Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku
Give Up


__ADS_3

Sayangnya harapan Nuna harus pupus karena Ecca justru membalas tatapan nya yang tak kalah tajam juga.


"Menggoda Mas Belva?" balas Ecca dengan nada sedikit mengejek.


"Aku bukan serendah kakak yang menggoda atasan sendiri!" ucap Ecca membuka Nuna sangat terkejut.


"Apa maksudmu, Ca?" tanya Nuna kemudian.


"Apa aku perlu jabarin semuanya apa yang sudah aku tahu tentang kakak?"


"Bahkan aku juga tahu kemana dan dengan siapa kakak pergi kemarin pagi," lanjut Ecca.


'Sial! Ini gak bisa dibiarkan!' batin Nuna geram setelah mengetahui Ecca ini memegang kartunya.


"Mana buktinya?" tanya Nuna yang kali ini menantang adiknya.


Ecca terdiam, ia memang belum punya bukti untuk semua ini karena semua ia lihat secara kebetulan.


"Kenapa diam?!" suara Nuna makin meninggi.


"Kamu mau coba-coba fitnah kakak ya?!"


Ecca hanya bisa membuang nafasnya kasar karena saat ini ia memang belum memperlihatkan bukti apa-apa.


"Tapi aku lihat semuanya dengan mata kepalaku sendiri. Kakak benar-benar tidak pernah berubah! Selalu membuatku jijik dengan tingkah laku kakak!" serang Ecca yang langsung membereskan laptopnya dan cepat-cepat keluar dari ruangan Belva.


Ecca sadar diri jika ucapannya kali ini begitu menyakiti kakaknya.


"Kurang ajar ya kamu, Ca!" pekik Nuna saat Ecca beranjak meninggalkan dirinya di ruangan Belva.


Setelah Ecca tak terlihat, Nuna pun menyandarkan tubuhnya di sofa. Perutnya terasa begitu tegang akibat amukannya barusan.


Perlahan Nuna mengatur nafasnya dan meredam amarahnya.


'Sial!' umpat Nuna dalam hati. 'Darimana Ecca tahu jika aku memiliki hubungan degan Mas Hendy?' tanya Nuna dalam hati.


Nuna memijat kepalanya sambil memikirkan ucapan Ecca barusan.


'Aku tidak boleh kalah dengan ancaman anak ingusan seperti Ecca. Kali ini, aku harus bertindak lebih cepat darinya,' batin Nuna.


Setelah merasa sedikit tenang, Nuna berjalan ke meja kerja Belva sambil membuka buka berkas yang ada di meja kerja suami kontraknya itu.


Betapa terkejutnya Nuna saat melihat laporan pemasukan firma Belva yang sangat fantastis. Terlebih saat melihat slip gaji Belva yang masih terselip di balik map.


"Gila! Belva ternyata sangat kaya dari yang aku duga." gumam Nuna yang baru sadar jika pendapatan seorang pengacara sangat besar.


Selama ini Nuna tidak pernah tahu berapa penghasilan Belva yang sebenarnya. Menurutnya gaji Belva tidak begitu besar, dilihat dari rumah yang saat ini ditinggali oleh Belva tidak sebesar Mansionnya.


Meski rumah Belva juga ada taman dan juga kolam renang yang tidak begitu besar, tetap saja masih kalah dengan Mansion papinya.


Tidak hanya itu, rumah yang ditinggali mama dan papa Belva juga tidak jauh dengan ukuran rumah Belva.


"Ck, sepertinya aku harus memikirkan kembali tentang pernikahan kontrakku dengan Belva." gumam Nuna.


"Ya! Aku harus memiliki Belva Quiero seutuhnya. Dengan begini, masa depanku akan sangat terang,"


"Aku akan melepaskan Hendy dan menjadi istri Belva yang baik, dan aku pastikan Ecca akan menderita selamanya karena lelaki yang ia cintai akan terus bersama denganku seumur hidup," tekad Nuna ambil memikirkan beberapa rencana yang akan ia jalankan selanjutnya.


☘️☘️☘️


Di sisi lain, Ecca yang kembali ke ruangannya kini sedang menggerutu kesal sambil mengirimkan pesan kepada Amel.


💌 Ecca


Amel, aku nyerah

__ADS_1


💌 Amel


Menyerah itu bukan Ecca yang aku kenal. Kita ke kafe setelah jam kerja.


Setelah mendapat balasan pesan dari sahabatnya, Ecca pun pergi ke kamar mandi untuk mendinginkan suasananya.


Tepat saat Ecca keluar dari kamar mandi, ia berpapasan dengan Belva yang juga baru keluar dari kamar mandi.


"Hai Ca, udah makan?" tanya Belva sambil merapikan jasnya.


Ecca menggelengkan kepalanya dan berlalu begitu saja melewati Belva. Ia masih bimbang harus bersikap bagaimana di depan kakak iparnya itu.


Karena tidak melihat jalan yang ada di depannya, tanpa sengaja Ecca menabrak seorang pegawai firma yang sedang membawa setumpuk berkas.


Brukkk!!


Tumpukan yng dibawa oleh pegawai tadi langsung jatuh berceceran di lantai.


"Ups! Maaf pak, saya tidak sengaja," ucap Ecca sambil membantu merapikan berkas yang berserakan di lantai.


Dirga yang tertabrak oleh Ecca justru terpaku saat melihat Ecca yang sedang merapikan berkasnya.


Ecca yang sangat cantik dengan pancaran warna kulitnya yang putih dan rambut panjang berwarna hitam bergelombang membuat Dirga terpana akan kecantikan Ecca.


Bahkan dimata Dirga, gadis yang baru saja menabrak nya terlihat begitu sempurna. 'Aku seperti sedang berada di Kahyangan, melihat bidadari cantik ada di depan mata,' gumam Dirga dalam hati.


"Ini berkas bapak," ucap Ecca menyerahkan berkas Dirga.


Lamunan Dirga pun buyar seketika saat Ecca memberikan berkas yang kini sudah tertata rapi.


"Hai, aku baru melihatmu," ucap Dirga yang kemudian menerima berkas dari tangan Ecca.


"Kenalkan aku Dirga."


Dirga adalah salah satu advokat muda di Firma Hukum Quiero yang sangat berbakat dalam menyelesaikan setiap masalah klien. Ia juga salah satu kaki tangan Belva yang sangat dipercaya.


"Ecca,' jawab Ecca sambil membalas uluran tangan Dirga.


Berhubung masih waktu istirahat, Dirga sangat ingin mengajak Ecca makan di kantin sambil meneruskan perkenalan mereka berdua.


Sayangnya keinginan Dirga kali ini harus kandas setela mendengar suara deheman yang sangat ia kenal.


"Ehem!" Belva berdehem keras dan mendekat ke arah mereka.


Mendengar deheman Belva barusan, membuat Dirga cepat-cepat melepas tangan Ecca.


"Dirga, tolong bawa berkas itu ke ruanganku, sekarang!" perintah Belva sambil menunjuk ke arah berkas yang ada di tangan Dirga.


"Baik, Pak!"


Dirga langsung berbalik memenuhi perintah Belva. Namun sebelumnya ia mengucapkan sesuatu kepada Ecca.


"See you, Ecca. Nanti kita lanjutkan lagi ya kenalannya,"


"Oh, Iya Pak Dirga," balas Ecca sambil melambaikan tangannya ke arah Dirga.


Melihat Ecca yang terlalu ramah dengan Dirga membuat Belva merasa sangat cemburu. Sayangnya ia tidak bisa meluapkan rasa cemburunya begitu saja mengingat statusnya saat ini.


Akhirnya Belva berlalu begitu saja melewati Ecca tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


'See! Mas Belva itu memang bukan tipe lelaki yang mudah berpaling meski istrinya gak bener kaya kak Nuna,' gerutu Ecca dalam hati.


'Buktinya udah jelas banget! Mas Belva masih cuek banget sama aku,' batin Ecca dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


'Apa sih hebatnya kak Nuna? Sampai Mas Belva memilih untuk nikah sama Kak Nuna,'

__ADS_1


'Kenapa bukan wanita lain aja yang lebih baik dari kak Nuna? Setidaknya kalo Mas Belva nikah sama yang lain, aku gak sesakit ini,' rintih Ecca dalam hati.


Tak terasa air mata Ecca pun jatuh membasahi pipinya. Namun, cepat-cepat Ecca meghapusny dan masuk ke dalam ruangannya.


"Ecca, nih kakak pesenin bakso dari kantin. Buruan dimakan gih, mumpung masih anget," ucap Ollyta sambil menuntut nampan yang berisi semangkuk bakso dan juga es jeruk di atas meja.


"Waaaah, makasih banyak Kak. Tau aja nih kalo Ecca lagi laper," balas Ecca yang langsung duduk dan mengangkat mangkuk baksonya.


"Nanti di totalin habisnya berapa ya, biar Ecca ganti," ucap Ecca lagi yang mulai menikmati baksonya.


"Gak usah diganti, santai aja Ca,"


Ollyta memang mudah akrab dengan siapa pun, terlebih Ecca juga anak yang mudah menyesuaikan dirinya. Meski baru beberapa hari, keduanya sudah kompak dalam pekerjaan mereka.


"Nanti aku kayaknya mau teng go lagi kak, ada janji sama temen sore ini," ucap Ecca.


☘️ [Teng Go adalah bahasa karyawan yang pulang tepat waktu. Jam 4 Teng langsung Go.]


"Temen apa pacar nih?" tanya Ollyta dengan nada menggoda Ecca.


"Temen lah kak, orang cewek kok," timpal Ecca santai.


"Owh, kirain. By the way, Ecca udah punya pacar belum sih?"


Pertanyaan Ollyta kali ini langsung dijawab oleh Ecca dengan gelengan kepalanya.


"Belum mikirin pacaran kak, skripsi aja gak kelar-kelar nih," jawab Ecca santai.


"Tapi kalo cowok yang Ecca suka, udah ada kan?" tanya Ollyta lagi membuat Ecca hampir saja tersedak.


"Emmmh, gimana yaa? Susah deh Ecca ngomongnya kak. Yang jelas kali ini skripsi harus cepet kelar, trus wisuda, dan jadi advokat muda dulu," balas Ecca.


"Waaah, keren deh kamu, Ca. Kak Olly dukung biar sukses ya," balas Ollyta.


"Makasih kakaaak,"


Meski baru berapa hari mengenal Ollyta, Ecca justru sudah merasa Olly seperti kakaknya sendiri. Bahkan Ecca lebih nyaman dengan Olly dari pada dengan Nuna, kakak kandungnya sendiri.


☘️☘️☘️


Hai Guys,


Mampir yuk ke Novel bestie aku. Dijamin ceritanya seru dan menarik looh.


Judul Novel : Jodoh dari Semesta


Author : Aisy Arbia



Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Like 👍


Comment 💬


Favorit ❤️


Vote 💞


Gift 🌹☕💺


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2