
"Rika, lu naik motor?"
"Iya."
"Ya udah, aku duluan ya, ayang Bebeb gue udah datang," Mentari menunjuk sebuah mobil yang terparkir tidak jauh darinya.
"Sayang!!!" Arka menurunkan setengah kaca mobilnya dan menatap istri cantiknya yang asik berbincang-bincang dengan Rika.
Mentari segera melirik suaminya, kemudian kembali menatap Rika.
"Aku balik ya, udah kangen di peluk suami," Mentari melambaikan tangannya pada Rika lalu naik masuk ke dalam mobil suami tercintanya.
Rika menatap mobil yang di tumpangi oleh Mentari mulai melaju, kemudian ia segera berjalan menuju motornya.
"Rika, aku balik ya!!!" Seru Dino.
"Iya," Rika mengangguk belum sempat ia mendekati motor nya ada suara yang memanggil namanya.
"Rika!!!"
Rika berbalik 80 derajat dan melihat wanita yang baru pagi tadi berkenalan dengan nya.
Tiara semakin berjalan mendekat pada Rika, wajah segar dan tampak ramah membuat siapa pun pasti memujinya.
"Iya, Bu," jawab Rika dengan sopan.
Tiara kini adalah dosennya, dan Rika pun terbiasa sopan pada orang lain apa lagi pada dosennya.
"Panggil Tiara aja ya, kecuali lagi jam kampus," pinta Tiara.
"Tapi, enggak enak Bu," jawab Rika merasa tidak sopan.
"Enggak masalah, kitakan udah jadi teman, oh iya, sebagai permintaan maaf aku pagi tadi, aku mau traktir kamu makan siang," Tiara begitu bersemangat, dan menatap penuh harap.
"Enggak usah Bu, makasih, lain waktu aja kali ya," tolak Rika.
"Enggak ada penolakan lho, ya," Tiara memaksa dan tidak ingin di tolak.
Rika masih bingung dan menimbang, melihat wajah Tiara menatap penuh harap.
Saat Rika dan Tiara tengah berbincang, tiba-tiba sebuah mobil terparkir di dekat keduanya, seorang pria turun menurunkan setengah kaca mobilnya.
"Tiara!!" Pria tersebut memanggil wanita yang akan ia jemput.
Rika dan Tiara melirik pria tersebut.
Rika menarik napas dengan berat kemudian ia memutuskan untuk tidak menerima tawaran Tiara.
"Bu, saya pamit ya," Rika segera pergi dan mencari keberadaan motor nya.
"Rika," Tiara langsung menyusul Rika.
"Bu, saya," Rika menatap ban sepeda motor nya yang kini mendadak kempes pada bagian ban depan.
Tiara juga melihat arah pandang Rika.
"Ban motor kamu kempes, udah bareng aku aja," Tiara langsung menarik Rika tanpa ingin di tolak.
__ADS_1
"Bu," Rika ingin sekali menolak tetapi, Tiara memaksa masuk ke dalam mobil Sandy.
Setelah memastikan Rika masuk, dengan segera Tiara juga masuk dan duduk di samping Sandy.
"Panggil Tiara, kalau kita lagi di luar," tegas Tiara lagi karena, tidak ingin di anggap tua oleh Rika, "Jalan Mas," pinta Tiara pada Sandy.
Sandy hanya diam dan melajukan mobilnya sesuai dengan arahan wanita cantik di sampingnya.
"Mas, kita makan di cafe ujung jalan sana aja ya, aku kangen banget masakan indo," pinta Tiara.
"Bu, maaf, Tiara aku turun di sini aja ya," pinta Rika.
"Enggak, kita makan dulu, lagian kamu teman pertama aku di kampus."
Setelah mobil terparkir Tiara segera turun dan menarik Rika untuk ikut turun bersama nya.
"Tiara aku-"
"Ayo kita makan dulu," Tiara bahkan menarik paksa Rika untuk masuk ke dalam cafe, "aku kangen masakan indo, dan kamu harus temani aku."
Rika mendesus dan tidak tahu lagi bagaimana cara untuk menolak ajakan Tiara yang begitu memaksanya.
"Kita duduk ya," Tiara menarik Rika untuk duduk di salah satu kursi.
Rika, Sandy, dan Tiara duduk dan menantikan menu makanan yang baru saja mereka pesan.
"Oh, iya, kenalin dia namanya Sandy," Tiara memperkenalkan seorang pria yang dari tadi hanya diam duduk di sampingnya.
Rika tidak tertarik untuk berkenalan dengan pria yang kini duduk di samping Tiara.
"Mas, kenalin dia Rika," kali ini Tiara memperkenalkan Rika pada Sandy.
Makanan tersaji dengan baik, bahkan memenuhi meja dan itu semua karena, ulah dari Tiara yang memang sudah rindu makanan kesukaan nya.
"Ayo makan."
Rasanya Rika ingin sekali pergi, entah mengapa Tiara memaksa sekali untuk makan siang bersama.
"Rika, rumah kamu di mana, biar aku dan calon suami aku antar pulang," tawar Tiara.
Uhuk-uhuk.
Rika langsung tersedak saat mendengar kata 'calon suami'
"Kamu minum dulu," Tiara memberikan segelas mineral.
Rika mengambil alih dan langsung meneguknya, setelah itu ia merasa tenggorakan nya jauh lebih baik.
Dengan refleks Rika menatap wajah Sandy tetapi Sandy juga terlihat tenang.
"Tiara, aku pulang-" Rika melihat pria yang cukup ia kenali, "Dino," Rika memanggil Dino yang baru saja memasuki cafe.
Dino melihat wanita yang memanggilnya dan segera berjalan mendekat.
"Kamu di sini?"
"Aku pulang bareng kamu ya," pinta Rika.
__ADS_1
"Hey," Tiara langsung berdiri dan merasa sedikit bingung, "sama, aku aja, aku mau kok nganterin kamu pulang."
"Aku sama Dino aja, enggak papa kok," jawab Rika lagi, "Dino," dengan tidak sadar Rika langsung memeluk tangan Dino, berharap tidak ada penolakan.
"Aku, maka-" Dino meringis saat tangan Rika malah mencubit tangannya.
"Yuk," Rika langsung menarik tangan Dino untuk keluar dari cafe.
"Rika, sakit banget sih!" Dino menghempas tangan Rika setelah keduanya berada di luar cafe.
"Hehehe," Rika cengengesan, "maaf ya," Rika menangkup kedua tangannya.
"Makan dulu kek, gue kan lapar," kesal Dino.
"Kita makan di tempat lain aja," Rika langsung masuk kedalam mobil Dino.
Dengan terpaksa Dino juga ikut masuk ke dalam mobilnya.
"Tadi gue ajak pulang bareng' enggak mau!!"
"Tadi itu ban motor gue kempes, dan Buk Tiara maksa gue buat pulang bareng dia katanya sebagai ucapan maaf, dan ternyata cowok yang di samping nya calon suaminya, masa iya gue jadi nyamuk. Mending gue baik dan kebetulan ada elu!" Jelas Rika dengan panjang lebar.
"O gitu?" Tanya Dino.
"Iya!"
"Kok, wajah Lo, asem banget, apa lu naksir sama calon suami Bu Tiara?!" Tebak Dino.
Degh!
Rika sangat terkejut dengan pertanyaan Dino.
"Kok, lu diem?!" Tanya Dino penuh intimidasi.
"Ah, udahlah, jalan aja cepetan!"
"Apaan sih, marah-marah enggak jelas!"
"Dino, cepetan!"
"Iya, iya," Dino mulai menyalakan mesin mobilnya dan melajukan nya dengan kecepatan sedang.
Sepanjang perjalanan Rika hanya diam sambil menopang kepalanya.
Kata-kata 'Calon Suami' yang di katakan oleh Tiara masih terngiang-ngiang di kepalanya, di tambah lagi Mama Yeni pernah mengatakan bahwa akan ada yang menggantikan posisinya.
"Rika lu kenapa sih?" Dino menyadari raut wajah murung Rika.
"Din, ciri-ciri cowok sayang ke kita itu gimana sih?"
Dino langsung memarkirkan mobilnya mendengar pertanyaan Rika yang cukup membuatnya terkejut.
"Maksud Lo?"
"Ya, gue tanya, kalau cowok sayang ke cewek itu gimana, apa dia menjauh atau berjuang untuk mendapatkan cewek, atau lebih memilih pergi?"
"Kalau cewek nya cakep di perjuangin, kalau ceweknya sejelek elu pasti milih di tinggalin," jawab Dino asal.
__ADS_1
"O, gitu ya," Rika mengangguk mengerti.