Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku
Aku Rindu


__ADS_3

Pagi harinya setelah mendengar keputusan dari dokter jika Nuna sudah diperbolehkan pulang hari ini membuat semangat Belva langsung muncul kembali. Ia langsung mencuci wajahnya di wastafel dan bersiap untuk meninggalkan rumah sakit.


"Mau kemana Mas Belva?" tanya Nuna saat melihat Belva hendak meninggalkannya.


"Nuna, Belva kan harus pulang buat nyiapin kamar baby kamu," tukas Mami Aleya yang terpaksa berbohong demi kebaikan semuanya.


"Serius?" tanya Nuna dengan mata berbinar.


"Hemm!" jawab Belva.


"Mulai hari ini Mas Belva tinggal di Mansion kan demi baby?" tanya Nuna lagi yang hanya diangguki kepala oleh Belva.


Kali ini Nuna tidak lagi menjadi penghalang Belva untuk pergi. Sedangkan Mami Aleya membuang nafasnya kasar karena sudah benar-benar muak dengan tingkah Nuna yang semakin kelewatan.


"Mami pikir, kamu beneran berubah. Ternyata justru makin parah aja!" celetuk Mami Aleya.


"Aku berhak dong meraih kebahagiaan aku sendiri. Aku berhak memiliki keluarga yang utuh, suami dan anak yang saling melengkapi," ucap Nuna.


"Tapi kamu gak berhak menyakiti perasaan anak kandung Mami. Kamu bukan siapa-siapa di keluarga Mami, jadi Mami harap kamu sadar dari Nuna!"


Ucapan Mami Aleya ini benar-benar membuat hati Nuna sakit. Tanpa terasa bulir air matanya pun jatuh membasahi pipinya.


"Aku gak nyangka Mami ngomong kayak gitu di depan aku! Mami ga pernah ngerasain ada di posisi aku! Mami gak pernah tahu gimana hancurnya aku mendapatkan ketidak adilan dari keluarga yang aku sayangi!" Nuna mulai berderaian air mata.


"Hadeuuuh, Nuna. Mau akting kayak apapun kamu, Mami udah gak akan peduli lagi."


"Kalo gituh, jangan salahkan aku kalau nantinya aku akan bunuh diri bersama dengan bayiku sendiri," ancam Nuna.


Mami Aleya yang sudah lelah pun hanya mengedikkan bahunya.


"Mau bunuh diri kek, mau jungkir balik, apapun yang mau kamu lakukan Mami udah gak akan peduli. Karena kamu juga tidak pernah peduli dengan keluarga Mami," balas Mami Aleya.


'Sial! Ancamanku kali ini juga tidak mempan, bahkan Mami Aleya lebih keras hati dibandingkan Belva yang masih mau menurut dengan aku.' gerutu Nuna dalam hati.


'Lebih baik aku diam dan menyimpan ancamanku untuk Belva saat tiba di mansion nanti.'


Melihat Nuna yang sudah mulai membisu membuat Mami Aleya berdecih dalam hati.


'Sudah aku duga jika anak ini hanya mengancam saja. Dasar anak tidak tahu diri!'


Tak lama kemudian dokter pun datang dan melakukan pengecekan kondisi Nuna sebelum pulang ke rumah.


☘️☘️☘️


Sedangkan di sisi lain, Belva dan Dirga sudah membelah jalanan untuk menuju ke Jogja menemui Ecca. Alamat kontrakan Ecca sudah dipegangnya dan kini ia memejamkan matanya karena semalaman ia susah untuk tidur.


Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam, kini mobil Belva sudah sampai di firma nya.

__ADS_1


"Kamu liburan aja keliling Jogja pakai motor kantor, makasih ya udah mau anter," ucap Belva saat Dirga turun dari mobilnya.


"Siap Bos! Sukses yaa!" balas Dirga.


Belva pun langsung mengemudikan mobilnya dan 15 menit kemudian ia sampai di depan kontrakan Ecca.


Rumah sederhana dengan tipe 45 itu kini pintunya masih tertutup rapat, dan lampu teras nya masih menyala. Belva turun dari mobilnya dan melihat ke arah jam tangannya.


"Sudah jam 10 kenapa masih sepi ya?" gumam Belva yang langsung mengetuk pintu dan memanggil nama Ecca dari luar.


Sayangnya tidak ada sahutan dari dalam membuat Belva coba memegang handle pintu dan ternyata tidak terkunci.


"Loh, kok gak dikunci sih?!" gumam Belva sedikit khawatir dan langsung masuk ke dalam rumah tersebut.


"Queen Caa!" teriak Belva sambil membuka pintu kamar depan.


Kosong!


Saat Belva hendak berbalik mencari Ecca, pintu kamar mandi yang ada di antara dua kamar tidur itu pun terbuka dan tampak Ecca yang baru saja mandi dengan mengenakan bathrobenya.


Ecca terdiam sambil mengerutkan dahinya, 'Aku mimpi gak sih ini kok bisa ngeliat King Bee ada disini?' batin Ecca sambil mengerjapkan matanya berkali-kali.


Sedangkan Belva yang sudah sangat merindukan Ecca pun langsung menghambur memeluk Ecca dengan sangat erat.


Pelukan Belva kali ini membuat Ecca tersadar jika ia tidak bermimpi. Namun karena saat ini ia hanya mengenakan bathrobe, pelukan Belva terasa seperti sengatan listrik yang membuat seluruh tubuhnya terasa menegang.


"Aku kangen sayang," ucap Belva yang langsung menggendong tubuh Ecca ala koala dan membawanya masuk ke dalam kamar.


Sikap Belva kali ini membuat aliran darah Ecca mengalir cepat, debaran jantungnya tidak menentu, dan satu lagi bulu kuduk Ecca semuanya sudah tegak berdiri tanpa terkecuali.


Belva menurunkan Ecca dan mendudukkan nya di tepi tempat tidur, kemudian ia berjongkok tepat di hadapan wanita yang dai kemarin membuatnya kalang kabut.


Cepat-cepat Ecca menyilangkan kedua tangannya di depan dada menutupi bagian sensitifnya yang tercetak di balik bathrobe yang ia kenakan.


Sikap Ecca barusan membuat Belva sadar dan mengulum senyumnya.


"Ada apa dengan..."


"Bee, keluarlah dulu dan biarkan aku mengganti baju!" pinta Ecca yang sudah sangat malu dan wajahnya memerah.


"Tapi aku rindu," ucap Belva sendu.


"Bee... Please!" Ecca memohon sambil mengatur nafasnya yang mulai tidak beraturan seperti baru saja maraton 5 km.


"Kamu tidak telanjan9, jadi untuk apa ganti baju? Lagi pula bathrobe ini menutup tubuhmu dengan baik," balas Belva yang mulai menggoda Ecca.


"Bathrobe ini berbeda dengan baju, Bee. Keluarlah sebentar dan aku berjanji akan mengganti bajuku dengan cepat."

__ADS_1


"Kalau begitu ganti saja sekarang, aku tidak masalah," ucap Belva tanpa berpindah sedikit pun dari hadapan Ecca.


Bahkan tangannya terulur untuk memegang kedua tangan Ecca yang bersilang di dadanya dan kemudian menurunkannya.


"Apa sih sebenarnya yang kamu tutupi sayang?" tanya Belva dan matanya pun melihat sesuatu yang terjiplak di dada Ecca yang seketika membuatnya tercekat dan menelan ludahnya kasar.


Pemandangan indah itu langsung membuat millk Belva berdiri tegak dan nafas Belva mulai terasa sesak.


"Argh! 5h!t! Gantilah bajumu sayang, dan aku akan menunggumu di luar!" ucap Belva ynag langsung berdiri meninggalkan Ecca yang kini sedang duduk mematung.


Melihat Belva keluar dari kamarnya, cepat-cepat Ecca menutup pintu kamarnya dan mengunci nya dari dalam.


"Huuuft! benar--benar mendebarkan!" gumam Ecca sambil mengusap dadanya.


Namun saat ia mengedarkan pandangannya, ia baru sadar jika Belva tadi membawanya masuk ke dalam kamar yang satunya, bukan kamar yang ia tidur semalam.


"Yaaah, baju aku kan di kamar yang satunya lagi!" gerutu Ecca sambil menghela nafasnya pelan.


☘️☘️☘️


Dua bab lagi menyusul ya readers tersayang.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian biar Author makin semangat update ya.


Sambil nunggu kelanjutannya, mampir dulu yuk ke Novel bestie aku. Dijamin ceritanya keren dan menarik.


Author : Ika Oktafiana


Judul : Dear, Pak Boss



Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Rate 5 bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


Like 👍


Comment 💬


Subscribe ❤️


Vote 💞


Gift 🌹☕💺


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya

__ADS_1


__ADS_2