
Setelah menyelesaikan sarapan, Ecca dan Belva pun segera membawa baby Boy untuk imunisasi di rumah sakit sekalian mengkonsultasikan sakit Belva yang tidak kunjung reda sudah seminggu ini
"Masa' obat yang aku resepin gak ada efeknya sih?" tanya Dokter Rima yang sudah sangat dekat dengan Belva.
"Dih, malah gak percaya. Tapi anehnya, pagi ini mualnya agak berkurang loh dokter, setelah..."
"Sssttt! Jangan bahas macem-macem deh, Bee! Bikin malu aja!" gerutu Ecca yang cepat-cepat memotong kalimat Belva.
"Gak papa, diomongin aja Belva. Biar kita tahu gimana penyelesaiannya nanti," tukas dokter Rima yang memang usianya berapa tahun lebih tua dari Belva.
Belva melirik ke arah Ecca dan meminta persetujuan istrinya. Ecca hanya menghela nafasnya panjang sambil mengedikkan bahunya.
"Rasa mualnya berkurang setelah aku menghirup aroma tubuh istriku. Bahkan mualnya hilang sata kita melakukan itu," tukas Belva sambil mengatupkan dua jari telunjuknya.
Wajah Ecca langsung memerah menahan malu, terlebih saat mengingat jika pagi ini justru Ecca yang sangat agresif dan memimpin permainan mereka.
"Ecca!" panggil dokter Rima membuat Ecca sedikit gelagapan.
"Eh, I-iya dokter."
"Kapan kamu terlambat datang bulan?" tanya Dokter Rima membuat Ecca mengerutkan dahinya sambil mengingat ingat kapan ia terakhir datang bulan.
"Sepertinya seminggu setelah pernikahan kita bukan sayang?" tanya Belva mengingat setelah itu ia tidak berhenti absen menggempur istrinya di atas ranjang.
Bahkan mereka baru absen semenjak seminggu yang lalu saat Belva terus saja merasa mual-mual.
"Kalau begitu berbaringlah Ecca, aku akan memeriksamu!" pinta dokter Rima.
__ADS_1
Tanpa banyak tanya, Ecca pun mengikuti perintah dokter Rima. Sedangkan Belva langsung heran dan melayangkan protesnya.
"Loh, yang sakit kan aku. Kok Queen Ca yang diperiksa?" tanya Belva sambil menggendong baby Boy.
Protes Belva kini tidak langsung dijawab oleh dokter Rima, namun setelah mengetahui hasil pemeriksaannya, Dokter Rima pun langsung tersenyum gembira.
"Selamat Ecca sayang, you will being a Mommy!" ucap dokter Rima yang langsung memeluk Ecca bahagia.
"Apa?! Istriku hamil?" tanya Belva yang langsung meletakkan baby Boy di dalam stroller dan mendekati istrinya.
Binar bahagia dalam mata Belva pun langsung terpancar. Ia pun langsung memeluk istrinya setelah dokter Rima kembali ke tempat duduknya.
Dokter Rima pun menjelaskan jika mual yang dialami Belva kemungkinan dikarenakan oleh kehamilan Ecca karena hal ini juga biasa terjadi namun tidak berlangsung lama.
Setelah konsultasi dengan dokter Rima mengenai periksa kehamilan Ecca, mereka berdua pun memutuskan untuk memberi kabar pada kedua orang tua Belva dan juga Ecca.
Setelah efek suntikan itu hilang, Nuna kembali menceracau mengumpat nama Ecca sepanjang hari. Bahkan Nuna juga sangat sering mengamuk dan menyerang setiap perawat atau dokter yang datang memeriksanya.
Akhirnya dokter pun memberikan suatu tindakan terapi dengan menggunakan aliran listrik untuk membangkitkan kejang pada penderita. Aliran kejut listrik ini dapat mempengaruhi struktur kimia di otak.
Terapi ECT atau Electroconvulsive Therapyini bermanfaat untuk terapi gangguan mental yang berat dan tidak menunjukan perbaikan dengan terapi obat-obatan.
🍵🍵🍵
9 bulan kemudian, Ecca pun melahirkan bayi yang sangat cantik tepat di usia baby Boy yang baru menginjak satu tahun.
Bahkan kelahiran putri cantik Ecca kali ini sama tanggalnya dengan kelahiran Boy.
__ADS_1
Kebahagiaan ini pun langsung menyelimuti dua keluarga besar yang sangat menantikan kelahiran anak Ecca dan juga Belva.
Meskipun begitu, mereka juga tetap menyayangi Baby Boy dengan harapan tidak seperti ibu kandungnya saat ia tumbuh besar nanti.
"Kira-kira, siapa namanya sayang?" tanya Ecca yang kali ini meminta Belva untuk memberikan nama pada bayi perempuan mereka.
"Bryonnachya Quiero!" jawab Belva yang memegang sudah mempersiapkan nama putri kandungnya jauh-jauh hari.
"Susah sekali, Belva!" protes mama Dea dan Mami Aleya beriringan.
"Iya nih, susah banget namanya. Terus kita panggil apa dong?" tanya Papa Dion.
"Yonna juga bisa atau Nachya!" jawab Belva.
😍😍😍
Sekian Novel KUREBUT SUAMI KAKAKKU.
Maaf yaa, author tamatin sampai di sini karena memang Suami Kakaknya udah berhasil di Rebut sama Ecca.
Nantikan novel kelanjutannya dimana nanti Abang Boy (anak Nuna dan Hendy) yang akan jatuh cinta dengan adiknya sendiri, Bryonnachya (anak Ecca dan Belva).
Terima kasih banyak atas dukungan kalian semua yang sudah setia mampir dan beri dukungan yang luar biasa ke Author remahan seperti aku.
Jangan lupa mampir ke novel aku yang lainnya yaaa.
Love you all 😍😍😍
__ADS_1