
"Nabel Quiero?" tukas Belva dan Papa Dion bersamaan.
"Iya!" jawab Nuna dengan mantap. "Nuna dan Belva Quiero. Nama yang indah bukan?" balas Nuna dengan beraninya membuat Papa Dion naik pitam.
"Jangan gila Nuna!" gertak Papa Dion. "Apa urat malumu sudah putus, hah?! Bisa-bisanya kau menyematkan nama keluarga besarku pada bayi yang jelas-jelas bukan anak Belva!" cecar Papa Dion tidak terima.
Papi Mario sendiri ikut geram dengan tingkah Nuna yang semakin menjadi-jadi. Ia pun mendekat ke arah Nuna dan
Plak!
Tamparan keras Papi Mario mendarat mulus di pipi Nuna.
"Aku sangat menyesal mengizinkan istriku menampung anak tidak tahu diri sepertimu, Nuna!" sarkas Papi Mario geram.
"Benar-benar anak pungut yang tidak tahu diri!" timpal keluarga Mario yang lain.
"Usir saja dia dari pada terus menerus membuat masalah!"
"Benar! Jangan kasih kesempatan lagi! Wanita seperti ini lebih baik tinggal di jalanan."
Hampir semua keluarga Mario mencibir sikap Nuna yang semakin mengada-ada.
Nuna pun langsung menutup telinganya dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Tak lama kemudian ia menangis tersedu-sedu di tengah keluarga besar Mario.
Tangisan Nuna kali ini membuat bayinya yang ada di dekapan Ecca pun langsung menangis kencang.
"Ecca, bayinya dibawa masuk aja gih!" pinta Mami Aleya dan Ecca pun langsung mengangguk.
Namun, belum sempat Ecca melangkah, Nuna sudah menghadang Ecca dan siap merebut bayinya.
"Berikan anakku!" gertak Nuna yang sudah berdiri di depan Ecca.
Dengan sigap Belva langsung memeluk istrinya dan membawa Ecca menjauh dari Nuna.
Melihat hal tersebut, Nuna pun tampak sangat marah dan siap untuk menyerang Ecca. Untung saja Papi Mario dan papa Dion langsung mencekal kedua tangan Nuna dan mengagalkana serangannya terhadap Ecca.
"Yang anak pungut itu bukan aku, melainkan kamu, Ecca! Aku masih sangat ingat saat kecil dulu menemukan kamu di dalam kardus di samping tempat sampah depan Mansion!" teriak Nuna yang berhasil membuat langkah Ecca terhenti.
Shock! Sudah pasti Ecca shock dengan apa yang diucapkan Nuna barusan. Namun, Ecca hanya menghela nafasnya pelan dan melanjutkan langkahnya menuju kamar dengan membawa bayi Nuna.
"Karenamu, aku diacuhkan!"
"Karenamu, aku tidak lagi di sayang!"
"Karenamu juga, aku seperti ini Ecca!"
"Aku benar-benar sangat membencimu!" teriak Nuna kencang.
Sayangnya Ecca sama sekali tidak menghiraukan teriakan Nuna sampai dia masuk ke dalam kamarnya.
Plak!
__ADS_1
Kali ini Mama Dea mendaratkan tamparan kerasnya di pipi Nuna.
"Dasar sampah! Jangan mengada-ada! Aku bahkan menemani Aleya melahirkan Ecca!" gertak Dea yang turut geram dengan tingkah Nuna yang tidak ada kapoknya.
Tiba-tiba saja Nuna tertawa terbahak-bahak sambil mengeluarkan air matanya.
"Aku memang sengaja menyakiti hati Ecca!"
"Aku membencinya sejak dia terlahir ke dunia dan rasanya ingin aku buang ke tempat sampah!" tukas Nuna mengingatkan semuanya jika Nuna dulu pernah membawa bayi Ecca ke tempat sampah depan Mansion.
"Anak ini benar-benar sudah gila!" umpat Papa Dion geram.
"Bantu aku membawanya keluar, tidak akan ada lagi kesempatan yang berikutnya untuk anak tidak tahu diri seperti Nuna!" tambah papi Mario yang sudah benar-benar marah dengan sikap Nuna.
Nuna terus saja tertawa dan menangis meraung-raung saat di seret keluar oleh Papa Dion dan Papi Mario.
Sampai di depan pintu, Nuna langsung di tarik oleh satpam ke luar gerbang Mansion.
☘️☘️☘️
Sedangkan Ecca yang kini sedang menidurkan bayi Nuna bersama Belva hanya diam membisu terngiang ngiang teriakan Nuna tadi.
Melihat istrinya melamun, Belva pun langsung mendekapnya dengan sangat erat.
"Apa kau percaya dengan teriakan orang gila tadi, sayang?" tanya Belva dan Ecca hanya mengedikkan bahunya.
"Entah lah, Bee. Tapi kabar itu membuatku sangat shock," tukas Ecca membalas pelukan Belva.
"Dia berbohong hanya untuk membuatmu sakit sayang."
"Jangan terkejut sayang, aku dan Mama menunggu kelahiranmu di rumah sakit saat itu. Bahkan aku juga mengingat mamaku panik mondar mandir di depan ruang bersalin."
Cita Belva kali ini membuat mata Ecca berkaca-kaca. "Ternyata aku anak kandung papi dan Mami," tukas Ecca yang kemudian menitikkan air matanya.
Belva kembali memeluk istrinya dengan sangat erat sambil memandangi bayi laki-laki yang tertidur pulas di ranjang pengantin mereka.
"Bayi ini sama sekali tidak bersalah apa lagi berdosa. Dia juga tidak mungkin menanggung kesalahan yang dilakukan oleh Nuna!" tukas Belva memandang iba ke bayi Nuna yang usianya sudah satu bulan lebih.
"Kira-kira mau dikasih nama siapa?" tanya Ecca sambil menatap suaminya.
"Dia kan anak Hendy, kenapa tidak ditanyakan saja kepada ayah kandungnya?" balas Belva.
Ecca perlahan mengusap dada suaminya, "Tapi entah kenapa aku sangat ingin membeli nama pada bayi kak Nuna, sayang," ucap Ecca manja.
Sikap Ecca barusan membuat Belva langsung mendaratkan bibirnya di bibir istrinya. Kali ini Ecca lebih agresif dari pada Belva dan membuat Belva hampir kewalahan.
Perlahan Ecca melepaskan pa9utannya dan mengusap bibir Belva.
"Entah kenapa aku sangat menyukainya, Bee!" tukas Ecca sedikit malu-malu membuat Belva langsung turn ON.
"Makanya, datang bulannya jangan lama-lama yaa," pinta Belva dengan tatapan sendu.
__ADS_1
"Biar disini cepet ada King Bee atau Queen Ca junior," lanjut Belva sambil mengusap perut istrinya.
Baru saja Belva hendak mendekatkan wajahnya ke wajah Ecca untuk mengulang ciumannya tadi, terdengar kericuhan di lantai bawah membuat mereka berdua akhirnya keluar dari kamar.
"Ada apa Bik?" tanya Ecca kepada Bik Mar sambil menuruni anak tangga.
"Nuna ngamuk di jalanan sambil ngelepas pakaian, non!"jawab Bik Mar membuat Ecca sangat terkejut.
"Kok bisa sampai di jalanan?" tanya Ecca yang belum tahu jika Nuna tadi sempat diusir oleh papinya.
"Diusir sama Tuan tadi, non," tukas Bik Mar.
"Ya Ampun!" Ecca mengusap wajahnya kasar.
"Baik, tolong jagain baby dulu ya di kamar Ecca!" pinta Ecca sambil berlari keluar.
Sedangkan Belva justru masih berdiri tanpa mengiringi langkah Ecca.
"Bee, gak ikut?" tanya Ecca sambil berbalik melihat suaminya yang masih berdiri di tempat yang sama.
"Gak deh, sayang. Ngapain ikut-ikut ngeliat orang gila telanjang di jalanan," tukas Belva santai.
"Aku mau telfon Hendy dulu aja," balas Belva.
Ecca pun kembali berlari ke luar Mansion untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Benar saja, kali ini ia melihat Nuna yang di bawa satpam masuk ke gerbang dengan hanya mengenakan br@ dan juga c3l4n4 d4l4m saja.
☘️☘️☘️
Maaf banget ya kemarin Author gak sempet update karena lembur sampai malam.
Sambil nunggu kelanjutannya, mampir dulu yuk ke Novel bestie aku yang dijamin cerita nya seru dan menarik banget.
Nama pena : Ayu Andila
Judul Karya : Menjadi Madu Sahabatku
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Rate 5 bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
Like 👍
Comment 💬
Subscribe ❤️
Vote 💞
__ADS_1
Gift 🌹☕💺
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya