Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku
Wedding Day


__ADS_3

Kini hari yang ditunggu pun telah tiba. Setelah berbagai persiapan dan serangkaian acara sebelum pernikahan terlewati, pagi ini Belva sudah siap untuk mengucapkan janji suci sehidup semati dengan Ecca.


Sedangkan Nuna kini berdiri dalam jajaran asisten rumah tangga yang siap membantu saat diperlukan. Bahkan kepala ART Mansion Mario sangat sering menyuruh Nuna dengan semena-mena.


Jika pernikahan Nuna dengan Belva digelar dengan sangat sederhana dan hanya mengundang orang-orang terdekat saja. Kali ini pernikahan Ecca degan Belva digelar sangat meriah di salah satu ballroom Hotel ternama.


Setelah mengucapkan aad di depan Pak Penghulu dan Papi Mario, kini saatnya Belva menantikan kehadiran Ecca memasuki gedung.


Dentuman musik yang mengiringi langkah Ecca membuat jantung Belva berdebar-debar tidak karuan. Sejak kemarin dia sudah sangat tidak sabar menantikan hari ini, terlebih saat fitting baju pengantin, Belva sama sekali tidak diizinkan untuk melihat gaun mana yang akan dikenakan akan oleh Ecca.


"Deg-degan ya?" bisik Papa Dion sambil mencolek putranya.


"Ck, papa nih!" Belva mengulum senyumnyayang salah tingkah di depan papanya.


"Istri kamu cantik banget, hati-hati ntar malem jangan sampe bikin dia gak bisa jalan besok pagi!" lagi-lagi papa Dion berbisik sambil menggoda putranya yang tengah berdebar-debar.


Mendengar suaminya sangat senang menggoda putranya, membuat Mama Dea mencubit suaminya pelan. "Jangan bikin Belva tambah grogi dong pa! Papa nih sukanya begitu!"


Papa Dion hanya terkekeh pelan. Tepat saat Ecca melangkahkan kakinya memasuki gedung acara, nafas Belva seketika mulai memburu tidak beraturan.



Ecca yang tampak sangat cantik dengan balutan gaun putih yang tidak terlalu terbuka membuat Belva merasa sangat bersyukur karena akhirnya berhasil mempersunting Ecca menjadi istrinya.


Perlahan Ecca yang kini diiringi keluarga besarnya dan juga sahabat terbaiknya pun mendekat ke arah Belva dan langsung mencium punggung tangan Belva yang kini menjadi suaminya.


"Kamu sangat cantik istriku, sayang!" puji Belva membuat Ecca tersipu malu.


Tangan Belva langsung terulur mengusap bibir Ecca yang sudah sangat ingin ia cicipi dari beberapa waktu yang lalu. Dan kini akhirnya waktu yang tepat pun tiba untuk Belva melakukan apapun yang ia mau.


Namun Belva masih bisa menahan keinginannya dan mendaratkan kecupannya di kening Ecca. Setelah melewati serangkaian acara pernikahan, kini waktunya para tamu undangan memberikan selamat kepada kedua mempelai.


Satu jam...


Dua jam...


Tiga jam...


Terlewati sudah pesta pernikahan Belva dengan Ecca dan kini Ecca lebih dulu di antar oleh maminya menuju ke kamar pengantin yang telah dipesankan oleh Hendy Carlson sebagai hadiah pernikahan mereka berdua.


"Mami!" panggil Ecca saat maminya berbalik dan hendak meninggalkan putri semata wayangnya dengan Belva yang kini telah menjadi suaminya.

__ADS_1


"Ada apa sayang?" tanya Mami Aleya.


"Mami gak mau bantu Ecca lepasin gaunnya?" tanya Ecca yang mulai dag dig dug menantikan malam pertamanya dengan Belva.


"Ecca masuk ke dalam dulu ya, nanti Mami nyusul. Ada yang masih harus mama ambil di ballroom," tukas Mami Aleya.


"Oh, iya. Buruan ya Mami. Ecca udah capek banget soalnya," balas Ecca dan Maminya langsung menganggukkan kepalanya.


Ecca pun segera memasuki kamar pengantin nya, sedangkan Mami Aleya bergegas menuju ke ballroom untuk memanggil Belva agar segera membantu Ecca melepas gaunnya.


Ecca sangat tercengang melihat kamar pengantin nya yang ditata dengan penuh bunga dan terkesan sangat mewah.



Ecca mulai tersenyum sendiri membayangkan dirinya dengan Belva yang ada di atas sana. Ecca pun langsung menepuk-nepeuk pipinya gara tidak larut membayangkan hal yang tidak-tidak.


Ia pun kemudian melangkah untuk melihat pemandangan di luar jendela sambil menunggu kedatangan mami Aleya yang sudah ia tunggu sedari tadi.



Tiba-tiba saja Belva datang dari belakang Ecca sambil memeluknya dari belakang dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Ecca.


"Apa kau butuh aku untuk membantu melepaskan gaunmu, Istriku sayang?" bisik Belva membuat Ecca merasakan 9elenyar aneh di tubuhnya.


Panggilan Ecca ang terdengar begitu mesra di telinga Belva, membuat Belva langsung membalikkan tubuh Ecca menghadap ke arahnya.


"Kau sangat cantik sayang. Bahkan teramat cantik dan mempesona," puji Belva yang langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Ecca. Kali ini Belva tidak mau lagi menunggu.


Bibirnya mendarat dengan sempurna di bibir Ecca untuk yang pertama kalinya membuat Belva mengabsennya dengan perlahan dan sangat lembut.


Meskipun ini juga pertama kalinya untuk Ecca, ia pun mulai membalas permainan Belva dan membuat Belva makin memperdalam ciumannya sambil memegang ten9kuk leher Ecca.


Saat keduanya hampir kehabisan nafas, Belva pun mulai melepas pa9utannya dan mengusap bibir Ecca yang sedikit membengkak akibat ulahnya.


"Ternyata rasanya sangat manis," tukas Belva yang kembali mendaratkan bibirnya untuk yang kedua kalinya.


Kali ini tangan Belva mulai berani melepaskan tali gaun yang dikenakan Ecca satu per satu sampai semuanya terurai.


Ecca yang belum siap melakukan hal lebih dengan Belva pun langsung mendorong tubuh Belva dan memegangi gaunnya yang hampir terlepas dari tubuhnya.


"Ada apa sayang?" tanya Belva yang mulai mengedipkan matanya nakal.

__ADS_1


"Emhh, Bee.. Aku.." suara Ecca tercekat karena Belva kembali mengikis jarak mereka sambai Ecca terpojok d meja rias.


"Biarkan aku mengganti gaunku, Bee!" pinta Ecca sambil memalingkan wajahnya yang sedang merona.


"Biar aku bantu, sayang. Bukankah kita sudah sah sebagai suami dan istri?" tanya Belva yang semakin semangat menggoda Ecca yang mulai salah tingkah.


"Jangan Bee!" tolak Ecca. "Aku malu."


Pengakuan Ecca kali ini membuat Belva semakin gemas dengan sikap istrinya ini.


"Baiklah kalau begitu, aku akan menunggumu di sini." Belva pun kemudian menjauh dari Ecca dan mempersilahkan nya untuk mengganti gaunnya dengan baju ganti.


☘️☘️☘️


Sambil menunggu Ecca membersihkan tubuhnya dan mengganti bajunya, Belva pun mulai melepaskan pakaiannya dan menyisakan celana pendeknya.


Setelah itu ia merebahkan tubuhnya di sofa sambil memejamkan matanya. Acara pernikahannya hari ini membuatnya sangat lelah, namun entah mengapa saat ia menyentuh istrinya barusan, rasa lelah yang ia rasakan sejak tadi seolah sirna begitu saja.


Sedangkan Ecca yang sudah selesai membersihkan tubuhnya, kini langsung memakai bathrobenya dan keluar dari kamar mandi.


"Bee," tangan Ecca yang dingin membelai pipi Belva dan membuat Belva membuka matanya.


"Mau mandi?" tanya Ecca dan Belva langsung menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?" tanya Ecca sambil mengerutkan dahinya.


Tiba-tiba Belva beranjak dari sofa dan langsung mengangkat tubuh Ecca ala bridal style ke atas tempat tidur.


Perlakuan Belva kali ini membuat Degub jantung Ecca semakin tidak menentu. "Aku akan mandi setelah ini sayang," bisik Belva membuat Ecca kembali mereman9.


☘️☘️☘️


Setelah ini?


Emangnya Belva mau ngapain hayoo?


Yang penasaran, author lanjutkan besok yaaa.


Yuuuk yang belum kondangan, masih ditunggu jejak kalian lewat like, komentar, rate bintang 5, iklan, setangkai bunga, vote dan kopinya.


😘😘😘

__ADS_1


Terima kasih banyak atas dukungan kalian semua yang selalu bikin Author semangat.


__ADS_2