Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku
HeHa Ocean View


__ADS_3

Di belahan kota yang lain, Nuna yang baru tiba di Mansion dengan bayinya kini langsung mencari keberadaan Belva.


Cepat-cepat ia menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamarnya, sayangnya orang yang Nuna cari tidak ada di sana. Bahkan kamarnya juga tampak biasa saja seperti saat ia meninggalkannya.


"Mamiiii!" teriak Nuna memanggil maminya. Saking kerasnya Nuna berteriak, bayi yang saat ini dalam gendongan maminya sampai terbangun dan menangis kencang.


"Dimana Belva?" tanya Nuna tanpa menghiraukan bayinya yang saat ini sedang menangis.


"Bukannya kata mami tadi Belva lagi nyiapin kamar buat bayinya?"


"Mana? kamar aku masih utuh buktinya," tukas Nuna ditengah tangisan bayinya yang sudah merasa sangat haus.


"Bayi kamu nangis ini, bukannya diurusin dulu, malah nyariin Belva!" tukas Mami Aleya sambil menggoyangkan bayi Nuna agar berhenti menangis.


"Ck, aku gak akan urusin bayi itu sampai Mami jawab dulu pertanyaan aku, dimana Belva?" tanya Nuna yang tetap keukeuh membiarkan bayinya menangis.


"Belva pergi ke Jogja menyusul calon istrinya yang akan wisuda!"


Jawaban Mami Aleya kali ini membuat Nuna naik pitam.


"Apa?!! Jadi mami sengaja bohongin aku?!" Cecar Nuna dengan mata nyalangnya.


"Ya, Mami memang bohongi kamu demi kebaikan anak kandung Mami. Sekarang Mami sudah jawab pertanyaan kamu dan kamu harus urus bayi ini dan jangan birka dia menangis kelaparan."


Mami Aleya menyerahkan bayi tersebut kepada Nuna, tetapi bukannya Nuna ambi alih dari gendongan maminya dan langsung ia susui. Nuna justru merajuk dan berlari ke kamarnya sendiri dengan membanting pintu kamarnya dengan kencang.


"Dasar gila!" umpat Mami Aleya geram.


Untung saja Papi Mario cepat sampai di rumah dan membawa pesanan istrinya untuk membeli dot dan juga susu bayi newborn.


"Ada apa Mami?" tanya Papi sambil menenteng tas belanjaan yang berisi susu beserta dot bayi.


"Huh, akhirnya papi datang juga. Nuna marah dan tidak mau menyusui bayinya."


"Papi tolong jaga bayi ini dulu, ya. Mami mau mencuci dotnya dengan air panas dan membuatkan susu," ucap Mami Aleya yang meletakkan bayi Nuna ke dalam box bayi yang ada di depan ruang televisi.


☘️☘️☘️


Jika di Mansion papi Mario dan Mami Aleya sedang direpotkan mengurus bayi Nuna, Ecca justru sedang dimanjakan oleh Belva yang mengajaknya ke salah satu tempat wisata yang ada di Jogja.


Saat ini mereka berdua senang menuju ke HeHa Ocean View yang merupakan tempat wisata bau yang cocok untuk pasang romantis seperti mereka.



Senja ini pemandangan di sana begitu memanjakan mata Ecca.


"Pemandangan di sini indah ya, Bee!" Tukas Ecca sambil menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.


"Kamu suka?" tanya Belva sambil melingkar kan tangannya dan memeluk Ecca dari belakang.


Ecca hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


Aroma tubuh Ecca yang sangat harum membuat Belva semakin mengeratkan pelukannya.


Nyaman. Satu kata yang saat ini Ecca rasakan saat berada di dalam pelukan King Beenya.


"Aku tidak pernah menyangka bisa sedekat ini dengan mu, Bee."


"Dulunya aku fikir sangat sulit untuk menggapai cintamu. Lelaki yang begitu perfect di mataku."


"Kau lelaki tampan, pintar, dan memiliki tubuh yang atletis, dambaan semua wanita, termasuk aku."


Belva mengulum senyumnya dan merasa salah tingkah dengan penilaian Ecca yang dituturkan barusan.


"Sampai aku rela mengambil fakultas hukum dan belajar mati-matian hanya agar bisa mendapatkan perhatian darimu."


"King Bee yang aku kenal dulu sangat garang dan jutek, tapi aku suka karena itu justru membuatmu terlihat semakin tampan."


Kali ini Belva menyunggingkan senyumnya dan semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Ecca.


"Tapi sayang, saat aku mendengar kau akan menikah dengan kak Nuna, penilaian ku tentangmu langsung hilang begitu saja."


"Saat itu aku hanya menilai seorang Belva Quiero yang sangat aku idolakan sejak dulu, ternyata selearanya sangat rendahan dan jauh di bawah rata-rata." tukas Ecca membuat Belva langsung membalikkan tubuh Ecca dan berhadapan langsung dengannya.


"Apa kau bilang, Queen Ca?" tanya Belva sambil mendekatkan wajahnya ke arah Ecca.


"Aku hanya bilang yang sesungguhnya, memangnya ada yang salah?" tanya Ecca sambil mengerutkan dahinya.


"Bisa-bisanya kamu membuatku terbang melayang sampai di atas awan dan kemudian menghempaskan begitu saja?" tukas Belva yang semakin gemas dengan wanita yang ada di hadapannya saat ini.


Sikap Ecca kali ini justru membuat Belva semakin berani mendekatkan wajahnya ke wajah Ecca. Namun, cepat cepat Ecca memalingkan wajahnya dari Belva dan tentunya membuat Belva sangat kecewa.


"Kenapa?" tanya Belva mengendurkan pelukannya.


"Takut ada tukang paket dateng!" jawab Ecca membuat Belva makin gemas dengan wanita kecilnya itu.


"Kali ini tidak akan ada tukang paket, karena aku tidak sedang memesan sesuatu." timpal Belva sambil mengusap bibir ranum Ecca.


"Bukankah aku tampan di matamu?" tanya Belva dan Ecca menganggukkan kepalanya sambil tersenyum malu.


"May I kiss you, here, Queen Ca?" ucap Belva meminta persetujuan dari Ecca sambil terus mengusap bibir wanita yang saat ini ada di hadapannya.


Sayangnya Ecca justru menggelengkan kepalanya menolak permintaan Belva.


"Kenapa?"


"Tentu saja karena ada tukang paket yang datang!" ucap seseorang yang tiba-tiba datang dari belakang Belva.


"Papa! Mama!" pekik Belva terkejut saat mendapati kedua orang tuanya ada di sini.


"Kamu ya! Bukannya tadi siang udah janji sama papa gak akn buat macem-macem sama anak orang?" ucap papa Dion menagih janji Belva.


Ecca yang sebelumnya sudah tahu akan kedatangan orang tua Belva pelan-pelan beringsut menjauh dari Belva dan mendekat ke arah Mama Dea.

__ADS_1


"Gimana perjalanannya tante?" tanya Ecca sambil menyalami tangan mama Dea.


"Alhamdulillah lancar sayang, kamu udah makan?" tanya Mama Dea yang langsung mengajak Ecca berjalan ke arah Resto dan meninggalkan Belva yang saat ini sedang disidang papanya.


"Tadi udah makan siang sihh sam Mas Belva." jawab Ecca.


Sedangkan Belva yang saat ini tinggal berdua dengan papanya hanya mengusap wajahnya kasar.


"Ck, papa nih ganggu aja!" gerutu Belva kesal.


"Darimana papa tahu kalau Belva ada di sini sama Ecca?" tanya Belva dengan nada menginterogasi.


Papa Dion pun langsung memperlihatkan ponselnya dimana Ecca mengirimkannya lokasi terkini mereka melewati chat.


Belva pun menghela nafasnya panjang. "Papa ini kayak gak pernah muda aja deh."


Papa Dion pun terkekeh mendengar protes dari Belva. Ia pun merangkul putranya dan mengajaknya menyusul mama dan juga Ecca yang sudah berjalan di depan.


"Tentu saja papa pernah muda. Tapi, papa dateng kesini bukan mau ganggu kamu kok. Tapi justru mau nyiapkan sesuatu untuk kamu dan Ecca."


Mata Belva langsung berbinar mendengar ucapan papanya.


"Papa mau nikahn aku sama Ecca bsok pagi ya?" tanya Belva dengan penuh semangat.


"Hadeuuuh! Anak ini fikirannya udah nikah aja," gerutu papa Dion sambil mengusap wajahnya kasar.


☘️☘️☘️


Nah, kira-kira apa ya yang udah di siapin papa Dion dan Mama Dea?


Maafkan Author yang baru up malam ini, bab selanjutnya plotnya akan dibuat lebih cepat yaaa.


Pasti udah gak sabar kan menunggu Ecca nikah sama Belva?


Sambil menunggu bab selanjutnya, mampir dulu yuk ke karya aku yang baru.



Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Rate 5 bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


Like 👍


Comment 💬


Subscribe ❤️


Vote 💞


Gift 🌹☕💺

__ADS_1


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya


__ADS_2