
Bukan menjawab pertanyaan dari Ecca, Belva justru mengambil sesuatu dari jaket yang kini ia kenakan.
"Apa ini punya kamu?" tanya Belva memperlihatkan buku diary milik Ecca yang kini berada di tangannya.
Suara Ecca tercekat saat melihat buku diary miliknya kini ada di tangan Belva. Mukanya semakin memerah menahan malu, karena Ecca yakin jika Belva pasti sudah membaca isi dari buku diary nya.
Kali ini Ecca berbalik dan tangannya terulur hendak merebut buku diary miliknya dari tangan Belva. Sayangnya ia justru menabrak dada bidang Belva karena Belva menyembunyikan buku diary Ecca di balik punggungnya.
Deg!
Deg!
Deg!
Suara detak jantung Belva begitu terdengar jelas di telinga Ecca. Bahkan suaranya lebih merdu dibandingkan dengan musik yang biasa Ecca dengarkan.
Belva sendiri tersenyum mendapati Ecca yang tak kunjung mengangkat kepalanya dari dada bidangnya.
"Jangan berpindah jika kamu memang nyaman berada di dekat King Bee mu!" ucap Belva sambil mengusap kepala Ecca.
Ecca terdiam saat Belva menyebutkan panggilan Ecca terhadap Belva di dalam buku diary.
Panggilan kesayangannya untuk Belva setiap ia menulis di buku diary adalah King Bee, sedangkan ia sendiri menyebut dirinya sebagai Queen Ca.
Perlahan Ecca mengangkat kepalanya dan menjauhkan tubuhnya dari Belva.
"Balikin buku aku, Mas!" pinta Ecca sambil menengadahkan tangannya ke arah Belva.
"Aku tidak menyangka jika Kak Nuna benar-benar membeberkan Rahasia ku secepat ini kepada suaminya sendiri dan membuat aku sangat malu," tukas Ecca kemudian.
__ADS_1
"Itu hanya coretan masa laluku yang tidak ada artinya saat ini. Yah semacam selingan saja di masa puber," jelas Ecca.
"Maksudnya?" tanya Belva yang tidak paham dengan arah pembicaraan Ecca saat ini.
"Semua yang tertulis di dalam situ hanya masa lalu, Mas. Bukanlah sesuatu yang penting untuk saat ini,"
Belva sedikit kecewa mendengar ucapan Ecca barusan.
"Benarkah semua yang kamu katakan itu, Caca?" tanya Belva terdengar seperti mengintimidasi.
"Lagi pula untuk apa aku berbohong dengan KAKAK IPAR KU sendiri?" timpal Ecca menekan di kalimatnya.
"Aku wanita baik-baik yang tidak akan merebut sesuatu yang menjadi milik orang lain, terlebih milik kakak kandungmu sendiri!"
"Jadi, aku harap Mas Belva tidak perlu terbawa perasaan dengan apa yang sudah aku tulis di dalam buku itu," jelas Ecca membuat Belva tercenung.
"Jika memang sudah tidak tidak penting lagi, kau tidak perlu menyimpan barang yang sudah tidak berarti bagimu, Caca!" ucap Belva.
Kini gantian Ecca yang terdiam setelah mendengar ucapan dari Belva barusan.
"Jika memang ini tidak penting, kenapa kau takut saat Nuna mngancammu dengan buku ini, dan kau justru mengikuti kemauannya?"
"Jawabannya cukup sederhana, aku tidak ingin merusak rumah tangga kakakku sendiri," jawab Ecca tanpa membalas tatapan Belva yang kini sedang menatapnya.
"Okey, sekarang katakan padaku bagaimana pendapatmu jika ternyata aku tidak mencintai kakakmu yang saat ini menjadi istriku?" tanya Belva yang jauh dalam lubuk hatinya berharap Ecca akan kembali memperjuangkan cintanya seperti apa yang tertulis kan di dalam buku diary.
"Cinta akan datang jika kalian mulai terbiasa bersama. Belajarlah mencintai kakakku, aku tidak mau jika keponakanku lahir tanpa kasih sayang seorang ayah!" balas Ecca membuat Belva sedikit frustasi.
"Queen Ca memang sangat pandai berkata-kata, mengeluarkan argumen, dan juga sangat cepat menjawab pertanyaan dariku meski jawaban itu tidak keluar dari lubuk hatinya yang terdalam."
__ADS_1
"Kau lulus untuk menjadi pengacara handal di depanku, Caca. Jika aku menjadi dosen pembimbing, sudah aku pastikan kau lulus cepat dengan predikat cumlaude."
"Tapi sebagai dosen pembimbing skripsimu, aku sarankan kali ini kau berbicara dengan jujur dari lubuk hatimu, Rebecca Marley Swan!"
Belva semakin merapatkan duduknya ke arah Ecca sampai membuat Ecca benar-benar terpojok. Deru nafas Ecca terdengar bergemuruh di telinga Belva membuat Belva semakin yakin jika Ecca hanya berkilah dari tadi.
"Apa yang Mas Belva ingin dengarkan dari ucapan ku?" tanya Ecca dengan nada menantang.
Belva tersenyum mendengar tantangan dari Ecca. Senyum Belva kali ini membuat Ecca semakin tidak karuan menahan gejolak yang ada di dalam dadanya.
"Do you love me, Queen Ca?" tanya Belva yang sengaja berbisik tepat di telinga Ecca.
☘️☘️☘️
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Like 👍
Comment 💬
Favorit ❤️
Vote 💞
Gift 🌹☕💺
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya
Terima kasih
__ADS_1