Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku
Ecca Marah


__ADS_3

Ecca mencoba biasa saja saat kakaknya melayani Belva dengan mengambilkan nasi dan lauk di piring Belva.


Namun kali ini yang membuat Ecca geram adalah saat melihat kakaknya sengaja tidak mengenakan 🅱️R🅰️ dan pu+ing $u $u nya terlihat sangat men¢u@+ terjiplak jelas di li nge rie satin yang dikenakannya.


'Huft, Kak Nuna benar benar sedang memancing benteng pertahanan King Bee!' gerutu Ecca dalam hati.


'Udah gitu King Bee die aja lagi. Jangan-jangan ntar King Bee goyah lagi pingin cicipin Kak Nuna!'


'Kucing mana coba yang bakal diem aja kalo disodorin ikan asin di depannya. Gak ada kan?'


'Pasti aja bakal dicap lok masuk ke dalam mu lut.'


Batin Ecca terus saja berkecamuk saat melihat Nuna yang tampak jelas sedang menggoda King Bee nya.


Brakkk!


Tiba-tiba Ecca menggebrak meja dengan kesal saat Nuna makin berani meng go da Belva dengan menyengajakan dirinya memeluk lengan Belva agar lengan Belva mengenai pu+ing $u $u Nuna yang sangat men¢u@+ itu.


"Apa kalian gak bisa mes ra-mes raan di kamar? Bukan di depan aku kayak gini!" gertak Ecca geram yang langsung meninggalkan meja makan.


Nuna langsung tersenyum lebar melihat Ecca yang kebakaran jeng got.


'Pu as banget deh ngeliat Ecca semarah itu. Ini belum seberapa Ecca, karena sebentar lagi kamu akan lebih sakit hati kalo Belva benar-benar sudah masuk dalam jebakan ku dan menjadi milikku selamanya,' batin Nuna.


Ecca masuk ke dalam kamarnya hanya untuk mengambil jaket karena memutuskan untuk keluar dari apartemen Belva untuk menghirup angin malam.


Setidaknya hatinya yang terasa panas karena sudah terbakar api cemburu bisa sedikit reda dan kembali dingin.


Melihat Ecca yang sudah bersiap untuk pergi, Nuna pun berdiri dari kursi makannya dan menarik lengan Ecca.


"Kakak minta maaf Ecca, kakak sama sekali tidak bermaksud membuatmu marah seperti ini," ucap Nuna yang terdengar seperti menyesali perbuatannya barusan.


"Ck, sudahlah kak. Teruskan saja apa yang mau kakak lakukan."


"Trus kamu kemana Ca? Ini udah malem loh," tanya Nuna.


"Aku bukan anak kecil lagi yang harus selalu di atur-atur kak," balas Ecca yang langsung keluar dari apartemen Belva.


Brak!!!


Kali ini Ecca sengaja menutup pintu apartemen Belva sedikit keras.


"Huft! Ngeselin banget sih. Bener-bener malu-maluin Kak Nuna nih!"


"Udah gitu King Bee juga nih pake acara diem aja. Nolak kek, singkirin kek tangan Kak Nuna, atau marah. Eh, kayaknya malah keenakan nih kena sama yang em puk em puk begitu!"


Ecca terus saja menggerutu sambil memencet tombol pintu lift. Saat pintu lift terbuka, tampak Dirga dan juga Bisma ada di dalam lift dengan membawa setumpuk berkas.

__ADS_1


"Ecca!" panggil Dirga dan Bisma bersamaan.


"Hai Pak Dirga, Mas Bisma, kalian mau kemana?" tanya Ecca yang mengurungkan langkahnya untuk masuk ke dalam lift.


"Bawain berkas punya Pak Belva yang ketinggalan nih," jawab Dirga.


"Oh, gituh ya. Emmh, kalo pak Dirga sendiri bisa kan? Biar Mas Bisma anter aku cari sesuatu di luar," lanjut Ecca kemudian.


"Bisa banget, Ca. Kebetulan malam ini aku free," jawab Bisma yang langsung menyetujui permintaan Ecca.


"Loh, tapi kan kamu sekarang lagi nganterin aku. Trus nanti aku pulangnya gimana?" tanya Dirga yang sebelumnya memang minta di antar oleh Bisma untuk mengantarkan berkas penting milik Belva.


"Gak lama kok, Pak Dirga. Gak pa pa kan nunggu sebentar aja?" ucap Ecca memohon dengan memperlihatkan puppy eyesnya.


"Oke deh, kabarin ya kalau udah sampai di lobby! Nanti aku langsung turun ke bawah."


Akhirnya Ecca masuk ke dalam lift bersama Bisma, sedangkan Dirga langsung menuju ke apartemen milik Belva.


"Emang mau cari apaan sih, Ca?" tanya Bisma.


"Emm, Mas Bisma tahu toko jamu yang paling lengkap gak?"


"Toko jamu? Mau cari apa kamu ke toko jamu, Ca?"


Bukannya menjawab pertanyaan Ecca, Bisma justru balik bertanya.


"Maksudnya gimana si, Ca. Kurang paham deh aku. Kayak serbuk gituh maksudnya?" timpal Bisma.


"Nah, iya itu yang aku maksud. Ada kan?" tanya Ecca antusias. "Sebenarnya kan aku agak kurang suka tuh minum jamu."


"Kalo yang model serbuk gitu sebenarnya ada beberapa macem, dan jangan sampai ketuker sama obat pe nam bah gai rah, Ca." jelas Bisma.


"Emang sama ya?" tanya Ecca yang memang belum pernah tahu sama sekali.


"Mirip banget malah, dan kita harus baca bener-bener tuh. Kalo gak kan nanti bisa berabe."


"Diiih, Mas Bisma paham bener nih yang kayak begituan. Pasti sering beli ya?" go da Ecca membuat muka Bisma memerah menahan malu.


Ting!


Untung saja pintu lift terbuka dan Bisma cepat-cepat berjalan di depan mendahului Ecca.


"Kamu tunggu di pintu keluar aja ya, Ca. Aku mau ambil motor dulu," ucap Bisma.


"Okey."


☘️☘️☘️

__ADS_1


Setelah Ecca keluar dari apartemennya, Belva langsung mengambil ulang makanan untuknya sendiri dan membawanya masuk ke dalam kamar.


Sedangkan makanan yang tadinya sudah disajikan oleh Nuna untuknya ditinggalkan begitu saja tanpa di sentuhnya sama sekali.


"Belva! Segitunya ya kamu gak menghargai aku!" hardik Nuna kesal saat melihat Belva meninggalkannya sendiri di ruang makan.


"Sekali lagi kamu protes dengan apa yang aku lakukan, jangan harap kau akan menerima uang sepeser pun dari aku!" ancam Belva tanpa menoleh ke arah Nuna sama sekali.


"Oh, ya. Kalo nanti ada Dirga datang. Suruh saja langsung mengetuk ke kamarku!" perintah Belva lagi dan segera masuk ke dalam kamarnya.


Tidak lupa Dirga langsung mengunci kamarnya karena ia tidak ingin Nuna memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam.


"Aaaarrrrgghhh!" Nuna memekik kesal.


"Aku benar-benar sial kali ini! Seharusnya dulu aku tidak memilih Belva untuk menjadi suamiku."


"Ck, dia benar-benar sangat sulit untuk ditaklukkan!"


Tak lama kemudian bel apartemen Belva pun berbunyi. Karena masih diliputi rasa kesal, Nuna pun berjalan sambil menghentak hentakkan kakinya untuk membukakan pintu.


"Maaf bu, saya Dirga mau bertemu dengan Pak Belva," ucap Dirga santun.


"Kamu pikir saya ibu kamu!" gertak Nuna kesal melampiaskan emosinya kepada Dirga sambil berkacak pinggang.


Dirga langsung menelan ludahnya kasar saat melihat penampilan wanita yang saat ini ada di depannya.


"Gila! Mata ku malam ini benar-benar sudah ter no dai dengan istri Pak Belva." batin Dirga yang tiba-tiba dadanya terasa sesak.


"Maaf Mbak, saya bisa bertemu dengan Pak Belva?" tanya Dirga lagi dengan suara yang hampir tercekat.


☘️☘️☘️


Penasaran gak sih sama kelanjutannya?


Author lagi nulis kelanjutannya nih.


Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Like 👍


Comment 💬


Favorit ❤️


Vote 💞


Gift 🌹☕💺

__ADS_1


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya


__ADS_2