Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku
Chat Dosen?


__ADS_3

Sebelum rahasianya terbongkar, Ecca pun menjawab lebih dulu pertanyaan dari Papanya Belva.


"Ecca barusan chat sama dosen Ecca kok Om, katanya Skripsi Bab 1 sampai 5 sudah OK semua. Jadi tinggal tanda tangan dan kemungkinan persiapan sidang skripsi minggu depan," jawab Ecca sambil memberi kode kepada Belva agar cepat-cepat meng-ACC skripsinya dan memberinya waktu untuk sidang skripsi minggu depan.


"Berarti minggu depan kamu ke jogja lagi sayang?" tanya Mami Aleya.


"Belum tau juga Mami, tergantung nanti keputusan dari dosen pembimbing Ecca yang baru," balas Ecca sambil sedikit melirik ke arah Belva.


"Waaah, tante seneng banget deh dengernya. Tapi kalo tante boleh tahu dosen kamu itu udah nikah apa belum?" tukas Mama Dea.


"Belum tante," jawab Ecca sedikit malu-malu.


"Ganteng juga gak?" tanya Mama Dea dan Ecca pun langsung menganggukkan kepalanya dengan wajah yang merona, membuat Mama Dea sedikit merasa kecewa.


'Kayaknya Ecca lagi jatuh cinta sama dosennya. Yaah, gagal deh mau minta dia jadi anak menantu aku,' gumam Mama Dea dalam hati.


"Kamu kok malu-malu gituh ditanyain sama Tante Dea? Memangnya Ecca lagi ada hubungan khusus ya sama dosen Ecca yang belum nikah itu?" tanya Mami Aleya sampai Ecca cepat-cepat menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


Ecca yang dari tadi masih menjadi bahan perhatian pun merasa sangat malu.


"Apaan sih Mami ini, bikin Ecca malu aja, orang itu cuma dosen pembimbing aja kok."


Mendengar jawaban Ecca kali ini membuat Belva sedikit tidak terima jika dia dibilang hanya sekedar dosen pembimbing aja.


"Serius nih Ca, hanya sekedar dosen pembimbing aja?" tanya Belva membuat suasana Ecca semakin terpojok bagaikan di roasting.


'Ck, King Bee nih apa-apaan sih. Bukan nya nolongin, malah min memperkeruh keadaan aja,' gerutu Ecca dalam hati.


Sedangkan Mami Aleya yang sangat paham saat ini Putrinya sedang tersipu malu pun langsung mengusap bahu Ecca.


"Kalo memang ada hubungan khusus juga gak papa, Ecca sayang. Mami sama Papi juga paham kok. Namanya juga anak muda," tukas Mami Aleya.


"Yaah, tapi tante sedikit kecewa loh dengernya," timpal Mama Dea yang langsung disikut sama suaminya.


"Jangan asal ngomong macem-macem deh, Ma!" Papa Dion langsung mengingatkan istrinya.


Mama Dea yang tadinya mau bicara jujur jika ia sangat menginginkan Ecca jadi menantunya pun kini harus ia tunda mengingat seharusnya ia tidak ikut campur dengan kisah cinta anaknya dan juga anak dari sahabatnya


"Kecewa kenapa tante?" tanya Ecca penasaran.


Sayangnya pertanyaan Ecca kali ini langsung dialihkan Papi Mario yang mengajaknya untuk pulang.


"Emm, Ecca. Kita pulang yuk, malam ini Mami yang mau jagain kak Nuna," ajak Papi Mario.


"Mami gak papa nungguin kak Nuna sendiri?" tanya Ecca kepada maminya.

__ADS_1


"Gak sendiri dong, nanti kan Papi juga balik lagi kesini nemenin Mami," jawab Mami Aleya yang tidak ingin menunggu Nuna seorang diri.


"Kalo gitu, Ecca biar kita anter pulang aja, Jeng. Dari pada suami kamu harus bolak balik," tukas Mama Dea.


"Eh, iya kalo gak biar diantar sama Belva. Tadi kan dari Firma udah bareng kan sama Belva?" sambungnya lagi yang kali ini benar-benar memperlihatkan jika ia sangat menginginkan Ecca menjadi menantu di rumahnya.


Melihat semuanya terdiam, membuat Mama Dea langsung memberi kode dengan menginjak sepatu putranya sedikit keras.


"Oh iya tante, Ecca biar saya saja yang antar. Sekalian membicarakan tentang surat nikah untuk Nuna dan mencari pria yang mau membantu permasalahan kita," tukas Belva.


"Waah, terima kasih banyak nak Belva sudah repot-repot membantu keluarga kami," balas Papi Mario yang kemudian melihat ke arah Ecca.


"Ecca gak papa kan pulang sama Mas Belva lagi?" tanya Papi yang langsung diangguki kepala oleh Ecca.


Akhirnya Mama Dea dan juga suaminya pun undur diri bersama Ecca dan juga putranya. Sedangkan Mami Aleya dan suaminya kembali ke ruang dimana Nuna sedang dirawat.


"Jangan lupa nanti cium aku!" bisik Belva yang kini sedang berjalan bersama Ecca menuju ke parkiran mobil di belakang orang tuanya.


"Lihat situasi dong, Bee!" Ecca menunjuk ke arah orang tua Belva yang masih ada di depan mereka.


"Sekalian aja biar mereka tahu, biar kita langsung dinikahin. Beres kan?" bisik nya lagi membuat Ecca langsung berjalan menjauh dari Belva.


Namun dengan cepat tangan Belva meraih tangan Ecca dan menggenggam nya dengan sangat erat. "Jangan jauh-jauh dong, kayak orang marahan aja," ucap Belva lirih namun masih terdengar jelas di telinga Mama Dea.


Kali ini Mama Dea tidak menoleh ke belakang, melainkan mengambil ponselnya untuk melihat apa yang terjadi dengan 2 anak itu di belakang.


'Tunggu! Tadi Ecca bilang kalo dia sedang chat dengan dosen barunya seperti orang jatuh cinta. Apa jangan-jangan yang dimaksud Ecca itu putraku?'


'Belva juga kan dosen tidak tetap di kampus Ecca. Hmmm, sepertinya kali ini keinginanku untuk menjadikan Ecca menantu akan terwujud!' gumam Mama Dea dalam hati sambil menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas.


Saat hendak sampai di mobil Papa Dion, Belva langsung melepas pegangannya.


"Belva, papa sama mama duluan ya. Kamu hati-hati bawa anak orang!" Papa Dion menepuk bahu putranya dan Belva hanya menganggukkan kepalanya.


Sedangkan Ecca pun langsung menyalami papa dan mamanya Belva sebelum mereka masuk ke dalam mobil.


"Hati-hati ya om, tante!" ucap Dea sambil melambaikan tangannya.


"Makasih ya cantik, kapan-kapan main ke rumah tante yaa. Kita masak bareng," ucap Mama Dea membuat Belva sedikit tertegun.


"Iya tante, kapan-kapan Ecca main ke rumah," balas Ecca.


'Mama ajak Ecca masak bareng? Aku gak salah denger kan?' tanya Belva dalam hati mengingat berkali-kali Mamanya sangat menginginkan masak bareng calon menantu.


"Bee! Ayo pulang! Kok malah melamun sih?" Ecca menggoyangkan lengan Belva dan membuyarkan lamunan Belva.

__ADS_1


"Oh iya!" Belva kembali menggandeng tangan Ecca dan membukakan pintu mobil untuknya.


Saat Ecca Sudah mulai masuk ke dalam mobil, dengan sengaja Belva memasangkan seat belt Ecca membuat jaraknya dengan Ecca sangat dekat.


"Aku bisa pakai sen..."


"Sssst! Diam aja dulu atau..."


Cup! Kecupan sekilas dari Belva mendarat sempurna di pipi kiri Ecca dan setelah itu Belva menutup mobilnya.


"Ck, selalu aja cari kesempatan!" gumam Ecca sambil mengusap pipi kirinya.


"Capek gak sayang?" tanya Belva yang kini sudah memegang kendali mobilnya.


Ecca pun menganggukkan kepalanya dan menyandarkan di headrest mobil.


"Istirahatlah!"


"Setelah mengantar mu, aku masih harus mencari orang yang mau dibayar untuk menjadi suami Nuna," lanjut Belva lagi.


"Aku ikut, Bee! Jangan antar aku pulang dulu!" pinta Ecca sambil memejamkan matanya.


"As you wish, baby!"


๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„


Terima kasih sudah mau mampir lagi.


Sambil nunggu kelanjutannya, mampir yuk ke novel bestie aku yang dijamin ceritanya menarik dan sangat seru.


Nama Pena : ingflora


Judul Novel : CEO And The Twins



Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Like ๐Ÿ‘


Comment ๐Ÿ’ฌ


Subscribe โค๏ธ


Vote ๐Ÿ’ž

__ADS_1


Gift ๐ŸŒนโ˜•๐Ÿ’บ


Dan Tonton iklannya ๐Ÿ“น๐Ÿ“ฝ๏ธ juga ya


__ADS_2