Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku
3 Bulan Kemudian


__ADS_3

Setelah semua kebohongan Nuna terbongkar, selama 3 bulan ini Nuna benar-benar berusaha untuk menjadi anak yang baik. Bahkan Nuna tidak pernah merecoki Ecca sedikit pun.


Perubahan Nuna selama 3 bulan ini membuat Papi dan Maminya tidak lagi membahas asal Nuna atau pun mengembalikannya ke tempat asalnya.


Masalah hubungan Ecca dengan Belva tidak perlu ditanyakan lagi karena sudah ada lampu hijau dari kedua orang tua mereka.


Pagi ini Ecca masih sibuk mempersiapkan keperluannya yang akan dibawa ke jogja untuk persiapan wisuda minggu depan.


Sedangkan Nuna sedang berjalan-jalan di sekitar perumahannya karena hari perkiraan kelahiran bayinya sudah hampir dekat. Tinggal menunggu waktu saja kapan bayinya siap untuk di lahirkan.


"Neng Nuna udah mau lahiran ya bentar lagi," sapa tetangganya yang kebetulan Nuna melewati depan rumahnya.


"Iya tante, mohon doanya ya biar lahiran nya lancar," balas Nuna.


Tetangga Nuna tadi langsung mendekat ke arah Nuna sambil mengusap perutnya. "Semoga lahiran nya lancar ya neng, ibu dan bayinya juga sehat terus," ucap Tetangganya yang langsung di mainkan oleh Nuna.


"Sekarang udah tinggal di sini ya neng? Gak tinggal di rumah suaminya?"


Pertanyaan tetangganya kali ini membuat Nuna hanya tersenyum dan mengangguk.


"Iya tante," jawab Nuna ramah.


"Memangnya kenapa neng di rumah suaminya? Lagi gak ada masalah kan?"


Nuna langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan terdiam cukup lama.


"Emm, gak ada kok tante," jawab Nuna kemudian.


"Masa' sih gak ada masalah? Tapi tante sering lihat suami kamu antar jemput Ecca tiap hari dan tante malah gak pernah liat kamu bareng suami."


'Ya jelas lah gak pernah lihat aku bareng sama Belva orang kita udah cerai. Lagi pula mana mau Belva bareng sama aku!' gerutu Nuna dalam hati.


Namun Nuna hanya menimpali Celotehan tetangganya itu dengan senyuman.


"Hati-hati loh neng, nanti malah suaminya kepincut lagi sama adek neng Nuna. Lelaki sekarang kan suka gitu neng, kalo istrinya udah hamil, melar, dan gak cantik lagi pasti langsung cari daun muda yang lebih 5ek5i dan cantik."


"Apalagi Neng Ecca makin hari makin cantik sekarang. Nanti bisa-bisa suami Neng Nuna turun ranjang loh."


Celotehan tetangganya kali ini membuat Nuna mulai terbakar emosi, terlebih mendekati hari kelahiran anaknya, perasaannya justru semakin sensitif.


"Emangnya tante cantik? Tante juga udah gak cantik lagi kok, lebih melar malahan dari aku yang hamil besar!" solot Nuna kesal mengatasi tetangganya yang bertubuh gempal dengan lipatan perut yang terlihat dari luar kaos yang ia kenakan.


Kali ini ia tidak terima dibilang melar dan tidak cantik lagi. Terlebih saat dibandingkan dengan Ecca yang memang semakin hari semakin bersinar saja.


"Loh, kok kamu jadi nyolot sih. Malah ngatain tante lagi. Anak jaman sekarang dikasih tau emang susah. Pantes lah suaminya cari daun muda," tukas tetangga Nuna sambil berbalik masuk ke dalam rumahnya dan meninggalkan Nuna yang masih mematung di pinggir jalan.

__ADS_1


Dengan kesal Nuna pun jalan balik ke Mansionnya dan mengurungkan niatnya untuk jalan pagi. Namun saat ia baru mau masuk ke gerbang Mansionnya, tiba-tiba saja roknya basah.


Nuna pun langsung panik dan bersandar di dinding pagar saat mengetahui air ketubannya pecah. Terlebih perutnya sudah terasa begitu melilit.


"Awh, tolong!" rintih Nuna pelan.


Sayangnya rintihan Nuna sama sekali tidak terdengar oleh siapa pun. Padahal biasanya satpam yang menjaga di dekat gerbang Mansion Mario selalu stand by.


Untungnya tidak berapa lama kemudian, mobil Belva tiba di Mansion untuk menjemput Ecca.


Betapa terkejutnya Belva saat mendapati Nuna bersandar di dinding dengan rok yang sudah basah akibat air ketubannya sudah pecah.


"Ya Ampun, Nuna! Ini kenapa?" tanya Belva mendekat ke arah Nuna.


"Perut aku sakit banget. Kayaknya aku dah mau ngelahirin karena air ketuban nya udah pecah," jawab Nuna sambil terus memegangi perutnya.


Mendengar jawaban Nuna kali ini membuat Belva langsung berteriak memanggil satpam.


"Satpaaam!" teriak Belva dan satpam Mansion Mario pun langsung berlari tergopoh gopoh ke arah Belva.


"Tolong bantu saya angkat Nuna ke dalam mobil, sepertinya bayinya sudah mau lahir!" perintah Belva yang tentunya tidak mungkin mengangkat tubuh Nuna sendirian melihat Nuna yang semakin berisi selama hamil.


Dengan sigap satpam tersebut membantu Belva mengangkat Nuna. Sedangkan dari dalam Mansion, Mami Aleya langsung keluar saat mendengar Belva berteriak memanggil satpam.


Setelah Nuna masuk ke dalam mobil, Mami Aleya pun tampak berjalan ke gerbang Mansionnya.


"Nuna mau melahirkan tante." Belva pun membukakan pintu mobilnya lagi. "Yuk, tante ikut Belva bawa Nuna ke rumah sakit!"


Tanpa pikir panjang Mami Aleya pun langsung masuk ke dalam mobil dan Belva segera mengemudikannya ke rumah sakit.


"Aduuh Mami, sakiiiit mi," rintih Nuna sepanjang perjalanan tanpa henti.


Rintihan Nuna kali ini membuat Belva sedikit panik membawa mobilnya. Terlebih pagi ini jalanan kota sangat ramai.


"Sabar ya sayang, sebentar lagi kita sampai kok," tukas Mami Nuna sambil memijit punggung Nuna untuk mengurangi rasa sakitnya.


"Tapi Nuna udah gak kuat Mami, rasanya udah kayak mau mati," ceracau Nuna tanpa henti.


Akhirnya Belva pun membuka kaca jendela mobilnya dan membunyikan klakson nya berkali-kali untuk meminta jalan.


"Mohon kasih jalan, saya bawa ibu mau melahirkan!" teriak Belva sambil terus menyetir mobilnya ke rumah sakit bersalin.


Sesampainya di rumah sakit, Nuna langsung dibawa ke ruang bersalin. Mami Aleya dengan sabar mendampingi Nuna yang terus saja menceracau.


"Ibu, tolong tenang dan sabar yaa!" pinta dokter kandungan saat Nuna sudah tiba di ruang bersalin. "Saya akan arahkan untuk mengejan jika posisi nya sudah pas."

__ADS_1


"Gimana bisa diem dokter? Ini sakit banget dari tadi kayak mau mati!" rintih Nuna yang mulai diposisikan untuk melahirkan bayinya.


"Aduuuh, dulu pas bikin enak kan ampe nambah terus berkali-kali. Giliran anaknya mau lahir malah teriak-teriak gini sih?" balas dokter kandungan tersebut membuat banyolan agar Nuna sedikit rileks.


"Beda dokteeer," timpal Nuna yang benar-benar sudah tidak karuan.


"Pas buat dulu belum ngerasain sakitnya ngelahirin kan yaaa," ucap dokter itu lagi membuat Mami Aleya terkekeh geli.


"Nah sekarang kepala bayinya sudah kelihatan, ibu bisa mengejan!" perintah dokter kandungan.


Nuna pun langsung mengejan dengan sekuat tenaga.


"Bagus ibu, ayo tarik nafas lagi terus mengejan lagi!"


Nuna mengikuti apa yang diperintahkan oleh dokter kandungan itu. Ia pun menarik nafasnya dalam dalam dan mengejan dengan kuat.


"Eeeeeeeeuuuuuhhh!" teriak Nuna panjang dan


"Oeeeee... Oeeeee..." tangisan bayi Nuna yang terdengar sangat kencang membuat Nuna seketika tidak lagi merasakan sakit yang tadi dirasanya.


☘️☘️☘️


Huh, ngetiknya sampe ngos-ngosan 😂😂😂.


Skip bentar yaaa, sambil Author promosiin novel keren karya bestie Author.


Dijamin ceritanya keren dan seru banget.


Nama pena : Yeni Sri Wahyuni


Judul Karya : Kurebut Calon Suamimu



Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Rate 5 bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


Like 👍


Comment 💬


Subscribe ❤️


Vote 💞

__ADS_1


Gift 🌹☕💺


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya


__ADS_2