Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku
Girls' time


__ADS_3

Ecca dan Maminya kini sudah berada di mobil yang akan membawa mereka berdua menghabiskan waktu bersama.


Kali ini Mami Aleya sengaja mengajak Ecca ke tempat yang Ecca inginkan dan sukai demi mengorek banyak informasi dari anak bungsunya itu.


Tempat pertama yang ingin Ecca kunjungi kali ini adalah restoran di tepi laut yang menyajikan nuansa tenang dan jauh dari kebisingan. Tentu saja dengan senang hati Mami Aleya mengemudikan mobilnya ke tempat tersebut.


Selain tempatnya sangat cocok untuk menghilangkan penat, restoran tepi laut juga pas untuk membicarakan hal yang ingin diketahui Mami Aleya.


"Makasih ya Mami! Ecca seneng banget akhirnya bisa jalan berdua sama mami!"


Pancaran kebahagiaan Ecca benar-benar terlihat dari binar mata dan senyum kebahagiaannya malam ini.


"Sama-sama sayang. Untung aja papi belum pulang, tadi. Kalo udah kan kita gak bisa girlstime kayak sekarang ini," balas Mami Aleya sambil mulai menikmati pesanannya.


Ecca kali ini benar benar puas menikmati gurame bakar sambal matah kesukaannya. Setelah keduanya sama sama kenyang, Mami Aleya pun mulai membahas tentang kecurigaannya dengan Nuna.


"Ecca sayang, Mami boleh tanya sesuatu kan sama kamu?"


Pertanyaan Mami Aleya langsung diangguki kepala oleh Ecca. "Tentu saja boleh, Mami. Apa sih yang gak boleh buat Mami ku tersayang," jawab Ecca.


"Mami paham sekali, anak bungsu Mami ini anak yang selalu berkata jujur tanpa ada yang ditutup tutupi sedikit pun."


Mendengar ucapan maminya barusan, senyum Ecca yang tadinya merekah, perlahan-lahan mulai memudar.


'Apa yang sebenarnya ingin mami tanyakan denganku?'


'Duh, jangan-jangan Mami mau tanya siapa cowok yang lagi deket sama Ecca lagi!' batin Ecca gusar.


'Duh, aku harus jawab apa ini?'


'Gak mungkin kan aku bilang kalo aku lagi deket sama Mas Belva? Tapi aku juga gak bisa bohong sama Mami!'


Benak Ecca kali ini mulai berkecamuk tidak karuan. Perubahan wajah Ecca yang mulai pias juga mulai terbaca oleh maminya sendiri.


"Apa pun jawaban Ecca nanti, Mami berjanji tidak akan marah dengan kamu!" jelas Mami Aleya sambil mengusap bahu Ecca.


"Are you really?" tanya Ecca sambil mengerutkan dahinya.


"Of course, baby. I'm promise!"


Ecca menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.


"Okey, sekarang apa yang Mami ingin tahu dari Ecca?"


Mami Aleya kini tersenyum, "Kasih tahu Mami semua hal yang kamu ketahui tentang apa saja yang disembunyikan oleh Nuna!" pinta Mami membuat Ecca kali ini membelalakkan matanya.

__ADS_1


Suaranya tercekat dan mulutnya terbuka namun sulit untuk berucap apa-apa. Ecca fikir Mami Aleya akan membahas tentang dirinya, namun ternyata kali ini dugaannya salah.


"Jangan takut sayang, Mami tetap akan berpura-pura tidak tahu. Bahkan kali ini Mami juga akan melindungimu dari ancaman Nuna."


Ucapan maminya kali ini membuat Ecca bisa bernafas lega. Akhirnya, ia pun menceritakan semua hal yang ia tahu tentang Nuna.


Mulai dari Nuna yang kini sedang hamil anak Hendy Carlson, pemilik Hotel dimana Nuna bekerja. Ecca juga menceritakan bahwa ia sudah beberapa kali melihat keduanya menghabiskan waktu bersama dan bahkan memeriksakan kandungan Nuna bersama.


Tidak hanya itu, Ecca juga menceritakan bahwa istri Hendy ternyata adalah kakak dari sahabatnya yang ada di Jogja. Tetapi kali ini Ecca tidak menceritakan jika ia sampai diusir oleh Wita, istri Hendy Carlson.


"Lalu apa Ecca tahu kenapa Belva mau menikahi Kak Nuna?" tanya Maminya lagi.


Kali ini Ecca terdiam agak lama.


"Mami yakin tidak akan marah?" tanya Ecca sebelum ia menceritakan kenapa kakaknya bisa menikah dengan Belva.


"Mami bukanlah orang yang mengingkari janji sayang."


Lagi-lagi jawaban maminya membuat Ecca makin berani bercerita apa alasan Belva mau menikahi Nuna.


"Emm, Kak Nuna itu mengancam Mas Belva untuk menikahinya karena Kak Nuna tahu kalo Mas Belva adalah orang yang membantu rival Mamanya sendiri untuk memenangkan tender," jelas Ecca dengan hati - hati.


Sebab kemenangan tender itu bukan hanya rival dari Mamanya Belva, melainkan adal Rival Mami Aleya sendiri.


Ia pun langsung memeluk erat Ecca untuk meredam suasana hatinya yang sangat bergejolak. Rasa kecewa, marah, sedih, dan bahkan rasa bahagia bercampur aduk menjadi satu.


Mami Aleya sangat kecewa setelah mengetahui siapa dalang dibalik kegagalan bisnisnya dengan Mama Dea. Ia juga marah dan sedih setelah mengetahui rahasia besar yang disembunyikan oleh Nuna selama ini.


Namun di sisi lain, Mami Aleya merasa sangat bahagia mendapati putri bungsunya berani menguak kebenaran yang ia ketahui.


"Mami beneran gak marah sama Ecca?" tanya Ecca.


"Mami gak akan mungkin marah sama kamu sayang."


Mendengar jawaban maminya kali ini membuat Ecca langsung membalas pelukan maminya.


"Mami tetap akan menghargai sebuah kejujuran meskipun itu terdengar sangat pahit," jelas Mami Aleya.


"Benarkah, Mami?" tanya Ecca dengan nada yang tidak percaya.


"Tentu saja!" balas Mami Aleya yang mulai sedikit tenang.


"Apa Ecca ada sesuatu hal yang ingin Ecca ceritakan lagi dengan Mami?"


"Emm, masalah kuliah mungkin, atau masalah hati," tukas Mami Aleya membuat wajah Ecca seketika merona.

__ADS_1


"Appaan sih Mami, pake acara ngomongin masalah hati!" gerutu Ecca sambil mengalihkan pandangannya.


Melihat semburat merah di wajah Ecca kali ini, membuat Mami Aleya sangat paham jika Ecca pasti sedang mengalami fase jatuh cinta dengan seorang pria.


"Hei, kamu makin cantik loh sayang kalo lagi merona begini," goda Mami Aleya sambil menarik dagu Ecca.


"Diih, apaan sih Mami nih. Gak lucu deh!" balas Ecca yang mulai salah tingkah.


"Siapa juga yang lagi melawak? Mami juga bukan pelawak kok!"


"Tapi Mami penasaran banget loh, siapa sih yang udah berhasil mengambil hati putri cantik Mami yang satu ini?" tanya Mami Aleya.


Ecca hanya mengedikkan bahunya tanpa membuka mulutnya. Melihat Ecca yang tampak masih enggan untuk bercerita, tangan Mami Ecca pun langsung merangkul bahu putrinya dan membuat bahunya sebagai tempat bersandar untuk Ecca.


"Suatu saat nanti, kapan pun Ecca butuh teman untuk cerita, Mami akan siap membuka lebar telinga Mami untuk mendengarkan cerita Ecca."


"Mami juga siap untuk menjadi sandaran Ecca, kapan pun Ecca ingin mengeluarkan keluh kesah kamu sayang."


"Bahkan Mami juga akan siap menjadi perisai untuk Ecca, kapan pun kamu butuh perlindungan dari Mami," jelas Mami Aleya membuat Ecca merasa sangat nyaman berada di dekat maminya saat ini.


"Mami, apakah jatuh cinta itu selalu indah?" tanya Ecca kemudian.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Sambil menunggu kelanjutannya, mampir yuk ke Novel bestie Author yang ceritanya seru dan menarik.


Judul Novel : My Love and My Obsession


Author : Candy



Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Like ๐Ÿ‘


Comment ๐Ÿ’ฌ


Favorit โค๏ธ


Vote ๐Ÿ’ž


Gift ๐ŸŒนโ˜•๐Ÿ’บ


Dan Tonton iklannya ๐Ÿ“น๐Ÿ“ฝ๏ธ juga ya

__ADS_1


__ADS_2