Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku
Perjalanan ke Semarang


__ADS_3

Saat Ecca Sudah masuk ke dalam kamarnya, Nuna pun langsung mendekat ke arah Belva yang masih menutup matanya dan menyandarkan kepalanya di sofa.


'Keberuntungan benar-benar berpihak padaku kali ini,' gumam Nuna dalam hati sambil memandangi wajah tampan Belva.


Nuna perlahan mengulurkan tangannya untuk membuka kancing kemeja Belva satu persatu. Namun belum sempat menyentuh kancing kemeja Belva, tangan Nuna udah ditepis oleh Belva.


Cplash!


Nuna langsung mengibaskan tangannya yang terasa sangat panas.


"Mau apa kamu?!" gertak Belva dengan tatapan tajam nya.


"Tentu saja membantumu untuk mengganti bajumu, sayang," jawab Nuna. "Status ku masih sebagai istrimu, Belva. Jadi aku berhak untuk mengurus suamiku sendiri."


"Buang saja fikiran gilamu jauh-jauh, Nuna. Karena aku sama sekali tidak akan pernah mengaggapmu sebagai istriku!"


Lagi-lagi Belva menekankan dengan jelas jika dia sama sekali tidak pernah menganggap Nuna ada.


"Tapi Kenapa?!" tanya Nuna dengan nada suara yang tinggi. "Kenapa kau tidak pernah mau belajar untuk mencintaiku?!" mata Nuna kali ini mulai berkaca-kaca.


"Jangan bodoh, Nuna! Kau yang mengancamku sejak awal!" sarkas Belva membuat Nuna sedikit ketakutan.


"Kau juga yang membuat masalah terlebih dahulu dengan keluargaku! Jika aku tidak memikirkan keadaan Mama, aku tidak pernah ingin mengikuti pernikahan kontrak dengan wanita gila sepertimu!"


Air mata Nuna kini mulai membasahi pipinya.


"Aku menyesal, Belva. Aku benar-benar menyesal sudah mengancam dengan papa. Tidak ada cara lain yang bisa aku lakukan saat itu, terlebih usia kehamilanku semakin bertambah."


Nuna kini terisak-isak berharap belas kasihan Belva. Sayangnya harapannya hanya sia-sia belaka. Karena Belva justru meninggalkannya sendirian di sofa depan televisi.


"Belvaaa!" teriak Nuna saat Belva mengabaikannya begitu saja.


Teriakan Nuna kali ini membuat Ecca langsung keluar dari kamarnya. Saat melihat Nuna menangis, Ecca pun langsung menghambur memeluk kakaknya.


Rasa iba dalam hati Ecca kini mulai menyelimuti hatinya melihat tangisan Nuna.


"Apa yang sudah terjadi kak?" tanya Ecca sambil mengusap punggung kakaknya.


"Tidak apa-apa, Ecca. Tinggalkan kakak sendiri di sini!" pinta Nuna yang masih enggan untuk berbagi cerita dengan Ecca.


'Aku benar-benar sangat sial kali ini! Hendy menghempaskan aku begitu saja dan tidak menepati janjinya sama sekali. Aku pikir dia akan terus peduli sampai anak lahir. Setelah itu menceraikan Wita dan menikahi aku.'


'Ternyata semua janjinya hanya bu||$h!+. Dia bahkan berhubungan baik lagi dengan istrinya.' gerutu Nuna dalam hati.


'Sedangkan Belva juga ternyata bukan orang yang mudah tergiur begitu saja denganku. Ck, aku harus berfikir keras jika seperti ini jadinya!'


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Setelah kejadian itu, Nuna sama sekali tidak mengganggu Belva. Sedangkan Ecca dan Belva juga masih sering berhubungan secara diam-diam di belakang Nuna.


Weekend ini, Belva memutuskan untuk kembali ke Semarang karena urusan yang ada di Jogja sudah selesai. Kali ini mobil Belva dikendarai oleh Dirga.

__ADS_1


Selam perjalanan, Nuna tampak menyibukkan dirinya untuk bermain ponsel. Sedangkan Ecca justru sibuk berbalas pesan dengan Belva.


๐Ÿ“ฉ Belva


Queen Ca, kamu tadi mandinya berapa lama sih sayang?


๐Ÿ“ฉ Ecca


Gak lama kok. Emang kenapa Bee?


๐Ÿ“ฉ Belva


Bau harum nya dari sarapan sampe sekarang gak hilang-hilang sih. Habis berendam sama bunga tujuh rupa ya? ๐Ÿ˜


Ecca mengulum senyumnya saat mendapat balasan pesan dari Belva. 'Apaan sih King Bee nih. Ada ada aja,' batin Ecca.


๐Ÿ“ฉ Ecca


Ngaco deh, sukanya ๐Ÿคญ


Belva sendiri yang diam-diam memperhatikan Ecca dari kaca spion nya jadi salah tingkah saat melihat Ecca mengulum senyumnya malu.


๐Ÿ“ฉ Belva


Entah kenapa pemandangan yang terindah saat ini adalah saat melihat rona merah di wajahmu, sayang. Seperti udang rebus ๐Ÿ˜˜


Blush!


Wajah Ecca kian merona. Cepat-cepat Ecca memalingkan wajahnya keluar jendela.


"Oh ini, emm..."


"Cowoknya kali. Biasanya kalo lagi jatuh cinta gitu kan bawaannya senyum terus. Iya kan, Ca?" tukas Belva memotong kalimat Ecca yang hendak menjawab penasaran Nuna.


"Kamu beneran udah punya cowok, Ca?!" tanya Nuna dengan nada yang tidak percaya. "Kamu beneran udah move ON?"


"Ck, apaan sih kalian ini. Jangan kepo deh!" gerutu Ecca yang kembali memalingkan wajahnya ke luar jendela.


Drrt.. Drrt.. Drrt..


Ponsel Ecca bergetar dan tampak pesan masuk dari Belva.


๐Ÿ“ฉ Belva


Kalo ngambek gitu makin cantik aja sih, Queen Ca. Jadi pingin cium bibirnya yang lagi manyun tuh ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ Emuah! Emuah! Emuah!


Ecca kali ini sengaja tidak membalas pesan dari Belva. 'Ya Ampun Bee, bikin salah tingkah aja sih. Aku gak mau nih kak Nuna jadi curiga sama aku.'


Sedangkan Nuna yang memperhatikan raut wajah Ecca memang terlihat seperti orang jatuh cinta pun langsung merasa gusar.


'Kalo Ecca Sudah move ON, sia-sia dong aku bikin dia sakit hati. Sudah pasti dia gak akan cemburu kalo aku cerita tentang Belva,' gerutu Nuna dalam hati.

__ADS_1


'Beruntung banget sih Ecca bisa dapetin cowok yang bener-bener sayang sama dia. Sedangkan aku? Kini benar-benar merana!'


"Ecca?! Kamu beneran lagi pacaran?!"


"Sejak kapan pacaran? Sama orang mana? Cowok kamu gak cakep kan?"


Pertanyaan Nuna yang dilontarkannya kepada Ecca bertubi-tubi membuat Ecca hanya mengedikkan bahunya.


"Apa sih kaak, Jangan kepo deh!" balas Ecca membuat rasa penasaran Nuna semakin membuncah.


"Jawab pertanyaan kakak, atau kakak buka kartu kamu di depan Belva sama Dirga!" ancam Nuna kemudian menakut-nakuti Ecca agar adik kandungnya itu mau buka mulut.


"Dih, Kak Nuna nih bisanya cuma main ancem aja."


"Makanya kasih tau sama kakak, siapa pacar kamu?!"


Dengan santai dan tanpa rasa takut, Ecca pun menggelengkan kepalanya.


"Aku tetep gak mau kasih tau kak Nuna yang sebenarnya!" balas Ecca menantang. "Silahkan aja kalo kakak mau buka kartu aku. Aku udah gak peduli lagi!"


'Sial banget sih ni anak! Ancaman aku gak buat dia takut sama sekali.' gerutu Nuna dalam hati.


'Nantangin banget Ecca nih, kita lihat, bakal malu gak dia kalo aku bener-bener buka kartunya gak cuma di depan Belva, tapi di depan Dirga juga.'


"Belva!" panggil Nuna sedikit meninggikan suaranya sambil melirik ke arah Ecca.


Jauh di dalam lubuk hati Nuna masih sangat berharap Ecca mencegahnya melaporkan jika dulu Ecca menyimpan perasaan untuk Belva.


Setidaknya jika Ecca melarangnya, Nuna akan mendapatkan jawaban dari Ecca, lelaki mana yang kini sedang dekat dengannya.


"Hemm!" jawab Belva dengan berdehem.


"Kamu beneran gak takut aku bongkar rahasia kamu yang sedari dulu kamu simpan rapat-rapat dari semua orang?!"


๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„


Nantikan kelanjutannya hari ini juga ya say. Sambil nunggu kelanjutannya, mampir yuk ke Novel aku yang lain.


Judulnya DOSEN VS KETUA BEM



Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Like ๐Ÿ‘


Comment ๐Ÿ’ฌ


Favorit โค๏ธ


Vote ๐Ÿ’ž

__ADS_1


Gift ๐ŸŒนโ˜•๐Ÿ’บ


Dan Tonton iklannya ๐Ÿ“น๐Ÿ“ฝ๏ธ juga ya


__ADS_2