
Sore harinya, Bisma benar-benar berkunjung ke Mansion Naya untuk menjemput Ecca. Namun, saat Ecca hendak pergi bersama Bisma langkahnya terhenti ketika melihat seorang laki-laki yang baru saja turun dari mobil.
'Itu bukannya Hendy Carlson ya, putra pemilik Hotel Carl yang juga merupakan selingkuhan Kak Nuna? Ngapain ya dia kesini?' tanya Ecca dalam hati yang sedikit terkejut melihat selingkuhan kakaknya turun dari mobil yang berhenti tepat di depan gerbang Mansion Naya.
Ecca semakin terkejut saat mendapati lelaki yang bernama Hendy tadi masuk ke dalam gerbang dengan tergesa-gesa dan melewati Ecca begitu saja.
"Mau apa Mas Hendy datang kemari?!" tanya Naya yang tiba-tiba muncul di tengah pintu Mansion dan menghadang Hendy.
"Naya, Mas harus bertemu dengan kakak kamu. Mas harus jelaskan semuanya sama Wita," jelas Hendy membuat Ecca kini membeliakkan matanya.
'Mas Hendy ngapain cari kakaknya Naya? Jangan bilang kalo Hendy ini ternyata suami dari kakaknya Naya!' batin Ecca yang makin berkecamuk.
Rasa malu Ecca kini langsung menyelimuti hatinya. Seketika Ecca mengusap wajahnya kasar dan menggagalkan kencannya bersama dengan Bisma.
"Maaf Mas, aku tiba-tiba ngerasa pusing banget sore ini. Kencannya dibatalin dulu gak papa kan?" tanya Ecca tiba-tiba.
Bisma yang melihat wajah Ecca sedikit memucat pun langsung meng-iya-kan permintaan Ecca. Dia juga tidak mau terjadi apa-apa dengan Ecca.
Setelah Bisma pulang dari Mansion Naya, Ecca pun bergegas masuk ke dalam kamar Naya karena suasana Mansion Naya kembali memanas.
Papa Naya benar-benar sangat marah mendengar pengakuan Hendy yang selingkuh dengan karyawan hotelnya sendiri. Bahkan saking geram nya, ia benar-benar mengamuk menantunya yang membuatnya sangat kecewa.
Amukan papa Naya terdengar begitu jelas di telinga Ecca dan kali ini membuat Ecca kembali kecewa dengan sikap kakak kandungnya.
"Hendy selingkuh karena dijebak, Pa! Perempuan itu sengaja membuat Hendy meniduri nya sampai dia hamil," terdengar Hendy membela dirinya sendiri di depan papa mertuanya.
"Bohong!" teriak Wita.
"Bagaimana mungkin mas dijebak jika sampai sekarang kalian masih saling berhubungan?" Cecar Wita yang tidak terima dengan pembelaan Hendy.
Bugh!
Pukulan papa Naya mendarat di rahang kanan menantunya.
"Daripada kamu terus menyakiti putriku, lebih baik kalian bercerai secepatnya!" gertak papa Naya.
"Lagi pula Wita juga sudah menyerahkan surat permohonan ke Pengadilan Agama," lanjutnya lagi.
"Jangan gegabah Wita sayang! Aku mohon fikirkan lagi keputusanmu, Adit dan Adel masih sangat kecil, dia juga sangat membutuhkan aku sebagai ayahnya,"
Hendy memohon sampai bersimpuh di kaki istrinya. Sayangnya Wita yang sudah terlanjur sakit hati, tidak lagi mengindahkan ucapan suaminya.
__ADS_1
"Aku bisa menjadi ibu dan ayah sekaligus untuk kedua anakku. Lebih baik kau pulang dan siapkan dirimu untuk mediasi besok!" jawab Wita yang langsung berlari masuk ke dalam kamarnya.
Hendy mengusap wajahnya kasar dan langsung berpamitan pulang. Sayangnya sikapnya kali ini sama sekali tidak digubris oleh papa dan mama mertuanya.
'Aku gak nyangka, ternyata Kak Nuna sejahat ini. Dia udah menghancurkan rumah tangga orang baik seperti Kak Wita,' batin Ecca yang sangat prihatin dengan masalah yang sedang dihadapi oleh keluarga Naya.
Dengan hati yang diliputi kekecewaan dan rasa kesal terhadap kakaknya, Ecca pun langsung mengambil ponselnya dan mendial nomor ponsel kakaknya.
"Aku kecewa sama kakak! Kenapa kakak tega menjadi selingkuhan atasan kakak sendiri yang akhirnya merusak rumah tangga orang lain?" ucap Ecca meluapkan rasa kesal nya pada Nuna.
"Kenapa kakak tidak pernah berfikir terlebih dahulu sebelum bertindak?"
"Kenapa kakak berbuat hal yang memalukan seperti ini kak, sampai kakak menjebak atasan kakak untuk meniduri kakak sampai hamil?" Cecar Ecca saat panggilannya mulai tersambung.
Sedangkan di ujung panggilan, Nuna sedikit terkejut karena Ecca tiba-tiba mencecarnya bertubi-tubi baka tanpa salam atau sapaan sedikit pun.
"Kamu kenapa sih Ca, sebenernya? Baru nelfon udah marah-marah aja. Bukan nanyain kabar atau salam dulu kek," timpal Nuna yang terdengar begitu santai.
"Kakak juga udah bilang kan sama kamu kemarin kalo kakak itu menyesal,"
"Dan satu lagi yang perlu kamu tahu, kakak dan bos kakak melakukannya secara sukarela, bukan kakak yang menjebak nya. Itu juga karena bos kakak gak puas sama pelayanan istrinya sendiri," jelas Nuna panjang lebar di ujung panggilan.
Jawaban Nuna kali ini membuat Ecca mulai berkaca-kaca. Rasa kecewanya semakin mendalam saat mendengar penjelasan Nuna yang terdengar begitu santai menimpali rasa kesal nya.
"Gimana aku gak marah dan kecewa, kalau Kak Nuna ternyata bersikap rendahan seperti ini?!" pekik Ecca yang langsung mematikan panggilannya secara sepihak.
Plok! Plok! Plok!
Tiba-tiba terdengar tepukan tiga kali dari belakang dan Ecca pun langsung membalikkan badannya.
"Ternyata kamu adiknya Nuna ya? Wanita yang sudah menjadi perusak rumah Tangga ku," ucap Wita yang menatap tajam ke arah Ecca.
Ecca sangat terkejut mendapati kakak dari sahabatnya itu sudah ada di dalam kamar bersamanya dan tentunya mendengar apa yang ia bicarakan dengan Kak Nuna.
"Aku minta maaf atas kesalahan yang diperbuat oleh Kak Nuna, aku juga kecewa dengan apa yang sudah ia perbuat dengan Kak Wita," ucap Ecca yang begitu merasa bersalah di hadapan Wita.
Plak!
Wita menampar pipi kiri Ecca dengan sangat keras.
"Kamu fikir kata maaf bisa merubah keadaannya kembali jadi membaik?!" gertak Wita dengan tatapan tidak sukanya.
__ADS_1
Plak!
Kali ini Wita kembali menampar pipi Ecca sebelah kanan dan Ecca hanya diam saja tidak membalas apa pun.
"Kakaaaak!" teriak Naya yang baru masuk ke dalam kamarnya dan langsung berlari memeluk Ecca.
"Kenapa kakak menampar Ecca? Apa salah sahabat Naya?" tanya Naya tidak terima sahabatnya ditampar oleh kakaknya sendiri.
"Dia sama sekali tidak pantas menjadi sahabatmu, Naya! Dia itu adik wanita j*l*ng yang sudah menghancurkan rumah tangga kakak!" jawab Wita berapi-api.
"Dia keluarga pelakor! Dia hanya wanita rendahan yang tidak pantas tinggal di sini!"
Jawaban kak Wita kali ini membuat Naya shock mendengarnya. Bagaimana bisa jika sahabat terbaiknya selama ini ternyata adalah adik dari wanita yang merusak rumah tangga kakaknya.
Naya pun langsung menatap ke arah Ecca untuk memastikan apa yang dikatakan oleh kakaknya.
"Ecca, apa benar semua yang dikatakan oleh Kak Wita?" tanya Naya.
Ecca kini benar-benar seperti dihakimi dan dipermalukan hanya karena kesalahan yang sama sekali tidak pernah ia perbuat.
Terlebih saat ini papa dan mama Naya berkumpul semua di kamar Naya dan menantikan jawaban yang keluar dari mulut Ecca.
๐๐๐
Sambung bab selanjut nya ya yang akan di up hari ini juga.
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Like ๐
Comment ๐ฌ
Favorit โค๏ธ
Vote ๐
Gift ๐นโ๐บ
Dan Tonton iklannya ๐น๐ฝ๏ธ juga ya
Terima kasih
__ADS_1