
"Kakak ipar? Sejak kapan aku benar-benar menikahi kakakmu, Queen Ca?!" tanya Belva tidak terima dianggap sebagai kakak ipar oleh Ecca.
"Entahlah! Mungkin setelah kontrak perjanjian kalian selesai, kalian akan memperbaiki pernikahan kalian!" tukas Ecca membuat Belva semakin menatapnya tajam.
Tangan Belva memegang dagu Ecca dan mendongakkan kepalanya agar Ecca memandang ke arahnya.
"Bukankah sudah aku bilang berkali kali jika aku sama sekali tidak mencintai Nuna, Ecca! Kenapa kau justru berfikir an jauh seperti ini?!"
"Jika tidak mencintai, bagaimana mungkin kalian berdua sudah melakukan hubungan suami istri semalam saat aku pergi!" sarkas Ecca dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Bahkan Mas Belva mengulanginya sampai 3 kali dalam satu waktu yang sama!" kali ini Ecca Sudah tidak kuat menahan air matanya yang perlahan mulai membasahi pipi Ecca.
'What?!! Berhubungan dengan Nuna? Kebohongan apa lagi yang Nuna buat untuk menghasut Queen Ca?' batin Belva geram.
"Oh My God, Ecca. Aku tidak mungkin melakukan hal sebodoh itu sayang," timpal Belva yang mulai memahami jika Ecca pasti sedang dalam hasutan Nuna.
"Bohong!!!" teriak Ecca.
Tangan Belva langsung terulur untuk mengusap air mata Ecca namun langsung ditepis keras agar tidak menyentuh pipi Ecca.
"Okey, kali ini akan aku buktikan jika aku tidak berbohong. Kita perlu bicarakan masalah ini baik-baik, sayang," ucap Belva sambil menarik tangan Ecca untuk duduk di tepi tempat tidur.
Setelah keduanya duduk berdampingan, Belva pun membuka ponselnya untuk memperlihatkan rekaman CCTV semalam saat Ecca memutuskan untuk keluar dari apartemen.
Kali ini Ecca melihat jelas jika Belva sama sekali tidak menyentuh makan malam yang disiapkan oleh Nuna dan justru mengambil sendiri di piring yang berbeda.
Tidak hanya itu, Belva juga sama sekali tidak menghiraukan Nuna dan langsung masuk ke dalam kamar. Tak lama kemudian Dirga tampak datang dan duduk bersama Nuna di sofa.
Setelah Dirga masuk ke kamar Belva, Nuna tampak menikmati makan malamnya sendiri dan setelah itu ia mengambil sesuatu dari kulkas lalu membawanya masuk ke dalam kamar.
Setelah melihat rekaman CCTV tersebut, Ecca diliputi rasa malu yang begitu mendalam terhadap Belva.
'Seharusnya aku tidak mempercayai kak Nuna begitu saja saat ia bercerita tadi.'
'Kenapa aku telan mentah-mentah ya cerita dari Kak Nuna, padahal aku sendiri sudah mendengar penjelasan King Bee jika Kak Nuna sama sekali tidak mengalami pendarahan melainkan semua adalahtipu daya yang ia buat.'
'Duh, aku harus gimana sekarang? Ck, malu banget nih sama King Bee,' batin Ecca yang terus berkecamuk memikirkan apa yang harus aku lakukan saat ini setelah mengetahui kebenarannya.
"Ehemm!" Belva berdehem membuyarkan lamunan Ecca.
"Maaf, Bee!" ucap Ecca lirih dan hampir tidak terdengar.
__ADS_1
Senyum Belva merekah saat mendengar Ecca kembali memanggilnya 'Bee' meski kedengarannya sangat pelan.
"Apa, aku tidak mendengar?" balas Belva sambil mengambil alih ponselnya yang masih dipegang oleh Ecca.
"Aku minta maaf, Bee!" tukas Ecca dengan nada yang sedikit lebih keras.
Kali ini Belva membalikkan tubuh Ecca agar menghadap ke arahnya.
"Sekarang katakan padaku, siapa aku bagimu, Queen Ca?" tanya Belva.
Deg!
Ecca makin bingung lagi harus menjawab apa atas pertanyaan Belva barusan.
'Aduuuh, kok malah jadi gini sih. Bikin aku makin bingung harus jawab apa. Ck, gimana ya?' tanya Ecca dalam hati.
Sekilas kemudian muncul ide Ecca untuk menjawab pertanyaan Belva barusan.
"Maaf Pak Belva, karena saat ini kita sedang berada di firma, jadi saya adalah asisten Training anda dan anda adalah atasan saya," jawab Ecca membuat tawa Belva langsung meledak.
"Wow! Jawabanmu luar biasa Queen Ca. Out of the box!" tukas Belva yang tidak mengira sebelumnya jika Ecca akan menjawab seperti itu.
Belva fikir Ecca akan mengakuinya jika dia adalah pria yang sangat Ecca cintai dan statusnya saat ini adalah calon suami seorang Rebecca Marley Swan. Namun harapannya kini pupus sudah.
Perlahan tapi pasti Ecca beringsut dari Belva untuk mencoba melarikan diri. Melihat Belva diam saja tidak mencegahnya, membuat Ecca semakin berani untuk melangkah ke arah pintu kamar dan membuka handle pintunya.
'Duh, masih terkunci!' gerutu Ecca dalam hati.
Belva yang terus saja mengamati gerak gerik Ecca hanya tertawa dalam hati.
'Kita lihat siapa yang akan memenangkan argumen di dalam kamar ini, Queen Ca. Karena kali ini aku akan membuatmu bertekuk lutut untuk mengakui jika aku adalah calon suamimu!' gumam Belva dalam hati.
"Emm, Pak Belva!" panggil Ecca yang mulai berjalan balik mendekat ke arah Belva.
"Apa saya bisa meminjam kunci kamar anda?" tanya Ecca sambil menengadahkan tangannya di depan Belva.
"Apa pantas seorang asisten yang masih dalam Training, meminjam kunci kamar atasannya sendiri?" tanya Belva membuat Ecca diam terpaku.
"Tapi pak, saya harus segera keluar dari sini."
"Trus masalahnya apa? Kan tinggal keluar saja bukan, tidak ada yang melarang," jawab Belva membuat Ecca sedikit geram.
__ADS_1
"Masalahnya pintunya terkunci, Pak Belva."
"Lalu bagaimana bisa seorang asisten Training justru masuk ke dalam kamar khusus milik atasannya? Ck, sangat tidak sopan!" balas Belva sambil mengacuhkan Ecca.
"Ayolah, Bee. Pinjamkan kunci kamarnya dan biarkan aku keluar dari sini!" rengek Ecca yang mulai jengah dipermainkan Belva.
"Ups!" Ecca buru-buru menutup mulutnya saat sadar ia baru saja memanggil dengan sebutan "Bee".
"Kenapa justru memanggilku dengan panggilan Bee?" tanya Belva yang kini terdengar sangat ketus.
"Tentu saja karena kau adalah calon suamiku, Bee!" teriak Ecca kesal sambil terus menengadahkan tangannya meminta kunci kamar Belva.
"Berikan kuncinya padaku!"
"Not that easy, Queen Ca!" tukas Belva. "Katakan sekali lagi, siapa aku bagimu?"
Ecca membuang nafasnya kasar dan memutar bola matanya malas.
"Sebenarnya apa yang ingin kau dengar Bee?" tanya Ecca yang mulai kehabisan stok sabarnya.
"Tidak mungkin kau tidak mengetahuinya, Ecca." balas Belva dengan senyum jahilnya.
Kali ini Ecca menyerah, ia menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.
"Kau adalah pria yang sangat aku cintai dan satu satunya pria yang akan menjadi suamiku nanti!" jawab Ecca membuat Belva menarik tubuh Ecca hingga terjatuh dalan pelukan Belva.
Belva langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Ecca dan membuat Ecca menutup matanya rapat-rapat.
'Oh My God, apa yang akan Bee lakukan padaku? Apa kali ini Bee akan mendaratkan ciumannya tepat di bibirku?' batin Ecca bergemuruh.
๐๐๐
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Like ๐
Comment ๐ฌ
Favorit โค๏ธ
Vote ๐
__ADS_1
Gift ๐นโ๐บ
Dan Tonton iklannya ๐น๐ฝ๏ธ juga ya