Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku
Menguak Kebenaran 1


__ADS_3

Nuna sengaja menyambut kedatangan kedua orang tuanya dan meminta asisten rumah tangga untuk membuatkan minuman hangat untuk Mami dan juga Papinya.


"Papi, Mami," sapa Nuna yang langsung berdiri dari tempat duduknya dan menyalami tangan kedua orang tuanya.


Melihat sikap Nuna kali ini membuat Papi Mario justru curiga, begitu uga dengan Mami Aleya. Namun keduanya dengan sabar mengikuti permainan Nuna kali ini.


"Hai Nuna, bagaimana hasil nya saat di firma tadi?" tanya Mami Aleya yang kemudian duduk di sofa berdampingan dengan Papi.


"Emm, Nuna gak jadi melayangkan surat gugatan cerai. Lagi pula suami Nuna juga khilaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi," jawab Nuna.


Tak lama kemudian Joko yang baru keluar dari kamar Nuna pun langsung ikut nimbrung di ruang tamu.


"Saya minta maaf yang sebesar-besarnya untuk kejadian tadi malam. Saya benar-benar tidak sadar saat masuk ke dalam kamar yang salah," tukas Joko dengan wajah yang penuh dengan penyesalan.


Bahkan Joko kali ini sampai bersimpuh di kaki papi Mario.


"Sudah, Joko. Tidak perlu sampai seperti ini. Saya juga sudah memaafkan kamu," ucap Papi Mario yang langsung meminta Joko untuk berdiri.


"Sebenarnya ada yang ingin papi dan mami sampaikan dengan kalian." Papi Mario membenarkan letak duduknya dan mengambil cangkir kopi miliknya yang baru saja dibuatkan oleh asisten rumah tangga.


"Tapi ngomong-ngomong Ecca belum pulang ya?" tanya Papi kemudian.


'Yes, kebetulan banget nih papi nanya begini. Kesempatan aku buat buka kartunya Ecca sekalian,' gumam Nuna dalam hati yang bersorak kegirangan.


"Tadi Nuna udah lihat Ecca di depan gerbang Mansion, diantar sama atasannya." tukas Nuna yang kemudian mengambil ponselnya dan memperlihatkan kepada maminya.


"Lihat nih Mi, Ecca mungkin pergi lagi berkencan dengan dia," lanjut Nuna.


Mami Aleya langsung melihat rekaman di ponsel Nuna. Bentara terkejutnya ia saat mendapati Belva dan Ecca yang tampak sangat romantis sampai ia menutup mulutnya sendiri.


Papi Mario yang melihat sikap istrinya barusan pun langsung ikut melihat rekaman yang ada di ponsel Nuna. Namun reaksi papi Mario tampak biasa saja.


"Jadi Ecca pergi sama Belva?" tanya papi Mario dengan nada santai.


"Iya papi, mereka memutuskan untuk pergi lagi karena Papi dan mami belum sampai Mansion. Sepertinya hubungan mereka juga sudah terjalin sangat lama," tukas Nuna membuat keadaan makin panas.


Mami Aleya pun menyandarkan tubuhnya di sofa dan memijit kepalanya pelan. "Kita tunggu Ecca pulang pi. Masalah ini harus segera diselesaikan agar tidak berlarut panjang dan merambat kemana-mana," tukas Mami Aleya.


'Akhirnya, kali ini aku bisa bernafas lega. Selamat datang di pintu kehancuran mu, Ecca!'


'Ini adalah balasan dari semua kejahatan dan kebohongan yang kau perbuat selama ini.'

__ADS_1


Tak lama kemudian, Ecca pun datang dan langsung menyalami papi maminya.


"Gimana kerjaan papi sama Mami hari ini?" tanya Ecca yang langsung duduk di samping maminya.


"Alhamdulillah lancar sayang, cuma ada beberapa hal yang buat mami dan Papi sedikit tercengang hari ini," ucap mami to the point.


"Memangnya apa yang buat mami tercengang?" tanya Ecca kemudian.


Belum sempat Mami Aleya menjawab pertanyaan Putrinya, Nuna sudah lebih dulu menimpali pertanyaan Ecca.


"Mami dan Papi tercengang karena kamu sudah berani menjalin hubungan spesial dengan atasan mu sendiri," timpal Nuna membuat wajah Ecca seketika berubah pias.


Kali ini Ecca benar-benar diam sambil menundukkan kepala dan tidak bisa berkutik sama sekali.


"Oke, karena semuanya sudah berkumpul di sini, maka papi akan menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan masalah yang sedang dialami oleh keluarga kita," tukas papi Mario menengahi.


Seperti biasa, jika papi Mario sudah angkat bicara, maka tidak ada satu orang pun yang berani menyela pembicaraannya.


"Yang pertama adalah masalah Joko dan Nuna."


"Mau tidak mau, Papi harus bongkar semuanya agak masalah demi masalah tidak terus bermunculan di keluarga kita," tukas papi Mario membuat Nuna mengernyitkan dahinya.


'Loh kok papi jadi bahas masalah aku sih? Bukannya yang harus dibahas terlebih dahulu itu masalah Ecca?' gumam Nuna dalam hati.


"Kebohongan ini kami lakukan agar kamu sedikit merasa tenang, tapi ternyata ini bukanlah penyelesaian masalah yang tepat, terlebih saat Joko berani masuk ke dalam kamar putri papi!" tukas papi Mario.


Bibir Nuna pun langsung merekah mendengar penjelasan papinya, berbeda dengan Joko yang langsung merasa gusar karena saat ini tentunya ia sudah tidak akan dibutuhkan lagi oleh keluarga Mario.


'Aduh, kalo gini caranya sumber penghasilan terbesar aku hilang dong? Sial! Jika kemarin aku tidak mengikuti saran Nuna dan tergiur dengan nominal uang yang ia janjikan, pasti aku masih bisa hidup enak menjadi orang kaya,' rutuk Joko dalam hati.


"Jadi Joko, kami sekeluarga sangat berterima kasih atas bantuannya. Jadi mengurangi rasa hormat, kamu bisa kembali ke rumah kamu sekarang juga karena masih banyak hal yang ingin saya bahas bersama anak-anak saya."


Dengan berat hati Joko pun menganggukkan kepalanya dan langsung menuju kamar Nuna untuk mengambil barang-barang nya.


Tanpa menunggu waktu yang lama, saat ini Joko sudah tidak berhak lagi untuk ada di Mansion Keluarga Mario.


"Oke, karena Joko sudah pergi, kali ini papi akan membahas masalah yang kedua."


Mami Aleya, Nuna dan Ecca pun hanya mengangguk dan siap untuk mendengarkan penjelasan dari Papi Mario.


"Papi tahu, Nuna pasti bertanya-tanya keberadaan suamimu bukan?" tanya Papi dan Nuna pun langsung menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Sebenarnya, kamu hamil di luar nikah karena perbuatan terlarangmu dengan atasan mu yang ada di hotel."


Deg!


Penjelasan Papi Mario kali ini membuat Nuna menelan ludahnya kasar. 'Duh, kenapa justru aku sih yang dipermalukan papi, bukannya Ecca?' gerutu Nuna dalam hati.


"Dan karena atasanmu itu sudah memiliki istri, jadi kamu akhirnya mencari cara untuk menutupi kehamilan yang semakin hari semakin membesar."


Kali ini Nuna tahu kemana arah pembicaraan papinya. Cepat-cepat Nuna memegang kepalanya dan mulai mengaduh kesakitan.


"Awh, kepala aku," rintih Nuna berharap papinya berhenti melanjutkan ceritanya dan menyuruhnya untuk beristirahat di kamar.


Sayangnya harapan Nuna kali ini sia-sia belaka karena Papi Mario sama sekali tidak menghiraukan keluhannya.


"Meski sekarang kau merasakan sakit di kepalamu, Papi akan tetap menguak semua kebenaran ini agar tidak menjadi beban pikiran papi dan juga Mami."


'Aaaarrrrgghhh! Sial! Ternyata cara ini tidak ampuh juga untuk menghentikan pembicaraan papi!' batin Nuna kesal sambil tetap memegang kepalanya.


☘️☘️☘️


To be continue...


Sambil nunggu kelanjutannya, mampir jga yuk ke Novel bestie aku yang ceritanya seru dan menarik.


Nama Pena : Muda Anna


Judul Karya : Khan, Kamulah Jodohku



Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Rate 5 bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


Like 👍


Comment 💬


Subscribe ❤️


Vote 💞

__ADS_1


Gift 🌹☕💺


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya


__ADS_2