
"Ehmm!" dehem Ecca sambil mengambil ponselnya dan mengetikkan pesan untuk Belva.
βοΈ Ecca
Jangan macem-macem deh, sayangπ
Ecca sengaja menyisipkan kata 'sayang' dan emoticon cium di dalam pesannya agar Belva tidak memberitahukan kedekatan mereka di depan orang tua mereka.
Belva sendiri langsung tersenyum saat membaca balasan pesan dari Ecca. 'Aku pemenangnya kali ini!' gumam Belva dalam hati.
"Mohon maaf sebelumnya, Om Mario dan Tante Aleya. Siang ini saya ada meeting dengan klien di firma dan bahan meetingnya belum seluruhnya siap."
"Jadi saya harus pamit lebih dulu, dan jika diperbolehkan, Caca biar ikut ke Firma sama saya karena saya memang sedang membutuhkan bantuan Caca," jelas Belva sambil melirik sekilas ke arah Ecca.
'What?! Apa-apaan ini? Bee ternyata hanya mempermainkan aku dengan ancamannya!' gerutu Ecca dalam hati.
'Tau begitu kan aku gak akan panggil dia -sayang- tadi. Udah gitu ada emot cium segala lagi!' sesal Ecca sambil memperlihatkan raut wajah protes ke arah Belva.
"Waah, dengan senang hati om pasti izinkan," tukas Papi Mario.
"Loh, tapi papi kan tadi udah janji mau anter Ecca!" gerutu Ecca kesal.
"Yaah sekalian berangkat sama Mas Belva kan juga bisa, cantik," timpal Mama Dea yang sangat setuju putranya pergi ke kantor bersama putri bungsu sahabatnya itu.
Ecca menghela nafasnya pelan dan akhirnya mengalah untuk pergi ke kantor bersama Belva.
Setelah menyalami kedua orang tuanya dan kedua orang tua Belva, Ecca pun langsung mengikuti langkah Belva yang sudah berjalan lebih dulu darinya.
"Gak tau kenapa ya Jeng, aku tuh suka banget kalo liat mereka berdua jalan bareng gituh," celetuk Mama Dea yang terus memperhatikan Belva dan Ecca yang berlalu meninggalkannya.
"Serasi banget, Iya gak sih pa?" tanya Mama Dea sama suaminya.
"Mereka berdua memang terlihat sangat cocok. Tapi sebagai orang tua, kita tidak bisa paksakan hubungan mereka mama," balas Papa Dion.
"Bener kata Dion, apalagi Ecca baru akan lulus kuliah. Biarkan dia menikmati pekerjaannya dulu," timpal Papi Mario.
"Yaa, kalo masalah nikah sih memang gak buru-buru. Biarkan saja mereka mengenal lebih dekat dulu. Kalau sudah cocok, baru kita besanan lagi."
"Karena sebenarnya yang pingin aku jadikan menantu itu Ecca, bukan Nuna," jelas Mama Dea secara terang-terangan.
Mami Aleya yang tadinya diam pun kini mulai buka suara.
"Lagi pula jika keduanya benar - benar kita persatuan lagi, aku takut hal itu justru makin menyakitkan untuk Nuna. Dan aku sangat mengkhawatirkan Ecca ke depannya karena aku yakin Nuna akan terus mengincar adiknya untuk mencelakainya," jelas Aleya.
Kini mereka berempat pun terdiam cukup lama.
__ADS_1
"Maaf yaa," Mama Dea menggenggam tangan Mami Aleya degan sangat erat. "Aku menyesal memberi saran kepadamu untuk mengadopsi anak di panti asuhan untuk memancing kehamilanmu, Jeng," tukas Mama Dea.
"Gak papa, Jeng. Yang lalu biarkan saja berlalu. Yang penting hubungan kita jangan sampai merenggang," jawab Mami Aleya.
πππ
Sedangkan di sisi lain Ecca dan Belva kini sudah berada di mobil yang akan membawa mereka ke Firma.
Ecca terus saja memalingkan wajahnya ke luar jendela dan Belva sesekali melirik ke arah wanita pujaan hatinya.
"Sayang," panggil Belva memecah keheningan di antara mereka berdua.
"Hemm!" Ecca menyahutnya hanya dengan deheman.
Meski kemarin keduanya sempat menghabiskan waktu bersama, tetap saja Ecca kali ini merasa sangat canggung, terlebih mengingat status Belva yang baru 'Duda Perjaka'.
"Kapan kau siap untuk aku lamar?" tanya Belva to the Point membuat Ecca sangat terkejut.
"Bee, masalah ini belum selesai," tukas Ecca menimpali pertanyaan Belva.
"Tapi aku sudah tidak sabar untuk..."
"Bee! Jangan bahas tentang masalah tentang kita dulu!" pinta Ecca memotong kalimat Belva.
"Lebih baik kita membahas tentang pekerjaan di kantor," lanjut Ecca lagi.
"Apa pertanyaanku tadi membuat kamu salah tingkah?" tanya Belva berbisik tepat di telinga Ecca.
"Tentu saja tidak!" balas Ecca sambil mendorong tubuh Belva agar menjauh darinya.
Jantungnya kini mulai berdegub tidak karuan. Terlebih saat Belva tidak bergerak sedikit pun dari posisinya.
"Bee... Menjauhlah sedikit! Jangan seperti ini!" pinta Ecca yang masih berusaha mendorong tubuh Belva.
"Bagaimana jika aku tidak mau?" balas Belva.
Ecca kini menelan ludahnya kasar saat ia dengan Belva sudah hampir tidak berjarak.
"Bee, bukankah kita harus segera mempersiapkan meeting di firma?" tantang Ecca kemudian.
"Tidak ada meeting hari ini, sayang. Urusan Firma juga sudah aku serahkan dengan Dirga," Jawab Belva.
"Apa?! Tidak ada meeting? Lalu kenapa kau mengajakku pergi, Bee?" tanya Ecca lagi.
"Karena aku yakin jika kita tetap ada di sana, aku tidak seleluasa ini memandang kecantikan mu, sayang," ucap Belva.
__ADS_1
Blush! Wajah Ecca seketika merona mendengar ucapan Belva barusan.
Sedangkan Belva kembali tersenyum melihat rona wajah Ecca yang kini sudah tidak berjarak sama sekali.
"Aku akan Menikahi mu 5 bulan setelah surat cerai turun di tanganku, sayang."
"Apa itu tidak terlalu cepat, Bee! Bahkan aku juga akan wisuda 5 bulan kemudian," sanggah Ecca.
"Aku benar-benar sudah tidak sabar untuk menyentuh dan memilikimu seutuhnya, Queen Ca," aku Belva mulai sedikit menjauh dari Ecca.
Karena semakin jaraknya terkikis dengan wanita yang ia cintai, maka keinginannya untuk menja mah tubuh Ecca pun semakin membuncah.
"Tapi Bee, ap kata orang-orang nanti?" tanya Ecca. "Semua orang pasti akan mengira jika aku memang lah pelakor."
Belva langsung terdiam mendengar ucapan Ecca barusan. 'Benar juga apa yang dikatakan Queen Ca kali ini,' gumam Belva.
'Dia pasti akan terganggu dengan cuitan orang-orang yang pastinya akan membicarakan tentangnya jika ia langsung menikah denganku,' batin Belva.
"Baiklah jika kau menakutkan tentang hal itu, maka aku akan segera menyelesaikan masalah ini sampai clear," jelas Belva yang kemudian langsung di angguk kepala oleh Ecca.
πππ
Di sisi lain, saat ini Nuna yang baru saja keluar dari hotel dimana ia menginap pun berjalan menuju Bank yang tertera di dalam cek yang diberikan oleh Madam Lui.
"Hari ini aku harus segera mencairkan cek ini," gumam Nuna sambil memesan taksi online.
πππ
Sampai di sini dulu ya. Sambil nunggu kelanjutannya, mampir dulu yuk ke Novel bestie aku. Ceritanya dijamin seru banget dan bikin ketagihan.
Judul Karya : Nikah Dadakan dengan Musuh.
Author :AYi
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Like π
Comment π¬
Subscribe β€οΈ
Vote π
__ADS_1
Gift πΉβπΊ
Dan Tonton iklannya πΉπ½οΈ juga ya