
"Rika bukan anak kandung Mama mu, kalian satu Ayah beda Ibu," jelas Aditama pada Dimas di saksikan oleh Sandy juga.
Niat hati ingin melihat keadaan putrinya tapi, malah mendengar percakapan antara Dimas dan Sandy mengenai Rika. Aditama memutuskan untuk berbicara langsung setelah membawa Dimas dan Sandy masuk ke ruang kerja Dimas.
"Ini rahasia yang Papa simpan sejak 20 Tahun lalu, Mama mu pun tidak pernah tahu jika ia melahirkan seorang bayi laki-laki atau adik kamu Dimas, tidak ingin melihat Mama mu gila istri muda Papa Anisa memberikan bayinya, dia di besarkan dan di beri nama Rika."
Flashback on.
20 Tahun Lalu.
"Ibu Yeni menderita gagal ginjal, dan harus segera mendapatkan donor demi menyelamatkan nyawa pasien," ujar Dokter yang menangani Yeni.
Awalnya Adithama belum yakin penyakit yang di alami oleh istrinya Yeni begitu serius, sampai akhirnya keadaan terus memburuk seiring dengan fungsi ginjal semakin di khawatirkan sampai akhirnya Yeni terbaring kritis.
"Aku mencintaimu Mas Adi, dari dulu sampai saat ini."
Adithama berbalik dan menatap seorang wanita yang berbicara di sampingnya, menatap arah sama, Yeni tengah terbaring kritis di dalam sana.
"Asal kamu mau kembali lagi pada ku, aku bersedia menjadi pendonor istri mu," lanjut wanita itu sambil beralih menatap Adithama.
Adithama memutuskan tatapan mata mereka, kemudian kembali menatap ke depan.
"Kamu meninggalkan aku karena menerima perjodohan kedua orang tua mu, sampai saat ini pun aku belum bisa melupakan mu padahal kamu dan dia sudah memiliki seorang putra yang kalian beri nama Dimas, nama yang dulu kita bicarakan jika sudah memiliki anak, siapa sangka ternyata nama itu kamu berikan untuk anak mu dengan wanita lain," satu butir air mata Anisa menetes, seiring kelopak mata yang bergerak.
Cinta begitu rumit sehingga sulit untuk di ungkapkan, bahkan untuk melupakan Adithama tak pernah terpikir sekalipun sudah menikahi wanita lain, cinta Anisa terlalu besar.
"Tapi tidak apa, saat ini aku tidak meminta kamu meninggalkan dia demi aku, aku hanya meminta mu menjadikan yang kedua dan berjanjilah untuk membuat ku bahagia," lanjut Anisa dengan tubuh masih memakai seragam putih, sebagai seorang perawat yang bekerja di rumah sakit tersebut.
"Maaf Nisa, aku tidak mungkin menduakan istri ku, lagi pula itu terlalu menyakitkan untuk mu juga!"
__ADS_1
"Aku memberi mu waktu."
Keesokan harinya dokter mengatakan bahwa keadaan Yeni semakin memburuk, membutuhkan donor ginjal secepat mungkin. Adithama tidak lagi tahu apa keputusan nya benar atau malah sebaliknya.
Tapi akhirnya menemui Anisa, dan menyetujui keinginan Nisa menjadi pendonor dengan syarat menikahinya.
Setelah pernikahan terjadi, Yeni segera melakukan operasi dan nyawanya terselamatkan karena Anisa. Sampai akhirnya Yeni pulih kembali dan mengetahui fakta bahwa suaminya sudah menikah lagi dengan mantan kekasihnya sendiri.
Yeni kembali terpukul, rumah tangganya perlahan merenggang tak ada lagi kehangatan seperti sebelumnya.
Di saat ini Yeni sudah tidak lagi sanggup untuk bertahan dengan Adithama, rasa cemburu semakin menjadi setelah setiap pulang selalu mencium wangi wanita lain di tubuh suaminya, sampai akhirnya memutuskan untuk berpisah. Siapa sangka saat masa idah Yeni mengandung hingga dengan terpaksa sidang perceraian di tunda sampai anak di kandungnya lahir.
Saat bersamaan Anisa juga mengandung, pikiran Adithama terpecah menjadi dua, membuat tidak bisa adil pada dua istrinya.
Saat itu serba salah, memperhatikan Anisa artinya menelantarkan Yeni begitu pun sebaliknya. Sampai akhirnya Yeni jatuh sakit, terlalu stress membuatnya seringkali tidak sadarkan diri, sampai akhirnya Wira memutuskan untuk menceraikan salah satu dari istrinya.
Banyak pertimbangan yang terjadi, menceraikan Anisa ada janin di kandungannya, menceraikan Yeni, Wira harus mengorbankan Dimas, serta anak dalam kandungan Yeni bahkan keluarganya sendiri sudah tak menganggapnya.
Keadaan Yeni kembali kritis, Dimas terlantar bagai anak tak memiliki orang tua. Hingga Yeni sadar dan mencari anaknya, karena perutnya sudah mengempis artinya sudah melahirkan.
"Di mana anak ku, dan kita sudah boleh bercerai," tutur Yeni menatap Adithama.
Tak mungkin meninggalkan Yeni saat sedang terpuruk, keputusan awal untuk menceraikan Anisa semakin kuat.
"Aku tidak mau kau ceraikan, kalau kamu mau aku anak memberikan anak ini padanya asal kamu tidak menceraikan aku," pinta Anisa penuh air mata, "usia ku tak lagi lama, dan saat di sisa-sisa hidup ku, aku hanya ingin bersama kamu."
Sedangkan Yeni terus mencari dimana bayinya, Adithama masih belum tega menjelaskan keadaan istrinya yang sebenarnya.
"Ini bayi mu," Anisa baru saja melakukan operasi sesar, dan ia sendiri yang memberikan bayinya pada Yeni.
__ADS_1
Dengan cepat Yeni mengambil alih, dan menatap bayi perempuan di pelukannya.
"Anak ku," Yeni menciumi pipi bayi mungil tersebut, "kenapa dia mirip dengan mu!" Kesal Yeni menatap suaminya.
Adithama diam mematung tak menyangka Anisa memberikan bayinya sendiri pada Yeni.
Ternyata alasannya adalah karena dokter memvonis Anisa terkena kanker dan menyatakan usianya tak lagi lama, sampai akhirnya Anisa di nyatakan sembuh total. Anisa ingin mengambil kembali putrinya dari Yeni, tapi tidak mungkin. Sama saja ingin membuat Yeni gila, dengan berpikir keras Adithama membujuk Anisa untuk tetap bertahan bersama nya dan Adithama memastikan bahwa lebih banyak waktu bersamanya dari pada bersama Yeni asal Anisa tidak mengambil putrinya dari Yeni.
Anisa setuju, sampai akhirnya satu tahun berikutnya melahirkan bayi laki-laki kembali sehingga tidak lagi fokus pada Rika. Sekalipun Anisa masih sering menanyakan kepada Aditama tapi semua perlahan membaik.
Flashback off.
Adithama merasa lega sudah menceritakan semuanya pada Dimas.
Krang!!!!
Nampan berisi gelas di tangan Mama Yeni terjatuh, seiringan air mata yang menetes. Apa yang di jelaskan oleh suaminya benar-benar membuatnya shock.
"Rika bukan putri ku?" Bibir Mama Yeni bergetar hebat, perlahan tubuhnya pun terjatuh di lantai tak mampu lagi berdiri tegak.
Adithama, Dimas, dan Sandy pun tersadar langsung menatap arah pintu tak menyala ternyata Yeni mendengar segalanya tanpa ada yang menyadarinya.
"Ma," Adithama segera mendekati istrinya mengangkat tubuh ringih Yeni membaringkan di atas sofa.
Dimas menutup pintu ruangan nya dengan rapat, takut malah selanjutnya Rika yang masuk dan mendengar segalanya.
"Pa, bilang kalau Rika anak kandung ku!" Mana Yeni menarik kerah kemeja Adithama, berharap semua yang di dengarnya adalah hanya karangan saja.
Adithama menggeleng, tidak mungkin lagi menutupi segarnya.
__ADS_1
"Dia anak ku, Rika putri ku, aku yang mengandung dan melahirkan nya!!" Seru Yeni histeris.