Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku
Still Wait


__ADS_3

Keesokan harinya, Ecca dan Belva bersiap lebih awal karena pagi ini mereka harus ke rumah sakit untuk melihat keadaan Nuna.


"Bee, bagaimana jika hari ini aku libur ke Firma?" tanya Ecca sambil menikmati Sandwich nya.


"Papi sama Mami pasti butuh istirahat di Mansion. Aku yakin, mereka pasti tidak nyaman bermalam di rumah sakit."


Belva sedikit berat untuk mengizinkan Ecca libur bekerja. Siang ini ada kasus penting yang tentunya Belva membutuhkan Ecca untuk mendampinginya.


Meski terkadang Ecca sekedar menemani, Belva merasa begitu semangat menangani kasus kliennya saat Ecca ada di dekatnya.


"Tapi nanti siang kita kasus penting kan? Emang kamu gak mau bantuin aku?" tanya Belva yang berharap Ecca mengurungkan niatnya untuk menjaga Nuna di rumah sakit.


"Lagi pula kalau Papi sama Mami capek, mereka bisa istirahat kok di Mansion. Biar Nuna dijaga sama perawat. Lagi pula sakitnya juga gak serius-serius amat," tukas Belva.


"Emm, oke deh. Nanti aku coba bilang sama papi mami," balas Ecca sambil mengelap mulutnya dengan tisue.


"Makasih ya sayang," Belva mengusap kepala Ecca dengan sangat lembut. "Gak tau kenapa rasanya kurang semangat aja kalo gak ada kamu."


Ecca pun hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


"Tapi malam nanti aku pulang ke Mansion yaa. Kita kan gak boleh tinggal bareng kayak gini," lanjut Ecca lagi dan Belva langsung menganggukkan kepalanya.


☘️☘️☘️


Sesampainya Ecca di rumah sakit, Ecca langsung memberikan sarapan untuk papi dan maminya setelah itu mendekat ke brankar kakaknya.


"Hai kak, gimana keadaan kakak? udah lebih baik kan?" tanya Ecca.


Nuna menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Udah sedikit lebih baik," jawabnya lirih. "Ecca mau kan nemenin kakak di sini, gantiin papi sama Mami.?" pinta Nuna kemudian yang sudah diduga oleh Ecca sebelumnya.


"Kakak pingin ngembalikan ingatan kakak tentang kamu, Ca," lanjutnya lagi.


Ecca menghela nafasnya pelan sambil memandang ke arah maminya.


"Tapi hari ini aku ada kasus penting kak, dan aku harus nemenin Pak Belva ketemu sama klien," jelas Ecca.


Mendengar Ecca menyebutkan nama Belva, membuat Nuna memiliki kesempatan untuk meminta Belva datang.


Dengan begitu ia bisa berpura-pura sedikit mengingat Belva, dan nantinya Belva pasti akan menemaninya sampai ingatannya pulih.


"Belva? Siapa dia? Kenapa namanya terdengar tidak asing ya di telingaku?" tanya Nuna bertubi-tubi.


"Dia bos aku di firma kak, emm, anaknya tante Dea yang kemarin jenguk kakak ke sini." jawaban Ecca kali ini membuat Nuna langsung memegang kepalanya.


"Aduh, kepala kakak sakit banget," keluh Nuna membuat Mami Aleya langsung mendekat.


"Kok sekarang jadi sakit sih, Kak. Bukannya dari semalam Mami tungguin kakak sama sekali gak ada keluhan apa-apa? Bahkan kata dokter kondisi kamau udah baik-baik aja loh," tukas Mami Aleya edikit khawatir.

__ADS_1


"Gak tau nih mami, tiba-tiba denger Ecca sebut nama Belva, kepala aku jadi sakit," jawab Nuna membuat Ecca memendam rasa dongkolnya di dalam hati.


'Hemm, dasar ya kak Nuna nih. Aktingnya pinter banget! Liat aja ntar, bakal aku kerjain abis-abisan!'


"Apa lelaki yang bernama Belva itu ada sangkut pautnya dengan masa lalu aku, Mami?" tanya Nuna lagi yang benar-benar menginginkan Belva segera datang menemuinya.


"Nuna, Dokter kan udah bilang sama kamu, jangan terlalu memforsir diri kamu untuk mengingat sesuatu. Takutnya jagi kayak gini nih, sakit Kepala langsung kan kamu?" tukas Mami Aleya.


"Gak usah mikirin apa-apa dulu, Nuna, yang penting kamu sembuh." lanjut Mami Aleya lagi membuat Nuna membuang nafasnya kasar.


"Huft, iya deh mi."


"Tapi suami aku mana ya? Masa' dia gak hubungi aku sama sekali." lagi-lagi Nuna terus saja mencari cara agar Belva datang.


"Suami kakak tadi bilang sama aku, kalau pulang kerja nanti mau langsung jenguk kakak ke sini." jelas Ecca membuat mata Nuna langsung berbinar.


"Serius dek?"


Ecca pun langsung tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Dua rius malahan kak, dijamin ingatan kakak pasti cepet pulih deh," lanjut Ecca lagi sambil tertawa dalam hati.


'Haduh, udah pingin ketawa banget nih. Gak tahan. Trus nanti kalo Pak Jokonya beneran dateng, gimana ya wajah Kak Nuna? Beneran gak kebayang deh. Semoga aja aku bisa tahan tawa nanti.'


"Yaudah, kalo gituh aku berangkat kerja dulu ya. Oh iya papi sama Mami kalo emang capek istirahat dulu aja di Mansion. Kak Nuna bisa kan dititipin sama perawat dulu?" tanya Ecca.


"Iya gak papa, aku juga butuh istirahat biar nanti saat ketemu suami akau kepalanya udah gak sakit lagi," tukas Nuna.


☘️☘️☘️


Setelah meninggalkan rumah sakit, kini Ecca dan Belva disibukkan dengan mengurus surat nikah Nuna dengan Joko. Tidak hanya itu, mereka juga mengedit beberapa foto pre Wedding dan Wedding kedua pasangan gadungan itu.


Setelah semuanya siap, Belva pun langsung mengurus operasi pengangkatan kista yang saat ini di derita oleh istri dari Pak Joko.


"Saya berterima kasih banyak Pak Belva sudah berkenan membiayai seluruh biaya rumah sakit istri saya," ucap Pak Joko bahagia.


"Sama-sama, Pak. Saya juga sangat berterima kasih karena bapak mau membantu masalah kami. Kami harap bapak bisa bekerja sama dengan baik." Belva mengulurkan tangannya dan berjabatan dengan Pak Joko.


"Maaf Pak Belva, sekarang sudah hampir jam 11 siang. Bukankah anda ada janji dengan klien saat jam makan siang?" Ecca mengingatkan Belva untuk segera menyudahi urusannya dengan Pak Joko.


"Oh iya, terima kasih Ecca."


"Baiklah Pak Joko, kita akan bertemu di rumah sakit tepat pukul 4," ucap Belva mengakhiri perjumpaannya dengan suami gadungan Nuna.


Sepeninggalan Belva dengan Ecca, Pak Joko pun segera berjalan ke arah istrinya yang kini sedang mempersiapkan dri menuju ke ruang inap.


"Siapa orang baik yang sudah menolong keluarga kita pak?" tanya Sri yang sudah di atas brankar rumah sakit.


"Orang dermawan yang sering menggunakan jasa bapak untuk membersihkan kebun di rumahnya," jawab Pak Joko yang kini usianya baru menginjak 35 tahun.

__ADS_1


"Ibu sangat bersyukur Pak, semoga segala urusan orang dermawan tadi juga dimudahkan oleh Tuhan," ucap Sri dengan tulus.


☘️☘️☘️


Doa dari istri Pak Joko ini ternyata langsung dikabulkan. Kasus penting dan rumit yang siang ini Belva hadapi terleraikan dengan sangat baik dan hasilnya sangat memuaskan.


Klien Belva kali ini juga memberikan tips yang sangat besar untuk Belva karena kasus yang ditangani oleh Belva sukses besar.


"Selamat ya Pak Belva," ucap Ecca saat mereka berdua sudah ada di dalam mobil dan bersiap untuk kembali ke Firma.


"Performa anda siang ini membuat saya makin kagum dengan bapak," puji Ecca membuat Belva menyunggingkan senyumannya.


"Jangan lupa hadiahnya, ya Queen Ca. Ingat, kamu masih hutang pengakuan dengan aku," timpal Belva sambil mengendarai mobilnya.


"Hutang pengakuan?"


Ecca mengernyitkan dahinya sambil memandang ke arah Belva.


"Kau belum mengakui secara langsung tentang perasaanmu lewat bibirmu, sayang," jawab Belva sambil mengusap bibir ranum Ecca.


"Oooh, kirain udah lupa!" tukas Ecca santai. "Abisnya momen kita gak pernah pas. Ngucapin kayak gitu kan gak boleh asal, Bee."


"Oke, nanti aku akan mengatur jadwal untuk berkencan denganmu," balas Belva.


☘️☘️☘️


Okey, sambil menunggu kelanjutan ceritanya. Mampir dulu yuk ke Novel bestie aku yang dijamin ceritanya menarik dan seru.


Nama Pena : LichaLika


Judul Karya : Pernikahan Rahasia Anak SMA 2



Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Rate 5 bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


Like 👍


Comment 💬


Subscribe ❤️


Vote 💞


Gift 🌹☕💺


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya

__ADS_1


__ADS_2