
Mendengar keramaian di luar kamar membuat Mami Aleya terjaga dan langsung keluar dari kamarnya.
"Apa yang sudah terjadi papi?" tanya Mami Aleya sambil mengucek matanya.
"Orang tidak tahu diri ini sengaja masuk ke kamar Ecca dan memelukku dengan sangat erat. Bahkan dia juga menindih papi!" jawab Papi Mario yang merasa sangat geli mengingat dirinya tadi sempat dir@ba-r@ba oleh sesama jenis.
Plak!
Tangan Nuna mendarat mulus di pipi Joko.
"Kamu itu suamiku mas! Kenapa kamu justru menggoda adik kandungmu sendiri?" Cecar Nuna naik pitam membuat suasana makin keruh.
"Loh, sayang. Bukannya..."
Plak! Belum sempat Joko membela dirinya, tamparan Nuna kembali mendarat di pipinya.
"Dasar lelaki tidak tahu malu! Mulai besok aku akan datang ke pengacara untuk menggugat cerai denganmu!" gertak Nuna yang langsung masuk ke kamar dengan membanting pintu.
"Apa sebenarnya yang kau fikirkan sampai berani memasuki kamar putriku?!" tanya Mami Aleya yang turut dipenuhi amarah dengan apa yang ia ketahui barusan.
"Maaf nyonya, saya benar-benar salah masuk kamar," jawab Joko yang posisinya saat ini sedang di ujung tanduk.
"Mulai sekarang kemasi pakaianmu dan angkat kaki dari Mansion ku!" titah Papi Mario membuat Nuna kini tersenyum dengan lebar.
'Yes! Meski kali ini aku gagal mencelakai Ecca, setidaknya aku berhasil cerai dari pria buluk itu,' batin Nuna penuh kemenangan.
Pintu kamar Nuna pun diketuk oleh Joko dan Nuna langsung membukakan pintu sambil memasang wajah cemberut.
"Berikan aku uang yang kau janjikan, Nuna. Setelah itu aku akan pergi dari sini!" todong Joko sambil menengadahkan tangannya.
"Cih!" Nuna menepis tangan Joko dengan sombong. "Dalam mimpimu!"
"Kamu sudah gagal untuk merusak masa depan Ecca, bagaimana mungkin aku kan membayarmu!" sarkas Nuna membuat Joko naik pitam.
"Tapi karena mengikuti perintah darimu, Papi Mario dan Mami Aleya jadi marah denganku!" gertak Joko membuat Nuna terkekeh geli.
"Itu sih masalah kamu ya, memang itu juga rencana yang aku buat agar kamu bisa angkat kaki dari sini."
"Dan mulai besok, aku akan melayangkan gugatan cerai ke pengadilan lewat pengacara!" ucap Nuna.
Dengan masalah ini, tentunya ia akan bisa bertemu dengan Belva besok pagi dan menjalankan rencana selanjutnya yang sudah ia siapkan.
"Sampai kapanpun, aku tidak akan menceraikanmu, Nuna!" ucap Joko yang sebenarnya sudah direncanakan akan menikahi Nuna setelah melahirkan bayinya dan masa iddahnya habis.
Joko segera membereskan pakaiannya dan siap untuk angkat kaki dari Mansion.
'Aku tidak boleh kehilangan sumber uangku kali ini! paling tidak aku harus bertahan menjadi suami gadungan dari Nuna agar tidak kembali menjadi tukang kebun lagi,' batin Joko sambil melangkah meninggalkan Mansion.
__ADS_1
☘️☘️☘️
Keesokan harinya, Ecca sangat terkejut saat mendengar cerita dari Maminya jika Joko berniat jahat dengannya dan masuk ke kamar Ecca.
Mendengar cerita maminya, bulu kuduk Ecca langsung berdiri. Ia sendiri tidak mampu membayangkan bagaimana jika semalam dirinya tidak salah masuk kamar.
"Sepertinya ini justru rencana yang sudah dibuat kak Nuna, mi," tukas Ecca membuat Mami Aleya mengernyitkan dahinya.
"Kok bisa?"
Pertanyaan Mami Aleya kali ini dijawab dengan Ecca jika semalam setelah meminum coklat hangat buatan kakaknya, rasa kantuk langsung menyergapnya sampai Ecca salah masuk kamar.
Mami Aleya pun langsung mempercayai cerita Ecca karena saat ia membangunkan Putrinya, Ecca tidak bergeming sama sekali.
"Anak itu ternyata sudah bertindak terlalu jauh," gumam Mami Aleya.
"Kalau begitu, biarkan Nuna tinggal bersama dengan Joko dari pada di rumah ini!" tukas Papi Mario yang turut kesal mendengar cerita Ecca.
"Terus nanti istrinya Joko gimana dong? Apa kata tetangga Joko jika Nuna tinggal di sana?" tanya Mami Aleya yang kurang setuju dengan usulan papi Mario.
"Yasudah, kalau begitu biarkan Nuna tinggal di kontrakan. Karena jika ia trus disini, nyawa Ecca adalah taruhan nya. Dan Papi sama sekali tidak rela jika Ecca menjadi korban dari anak pungut tidak tahu diri itu!" tukas papi Mario kelepasan.
"Papi!" Mami Aleya langsung mendelik ke arah suaminya yang menyebut Nuna sebagai anak pungut.
"Siapa yang anak pungut?" tanya Ecca kemudian.
Akhirnya mau tidak mau Mami Aleya menceritakan siapa Nuna sebenarnya. Kali ini cerita Mami justru membuat Ecca merasa sangat kasihan dengan kakaknya.
☘️☘️☘️
Setelan blouse Warna hitam yang dipadukan dengan celana panjang dengan warna yang senada membuat Ecca terlihat sangat cantik dan menawan.
Setelah merapikan penampilannya, Ecca pun bergegas meraih tasnya dan segera keluar dari kamarnya. Saat kakinya mulai menuruni anak tangga, matanya tertuju pada Nuna yang sudah tampak rapi sedang menikmati sarapannya.
"Mau kemana kak, rapi bener pagi ini?" tanya Ecca sambil menarik kursinya dan duduk di samping maminya.
"Hari ini kakak ikut kamu kerja ya?" pinta Nuna.
"Kakak mau gugat cerai suami kakak yang sudah tidak tahu diri itu."
Ecca yang mulai menyendokkan nasi ke dalam piringnya pun langsung mengerutkan dahinya.
"Kalo masalahnya belum terlalu pelik biasanya susah loh kak. Tahapannya panjang juga. Apa lagi kalo suaminya tidak mau bercerai sama sekali," jelas Ecca sambil menikmati sarapannya.
"Yah, tang penting kan usaha dulu dek, Iya kan Mi, Pi?" tanya Nuna meminta dukungan dari mami dan papinya.
"Ya, kalo memang nanti Joko tidak mau menceraikan kamu, mau tidak mau kalian harus cari kontrakan atau tempat tinggal sendiri, Nuna." tukas papi.
__ADS_1
"Ya gak bisa gitu dong, Pi! Aku juga kan lagi hamil!"
"Yaah, nanti kan Mami sama papi juga pasti akan jengukin kamu. Kalau kalian tetap disini, Mami gak bisa jamin keselamatan Ecca mengingat Joko sudah terlalu berani masuk ke dalam kamar Ecca tanpa permisi."
"Yaah, meskipun alasannya dia salah masuk kamar," tukas Mami Aleya membuat Nuna menggerutu dalam hati.
'Oke fix, kali ini aku mulai sadar jika kalian semua tidak ada yang mengharapkan keberadaanku lagi!'
'Kalau begitu, jangan pernah salahkan aku jika nantinya aku akan bertindak lebih berani untuk menghancurkan keluarga ini!'
Semuanya kini terdiam menikmati sarapan mereka. Hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar.
"Papi akan antar Ecca sama Nuna ke Firma, Mami gak buru-buru kan hari ini?" tanya Papi Mario setelah menghabiskan sarapannya.
"Yaudah, gak masalah. Kita berangkat aja semuanya. Lagi pula kan kasihan Nuna kalo harus bonceng Ecca naik motor."
"Tapi Ecca udah pingin banget naik motor, nanti pulang kerja juga ada janji sama Amel," celetuk Ecca.
"Amel suruh jemput kamu aja di firma, nanti pulangnya bisa nik taksi online. Lebih aman kan?" tukas Mami Aleya.
"Yaudah yuk buruan kita berangkat!" ajak Mami Aleya. "Oh iya, Nuna nanti pulangnya naik taksi online aja ya."
Nuna pun hanya menganggukkan kepalanya.
☘️☘️☘️
Hari ini sampai di sini dulu ya.
Sambil menunggu kelanjutannya, mampir dulu yuk ke Novel bestie aku yang dijamin ceritanya seru dan menarik.
Judul Karya : Kekasihku Pria Amnesia
Nama Pena : Nirwana Asri
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Rate 5 bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
Like 👍
Comment 💬
Subscribe ❤️
Vote 💞
__ADS_1
Gift 🌹☕💺
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya