
Papi dan Mami Ecca kini sudah ada di ruang rawat Nuna. Dokter baru saja memeriksa kondisi Nuna dan melakukan USG pada kandungan Nuna.
"Bayi dalam kandungan ibu Nuna dalam keadaan sehat dan saat ini usia kehamilannya sudah menginjak bulan ke enam," jelas dokter tersebut.
Papi dan juga Mami Ecca sudah tidak lagi terkejut karena sudah mengetahui sebelumnya. Hanya saja untuk ke depannya mereka berdua masih belum tahu harus bagaimana.
"Untuk jenis kelaminnya sudah nampak atau belum ya dok?" tanya Mami Aleya sedikit penasaran.
"Untuk jenis kelaminnya laki-laki nyonya," jawab dokter tadi dengan tersenyum.
"Terima kasih banyak informasinya dokter," tukas Mami Aleya dan Dokter yang memeriksa Nuna pun langsung keluar dari rumah sakit.
"Mami!" panggil Nuna dan Mami Aleya pun langsung mendekat.
"Ada apa?" tanya Mami Aleya dengan sangat lembut.
"Nuna pingin di temenin Ecca, rasanya pingin ngobrol sama dia," ucap Nuna yang sebenarnya jauh di dalam lubuk hatinya, ia sangat ingin membuat Ecca kerepotan karenanya.
"Ecca tadi kecapekan karena kerjaan di kantornya sangat banyak. Tapi besok pagi Ecca akan datang menjenguk kamu sebelum berangkat kerja," jelas Mami Aleya yang kemudian dengan telaten menyuapi putrinya.
☘️☘️☘️
Sedangkan di sisi lain, Belva yang melihat Ecca tertidur pun membawa mobilnya menuju ke rumahnya.
"Masih baru jam 8 malam," gumam Belva sambil melirik ke arah jam tangannya.
Belva pun langsung keluar dari mobilnya dan menggendong Ecca masuk ke dalam rumahnya. Setelah menidurkan Ecca di kamar yang biasa digunakan Ecca saat menginap di rumahnya, Belva pun langsung bergegas menuju kamarnya dan membersihkan dirinya.
Setelah mengganti pakaiannya, Belva pun langsung keluar dari kamarnya dan memanggil bik Surti yang sedang menyiapkan makan malam untuknya.
"Bik..." panggil Belva sambil menuruni anak tangga.
"Iya Den..." jawab Bik Surti dengan tergopoh-gopoh.
"Ecca masih tidur, tadi dia kecapekan karena kebetulan kerjaan di kantor sangat banyak. Tapi tolong, nanti kalo dia bangun dan nyariin saya, bilang aja saya pergi cari orang yang bisa bantu menyelesaikan masalah." jelas Belva dan Bik Surti pun langsung mengangguk dengan patuh.
"Terima kasih banyak ya," ucap Belva yang langsung bergegas meninggalkan rumah lagi.
'Akhirnya Neng Ecca kembali lagi di rumah ini.' gumam Bik Surti dalam hati.
'Kenapa ya, kalo ngeliat Neng Ecca itu rasanya lebih adem dari pada ngeliat kakaknya?'
'Bahkan kalo dilihat-lihat Den Belva lebih cocok sama Neng Ecca dari pada sama Mak lampir yang kayak Nuna. Bisanya cuma marah-marah aja,' batin bik Surti.
'Eits, tapi tunggu dulu. Udah beberapa hari ini mak lampir kok gak pulang ke rumah ya?'
☘️☘️☘️
Tepat jam 10 malam, Ecca mengerjapkan matanya karena perutnya terasa sangat lapar. Ia pun menggeliat dan menyibakkan selimutnya sambil membuka matanya.
"Loh, kok aku ada di sini sih?" gumam Ecca saat ia mulai sadar jika saat ini berada di kamar yang ada di rumah Belva.
Ecca pun langsung bangun dari tidurnya dan mengikat rambutnya asal. Saat Ecca keluar dari kamarnya, langkahnya terhenti melihat Bik Surti yang sedang tertidur di sofa yang ada di dekat tangga.
__ADS_1
"Bik Surti," Ecca membangunkan asisten rumah tangga Belva dengan menggoyangkan badannya. "Kok tidur di sini sih bukannya tidur di kamar?" tanya Ecca saat Bik Surti mulai mengucek matanya yang sedikit memerah.
"Neng Ecca udah bangun ya?" tanya bik Surti yang tampak masih sangat mengantuk.
"Tadi Den Belva udah pesen sama saya soalnya suruh nunggu Neng Ecca bangun," lanjutnya lagi.
"Memangnya Mas Belva kemana?" tanya Ecca.
"Katanya lagi cari orang untuk bantu nyelesaikan masalah," jawab Bik Surti.
"Hemm, jadi Mas Belva udah pergi sendiri ya," gumam Ecca dan Bik Surti pun menganggukkan kepalanya.
"Ada makanan gak bik? Ecca laper nih?" tanya Ecca sambil mengusap perutnya yang sudah berbunyi.
"Ada Neng, ayo turun biar bibi angetin lauknya."
Ecca pun langsung mengikuti langkah Bik Surti menuruni anak tangga dan duduk di kursi makan menunggu bik Surti memanaskan makanan yang akan dia makan.
"Maaf ya bik, jadi ngerepotin," ucap Ecca sambil mulai menyendokkan makanannya ke dalam mulut.
"Gak repot lah neng, bibi malah seneng banget bisa ngeladenin Neng Ecca dari pada kakaknya Neng."
"Kok bisa sih?" tanya Ecca sambil menikmati makan malamnya.
Akhirnya Bik Surti pun menceritakan bagaimana Nuna yang memperlakukannya dengan semena-mena. Jika salah sedikit saja, bik Surti langsung di damprat habis-habisan.
"Untung saja beberapa hari kemarin Neng Nuna nyusul Den Belva ke Jogja. Jadi bibi agak bebas karena kerjanya dialihkan untuk bantu Nyonya Dea di Mansionnya."
"Tapi neng, bibi denger dari asisten rumah tangga Nyonya Dea, Den Belva ceraikan Neng Nuna ya?" tanya bik Surti.
"Bukannya orang hamil itu gak boleh diceraikan ya?"
Kali ini gantian Ecca yang menceritakan kepada Bik Surti jika Nuna sebenarnya sudah hamil sebelum menikah dengan Belva.
Tidak hanya itu, Ecca juga menceritakan keadaan Nuna yang saat ini kepada Bik Surti dengan tujuan agar ke depannya Bik Surti tidak salah sangka.
"Kalo bibi sih sebenernya lebih setuju kalo Neng Ecca yang nikah sama Den Belva. Lebih cocok gituh," celetuk bik Surti membuat Ecca tertawa renyah.
"Oh iya, bi. Kira-kira bibi punya kenalan cowok yang bisa bantu untuk jadi suami pura-puranya Kak Nuna gak?" tanya Ecca.
"Sebenarnya ada sih neng, orang laki-laki yang lagi butuh duit. Tapi orangnya gak tampan Neng."
"Orang mana bi?" tanya Ecca penasaran.
"Neng tahu tukang kebun panggilan den Belva gak?" tanya Bik Surti dan Ecca menggelengkan kepalanya.
"Nah, kebetulan dia lagi butuh biaya untuk mengobatan istrinya yang saat ini terkena kista."
"Ada nomor telfon atau fotonya gak bik?" tanya Ecca lagi yang langsung diangguki kepala oleh bik Surti.
Bik Surti pun langsung masuk ke dalam kamarnya dan kembali keluar dengan membawa ponselnya.
"Ini orangnya Neng!"
__ADS_1
Ecca yang melihat foto profil whatsapp di ponsel Bik Surti pun terdiam sambil mengamati lekat-lekat.
Sampai Ecca tidak sadar jika Belva sudah berdiri di belakangnya.
"Ck, ngeliatin foto siapa sih sampe segitunya banget?" tanya Belva dengan nada tidak suka.
"Eh, Mas Belva udah pulang ya?" tanya Ecca sambil meletakkan ponsel milik bik Surti.
"Foto siapa itu?!" tanya Belva lagi sambil menatap tajam ke arah Ecca.
"Oh, ini foto tukang kebun panggilan Mas Belva. Kata Bik Surti dia lagi butuh uang untuk pengobatan istrinya yang kena kista."
"Terus kenapa kamu ngeliatin foto dia?"
Ecca menghela nafasnya dan kemudian menjelaskan jika tukang kebun itu kemungkinan bisa di ajak kerja sama untuk menjadi suami kak Nuna.
"Ooooh kirain."
"Pas banget sih itu, soalnya dari tadi muter-muter bar, gak ada yang mau nerima tawaran sama sekali."
"Yaudah, besok tolong panggil Joko untuk dateng ke rumah ya bik," pinta Belva yang sudah tampak sangat lelah.
"Baik, Den. Klo gitu saya permisi dulu ya," ucap Bik Surti undur diri karna sudah tidak kuat menahan rasa kantuk nya.
"Aku cemburu banget loh sayang liat kamu mandangin foto cowok lain," gerutu Belva kesal.
"Ck, jangan ngaco deh. Mending istirahat gih!"
"Emm, apa mau makan dulu?" tawar Ecca yang langsung diangguki kepala oleh Belva.
"Suapin yaa," pinta Belva manja membuat Ecca sedikit salah tingkah.
🍄🍄🍄
Hai Readers setia aku, hari ini sampai di sini dulu ya. Tapi untuk besok senin, author akan update satu hari 3 bab karena kebetulan masuk Crazy Up.
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Rate 5 bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
Like 👍
Comment 💬
Subscribe ❤️
Vote 💞
Gift 🌹☕💺
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya
__ADS_1