
Mendengar Ecca menjawab pertanyaannya dengan berbohong, Nuna pun tidak menyerah begitu saja. Kali ini ia bertanya kepada maminya karena ia sangat yakin jika maminya tidak akan berbohong.
"Nama suami aku siapa Mami?" tanya Nuna kemudian.
"Trus bagaimana wajahnya? Apa dia setampan Papi?"
Belum sempat Mami Aleya menjawab serentetan pertanyaan dari Nuna, tiba-tiba perawat datang untuk memberikan makan malam dan obat yang harus Nuna konsumsi.
"Ini makan malam dan obatnya ya bu. Dan tolong kerja samanya agar pasien jangan terlalu banyak di ajak bicara, karena itu akan berpengaruh dengan gegar otak yang dialami pasien," jelas perawat tersebut yang langsung diangguki kepala oleh Mami Aleya.
'Ck, dasar suster G!la! Kayak orang bisu aja dong aku dilarang jangan banyak diajak bicara,' gerutu Nuna dalam hati.
"Tapi sus, saya kan juga ingin ingatan saya pulih," sanggah Nuna yang ingin melancarkan aksinya agar Belva mencabut gugatan cerai nya.
"Usaha untuk mengembalikan ingatan memang baik, namun tidak dilakukan secepat ini. Ditakutkan nanti jaringan lunak yang ada di dalam otak justru akan berakibat sangat fatal," jelas perawat tadi sebelum meninggalkan ruang rawat Nuna.
Akhirnya Nuna pun mengalah untuk tidak lagi bertanya macam-macam. Sebab, ia takut keluarganya akan mencurigainya jika sebenarnya dia tidak sama sekali hilang ingatan.
Setelah menghabiskan makan malam dan meminum obat, Nuna pun memejamkan matanya karena efek mengkonsumsi obat membuatnya sangat mengantuk.
Mami Aleya pun segera keluar dari kamar rawat Nuna dan menuju ke kantin rumah sakit karena suaminya, Mama Dea, Papa Dion, Belva dan juga Ecca sedang menunggunya di sana.
"Mami benar-benar pusing melihat keadaan Nuna yang tidak mengingat apa-apa sedikit pun," keluh Mami Aleya yang baru saja bergabung di meja.
"Buat apa dibuat pusing Mami Sayang. Bukankah justru lebih baik jika Nuna hilang ingatan. Papi rasa dia akan berubah menjadi baik jika ingatannya tidak kembali," tukas papi Mario.
"Nah, bener banget tuh Jeng. Siapa tahu dengan begini, Anak sulung kamu bisa berubah," tambah Mama Dea.
"Tapi apa bener kak Nuna hilang ingatan? Kok aku lihat kepalanya mulus-mulus aja ya mi."
Ucapan Ecca kali ini membuat semuanya terdiam dan semua mata tertuju kepada Papi Mario yang tadi sempat mendengar penjelasan dokter tentang keadaan Nuna.
"Setelah melihat hasil CT SCAN kepala Nuna, memang tidak ada benturan sama sekali. Tetapi dokter menyampaikan jika hilangnya ingatan Nuna bisa terjadi saat ia merasa begitu tertekan. Kondisi seperti itu justru membuat ingatannya sangat sulit kembali."
Penjelasan Papi Mario membuat semua yang kini ada di sana jadi tahu penyebab hilangnya ingatan Nuna. Namun, Ecca justru merasa janggal dan tidak percaya begitu saja.
'Aku rasa kak Nuna sama sekali tidak tertekan, bahkan dia justru yang sering membuat aku tertekan,' gumam Ecca dalam hati.
'Apa jangan-jangan dia hanya berpura-pura?'
'Sepertinya aku harus menyelidiki semua ini!' tekad Ecca dalam hati.
"Lalu bagaimana jika Kak Nuna menanyakan perihal suaminya?" tanya Ecca memecah keheningan.
"Bukankah Pak Belva sudah bukan suami Kak Nuna lagi?"
Pertanyaan Ecca barusan membuat Belva tersenyum sambil terus memandang ke arah Ecca. 'Aku suka gayamu, Queen Ca. Aku tahu, kau tidak akan rela jika calon suamimu ini kembali tenggelam dalam air kobokan,' gumam Belva dalam hati.
__ADS_1
Tangannya pun langsung mengetikkan pesan untuk Ecca.
โ๏ธ BELVA
Aku jadi semakin mencintaimu, Queen Ca. Tunggu hadiah dari aku nanti yaa. Pembelaanmu kali ini patut diapresiasi. Aku cium bibir kamu dari sini ya ๐.
Pesan Belva kali ini benar-benar diacuhkan Ecca karena ia sedang menunggu jawaban dari Papi dan Maminya.
"Mami juga tidak mungkin lagi melibatkan Nak Belva dan keluarganya. Mami sudah sangat malu dengan kelakuan Nuna," tukas Mami Aleya yang menurut Ecca bukan jawaban yang ia inginkan.
"Ck, bilang saja dia sudah diceraikan suaminya. Beres kan?" tukas papi Mario.
"Lalu bagaimana jika Kak Nuna masih bertanya siapa mantan suaminya dan terus meminta macam-macam dengan Papi dan Mami untuk menyatukan kembali dia dengan suaminya?"
"Bukankah Kak Nuna hilang ingatan karena batinnya tertekan?"
Pertanyaan Ecca kali ini langsung mendapat tanggapan positif dari mama Dea dan juga Papa Dion.
"Nah, benar juga yang kamu fikirkan, cantik. Kita tetap harus memikirkan jawaban saat Nuna bertanya nanti," tukas Mama Dea.
"Yang jelas kita tidak bisa mengubah keputusan Belva yang sudah menjatuhkan talak untuk Nuna," ucap Papi Dion mempertegas jika keluarganya sudah tidak mau ikut campur akan hal yang berkaitan dengan Nuna.
Semuanya kini kembali terdiam memikirkan jalan keluar dari masalah ini. Namun keheningan itu tidak berlangsung lama karena Belva mulai angkat bicara.
"Kita bayar saja orang untuk menjadi suami Nuna. Masalah status pernikahan dan juga suratnya bisa aku urus sementara waktu. Meski saat ini Nuna sedang dalam masa iddahnya setelah aku talak, surat nikahnya akan aku buat di tanggal sebelum ia mengandung."
Ecca mengulum senyumnya mendengar jalan keluar yang Belva katakan barusan. Tangannya pun mulai bergerak membuka ponselnya dan membaca pesan dari Belva.
Pesan dari Belva kali ini membuatnya salah tingkah dan terus mengusap kan tangannya ke wajahnya sendiri. Kemudian ia pun mengirimkan pesan balasan ke ponsel Belva.
โ๏ธ ECCA
I love you too, Bee ๐
Mendapat pesan dari Ecca, membuat Belva secepat kilat membalasnya.
โ๏ธ BELVA
Katakan kau mencintaiku saat berdua denganku nanti. Jangan hanya lewat pesan seperti ini ๐
โ๏ธ ECCA
Liat nanti deh yaa ๐
โ๏ธ BELVA
Yaudah kalo gitu Cium aku dong, sayang ๐
__ADS_1
โ๏ธ ECCA
๐
โ๏ธ BELVA
Lagi dong sayang, yang banyak ๐๐๐ jangan pelit-pelit.
"Ecca sayang," panggil Mami Aleya membuat Ecca langsung menyimpan kembali ponselnya.
"Iya Mi, ada apa?" tanya Ecca.
"Kamu dari tadi Mami perhatikan senyum-senyum sendiri sambil liat ponsel, emang dapet chat dari siapa sih?" pertanyaan Mami Aleya membuat Ecca menelan ludahnya kasar.
Seketika saja suara nya tercekat dan susah keluar hanya untuk menjawab pertanyaan Maminya sendiri.
"Belva juga nih, Mama perhatikan dari tadi main ponsel sambil senam senyum gak jelas begini," tukas Mama Dea.
Kini semua mata yang ada di meja itu pun memandang ke arah Belva dan juga Ecca secara bergantian. Wajah Ecca mulai terlihat pias, ia sangat takut jika hubungannya dengan Belva saat ini langsung diketahui kedua orang tua mereka.
"Kalian gak saling bertukar pesan kan barusan?" tanya Papa Dion.
โ๏ธโ๏ธโ๏ธ
Naah kaaan, kira-kira gimana kelanjutan ceritanya?
Mungkin selanjutnya akan Author up besok yaa, karena kerjaan di kantor hari ini sangat full.
Sambil menunggu kelanjutan ceritanya, mampir dulu yuk ke Novel bestie aku. Dijamin ceritanya menarik dan seru banget.
Author : Sendi Andriyani
Judul : Secret Wedding (Jimmy & Alisa)
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Like ๐
Comment ๐ฌ
Subscribe โค๏ธ
Vote ๐
Gift ๐นโ๐บ
__ADS_1
Dan Tonton iklannya ๐น๐ฝ๏ธ juga ya