
Mendengar nama Ecca keluar dari mulut Dirga, membuat Belva berang.
"Lupakan anganmu untuk menjalin kasih dengan Ecca karena kau pasti tidak akan mampu untuk bersaing denganku, Dirga!" ucap Belva sambil melipat tangannya di depan dada.
Ckiit!
Dirga langsung menginjak remnya secara mendadak setelah mendengar ucapan dari atasannya barusan.
"Pak Belva juga menaruh perasaan khusus dengan calon advokat baru itu, ya?!" tanya Dirga yang begitu terkejut dengan pernyataan Belva.
"Ck! Jalankan mobilnya! Yang jelas kau dilarang untuk mendekati Ecca, titik!" balas Belva dengan tegas.
"Baik Pak Belva!" jawab Dirga yang kembali menjalankan mobilnya.
Malam ini, Belva minta diantarkan ke malioboro untuk menikmati malam di Kota Jogja dan juga melepas penatnya. Dengan senang hati Dirga mengantarkan atasannya karena ia juga menginginkan hal yang sama.
๐๐๐
Sedangkan di sisi lain Ecca yang baru saja turun dari ojek online, kini terduduk di tepi jalan sambil menscrooll ponselnya untuk mencari penginapan.
"Penginapan yang dekat kampus ternyata sudah penuh. Trus aku harus cari dimana lagi ya?" gumam Ecca sambil terus mencari lewat ponselnya.
Waktu sudah hampir menunjukkan jam 10 malam. Ecca mulai merasa lapar, namun justru ia abaikan sampai ia menemukan penginapan yang ia cari.
'Aku gak mungkin minta tolong Mas Belva kali ini, mau ditaruh mana muka aku jika ternyata aku malah menjilat ludahku sendiri,' batin Ecca yang mulai dirundung kebingungan.
Tiba-tiba saja ponselnya mati karena kehabisan daya membuat Ecca menghela nafasnya berat.
"Hemm, malam ini aku benar-benar sedang diuji," gumam Ecca sambil menarik kopernya dan memutuskan untuk mencari penginapan dengan berjalan kaki.
Tiba-tiba dari kejauhan ada seseorang yang memanggil nama Ecca dan membuat Ecca menghentikan langkahnya.
"Ecca!" teriak Bisma yang kemudian menghentikan motornya di samping Ecca.
"Akhirnya aku nemuin kamu, Ca!" ungkap Bisma yang terdengar begitu lega.
"Naya tadi kasih tau sama aku kalo kamu pergi dari rumah dia. Setelah mendengar cerita dari Naya, aku yakin kamu pasti sedang cari penginapan malam ini. Tapi aku khawatir karena setiap musim liburan sekolah penginapan pasti banyak yang kosong," jelas Bisma panjang lebar.
Ecca pun hanya mengangguk membenarkan ucapan Bisma.
"Kenapa sih ponsel kamu susah dihubungi?" tanya Bisma kemudian yang begitu mengkhawatirkan keadaan Ecca.
"Ponselku kehabisan daya, Mas," jawab Ecca sambil memperlihatkan ponselnya yang mati total.
"Ya udah, ayo naik motor aku. Biar aku anterin cari penginapan," titah Bisma dan Ecca pun langsung naik ke atas motor Bisma.
"Kamu pasti belum makan," tebak Bisma. "Kita makan dulu ya, setelah itu kita akan langsung cari tempat buat kamu,"
Ecca pun hanya mengangguk mengiyakan ajakan Bisma. Setidaknya kehadiran Bisma kali ini membuatnya sedikit tenang.
Bisma pun mengarahkan motornya ke Malioboro dan berhenti di salah satu kedai makanan yang cukup ramai.
Ecca pun langsung mencari tempat duduk, sedangkan Bisma yang memesan makanan.
"Maaf pak, tempat yang di sini kosong kan?" tanya Ecca kepada dua orang yang duduk di pojok kedai dan menyisakan dua kursi makan di sampingnya.
Dua orang yang disapa Ecca tadi menoleh dan keduanya sama sama terkejut saat melihat Ecca berdiri di antara mereka.
__ADS_1
"Ecca," Belva dan Dirga memanggil Ecca secara bersamaan.
"Sama siapa kamu kesini?" tanya Belva dengan nada mengintimidasi.
Namun kemudian dahinya berkerut saat melihat koper yang ada di tangan Ecca.
"Emmm, aku dateng sama pacar aku, Mas," jawab Ecca.
"Pacar?" tanya Belva dan Ecca langsung menganggukkan kepalanya.
"Trus ngapain kamu bawa koper?" tanya Belva lagi yang sudah dipenuhi dengan rasa curiga.
"Emmm, aku mau cari penginapan yang dekat kampus mas. Biar gak terlambat lagi kayak tadi," jawab Ecca memberi alasan dengan sedikit berbohong.
"Selarut ini kamu mau cari penginapan?! Jangan macam-macam Ecca!" hardik Belva geram mendengar jawaban Ecca.
Dadanya kini dipenuhi rasa cemburu mendengar Ecca akan mencari penginapan bersama dengan laki-laki yang di-aku sebagai pacarnya.
Terlebih saat Bisma mulai berjalan mendekat ke arah Ecca dengan membawa nampan yang penuh dengan makanan.
"Ayo Ca, makan dulu! Kamu pasti udah laper banget kan?" ajak Bisma sambil meletakkan nampan yang ia bawa di atas meja.
"Maaf pak, kita join tempat duduk gak papa kan?" tanya Bisma dengan ramah.
"Soalnya suasananya sedang ramai," lanjutnya lagi membuat Belva semakin panas.
'Sial! pacar Ecca ramah banget sih,' gerutu Belva dalam hati. Ada perasaan sedikit minder dalam diri Belva mendapati lelaki yang di-aku pacar oleh Ecca tampak begitu perhatian dengan wanita yang sangat dicintainya.
"Oh, gak papa. Lagi pula saya juga cukup mengenal Caca dan keluarganya, bukan begitu Queen Ca?" tukas Belva kemudian yang tidak mau kalah saing dengan Bisma.
"Waah, bapak ini teman dari orang tuanya Ecca ya?" tanya Bisma kemudian membuat Belva mengepalkan tangannya.
"Oh, maaf pak. Saya benar-benar tidak bermaksud seperti itu," ucap Bisma sambil menangkupkan tangannya di depan dada.
Sedangkan Dirga sendiri tidak begitu menggubris percakapan antara Belva dengan Bisma. Ia justru memperhatikan Ecca tanpa berpaling sedikit pun.
"Pak Dirga kok ngeliatin saya sampe kayak gitu?" tanya Ecca yang mulai tidak nyaman dengan tatapan Dirga.
"Abisnya kamu cantik banget sih, Ca," jawab Dirga apa adanya membuat ia mendapat tatapan tajam dari Belva dan juga Bisma.
'Siapa sih nih orang?' tanya Bisma dalam hati. 'Bisa-bisanya dia kasih pujian sama Ecca di depan aku,' batin Bisma.
'Dirga ngapain sih pake acara mandangin Caca begitu? Cari mati nih kayaknya,' batin Belva geram.
Dirga yang sadar mendapat tatapan mematikan dari dua laki-laki yang ada di depannya pun langsung menundukkan kepalanya.
"Ups! Maaf, aku gak ada maksud apa-apa loh ya," tukas Dirga membela dirinya.
Kini ke empatnya sama-sama terdiam karena Ecca dan Bisma sedang menikmati makan malamnya.
Setelah Ecca sudah menghabiskan makanannya, Belva pun mulai buka suara.
"Malam ini gak perlu cari penginapan. Caca bisa menginap di apartemen Mas Belva. Kebetulan letaknya gak jauh dari kampus," jelas Belva.
"Belva?" Bisma langsung mengamati Belva dengan seksama. "Apa anda Belva Quiero, pemilik BQ Law Firm?" tanya Bisma kemudian.
Belva pun langsung menyunggingkan senyumannya. "Ya!" jawab Belva singkat.
__ADS_1
"Wah, kebetulan sekali Pak Belva. Kenalkan nama saya Bisma Sanjaya. Beberapa hari yang lalu saya memasukkan lamaran ke firma bapak," ucap Bisma dengan antusias sambil mengulurkan tangannya ke arah Belva.
Belva pun kemudian membalas uluran tangan Bisma.
"Untuk lamaran pekerjaan, kau bisa bicarakan dengan Dirga. Dan Caca, sekarang kamu harus ikut mas pulang ke apartemen!"
Belva langsung mengambil kunci mobilnya dan membawa koper Ecca. Kali ini Ecca tidak memberikan penolakan sedikit pun akan ajakan Belva karena ia benar-benar sudah merasa penat.
"Mas Bisma, makasih banyak ya buat malam ini," ucap Ecca sebelum meninggalkan kedai.
"Sama-sama, Ca. Besok kalo perlu aku jemput tinggal bilang aja ya," balas Bisma.
Ecca pun mengangguk dan tersenyum. "Mari Pak Dirga," sapa Ecca dan kemudian ia melangkahkan kakinya keluar kedai.
Belva yang sudah menunggu Ecca di dalam mobil langsung bersungut-sungut kesal melihat keakraban Ecca dengan Bisma.
'Pantas saja Ecca menolakku saat ini. Ternyata dia sudah punya kekasih di sini,' batin Belva memendam rasa kekecewaan yang begitu mendalam.
"Siapa nama pacar kamu tadi? Saya lupa," tanya Belva membuka percakapan.
"Bisma Sanjaya,"
"Oooh, sudah lama pacaran sama kamu?"
Pertanyaan Belva membuat Ecca menjawabnya dengan cepat agak tidak terlihat jika ia sedang berbohong.
"Sudah hampir 1 tahun. Kenapa Mas?"
"Lumayan lama juga ya? Tapi kok dia manggil kamu cuma dengan sebutan nama aja?" tanya Belva yang mulai mengorek kebenaran dari mulut Ecca.
"Aku bukan tipe pasangan yang lebay yang harus dipanggil dengan sebutan sayang,"
Jawaban Ecca kali ini membuat Belva tersenyum tipis.
"Wow, ternyata aku masih memiliki posisi yang utuh di hati kamu, Ca. Buktinya, kau masih memanggilku dengan sebutan King Bee."
"Hah?!"
Ecca langsung tercekat mendengar balasan dari Belva yang begitu memojokkannya.
๐๐๐
Hai readers setia aku,
Stay read ya biar tahu bagaimana Ecca di apartemennya Mas Belva. ๐๐๐
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Like ๐
Comment ๐ฌ
Favorit โค๏ธ
Vote ๐
Gift ๐นโ๐บ
__ADS_1
Dan Tonton iklannya ๐น๐ฝ๏ธ juga ya
Terima kasih