
Keesokan harinya, Ecca bangun kesiangan karena semalam ia benar-benar mengalami kesulitan tidur. Ia pun segera membersihkan dirinya dan keluar dari kamarnya untuk menyiapkan sarapan.
Namun ternyata saat ia sampai di meja makan, sarapan untuk dirinya justru sudah tersaji lengkap dengan note dari Belva.
[Aku harus ke Firma pagi ini. Jika ingin bimbingan skripsi, datanglah ke kampus tepat jam makan siang.]
[- King Bee -]
Ecca menyunggingkan senyumnya sambil membuka tudung saji. Nampak nasi lengkap dengan sayur urap beserta lakunya di atas meja.
"Aku makin bimbang dengan janjiku dengan Kak Nuna untuk menjauhi Mas Belva jika seperti ini. Mas Belva benar-benar memperhatikan aku dengan baik. Dan aku bisa meleleh jika selalu mendapat perhatian dari Mas Belva," gumam Ecca sambil mulai menikmati sarapannya.
Baru satu suap, ponsel Ecca pun berdering dan muncul nama Nuna sedang menghubunginya.
"Ada apa kak?" tanya Ecca.
"Seharusnya kakak yang tanya sama kamu, semalem kamu kenapa sih tiba-tiba marah sam kakak?"
Ecca menghela nafasnya pelan dan menceritakan jika lelaki yang menanam benih di perut kakaknya adalah suami dari Kak Wita, kakak dari sahabatnya.
Namun Ecca tidak menceritakan jika dirinya diusir dari rumah Naya setelah tahu jika Ecca adalah adik kandung ari Nuna.
"Kakak sadar, kakak sudah bertingkah di luar batas kakak. Dan kakak juga sangat menyesal Ecca," ucap Nuna di ujung panggilan yang terdengar begitu menyesali perbuatannya.
"Lagi pula kakak juga sudah memutuskan untuk resign dari pekerjaan kakak dan fokus menjadi istri yang baik di rumah,"
Deg!
Ucapan Nuna di ujung panggilan membuat hati Ecca seperti teriris-iris.
"Maaf, jika kakak belum bisa jadi kakak yang baik untuk Ecca. Kakak benar-benar menyesal," terdengar isak tangis Nuna membuat Ecca semakin bimbang harus bagaimana.
"Ecca, kamu masih di sana kan?" tanya Nuna saat tidak mendengar suara Ecca membalas ucapannya.
"Oh, Iya kak. Aku harap kakak benar-benar berubah dan menjadi istri yang baik," ucap Ecca dengan mata yang berkaca-kaca.
"Aku tutup telfon nya dulu ya kak, Dosen pembimbing aku sudah datang," bohong Ecca sambil memutus panggilannya dengan Nuna.
__ADS_1
Selera makan Ecca langsung hilang begitu saja, padahal ia baru makan satu suapan.
Ecca pun kembali ke kamarnya dan memilih berkutat di depan laptopnya untuk mengerjakan skripsi dengan harapan rasa sedihnya kini sirna.
๐๐๐
Di BQ Law Firm,
Bisma kini sedang menghadap di ruangan Belva untuk mendapatkan tanda tangan persetujuan wawancara dari Belva.
Kesempatan kali ini Belva gunakan untuk mengorek informasi tentang hubungan Bisma dengan Ecca.
"Sudah sampai bab berapa skripsinya?" tanya Belva sambil mengecek berkas lamaran milik Bisma.
"Revisi Bab 4, Pak Belva,"
"Kamu tahu kan, Point penting seorang advokat muda adalah kejujuran?" tanya Belva dan Bisma pun menganggukkan kepalanya.
"Sekarang, saya akan mengetes kejujuran dari kamu,"
"Punya hubungan khusus dengan perempuan? Pacar atau mungkin calon istri, misalnya?"
"Saya tidak punya pacar, pak." jawab Bisma dengan mantap karena memang selama ini ia tidak menjalin hubungan dengan siapapun.
'Jika dilihat dari cara bicara Bisma, dia kali ini berkata jujur jika dia tidak memiliki pacar. Tapi kenapa Ecca bersikeras ya mengakui jika Bisma ini pacarnya?' gumam Belva dalam hati.
"Benarkah, Bisma Sanjaya?!" tanya Belva menyelidiki.
"Tentu saja, pak!" jawab Bisma mantap.
"Lalu apa hubungan dengan Ecca? Kenapa semalam kamu mencari penginapan bersamanya?"
Pertanyaan Belva kali ini langsung dijawab dengan Bisma dengan gamblang apa yang sudah terjadi oleh Ecca sampai ia diusir dari rumah Naya.
Kali ini Belva terkejut saat mendengar cerita dari Bisma. Ia tidak menyangka jika Ecca dipermalukan dengan kesalahan yang sama sekali tidak pernah diperbuatnya.
"Untung saja semalam Ecca bertemu dengan Bapak, jika tidak saya juga bingung hendak membawa Ecca kemana." jelas Bisma membuat Belva kini bernafas lega.
__ADS_1
"Jadi kamu hanya berteman dengan Ecca?" tanya Belva kemudian.
"Betul, pak. Sebenarnya saya sudah lama menyukai Ecca. Kemarin sore kita juga sudah sepakat untuk kencan,"
"Tapi saya rasa, Ecca masih mencintai lelaki di masa lalunya yang kini sudah menjadi milik orang lain. Dan saya tidak mau membuat Ecca terpaksa harus membalas cinta saya," jelas Bisma tanpa di tutup-tutupi sedikit pun.
Penjelasan Bisma kali ini membuat Belva langsung menandatangi berkas persetujuannya untuk melakukan wawancara. Tidak hanya itu, Belva juga memberi bintang disetiap berkas Bisma sebagai tanda jika Bisma memiliki nilai kualitas yang baik.
Melihat tanda bintang di berkasnya, hati Bisma langsung bersorak gembira.
"Terima kasih banyak Pak Belva, jika saya bekerja di sini, saya akan dedikasikan hidup saya untuk bekerja menjadi advokat yang baik!" ucap Bisma dengan mata yang berbinar.
Belva pun tersenyum sambil menyerahkan berkas lamaran milik Bisma. "Aku pegang ucapanmu kali ini, Bisma Sanjaya. Setelah ini kau bisa menemui Dirga untuk tes berikutnya!"
"Siap Pak Belva! Sekali lagi terima kasih banyak!"
Bisma pun keluar dari ruangan Belva dan segera menuju ke meja Kerja Dirga. Sedangkan Belva kini langsung bersiap-siap untuk mendampingi Hendy dalam mediasi dengan istrinya.
'Kali ini kau tidak bisa berkelit lagi, Queen Ca! Atau kelulusanmu dipertaruhkan,' batin Belva sambil meninggalkan ruangannya.
๐๐๐
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Like ๐
Comment ๐ฌ
Favorit โค๏ธ
Vote ๐
Gift ๐นโ๐บ
Dan Tonton iklannya ๐น๐ฝ๏ธ juga ya
Terima kasih
__ADS_1