
Benar dugaan Belva kali ini, Michie memang mengambil l!ngeri!e yang warna hitam dan dengan beraninya mengganti pakaiannya di depan Belva yang sedang marah.
Belva menelan ludahnya kasar saat melihat Ecca mulai me|epas blazer putihnya dan hanya menyisakan bยฎa yang ia kenakan.
Bahkan milik Belva langsung terasa sesak saat Ecca mulai me|epas celana panjangnya dan mulai mengenakan l!nger!e berwarna hitam yang membuatnya terlihat begitu 5ek5i.
Namun, Belva masih terus bertahan untuk tidak beranjak dari tempat duduknya dan menunggu Ecca mendekat ke arahnya.
Jika tadi dugaan Belva sudah benar, kali ini dugaannya justru melenceng jauh karena Ecca justru berjalan menuju balkon kamar mereka dan bersiap untuk membuka koreden kamarnya.
"Apa yang mau kamu lakukan, Queen Ca?!" tanya Belva yang langsung berdiri dan mendekati Ecca sambil mencegah apa yang hendak Ecca lakukan.
"Tentu saja melihat pemandangan di luar," jawab Ecca cuek membuat Belva yang sudah tidak tahan langsung mengangkat tubuh istrinya dan membawanya keatas ranjang.
"Mau menggoda siapa lagi? Memakai pakaian seperti ini dan keluar ke balkon kamar," tanya Belva geram.
"Siapa juga yang mau keluar? Orang aku cuma mau buka korden aja kok," balas Ecca santai.
"Lagi pula King Bee kan lagi marah sama aku, ngapain juga ngurusin orang yang lagi marahan?"
Belva menelan ludahnya kasar dan langsung men!ndih istri kecilnya itu.
"Wajar gak kalo aku cemburu?" tanya Belva dan Ecca hanya mengedikkan bahunya.
"Gak tau tuh!" balas Ecca yang gantian cuek membuat Belva semakin gemas dengan istrinya.
"Cemburu itu wajar, tapi kalo sampe marah itu namanya gak wajar!" lanjut Ecca lagi membuat Belva kali ini harus mengakui jika ia hanya berpura-pura.
"Mana mungkin aku marah dengan istriku sendiri yang sangat cantik dan juga 5ek5i," balas Belva sambil mulai membelai istrinya.
"Aku hanya sedang menantikan kau merayuku dan memulai permainan pana5 kita!" ucap Belva yang kemudian mendaratkan bibirnya di bibir istrinya yang sudah menjadi c4ndu untuknya.
"Maaf ya sayang," tukas Belva sambil mengusap kepala Ecca dengan sangat lembut.
Ecca pun mengangguk dan Belva kembali mengabsen bibir Ecca sampai hampir kehabisan nafas.
"Aku juga minta maaf, Bee."
"Kamu sama sekali tidak salah sayang," balas Belva membuat Ecca bersorak dalam hati.
'Yes, kali ini aku yang menang!' teriak Ecca dalam hati.
"Aku minta maaf karena tidak bisa melanjutkan permainan kita kali ini," tukas Ecca.
"Maksudnya apa sayang?"
"I'm get periode."
"Hah?!!!"
"Iya Bee, aku baru saja datang bulan dan untuk satu minggu ke depan tidak akan bisa melayanimu di sini," lanjut Ecca lagi sambil mengusap ranjang di sampingnya.
__ADS_1
"Oh My God!" Belva mengusap wajahnya kasar dan kemudian meninggalkan Ecca untuk bergegas menuju ke kamar mandi menuntaskan ha5ratanya.
Melihat suaminya kelimpungan membuat Ecca tertawa pelan punuh dengan kemenangan.
"Emang enak dikerjain?" gumam Ecca di tengah tawanya.
๐ ๐ ๐
Akhirnya Belva dan Ecca pun memutuskan untuk pulang ke Mansion Ecca.
"Memangnya kalo lagi dapet gitu harus satu minggu ya sayang?" tanya Belva saat mereka sudah berada di tengah perjalanan.
"Kadang bisa lebih juga sih, Bee sampai 2 minggu," balas Ecca membuat Belva langsung tercengang.
"Apa?!! Serius dua minggu?!!" pekik Belva membuat Ecca terkekeh dalam hati.
"Emangnya gak bisa dipercepat jadi satu hari ya?" lanjut Belva lagi yang langsung Ecca jawab dengan gelengan kepala.
"Malah kadang kalo perempuan itu mengalami stress bisa semakin lama, Bee!" balas Ecca membuat Belva langsung panik.
Dia tidak bisa membayangkan bagaimana nasibnya beberapa hari kemudian jika datang bulan Ecca tidak kunjung usai.
"Aduh sayang, kalo gitu kamu jangan stress yaa. Apa kalo perlu gak usah kerja dulu deh sampai datang bulannya selesai," pinta Belva yang tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.
"Makanya jangan bikin aku stress dong biar dedek bayi cepet ada di sini," balas Ecca sambil mengusap perutnya.
"Iya deh, aku minta maaf yaa. Berarti kamu ini datang bulan karena stress ya ngeliat aku diemin kamu?" tanya Belva dengan raut wajah yang penuh dengan penyesalan.
"Bisa jadi sih," jawab Ecca yang hampir tidak bisa menahan dirinya untuk tertawa.
Mereka langsung bercengkerama di ruang tengah, sedangkan di pantry tampak Nuna memandang kebahagian Ecca dengan penuh kebencian.
"Udah gak usah sirik sama kebahagiaan orang lain!" tepuk bik Mar asisten rumah tangga keluarga Ecca yang terlama.
"Mendingan sekarang ke tempat cucian piring tuh, piring sama gelas kotor udah numpuk!" titah bik Mar membuat Nuna mencebik kesal.
Tak lama kemudian tampak Mama Dea dan juga Papa Dion yang datang dengan membawa saudaranya yang kini menggendong seorang bayi.
"Nuna, setelah selesai cuci piring langsung ke ruang tengah ya!" titah Mami Aleya yang ingin mempertemukan Nuna dengan bayinya.
"Baik Nyonya!" balas Nuna.
Sedangkan di ruang tengah, tampak bayi Nuna mengulurkan tangannya meminta digendong oleh Ecca.
"Oooo, mau digendong sama onty yaa?" tanya Ecca yang langsung menggendong bayi Nuna yang belum sempat ia temui sebelumnya.
Saat berada didalam gendongan Ecca bayi Nuna langsung menguak dan tertidur membuat Ecca seperti mendapatkan jackpot bisa menidurkan bayi.
"Siapa namanya Mi?" tanya Ecca kemudian.
"Selama ini masih sering dipanggil baby boy sih karena Mami belum sempat memikirkan nma untuknya," jawab Mami Aleya.
__ADS_1
"Duh kaciaan, belum punya nama ya? Emm, onty aja deh yang kasih nama, gimana?" tanya Ecca sambil mengusap pipi bayi yang digendong nya.
"Dia adalah anakku, dan kau tidak berhak untuk memberinya nama!" sanggah Nuna yang baru saja datang dari pantry.
"Nuna!" tegur Mami Aleya memperingatkan Nuna agar tidak bersikap melampaui batas.
"Maaf Nyonya, saya memang sudah menyiapkan nama untuknya jauh-jauh hari." tukas Nuna yang langsung menundukkan kepalanya.
"Oh, ya udah gak masalh kalo kak Nuna memang udah menyiapkan nama untuk anaknya," balas Ecca yang langsung memberikan bayi yang ia gendong kepada Nuna.
Sayangnya saat baby boy tadi berpindah tangan, ia justru terbangun dan menangis sangat kencang.
Dengan sigap Nuna membuka dua kancing bajunya, namun bayinya langsung menolak karena selama ini ia selalu mengkonsumsi susu di dalam dot bayi.
Akhirnya bayi tersebut langsung digendong oleh Bu Tina yang selama ini mengasuhnya dan memberikan susu formula.
Tetapi bayi tadi terus menangis sambil menolak dot yang disodorkan ke mulutnya.
"Emm, coba sini Ecca gendong lagi bayinya," pinta Ecca.
Tangisan bayi Nuna pun mulai mereda saat Ecca menggendong nya dengan mengayunnya pelan.
"Uluuuh uluuh, minta digendong tante ya ternyata, sampai nangis begitu," tukas Ecca membuat Nuna mendengus kesal,
"Oh iya, siapa kak nama bayinya?" tanya Ecca lagi.
"Nabel Quiero!" jawab Nuna mantap membuat semua mata langsung tertuju pada Nuna dengan tajam.
โ๏ธโ๏ธโ๏ธ
Nuna emang gak ada takutnya. Belum kapok juga. Kira-kira enaknya di apain yaaa biar kapok?
Sambil nunggu kelanjutannya, mampir dulu yuk ke Novel bestie aku yang dijamin ceritanya.
Author : Alinatasya21
Judul Novel : Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Rate 5 bintang ๐๐๐๐๐
Like ๐
Comment ๐ฌ
Subscribe โค๏ธ
Vote ๐
__ADS_1
Gift ๐นโ๐บ
Dan Tonton iklannya ๐น๐ฝ๏ธ juga ya