
'Kamu benar-benar makin mengemaskan, Queen Ca. Dan aku semakin sulit untuk menahan diriku untuk menunggumu sampai Status kita menjadi suami dan istri,' batin Belva melihat sikap Ecca yang selalu membuat jantungnya berdetak tidak menentu.
Dalam hati Belva berteriak sekuat tenaga agar ia tidak mendaratkan ciumannya di bibir Ecca sebelum keduanya memiliki ikatan tang resmi.
Namun tubuhnya sendiri justru semakin mendekatkan wajahnya untuk segera menci cipi bi bir ra num Ecca yang sangat meng go da.
Hingga akhirnya Belva benar-benar tidak sanggup menahan gejolaknya sendiri dan
Cuppp!
Bibirnya mendarat tidak tepat di bibir Ecca melainkan di samping kiri bibir Ecca.
"Maaf, aku hampir tidak bisa menahan diriku sendiri, Queen Ca!" bisik Belva.
Ecca tersenyum lega dan langsung memeluk Belva dengan sangat erat.
'Jika saat denganku saja Bee bisa menahan has rat nya yang sangat menggebu. Sudah pasti Bee tidak akan mungkin bermain main dengan Kak Nuna yang sama sekali tidak dicintainya. Apalagi sampai melakukan hal yang tidak-tidak,' gumam Ecca.
"Aku yang seharusnya minta maaf denganmu, Bee karena aku sudah salah dalam menilaimu,"' balas Ecca yang semakin mengeratkan pelukannya.
"Terima kasih karena sudah menahan has ratmu kali ini denganku," lanjut Ecca lagi.
"Kata siapa aku menahan has ratku sendiri untuk me nyen tuhmu? Aku justru ingin menci cipi obat pe nam bah gai rah yang ingin kau buang tadi daripada mubazir," tukas Belva membuat Ecca seketika melepaskan pelukannya.
"Bee..." panggil Ecca sambil mengerutkan dahinya.
"Tidak salah bukan, jika setelah meminum ini, aku akan menuntaskannya dengan mu, Queen Ca?" tanya Belva yang tangannya mulai memainkan rambut panjang Ecca.
"Tentu saja salah, Bee!" sanggah Ecca. "Kita belum menikah."
"Loh, bukannya tadi kamu sendiri yang nawarin aku untuk mengkonsumsinya?"
Kali ini Ecca menjauhkan tubuhnya dari Belva dan terus bergerak mundur sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku tadi tidak sungguh-sungguh, Bee!"
Belva tersenyum penuh kemenangan sambil merengkuh tubuh Ecca dan memeluknya dengan sangat erat.
"Aku juga tidak serius untuk kali ini, sayang. Bahkan tidak perlu mengkonsumsi obat seperti itu pun aku mampu melakukannya berkali-kali!" jelas Belva.
Plak!
Tangan Ecca mendarat sempurna memukul da da Belva.
"Iiiiih, Rese' banget sih Bee ngomongnya!" gerutu Ecca sambil memukuli da da Belva berkali-kali.
Belva hanya terkikik mendapati pukulan Ecca yang terasa seperti memijit mijit da da bidangnya.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore dan keduanya sama sekali belum makan siang.
__ADS_1
Suara di perut Ecca membuat Ecca berhenti memukuli Belva.
"Kita makan di luar yuk, cacing di perut kamu udah protes tuh!" ajak Belva dan Ecca pun menganggukkan kepalanya.
"Aku tunggu di lobby yah, Bee." ucap Ecca saat Belva sudah memegang erat tangannya dan bersiap untuk keluar dari kamar.
"Okey, sayang!" jawab Belva.
๐๐๐
Sedangkan di sisi lain, Nuna yang sudah kenyang menikmati makasan Ecca pun segera membuka segel pesanannya.
"Perfect! Sebentar lagi aku pastikan Belva akan meng ga gahi aku setelah mengkonsumsi minuman yang aku campur dengan serbuk istimewa ini," gumam Nuna yang sudah tidak sabar melancarkan aksi berikutnya.
"Tapi, Belva selalu mengunci kamarnya dan aku pastikan dia akan tersiksa saat has ratnya tidak tersalurkan."
"Emm, kira-kira gimana caranya agar aku bisa tidur satu kamar dengan Belva ya?" tanya Nuna sambil berfikir keras untuk melancarkan aksinya.
Setelah berfikir panjang, akhirnya Nunaa memutuskan untuk menjalankan Plan B, yaitu menjalankan rencananya saat mereka berdua tiba di Semarang.
"Aku harus memaksa Belva agar mau menginap satu malam saja di Mansion Papi!"
"Ya, cukup satu malam bersamanya maka akan membuat Belva tidak akan bisa lepas dariku, Selamanya!" gumam Nuna.
"Tapi tunggu, bagaimana jika ternyata Belva menetap sedikit lama di sini?"
"Aaaarrrrgghhh!" teriak Nuna kesal.
๐๐๐
Tak lama kemudian, Ecca dan Belva pulang ke apartemen secara beriringan. Belva masuk ke dalam apartemen terlebih dahulu, sedang Ecca menyusul masuk beberapa menit kemudian.
Kedatangan Belva kali ini langsung disambut oleh Nuna yang sudah membuatkan nya coklat hangat.
"Kebetulan sekali, Belva. Aku baru saja membuatkan coklat panas untukmu. Kamu minum yaselagi masih hangat!" ucap Nuna sambil meletakkan coklat panas di atas meja.
'Coklat panas?' gumam Belva dalam hati. 'Heemm, cepat sekali Nuna melancarkan aksinya untuk menjebak ku.'
'Duh, aku lupa lagi tanya sama Queen Ca, obat apa yang ia gunakan untuk menukar isi pesanan Nuna.'
"Aku pulang!" teriak Ecca sambil menutup kembali pintu apartemen.
Kali ini mata langsung Ecca tertuju pada cangkir yang saat ini ada di hadapan Belva.
"Waaah enak banget aroma coklatnya. Aku mau juga dong kakak coklat panasnya," pinta Ecca sambil duduk di hadapan Belva.
Nuna langsung mengerucutkan bibirnya kesal saat Ecca meminta dibuatkan coklat panas.
"Kalo gak aku minum punya Mas Belva deh, nanti biar Mas Belva dibuatin lagi yang baru," lanjut Ecca saat melihat Nuna tidak bergerak sama sekali untuk membuatkan nya coklat panas seperti milik Belva.
__ADS_1
"Jangan! Aku buatin itu memang khusus buat Mas Belva. Kamu kakak buatin yang baru aja!" ucap Nuna sambil berjalan menuju ke pantry untuk membuatkan coklat hangat untuk Ecca
'Sial banget sih! Kalo gak ada Belva, aku ga akan mau buatin minuman buat Ecca. Lagi pula Ecca kan sebenernya bisa sendiri. Eh, ini malah nyuruh-nyuruh gini!' gerutu Nuna dalam hati.
"Ca, yang ini aman gak?" tanya Belva dengan nada setengah berbisik.
"Dijamin aman," balas Ecca.
Belva pun mengambil coklat hangat buatan Nuna dan me nye sap nya perlahan.
Sedangkan Nuna yang melihat dari pantry Belva menikmati coklat hangat buatannya langsung bersorak dalam hati.
'Yesss! Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Sebentar lagi akan menjadi malam yang panjang untuk aku dan Belva' sorak Nuna dalam hati.
'Malam pertama nanti kira-kira Belva bakal kuat berapa kali ya?' batin Nuna membayangkan dirinya menghabiskan malam bersama Belva.
'Kira-kira antara Belva dengan Hendy lebih asyik siapa ya?'
Nuna terus saja membayangkan dirinya nanti malam bersama Belva sampai tanpa ia sadari tangannya tersiram air panas karena Nuna kepenuhan mengisi air panas di cangkir.
"Awh!" pekik Nuna sambil mengibas ngibaskan tangannya.
"Kenapa kakak?" tanya Ecca yang langsung berlari menuju ke pantry.
Ecca melihat tangan Nuna yang memerah karena tersiram air panas pun cepat-cepat mengambil kaleng yang berisikan tepung dan menenggelamkan tangan Nuna ke dalam tepung terigu.
Rasa panas di tangan Nuna pun kini langsung berubah menjadi dingin dan saat tangannya di angkat dari tepung, tidak ada yang melepuh sedikit pun.
"Maaf ya kak, gara-gara aku tangan kakak jadi tersiram air panas," ucap Ecca yang memperlihatkan mimik menyesal sudah memerintah kakaknya.
"Gak papa, Ecca. untung kamu cepet tolongin kakak," balas Nuna sambil mencuri pandang ke arah Belva yang tampak menyandarkan kepalanya di sofa depan TV.
'Wow, ternyata obatnya langsung bereaksi!' batin Nuna.
"Ya udah, kamu mandi dulu gih, Ca. Nanti kakak bikinin yang baru coklat panasnya!" ucap Nuna sambil mendorong tubuh Ecca agar segera ke kamar.
"Gak usah dibuatin, Kak. Nanti aku bisa buat sendiri kok," balas Ecca yang bergegas masuk ke dalam kamarnya.
๐๐๐
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Like ๐
Comment ๐ฌ
Favorit โค๏ธ
Vote ๐
__ADS_1
Gift ๐นโ๐บ
Dan Tonton iklannya ๐น๐ฝ๏ธ juga ya