Ku Tunggu Janda Mu

Ku Tunggu Janda Mu
Selamat pagi Cinta


__ADS_3

Matahari yang mulai datang dan bersinar dengan sangat cerah seakan menggambarkan bahwa ini adalah hari yang paling bahagia, apa lagi sepasang pengantin baru yang baru saja merasakan indahnya bercinta.


Tubuh mungil seseorang wanita yang tertidur lelap di pelukan suaminya seakan membuat nya semakin nyaman, bahkan jam sudah menunjukkan pukul 10:00 pagi. Tapi tanpaknya tidur keduanya tidak terusik sama sekali. Sampai akhirnya sinar matahari menerobos masuk melalui celah-celah kecil yang akhirnya menyentuh wajah keduanya.


"Eeeemmmmm....." Lala mulai menggerakkan tangannya, tapi ia merasa tubuhnya tidak bisa bergerak dengan bebas. Karena ada sesuatu yang cukup berat menindih sebagai dirinya, Lala dengan malas mencoba melawan rasa kantuk yang masih begitu sulit. Hingga dengan cukup susah payahnya ia berhasil membuka mata.


Wajah tampan yang tengah tertidur lelap di sampingnya seakan menyambut pagi dengan bertambah indah, jika dulu ia hanya bermimpi bisa tidur di pelukan seorang pria yang sangat membencinya berbeda dengan kini.


Saat ini Dimas telah menjadi miliknya, menjadi cinta dalam hidupnya. Andaipun Dimas tidak bisa bertahan selama nya bersama dirinya tidak apa, sebab Lala sudah sangat bahagia bisa memiliki Dimas walaupun hanya sekejap saja.


Perlahan mata Dimas juga terbuka, mata nya langsung menatap mata indah Lala yang tengah menatapnya, "Ada apa?" tanya Dimas.


"Hehe....." Lala tersenyum malu ketika tersadar saat Dimas memergoki dirinya yang menatap kagum, tapi tidak masalah. Cinta membutakan segalanya.


"Selamat pagi cinta," sapa Dimas.


Lala dengan cepat masuk kedalam selimut, ia merasa sangat malu. Apa lagi mengingat apa yang terjadi semalam.


Dimas terkekeh geli melihat tingkah Lala yang lucu, tidak pernah terbayangkan jika ia akan menikahi seorang bocah. Karena Dimas adalah pria dewasa yang menginginkan wanita dewasa pula, dengan tingkah yang selalu suka menggoda dirinya. Tapi untuk kali ini semua berubah sekejap saja, saat ia tahu ternyata bocah jauh lebih menarik. Bahkan lebih menggoda karena tingkah nya yang sangat membuat hati terasa terus panas membakar di jiwa, membuat hasrat yang diam terus bergejolak dengan liarnya.


Tiba-tiba Dimas mempunyai ide yang cukup aneh, ia ikut masuk ke bawah selimut. Dan melihat wajah Lala di dalam sana.


"Aa....." seru Lala.


"Hahaha....." Dimas tertawa lepas karena melihat wajah Lala yang panik.


Sedetik kemudian Lala membuka selimut, dan ia ingin keluar dari bawah selimut.


Dimas dapat membaca gerak Lala, dengan cepat Dimas menarik Lala semakin dekat dalam pelukannya, bahkan nafas nya terus menyentuh tengkuk Lala dengan begitu hangat.


"Aa....." seru Lala dengan suara yang pelan, dan ia berusaha menjauh dari Dimas.


"Emmm...." kata Dimas tanpa ingin menjauh, bahkan ia terus mendekap hangat istri bocahnya.


"Aa..... jauh-jauh...." pinta Lala lagi dengan suara yang terdengar manja di telinga Dimas.


"Kenapa?" tanya Dimas dengan suara serak khas bangun tidur.

__ADS_1


"Jauh....jauh...." rengek Lala lagi.


"Jangan gerak-gerak sayang, nanti Aa bisa khilaf lagi," ujar Dimas.


"Khilaf?" tanya Lala dengan polosnya.


"Iya seperti yang tadi malam," kata Dimas menggoda Lala.


"Apa?" Lala berpura-pura tidak mengerti, karena ia tidak ingin merasa malu.


"Mau tau apa?" goda Dimas


Lala diam sejenak, ia memang cukup lelah. Bahkan badannya terasa begitu letih karena semalam Dimas menggempur habis dirinya. Hingga Dimas mengangkat tubuh mungil Lala kedalam kamar pun semua masih berlanjut. Sebenarnya Lala sudah tidak kuat bila terus berdekatan dengan Dimas, ada rasa malu yang terasa begitu besar.


"Aa," terdengar suara Lala dengan susah payah ia mencoba memberanikan diri untuk berbicara.


Dimas memeluk Lala tapi matanya tertutup dengan rapat, "Em," jawab Dimas dengan malas.


"Kok ada yang keras?" tanya Lala lagi.


"Em," jawab Dimas lagi.


"Kamu kenapa?" Dimas sedikit menjauh, dan menatap Lala. Seolah ia tidak mengerti.


"Aa....jangan!!!" seru Lala lagi dan ingin menangis.


"Apanya?" goda Dimas seolah tidak tahu apa-apa.


"Ish....Mama.....Aa Dimas jauh!" Lala terus mencoba melepaskan diri, tapi Dimas terus memeluknya. Apa lagi saat melihat wajah Lala yang bersemu merah seakan membuatnya semakin tidak ingin melepaskan istri nya.


"Mandi yuk," bisik Dimas.


Bila biasanya Lala sangat suka yang di namakan dengan mandi, maka tidak dengan kali ini. Kali ini ia merasa mandi adalah hal yang sangat mengerikan, karena Dimas yang ingin ikut mandi bersama dengan dirinya.


"Lala mau mandi sendiri," jawab Lala.


"Sayang ada sunahnya lho mandi sama suami," goda Dimas lagi.

__ADS_1


"Ish....." Lala tidak mengerti mengapa kini ia mendadak menjadi pemalu, bukankah dulu ia yang terang-terangan menggoda Dimas. Bahkan Lala juga tidak segan bertingkah laku manja demi bisa menarik perhatian Dimas, "Lala mau mandi sendiri pokok nya!"


"Dosa lho nolak suami," tambah Dimas lagi dengan terus menggoda istrinya.


Lala cepat-cepat turun dari ranjang sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, tapi Dimas juga masih menahan selimut tersebut agar Lala tidak bisa pergi.


"Aa.... lepas!!" rengek Lala.


"Sayang, mandi bareng ya," pinta Dimas lagi dengan melas.


"Lala aja, enggak usah panggil sayang," titah Lala.


"Kenapa?" tanya Dimas menggoda.


"Enggak mau!" kesal Lala.


Dimas dengan cepat turun dari atas ranjang, "Yuk mandi bareng," Dimas langsung mengangkat tubuh Lala tanpa mendengarkan jawaban apa lagi penolakan dari Lala.


"Aa!!!" seru Lala.


Dimas memasukkan Lala kedalam bathub dan mengisi air dengan penuh, dan ia juga ikut masuk.


"Aa ngapain?" tanya Lala panik.


Dimas tidak perduli dengan penolakan Lala, bahkan ia perlahan mulai memangku istrinya.


Lala berusaha tetap tenang, karena ia cukup tegang saat ini.


"Kenapa?" tanya Dimas dengan suara seraknya.


Lala menggeleng, karena ia tidak ingin membuat dirinya semakin bodoh. Dulu Lala pernah berpikir jika semua akan mudah dan tidak sesulit ini. Namun ternyata tidak, semua malah berbalik seolah menyerang dirinya.


"Aa..... jangan ya, Lala udah enggak kuat," pinta Lala karena tangan Dimas yang terus bergerak liar.


Dimas sadar dari tadi malam Lala memang terus ia buat bergadang, "Ya udah, Aa mandi di bawah shower saja," Dimas mulai bangun karena ia takut khilaf lagi.


"Aa marah?" tanya Lala dengan rasa was-was.

__ADS_1


Dimas tersenyum melihat istrinya yang lucu, ia menarik pipi Lala, "Mandi sendiri atau Aa yang mandiin?" tanya Dimas, "Ayo mandi, jangan mikir aneh-aneh, Aa juga mau mandi. Terus siapin sarapan buat kita," kata Dimas.


Lala mengangguk, dan ia menurut saja, karena Dimas terlihat tidak marah seperti apa yang baru ia pikirkan.


__ADS_2