maaf ya," kata Sandy dengan perasaan tidak enak.


"Makasih," kata Rika dengan sedikit canggung, sebab barusan dada Sandy yang keras membentur bagian depan tubuhnya.


Sandy juga merasa sedikit tidak nyaman, entah karena ia memang sudah lama tertarik pada Rika. Tau karena merasakan bagian depan tubuh Rika yang membuatnya sedikit memanas, karena tidak ingin semakin merasa tidak nyaman Sandy langsung menunjuk beberapa boneka pada Rika.


"Mas, enggak usah beli boneka. Rika enggak bawa uang," kata Rika, sebab ia tidak berpikir untuk di belikan barang oleh Sandy.


"Oh ya?" Sandy terkekeh mendengar kata-kata Rika, "Apa kau tidak pernah di belikan barang oleh orang lain?"


"Enggak, bisa di bakar Kak Dimas."


"Oh ya?"


"Kata Kak Dimas kalau ada yang memberikan barang, itu tandanya orang tersebut bisa berbuat jahat sama Rika. Jadi Rika enggak mau begitu," jelas Rika.


Sandy mangguk-mangguk, "Tapi apa Mas juga begitu?"


Rika melihat Sandy, sambil memicingkan mata dan sejenak berpikir sesuatu.


"Kau sedang memikirkan apa?" tanya Sandy sambil terkekeh, tapi dari exspresi wajah Rika Sandy sedikit menebak jika Rika tanpaknya tengah menimbang pertanyaan nya.

__ADS_1


"Hehehe....." Rika juga ikut tertawa kecil, dan ia merasa tidak enak jika Sandy mau membelinya sebuah boneka. Tapi juga ia tidak mau menolak, karena Sandy sudah menolongnya.


"Ini ambil," Sandy memilih satu boneka dan memberikannya pada Rika, "Tidak usah besar-besar, agar kau mudah membawanya kemanapun."


__ADS_2