
Karena sudah merasa sangat malu, akhirnya Nuna sengaja menunggu mobil Belva dan orang tuanya di gerbang kampus.
Mobil orang tua Belva baru saja melewati Nuna yang duduk di depan kampus, tak lama kemudian mobil papi Mario pun akhirnya melintas dan Nuna langsung menghadang nya.
"Papi! Aku mohon maafkan aku!" teriak Nuna menjadi bahan perhatian banyak orang.
"Aku kali ini benar-benar berjanji untuk berperilaku yang baik dan menjadi anak yang penurut!" teriak Nuna.
Awalnya Papi Mario berniat untuk meninggalkannya begitu saja, namun karena mobil di belakangnya sudah membunyikan klakson karena terjadi kemacetan panjang, akhirnya papi Mario membuka kunci pintu belakang dan Nuna langsung masuk ke dalam.
"Aku mohon maafkan semua kesalahan ku Mami, aku sadar jika selama ini aku telah salah," tukas Nuna yang memang tampak sangat berantakan.
"Aku siap menerima hukuman apapun dari kalian, asalkan kalian mau menampung lagi untuk tinggal bersama kalian."
"Aku benar-benar sudah tidak memiliki uang untuk hidup. Aku sudah kapok, Mi. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi," tukas Nuna dengan sungguh-sungguh.
"Kesalahanmu kali ini sudah sangat keterlaluan Nuna. Mami benar-benar tidak habis fikir dengan apa yang sebenarnya kamu inginkan!" balas Mami Aleya yang sudah benar-benar jengah dengan sikap Nuna.
"Kalau memang masih ingin ikut dengan kami, kau akan tidur dikamar pembantu!" timpal Papi Mario membuat Nuna sangat terhenyak.
"Kali ini kau akan aku angkat sebagai asisten rumah tangga. Kalau tidak mau, silahkan kau cari hidupmu sendiri di luaran sana, Nuna!"
Keputusan papi Mario kali ini sama sekali tidak bisa disanggah oleh Nuna. Ia terpaksa menyetujui keputusan papi dari pada harus hidup terlunta-lunta di jalanan.
"Dan mulai sekarang panggil kami dengan sebutan Tuan dan Nyonya, karena aku benar-benar tidak Sudi memiliki anak sepertimu!"
"Baik, Tuan. Terima kasih banyak sudah mau menerima saya," tukas Nuna dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
☘️☘️☘️
Sepulang dari Jogja, berbagai persiapan pernikahan Belva dengan Ecca pun mulai dibicarakan mulai dari undangan, prewedding, fitting baju pengantin, dan serangkaian acara yang akan digelar mendekati Hari H.
Mami Aleya dan juga Mama Dea sangat sibuk mempersiapkan segala sesuatunya, sedangkan Ecca dan Belva justru masih disibukkan dengan beberapa pekerjaan di firma.
"Hari minggu gini masih kerja aja sayang?" tanya Mami Aleya yang melihat putri semata wayangnya sudah mengenakan pakaian formalnya sepagi ini.
"Iya mami, kali ini yang sedang Ecca tangani itu kasus yang sedikit rumit," jawab Ecca yang sudah duduk di kursi makan dan siap untuk sarapan.
"Trus kapan kamu mau foto prewedding sama fitting baju pengantinnya sayang? Waktunya udah tinggal dikit loh," celetuk Mami Aleya.
"Masalah baju pengantin mah gampang Mami, mana aja yang pas buat Ecca, Ecca pasti akan pakai kok."
__ADS_1
"Kalo foto prewedding, gak usah ada juga gak papa kan?" tanya Ecca sambil menyunyah nasi goreng seafood buatan maminya.
"Ya gak bisa gituh dong sayang, tetep harus ada. Pokok nya mami gak mau tahu, besok kalian harus libur kerja untuk foto prewedding dan fitting baju pengantin," tukas Mami Aleya.
Tak lama kemudian Belva pun datang menjemput Ecca. Lagi-lagi Mami Aleya melayangkan protesnya terhadap calon menantunya yang masih mengajak Ecca bekerja di hari minggu.
"Udah deh Mami nanti kalau kita udah selesai kerja pasti langsung jalanin apa yang mami perintahkan. Iya kan Bee?" tukas Ecca yang langsung diangguki oleh Belva.
Akhirnya mereka berdua pun berpamitan dan bergegas meninggalkan Mansion.
"Maaf ya sayang, mendekati hari pernikahan kita, pekerjaan firma justru sangat banyak dan menumpuk," tukas Belva merasa tidak enak dengan Ecca.
"It's okay, Bee. Lagi pula aku juga sangat menikmati pekerjaan baruku ini sebagai advokat muda." balas Ecca yang sama sekali tidak mempermasalahkan ini.
"Makasih banyak ya sayang, you're always the Best!" puji Belva.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di tempat dimana mereka mengadakan perjanjian. Klien Ecca kali ini adalah seorang wanita setengah baya yang sedang menggugat permasalahan sengketa tanah waris di keluarganya.
Ecca yang banyak mempelajari masalah sengketa tanah selama kuliah pun kini mempraktekkan apa yang ia pelajari dan hampir 1 jam Ecca berhasil meleraikan masalah klien ini.
Setelah masalah ini berhasil dileraikan oleh Ecca, Belva pun mempersiapkan untuk berkas yang dibutuhkan untuk diajukan ke pengadilan dan sidang penentuan hak kepemilikan.
"Makin hari istriku ini semakin luar biasa ya!" puji Belva saat klien mereka sudah meninggalkan tempat terlebih dahulu.
"Nah, gimana kalo pas lagi kayak gini saya foto aja buat foto prewedding kalian?" tanya Dirga memberikan usul.
Ecca dan Belva pun saling melemparkan pandang dan kemudian mengangguk setuju.
Dirga pun langsung bersiap untuk membidik foto mereka berdua yang memang keduanya berprofesi dalam bidang hukum.
Beberapa foto hasil bidikan Dirga pun langsung dikirim Ecca dan Belva ke ponsel mama mereka masing-masing.
Ponsel Ecca pun langsung berdering dan tampak Mami Aleya langsung menghubunginya setelah mendapat kiriman gambar dari Ecca.
"Foto prewedding nya terlalu formal Ecca, Mami tidak suka. Sekarang juga kalau kamu udah selesai meeting, kita langsung ke foto studio dan fitting baju pengantin kalian!" tukas Mami Aleya diujung telefon.
"Iya mami, nanti kirim aja alamatnya, Ecca sama Mas Belva akan langsung nyusul," balas Ecca sebelum mengakhiri panggilannya.
Nasib yang sama pun jatuh kepada Belva, Mama Dea juga langsung menelfon putranya dan komplain dengan hasil bidikan Dirga.
Akhirnya mereka pun bergegas menuju ke alamat yang sudah dikirim ke ponsel mereka demi memenuhi keinginan mama mereka.
__ADS_1
Sesampainya di studio foto, keduanya langsung memulai foto prewedding mereka dan tentunya hasil arahan Mami Aleya dan juga Mama Dea.
Setelah itu, Ecca langsung di bawa ke butik langganan Mama Dea untuk fitting baju pengantin.
"Belva, bagaimana menurutmu dengan gaun yang ini?" tanya Mama Dea memperlihatkan Ecca.
Belva menelan sal!vanya melihat kecantikan calon istrinya yang tampak sangat memukau.
"Heh, ditanyain malah bengong sih!" Mama Dea menepuk lengan Belva dan membuyarkan lamunan nya.
"Jangan, Ma! Terlalu terbuka!" jawab Belva tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Ecca.
"Tapi aku suka model dan warnanya, Bee," sanggah Ecca yang masih mempertahankan gaun yang ia kenakan saat ini.
"Gak boleh, Queen Ca sayang. Nanti aku malah gak fokus loh ngucapin akad nikahnya," tukas Belva membuat Ecca memutar bola matanya malas.
Akhirnya ia pun masuk ke dalam dan mencoba gaun yang lainnya lagi.
"Bee, kalau yang ini bagaimana?" tanya Ecca membuat Belva langsung menggelengkan kepalanya.
"Cari yang lain, Queen Ca!" ucap Belva sambil memijat kepalanya.
Dengan kesal pun Ecca masuk kembali ke fitting Room,
"Ck, aku yang mau jadi suaminya saja tidak tahan melihatnya mengenakan gaun itu, apalagi cowok lain?" gerutu Belva kesal.
"Tante, yang sekarang gak usah diliatin sama Mas Belva ya," pinta Ecca.
"Kenapa sayang?" tanya Mama Dea sambil membenahi gaun Ecca.
"Nanti Bee pasti suruh Ecca ganti lagi," gerutu Ecca kesal.
"Yang ini Ecca udah cocok banget nih tante," rengek Ecca yang sudah merasa lelah meskipun baru di minta ganti dua kali.
Akhirnya Mama Dea dan Mami Aleya pun setuju memilih gaun yang terakhir dan sengaja tidak diperlihatkan ke Belva atas permintaan Ecca.
__ADS_1
☘️☘️☘️
Naah, ini udah hampir mendekati pernikahan Belva sama Ecca yaaa. Yuuk yang mau kondangan siapkan amplopnya, sawer gift ke Author yaa, bisa dengan iklan, bunga, vote, dan rate bintang 5.