Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku
Kenyataan Pahit


__ADS_3

"Aku tidak paham dengan ucapan Mama. Papa Dion dan Belva sudah mengelabui dan membantu rival bisnis Mama. Apa hal itu tidak membuatmu shock?" tanya Nuna yang kali ini justru balik merasa sangat gusar.


Mama Dea tersenyum dan bahkan hampir tertawa. "Untuk apa aku harus terkejut Nuna. Suami dan putraku justru telah menyelamatkan aku dari masalah sengketa lahan yang kini dimenangkan oleh Lui." jelas Mama Dea membuat Nuna sangat terkejut.


"Dan sudah dipastikan Lui akan mengalami kerugian besar kali ini. Jadi untuk apa aku shock bahkan sampai harus terkapar di rumah sakit seperti apa yang kau inginkan!"


Ucapan Mama Dea kali ini tidak hanya membuat Nuna terkejut melainkan Belva dan juga Papa Dion pun sangat terkejut.


"Mama sudah tahu tentang berita ini?!" tanya Papa Dion yang tadinya sudah sangat khawatir dengan kondisi istrinya, kini mulai tenang.


"Ini berita yang sebenarnya ingin aku sampaikan denganmu tadi sayang," balas Mama Dea.


"Gak! Gak mungkin Madam Lui ikut dalam masalah sengketa itu. Itu sangat tidak mungkin!" sanggah Nuna yang sangat tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari Mama Dea.


"Karena kau sudah lebih dulu melanggar dan menyalahi perjanjian yang kau buat, jadi mulai saat ini kau bukanlah istriku, Nuna!" gertak Belva menjatuhkan talak atas istri kontraknya.


"Kau tidak bisa memutuskan perjanjian itu secara sepihak Belva. Aku masih berhak menyandang status sebagai istrimu! Aku masih mengandung, Belva!" balas Nuna dengan tatapan nanar.


"Meski kau sedang mengandung cucuku, tetap saja aku sudah tidak akan menganggap wanita culas sepertimu sebagai menantu ku lagi Nuna!" hardik Mama Dea yang sudah sangat tidak suka dengan Nuna.


"Bayi di perut Nuna bukanlah cucu mma dan bukan anakku karena aku tidak pernah menyentuh wanita ini seujung kuku pun," balas Belva.

__ADS_1


"Nuna sudah mengandung sebelum menikah denganku. Pernikahan kontrak ini juga hanya untuk menutupi kebusukannya yang sudah menjalin hubungan dengan atasannya sendiri."


Penjelasan Belva kali ini membuat Mama Dea seperti mendapatkan hembusan angin yang begitu lembut dan menenangkan. Ritme debaran jantungnya juga mulai stabil dan emosinya juga tidak meledak-ledak seperti saat awal pertama Nuna datang ke rumahnya.


"Jadi dari pada kau mengotori rumah orang tuaku, lebih baik kau angkat kaki sekarang juga, Nuna!" usir Belva membuat Nuna langsung menghambur dan bersimpuh di kaki Belva.


"Aku mohon, Belva. Jangan lakukan itu padaku. Aku minta maaf. Kali ini aku benar-benar khilaf. Maafkan aku, Belva!" pinta Nuna merendahkan dirinya sendiri di kaki Belva sambil terisak-isak.


"Huuuh, kalau saja tidak ingat kamu anak dari Mario dan Aleya, aku tidak akan pernah berniat untuk menjodohkan kalian."


Penyesalan Mama Dea kini mulai terungkap dari bibirnya.


"Padahal yang sebenarnya ingin aku jadikan menantu adalah Ecca, eh kok malah dapetnya cewek rongsokan kayak gini!" tukas Mama Dea membuat Nuna yang tadinya bersimpuh langsung mendongakkan kepalanya dan berdiri.


"Ya, bahkan aku juga menyesal sudah menyarankan Aleya untuk mengadopsi anak di panti asuhan sebagai bahan pancingan agar dia cepat hamil."


Duar!


Ucapan Mama Dea kali ini bagaikan bom atom yang menghantam diri Nuna.


"Mama! Harusnya jangan mengatakan itu di depan Nuna! Aku gak mau nantinya kita mala jadi ribut sama keluarga Mario," bisik Papa Dion yang masih terdengar jelas di telinga Nuna.

__ADS_1


Mata Nuna langsung berkaca-kaca mendengar kenyataan pahit yang sangat membuatnya terpukul.


Nuna pun langsung berbalik dan meninggalkan rumah Papa Dion tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


☘️☘️☘️


Maaf ya, baru up sedikit. Nanti malam aku sambung lagi.


Sambil nunggu nanti malam, mampir dulu yuk ke novel bestie aku. Dijamin ceritanya menarik dan seru banget.



Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Like 👍


Comment 💬


Subscribe ❤️


Vote 💞

__ADS_1


Gift 🌹☕💺


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya


__ADS_2