
Saat mobil Belva sudah terparkir rapi di samping gedung rumah sakit, tampak Pak Joko sudah menunggu mereka di bangku dekat pintu rumah sakit dengan membawa bouquet bunga.
Belva dan Ecca pun langsung berjalan ke arahnya dan bergegas menuju ke ruang rawat inap Nuna.
"Aku gak ikut masuk ke dalam ya sayang," ucap Belva yang sangat enggan bertemu dengan Nuna.
"Aku nunggu di depan aja seperti biasa," lanjutnya lagi dan Ecca pun menganggukkan kepalanya.
"Saya masuk ke dalam dulu ya pak. Nanti kalau kak Nuna siap, saya langsung panggil bapak masuk ke dalam," tukas Ecca.
Pak Joko yang sudah memakai outfit keren yang disiapkan Ecca sebelumnya pun mengangguk sambil mencoba menetralkan rasa gugupnya.
"Jangan sampai terlihat gugup Pak Joko, kali ini kami benar benar mengandalkan bantuan dari bapak," ucap Belva sambil menepuk bahu tukang kebun panggilan di kompleknya itu.
"Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk embantu anda Pak Belva, karena saya sangat berterima kasih, berkat anda istri saya bisa menjalani operasi pengangkatan kista," jelas Pak Joko dengan mantap.
Sedangkan kedatangan Ecca sore ini benar-benar sudah ditunggu oleh Nuna.
"Kak Nuna," sapa Ecca yang baru masuk ke dalam ruang rawat kakaknya.
"Seger banget sih sore ini," lanjutnya lagi sambil menyalami tangan kakaknya dan bercipika cipiki.
"Akhirnya kamu datang juga Ecca, kakak udah nungguin loh dari tadi," timpal Nuna yang tampak tidak sabar untuk bertemu dengan suaminya.
Mami Aleya yang duduk di sofa pun langsung berdiri menyambut kedatangan putri bungsunya.
"Kak Nuna dari tadi terus aja nanyain kamu sayang," tukas Mami Aleya.
"'Udah gak sabar pingin ketemu suaminya sampe minta dibawain peralatan make up dari Mansion," lanjutnya lagi membuat Ecca tertawa dalam hati.
'Ya Ampuun kak Nuna, aku jadi geli sendiri deh. Gak kebayang gimana kalo kakak ngeliat suami kakak yang aku bawa ini,' gumam Ecca dalam hati.
'Yes, kali ini pasti Ecca datang ke rumah sakit bareng sama Mas Belva. Duuuh, aku beneran gak sabar pingin peluk Belva dan manja-manjaan sama dia. Apalagi sekarang ada mami di sini. Jadi gak mungkin Belva nolak atau menghindar dari aku,' batin Nuna kegirangan.
"Eh, tunggu. Kenapa kak Nuna jadi nungguin aku?" tanya Ecca kemudian.
"Kamu dateng sama suami aku kan dek?" jawab Nuna dengan balik bertanya yang sudah sangat tidak sabar bertemu dengan Belva.
"Bukannya kamu kerja bareng suami kakak?" tanya Nuna membuat Ecca langsung terhenyak.
"Hah? Maksud kakak apa ya?" tanya Ecca menyelidiki.
Nuna kali ini tersilap kata, seharusnya ia tidak menanyakan hal seperti itu terlebih saat ini ingatannya masih belum pulih.
__ADS_1
"Emm, maksud kakak tadi pagi kamu kan yang bilang kalo suami kakak akan dateng sepulang kerja bareng kamu?" tukas Nuna.
'Ck, aku yakin kali ini kak Nuna pasti sedang berbohong jika ia hilang ingatan. Kita lihat saja apa yang terjadi sebentar lagi!' batin Ecca geram.
"Oooh, aku tadi sempet ketemu kakak ipar sih waktu beli bouquet bunga di depan rumah sakit. Mungkin sebentar lagi dia dateng kok," tukas Ecca yang kemudian menuju ke sofa tunggu di ruangan Nuna dan mengetikkan pesan untuk King Bee agar meminta Pak Joko masuk ke dalam.
Tak lama kemudian pintu ruangan terbuka dan tampak Pak Joko masuk dengan menutupi wajahnya dengan bouquet bunga yang ia bawa.
Pancaran kebahagian Nuna terlihat jelas di binar matanya yang membulat sempurna melihat kedatangan suaminya yang datang dengan surprise luar biasa yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya.
Sedangkan Mami Aleya yang sudah tidak kuat menahan tawa pun langsung kembali ke sofa dan duduk di samping Ecca sambil kembali memegang majalah yang tadi sempat ia baca.
Ecca yang melihat kedatangan Pak Joko dengan menyembunyikan wajahnya di balik bouquet bunga pun langsung menutup mulutnya rapat-rapat.
"Aku gak nyangka akan dapet surprise se romantis ini suamiku," ucap Nuna terharu.
"Emm, Mami sama Ecca keluar dulu ya, biar kalian bisa ngobrol dengan leluasa," ucap Mami Aleya yang langsung menarik tangan Ecca untuk keluar dari ruangan Nuna.
Ecca awalnya menolak untuk di ajak maminya keluar, karena ia sangat ingin menyaksikan sendiri keterkejutan Nuna setelah melihat siapa suaminya.
Tetapi Mami Aleya menarik tangannya dengan sangat erat, membuat Ecca mau tidak mau pun mengikuti langkah maminya.
"Ecca, kamu kalo mau bikin panggung komedi jangan di rumah sakit dong!" tegur Mami Aleya sambil terkikik pelan.
"Mami jadi gak kuat nahan ketawa tauk ngeliat cowok yang kamu bawa itu! Dapet dari mana sih cowok begitu?" tanya Mami.
"Ntar Ecca ceritain deh. Mami juga nih gak asyik, malah ngajakin Ecca keluar. Ecca penasaran banget nih sama reaksi kak Nuna," gerutu Ecca sambil mendekatkan telinganya di pintu ruangan Nuna.
Sedangkan di dalam, Nuna kini sedang tersipu malu saat Pak Joko mendekatinya dan duduk di samping brankar.
Pak Joko masih menyembunyikan wajahnya di balik bunga, namun perlahan tangannya memegang tangan Nuna dan membuat dada Nuna bergemuruh tidak karuan.
'Oh My God, ternyata Belva sangat romantis setelah aku kecelakaan dan hilang ingatan. Jika perhatiannya terus sehangat ini denganku, aku rela untuk berpura-pura hilang ingatan demi mendapatkan cinta dari Belva.'
'Tapi kenapa tangan Belva sangat kasar ya ternyata?' tanya Nuna dalam hati.
"Bagaimana keadaanmu sayang?" tanya Pak Joko sambil menyerahkan bunga yang ia bawa kepada Nuna.
"Kamu panggil aku sayang?" tanya Nuna tidak percaya sambil menerima bunga dari Pak Joko.
Ia pun menghirup aroma bunga tersebut sambil memandang ke arah lelaki yang kini sedang tersenyum di hadapannya.
"Huaaa!" teriak Nuna terkejut saat melihat lelaki yang kini duduk di depannya.
__ADS_1
"Siapa kamu?!" teriak Nuna sambil melemparkan bouquet bunga ke wajah Pak Joko.
Teriakan Nuna barusan yang terdengar sampai di luar ruangan inap nya membuat Mami Aleya langsung berjalan menjauh dari ruangan Nuna dan melepaskan tawanya.
Sedangkan Ecca masih terus berusaha menahan tawanya karena ia yakin sebentar lagi Nuna pasti akan memanggil dirinya.
"Aku suamimu sayang. Maaf karena pekerjaan yang begitu padat di luar kota, membuatku baru bisa menjenguk mu," jelas Pak Joko yang sangat mendalami perannya saat ini.
"Bagaimana keadaanmu, sayang?" tanya Pak Joko yang kini mulai berani mengusap kepala Nuna dengan sangat lembut.
Tiba-tiba saja Nuna merasa merinding dan langsung menepis tangan Pak Joko untuk menjauh dari kepalanya.
"Jangan sentuh, aku!" tolak Nuna dengan ketus. Kemudian Nuna pun berteriak memanggil nama adiknya.
"Eccaaaaaa!"
☘️☘️☘️
Semoga di part ini kalian terhibur yaa.
Terima kasih banyak sudah berkenan mampir di karya receh Author. Cerita selanjutnya akan Author up lagi malam ini yaaa.
Sambil menunggu kelanjutan cerita Nuna, mampir dulu yuk ke Novel bestie aku yang dijamin ceritanya menarik dan juga seru.
Nama Pena : Windii Riya Finola
Judul Karya : Penjara cinta Tuan Malvin
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Rate 5 bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
Like 👍
Comment 💬
Subscribe ❤️
Vote 💞
__ADS_1
Gift 🌹☕💺
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya