Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku
Galau


__ADS_3

Ecca mulai sedikit tenang setelah menikmati Ice Cream yang baru saja ia pesan di kantin. Pikirannya yang tadinya berkecamuk, kini sudah mulai dingin.


"Kamu belum sarapan loh, Ca. Kok malah makan Ice Cream sih!" celetuk Naya.


"Rasanya males deh Nay. Buat kamu aja nih," timpal Ecca sambil menyodorkan bekal makanannya ke Naya.


"Mas Bisma mau ga nih?" tawar Naya yang balik menawarkan ke Bisma.


Dengan senyum lebar, Bisma pun menganggukkan kepalanya. "Aku udah ngiler banget, Ca pingin cobain masakan kamu dari tadi. Eh, Naya nih malah pelit banget," celoteh Bisma sambil membuka bekal makanan Ecca.


"Waaah, aromanya aja menggoda banget!" puji Bisma yang langsung menyendokkan nasi goreng seafood buatan Ecca ke dalam mulutnya.


"Ya Ampuuuun, Ecca!" mata Bisma tiba-tiba membulat sempurna dengan mulut yang masih mengunyah makanannya.


"Kenapa Mas?!" tanya Ecca dan Naya hampir bersamaan.


"Masakan kamu enak banget, sumpah! Ini kayak masakan di restoran bintang 10!" lagi-lagi Bisma melayangkan pujiannya kepada Ecca.


Bahkan kali ini pujiannya terdengar begitu keras sampai mereka kini menjadi bahan perhatian mahasiswa yang sedang ada di kantin.


"Mas Bisma nih pake teriak segala, aku kan jadi malu!" protes Ecca.


"Iya nih, ngomong kayak lagi di hutan. Keras banget kayak tarzaan," timpal Naya sambil terkekeh.


"Yaelaah, kalian gimana sih. Namanya juga lagi seneng," balas Bisma.


"Tapi beneran loh, Ca. Masakan kamu tuh enak banget. Nanti kamu mau kn masakin aku tiap hari?" tanya Bisma kemudian.


"Haah?! Serius tiap hari?!" tanya Ecca.


"Iya dong, kan kamu nantinya yang akan jadi istri aku!"


Ucapan Bisma barusan justru membuat Ecca terkekeh pelan.


"Mas Bisma receh juga ya ternyata. Aku baru tahu loh kalo Mas Bisma ini pinter ngelawak. Aku pikir cuma pinter main musik aja," timpal Ecca karena sering mendapati Bisma bernyanyi sambil bermain gitar.


Tawa Naya langsung meledak saat mendengar ucapan Ecca. Dia tidak menduga jika sahabatnya ini menganggap ucapan Bisma hanya sebagai gurauan.


"Sabar ya bro, sahabat aku yang satu ini emang begini," tukas Naya sambil menepuk bahu Bisma.


"Agak kurang peka orangnya kalo ngomongin masalah 'cinta'," bisik Naya memberi penekanan di akhir kalimatnya.


"Cieee, kalian tuh ternyata mesra banget sih!" ucap Ecca tiba-tiba saat melihat Naya dan Bisma makin dekat.


"Kalian pasti barusan jadian ya? Eh, atau jangan-jangan jadiannya udah lama?"


Uhuk! Uhuk!


Ucapan Ecca barusan membuat Bisma langsung tersedak. Sedangkan Naya yang duduk di sampingnya buru-buru menyodorkan air mineral ke arah Bisma.


"Uuuuh so sweet, kapan yaa aku begitu?"


Lagi-lagi Ecca mengira jika Naya dan juga Bisma ada hubungan khusus. Padahal kedekatan mereka selama ini bukanlah seperti apa yang difikirkan Ecca.

__ADS_1


Naya dan Bisma sama-sama langsung menjauhkan kursi mereka berdua karena tidak mau Ecca berfikiran lebih jauh lagi tentang hubungan mereka berdua.


"Ini gak kayak yang kamu fikirin, Ca!" sanggah Naya tidak terima.


"Mana mungkin aku punya hubungan khusus sama Mas Bisma," terangnya lagi.


"Nah, iya bener tuh apa yang diomongin sama Naya. Jangan mikir macem-macem deh tentang kita!" pinta Bisma.


"Iya deh, santai aja lagi. Oh iya Nay, aku pingin nanya deh sama kamu,"


Naya dan Bisma langsung memasang telinga mereka untuk mendengarkan ucapan Ecca selanjutnya.


"Kamu pernah gak suka sama cowok yang udah punya ikatan sama perempuan lain?" tanya Ecca yang saat ini benar-benar sedang galau dengan perasaan yang sedang menimpanya.


"Emmmh, aku sih waktu suka sama cowok itu, dia belum ada yang punya. Tapi sekarang aku denger, ternyata dia mau nikah bentar lagi," jawab Naya yang terlihat begitu santai.


"Trus kamu gimana?" tanya Ecca lagi.


"Yaah, ngapain juga ngarepin cowok yang gak pasti. Move ON, dong! Toh aku juga cantik," jawab Naya dengan begitu percaya diri sambil memainkan rambut panjangnya.


"Diiih, Narsis amat jadi orang!" timpal Bisma mengomentari Naya.


"Emmmh, gitu ya," balas Ecca dengan nada yang pelan.


Jawaban Ecca barusan membuat Naya dan Bisma saling melempar pandang.


"Emang kenapa sih Ca? Kamu ada masalah ya?"


"Atau kamu lagi suka sama pacar orang?" tanya Naya bertubi-tubi.


'Kayak aku nih, contohnya," gumam Bisma dalam hati.


Ecca menghela nafasnya pelan, "Tapi kali ini masalahnya berbeda. Aku sudah mencintainya sejak lama, dan ternyata dia juga memiliki perasaan yang sama. Hanya saja saat ini ia harus terikat dalam pernikahan kontrak karena ada suatu hal yang tidak bisa aku jelaskan sama kalian," jelas Ecca dengan wajah sendu nya.


Penjelasan Ecca saat ini membuat Bisma seketika patah hati. Ia pun langsung menundukkan kepalanya.


'Ternyata Ecca sudah mencintai lelaki lain dan tentunya lelaki itu pasti bukan aku. Pantas saja, selama ini ia selalu bersikap biasa saja terhadap laki-laki yang ingin dekat dengannya,' batin Bisma.


Sedangkan Naya sedikit iba melihat Bisma yang langsung menundukkan kepalanya.


'Yah, ternyata bukan cuma aku yang patah hati hari ini,' gumam Naya dalam hati.


"Tapi ribet gak sih, Ca kalo misalnya kamu tetap mempertahankan perasaan kamu yang sekarang. Karena belum tentu juga ke depannya kamu bakal dapet apa yang kamu inginkan?" balas Naya.


Kali ini Ecca terdiam sambil mencerna ucapan Naya.


Kedua sahabat yang Ecca miliki memang memiliki sudut pandang yang berbeda,


Amel, yang menemani Ecca sejak duduk di bangku SMP sangat memahami bagaimana Ecca yang begitu mencintai Belva. Sampai Amel menyarankan Ecca untuk menjadi pelakor, demi memperjuangkan rasa Cinta yang sudah lama ia pendam.


Sedangkan Naya, sahabat Ecca selama kuliah, justru menyarankan Ecca untuk Move ON. Artinya Ecca harus melupakan rasa cintanya terhadap Belva Quiero, yang kini menjadi kakak iparnya.


Saran Naya sebenarnya sesuai dengan keinginan Ecca akhir-akhir ini. Namun entah kenapa, Ecca justru merasa semakin berat untuk Move ON dan melupakan Belva.

__ADS_1


Tiba-tiba Ecca kembali teringat jika ia minta tolong dengan Amel untuk dikenalkan dengan seorang laki-laki untuk menjalani kencan buta dengannya. Dan sampai saat ini, Amel belum mengenalkan seorang laki-laki pun pada Ecca.


"Emm, kamu bisa bantu aku untuk Move ON gak?" tanya Ecca kemudian.


"Tentu saja bisa," jawab Naya dengan semangat sambil menepuk lengan Bisma.


"Awh!" pekik Bisma merasakan panas di lengannya akibat pukulan tangan Naya.


"Kebetulan banget nih Ca. Mas Bisma tuh dari dulu suka sama kamu. Gimana kalo nanti malem kamu coba untuk kencan sama Mas Bisma?" tawar Naya secara blak-blakan.


"Apa?!" pekik Ecca dan Bisma bersamaan.


Ecca sangat terkejut saat mendengar apa yang baru saja Naya lontarkan, begitu juga dengan Bisma yang benar-benar tidak menyangka jika Naya justru membuka kartunya di depan Ecca.


Bisma dan Ecca pun kini saling melemparkan pandang ke arah Naya.


"Aku bimbingan skripsi dulu ya, kalian berdua ngobrol deh, kira-kira nanti malam mau kemana," ucap Naya yang langsung meninggalkan meja kantin begitu saja.


Kini tinggal Ecca dan Bisma yang mulai kikuk satu sama lain. Keduanya sama - sama bingung harus mengobrol mulai dari mana.


Namun akhirnya Bisma pun memulai untuk buka suara.


"Emmmh, Ca. Nanti malem mau jalan kemana kita?" tawar Bisma.


"Jangan malem ya, sore aja. Aku nginep di rumah Naya soalnya. Gak enak kalo keluar malem-malem," jawab Ecca.


"Okey, nanti jam setengah 4 aku jemput ya," balas Bisma yang terdengar masih sangat kikuk.


Bisma pun kemudian melirik jam di tangannya, "Oh iya, Ca. Aku ada janji nih sama dosen pembimbing. Aku duluan gak papa kan?" tanya Bisma kemudian.


"Oh, iya. Silahkan!" balas Ecca sambil tersenyum.


Bisma pun langsung undur diri dari hadapan Ecca dan menuju ke kantor dosen yang tidak jauh dari kantin.


Sedangkan Belva yang sedari tadi mengamati Ecca dari jendela ruangannya pun hanya tersenyum simpul.


'Meski aku tidak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan, aku yakin Ecca pasti menceritakan kegundahan nya dengan teman-temannya,' gumam Belva dalam hati.


'Tenang saja Caca, Sebentar lagi aku akan bisa mengobati kegundahan hatimu,' batin Belva tanpa mengalihkan perhatiannya dari Ecca sedikit pun.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Like ๐Ÿ‘


Comment ๐Ÿ’ฌ


Favorit โค๏ธ


Vote ๐Ÿ’ž


Gift ๐ŸŒนโ˜•๐Ÿ’บ

__ADS_1


Dan Tonton iklannya ๐Ÿ“น๐Ÿ“ฝ๏ธ juga ya


Terima kasih


__ADS_2