Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku
Terbongkar Lagi


__ADS_3

Akhirnya mau tidak mau Mami Aleya menceritakan semuanya dengan Papi Mario tentang Nuna yang ternyata hamil dengan atasannya sendiri.


Tangan Papi Mario langsung mengepal menahan rasa marah. Ia benar-benar tidak menduga jika Nuna kembali berbohong dan kali ini justru melibatkan sahabat dekatnya sendiri.


"Dasar anak tidak tahu malu!" umpat Papi Mario. "Kali ini aku harus memberinya pelajaran!" Papi Mario langsung bergegas mengambil kunci mobil.


"Papi mau kemana?" tanya Mami Aleya yang langsung menghadang langkah suaminya.


"Tentu saja ke rumah Belva untuk memberi perhitungan dengan Nuna!"


Dengan sigap Mami Aleya langsung memegang lengan suaminya dan mengusap nya agar Papi Mario sedikit lebih tenang.


"Kita jangan gegabah, Papi. Saat ini kita harus bersikap seolah-olah kita tidak tahu."


"Papi tahu sendiri kan Nuna sedang hamil? Mami tidak ingin Nuna kenapa-napa nantinya," jelas Mami Aleya.


"Bagaimana pun dia juga anak kita, Pi." Ucapan Mami Aleya kali ini berhasil meredam amarah Papi Mario.


Mario pun langsung duduk di sofa sambil mengusap wajahnya kasar. Sedangkan Ecca pun langsung mengambilkan minuman dingin kesukaan papinya setidaknya agar suasana hati papinya juga ikut dingin.


"Minum dulu, Pi," tawar Ecca yang langsung di terima oleh papinya.


"Makasih ya sayang,"


"Sama-sama, Papi. Kalo gitu Ecca ke kamar dulu ya. Udah lengket nih mau mandi," pamit Ecca yang kemudian berbalik dan langsung menaiki anak tangga.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Sedangkan di sisi lain, Nuna kini terus saja mondar mandir di depan kamar Belva.


Sedari tadi ia mengetuk pintu kamar Belva dan memanggil namanya, tidak ada jawaban sama sekali dari dalam. Sedangkan saat Nuna hendak masuk ke kamar Belva pun pintunya juga terkunci.


"Belvaaa!" teriak Nuna sambil kembali menggedor-gedor pintu kamar Belva.


Akhirnya Belva pun membuka pintu kamarnya. "Kenapa sih?" tanya Belva kesal.


"Aku mau minta uang kamu!" jawab Nuna sambil menengadahkan tangannya.


"Bukannya aku kemarin udah transfer ya 5 juta."


"Kurang dong, mana cukup buat belanja. Kasih aku lagi!" pinta Nuna membuat Belva langsung mengambil ponselnya dan mengirim uang ke nomor rekening Nuna.


"Sudah aku kirim," ucap Belva sambil berbalik.


"Aku sekarang mau pergi,"

__ADS_1


"Terserah! Karena aku tidak akan pernah peduli kemana kau mau pergi." Belva langsung menutup pintu kamarnya.


Nuna pun langsung melangkah kakinya meninggalkan rumah Belva. Tak berapa lama taksi online pesanan Nuna pun datang dan membawa Nuna pergi.


Tepat di sebuah restoran Jepang, Nuna langsung turun dan menemui seseorang yang sebelumnya sudah membuat janji dengannya.


"Hai Madam Lui, apa kabar?" sapa Nuna.


"Baik Nuna, bagaimana dengan kehamilanmu?" tanya Madam Lui.


"Baik juga." balas Nuna sambil mulai memesan makanan.


"Bagaimana perkembangannya? Kau sudah berjanji padaku akan menghancurkan keluarga Dion bukan? Kalau perlu buat istri Dion sampai terkapar mati agar Dion bisa kembali denganku," ucap Madam Lui, rival bisnis Mamanya Belva dan juga mantan kekasih dari Papanya Belva.


"Aku akan melakukannya perlahan Madam. Hanya saja saat ini aku sangat kekurangan uang," balas Nuna.


"Ck, ini sudah berjalan 2 bulan dan aku masih melihat Keluarga Dio baik-baik saja Nuna. Kerjamu lambat sekali hanya untuk memecah belahkan keluarga itu!" tukas Madam Lui.


"Bukankah aku juga sudah menjanjikan nominal yang besar untukmu jika kali ini kau berhasil?" balas Madam Lui.


"Bekerja juga kan membutuhkan biaya, Madam. Jika tidak lebih baik Madam sendiri yang turun tangan untuk menghancurkan keluarga Dion!" tukas Nuna yang kal ini bermaksud untuk memeras uang dari Madam Lui.


Kemenangan Madam Lui atas tender dengan Mama Dea kali ini memang dengan bantuan kuasa hukum dari Belva dan juga Dion, ayahnya Belva.


Tapi Madam Lui sama sekali belum mengetahui apa alasan Belva dan juga Dion berada di pihaknya saat itu. Yang jelas setelah itu mereka berjanji untuk tidak membeberkan hal ini dengan siapapun.


"Ck, baiklah. Katakan berapa uang yang kau inginkan Nuna?!" tanya Madam Lui.


"Beri aku uang 1 Milyar, maka secepatnya aku akan menghancurkan keluarga Dion." pinta Nuna membuat Madam Lui naik pitam.


"Kau sedang memeras ku, Heh?!" tanya Madam Lui sambil memandang tajam ke arah Nuna.


"Bukankah 1 Milyar hanya sedikit untukmu, madam dibanding dengan cinta papa Mertuaku?" tanya Nuna kemudian.


Akhirnya mau tidak mau Madam Lui mengeluarkan cek dari dalam tasnya dan menuliskan nominal uang yang diinginkan oleh Nuna.


Nuna pun tersenyum smirk saat mendapatkan cek tersebut.


"Jika dalam satu minggu ini usahamu gagal, maka kau harus mengembalikan uang itu, Nuna!" ucap Madam Lui sambil pergi meninggalkan Nuna.


Nuna hanya menganggukkan kepalanya sambil mengibaskan cek yang kini ada di tangannya.


"Belva ternyata tetap tidak bisa aku taklukkan sampai kapan pun, sedangkan bersamanya pun ternyata tidak bisa membuat Ecca terluka," gumam Nuna.


"Sedangkan Mama Dea juga tampak tidak begitu simpatik denganku, jadi untuk apa aku mempertahankan mereka?"

__ADS_1


"Dan kali ini, aku akan menentukan langkahku sendiri untuk pulang ke Mansion Papi yang tentunya lebih nyaman dari rumah Belva." gumam Nuna.


Ia pun kini langsung menikmati makanan yang sudah dipesan nya tadi. Sedangkan di meja Resto yang tidak jauh dari tempat duduk Nuna, Dirga sedang terus memantau Nuna atas perintah dari Belva.


Dengan cepat Dirga mengirimkan berita yang ia dapatkan hari ini kepada Belva.


"Hemm, jadi dari Madam Lui, Nuna mengetahui semuanya," gumam Belva yang baru menerima laporan dari Dirga.


"Jika Nuna baru saja mendapat cek dari Madam Lui, sudah pasti sebentar lagi dia akan pergi ke rumah papa dan mama."


"Kali ini aku harus bergerak lebih cepat dari Nuna!"


Belva segera membawa berkas penting yang kali ini akan membantunya membela diri kenapa ia saat perebutan tender lebih memilih berada di pihak rival mamanya dari pada berada di pihak mamanya sendiri.


Tidak hanya itu, Belva pun segera menghubungi papa Dion untuk mempersiapkan diri.


"Perang akan benar-benar di mulai malam ini, Nuna! Kita lihat saja siapa yang akan menang di antara kita!" gumam Belva.


"Jika masalah ini cepat selesai, maka aku juga akan memiliki Ecca secepatnya," senyum di bibir Belva kini merekah dengan sempurna.


Setelah mengecek semua yang akan dibawanya dengan baik dan teliti, Belva langsung mengganti pakaiannya dan bersiap untuk datang ke rumah papanya.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Kali ini plot penyelesaian masalahnya akan Author buat cepat ya readers ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Sambil menunggu perang nanti malam, mampir dulu yuk ke novel bestie Author yang ceritanya keren, seru dan juga menarik.


Judul Novel : Eternal Enemy


Author : Navizaa



Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Like ๐Ÿ‘


Comment ๐Ÿ’ฌ


Subscribe โค๏ธ


Vote ๐Ÿ’ž


Gift ๐ŸŒนโ˜•๐Ÿ’บ

__ADS_1


Dan Tonton iklannya ๐Ÿ“น๐Ÿ“ฝ๏ธ juga ya


__ADS_2